5 Pemeriksaan Kesehatan yang Dilakukan Sebelum Menikah

Merencanakan pernikahan biasanya identik dengan mempersiapkan gedung, katering, undangan, dan berbagai kebutuhan acara. Namun, ada persiapan lain yang tidak kalah penting, yaitu pemeriksaan kesehatan sebelum menikah.
Pemeriksaan sebelum menikah membantu pasangan mengetahui kondisi kesehatan masing masing sebelum membangun rumah tangga dan merencanakan kehamilan. Hasil pemeriksaan bukan untuk menentukan apakah seseorang layak menikah, tetapi untuk mengenali risiko kesehatan yang mungkin memerlukan pengobatan, vaksinasi, pemantauan, atau konsultasi lebih lanjut.
Program pemeriksaan calon pengantin di Indonesia juga dapat mencakup pemeriksaan fisik, anemia, HIV, sifilis, hepatitis B, gula darah, serta pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.
Apa Saja Pemeriksaan Sebelum Menikah?
Berikut lima pemeriksaan laboratorium yang dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari persiapan kesehatan sebelum menikah.
|
Pemeriksaan |
Tujuan utama |
|
Golongan darah dan rhesus |
Mengetahui golongan darah serta faktor Rh pasangan |
|
TORCH sesuai indikasi |
Menilai paparan atau kekebalan terhadap infeksi tertentu |
|
HBsAg |
Membantu mendeteksi infeksi hepatitis B |
|
HIV |
Mengetahui status HIV sejak dini |
|
Gula darah |
Mendeteksi diabetes atau gangguan kadar gula darah |
Daftar tersebut bukan paket yang berlaku sama untuk semua orang. Dokter dapat menambah, mengurangi, atau menyesuaikan pemeriksaan berdasarkan kondisi setiap pasangan.
1. Pemeriksaan Golongan Darah dan Rhesus
Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui golongan darah ABO dan faktor rhesus atau Rh.
Golongan darah yang berbeda antara pasangan tidak berarti mereka tidak cocok untuk menikah. Informasi ini terutama berguna untuk keperluan medis, transfusi darah, dan perencanaan kehamilan.
Sedangkan mengetahui status rhesus sejak awal membantu dokter merencanakan pemantauan dan pemberian imunoglobulin anti D bila diperlukan. Pemeriksaan golongan darah dan Rh juga termasuk pemeriksaan yang lazim dilakukan pada awal kehamilan.
2. Pemeriksaan TORCH Sesuai Indikasi Dokter
TORCH merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan beberapa infeksi yang dapat memengaruhi kehamilan dan perkembangan janin. Kelompok ini umumnya mencakup:
- Toksoplasmosis
- Rubella
- Cytomegalovirus atau CMV
- Herpes simplex
Pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan gejala, riwayat infeksi, paparan, status imunisasi, dan rekomendasi dokter.
3. Pemeriksaan Hepatitis B dengan HBsAg
HBsAg adalah pemeriksaan darah yang digunakan untuk mendeteksi hepatitis B surface antigen. Hasil reaktif dapat menunjukkan adanya infeksi hepatitis B yang sedang berlangsung, tetapi masih perlu dievaluasi menggunakan pemeriksaan tambahan.
Hepatitis B dapat menular melalui darah, hubungan seksual, penggunaan jarum bersama, serta dari ibu kepada bayi selama proses persalinan. Infeksi ini juga sering tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang dapat tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi.
Mengetahui status hepatitis B sebelum menikah memberikan waktu bagi pasangan untuk:
- Berkonsultasi dengan dokter
- Menjalani pemeriksaan lanjutan bila diperlukan
- Memeriksa status vaksinasi pasangannya
- Merencanakan kehamilan dan persalinan dengan lebih aman
4. Pemeriksaan HIV
Pemeriksaan HIV dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus.
HIV dapat berada di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala dalam waktu lama. Oleh sebab itu, seseorang tidak dapat mengetahui status HIV hanya dari kondisi fisik atau penampilan.
Deteksi dini memungkinkan pasien memperoleh pengobatan antiretroviral lebih cepat. Pengobatan yang dijalani secara teratur dapat menjaga kesehatan pasien, menekan jumlah virus, dan menurunkan risiko penularan kepada pasangan maupun anak.
Pemeriksaan harus dilakukan dengan persetujuan pasien serta disertai perlindungan terhadap kerahasiaan hasil. Apabila hasil awal reaktif, pasien akan diarahkan menjalani pemeriksaan konfirmasi dan konsultasi lebih lanjut.
5. Pemeriksaan Gula Darah
Pemeriksaan gula darah membantu mendeteksi diabetes atau kondisi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal.
Jenis pemeriksaan yang dapat digunakan antara lain:
- Gula darah puasa
- Gula darah sewaktu
- HbA1c
Dokter akan menentukan jenis pemeriksaan yang paling sesuai dengan kondisi pasien.
Pemeriksaan ini penting terutama bagi pasangan yang memiliki berat badan berlebih, riwayat diabetes dalam keluarga, tekanan darah tinggi, pola hidup kurang aktif, atau riwayat gangguan gula darah sebelumnya.
Apakah Setiap Pasangan Memerlukan Pemeriksaan yang Sama?
Tidak. Paket pemeriksaan sebelum menikah sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing masing pasangan.
Selain lima pemeriksaan di atas, dokter mungkin merekomendasikan:
- Darah lengkap dan kadar hemoglobin
- Skrining anemia atau talasemia
- Pemeriksaan sifilis
- Pemeriksaan hepatitis C
- Pemeriksaan urine
- Pemeriksaan fungsi hati dan ginjal
- Pemeriksaan kesuburan bila terdapat indikasi
- Pemeriksaan genetik berdasarkan riwayat keluarga
Skrining kesehatan calon pengantin di Indonesia saat ini juga memberikan perhatian pada anemia, HIV, sifilis, hepatitis B, diabetes, hipertensi, dan talasemia. Oleh sebab itu, konsultasi sebelum pemeriksaan membantu menentukan tes yang benar benar relevan dan menghindari pemeriksaan yang tidak diperlukan.
Bagaimana Jika Hasil Pemeriksaan Tidak Normal?
Hasil yang tidak normal tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit berat atau tidak dapat menikah. Dokter akan menjelaskan arti hasil pemeriksaan dan menentukan apakah diperlukan:
- Pengulangan tes
- Pemeriksaan konfirmasi
- Pengobatan
- Vaksinasi
- Perubahan gaya hidup
- Konsultasi dengan dokter spesialis
- Konseling genetik
Hindari menarik kesimpulan sendiri dari hasil laboratorium, terutama pada pemeriksaan antibodi seperti TORCH. Hasil perlu dinilai bersama gejala, riwayat kesehatan, status imunisasi, dan pemeriksaan lain.
Persiapkan Pernikahan Sehat Bersama Granostic
Persiapan pernikahan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran acara, tetapi juga kesiapan kesehatan Anda dan pasangan.
Granostic menyediakan layanan premarital check up dan pemeriksaan laboratorium yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing masing pasangan. Hasil pemeriksaan dapat dikonsultasikan bersama dokter untuk membantu Anda memahami kondisi kesehatan dan langkah berikutnya.
Hubungi tim Granostic atau kunjungi klinik Granostic di Surabaya untuk mendapatkan informasi mengenai pilihan pemeriksaan sebelum menikah.
FAQ Seputar Pemeriksaan Sebelum Menikah
Apakah pemeriksaan sebelum menikah wajib?
Kebutuhan dan ketentuan pemeriksaan dapat berbeda menurut daerah, fasilitas kesehatan, dan kondisi pasangan. Dari sisi medis, pemeriksaan dianjurkan untuk membantu mengenali risiko kesehatan sebelum menikah atau merencanakan kehamilan.
Apakah calon suami dan calon istri harus menjalani pemeriksaan yang sama?
Tidak selalu. Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan oleh keduanya, seperti HIV, HBsAg, golongan darah, dan gula darah. Pemeriksaan lain dapat disesuaikan dengan jenis kelamin, riwayat kesehatan, serta rencana kehamilan.
Apakah semua calon pengantin perlu menjalani panel TORCH?
Tidak. Pemeriksaan TORCH lengkap tidak selalu diperlukan oleh semua orang tanpa gejala. Dokter akan menentukan komponen yang perlu diperiksa berdasarkan riwayat, faktor risiko, dan tujuan pemeriksaan.
Apakah perlu berpuasa sebelum pemeriksaan?
Tidak semua pemeriksaan memerlukan puasa. Puasa mungkin diperlukan jika paket mencakup gula darah puasa atau pemeriksaan metabolik tertentu. Pastikan mengikuti petunjuk dari klinik sebelum datang.
Apakah hasil pemeriksaan bersifat rahasia?
Ya. Hasil pemeriksaan merupakan informasi medis pribadi dan hanya dapat diberikan kepada pasien atau pihak lain dengan persetujuan pasien.
Bagaimana jika salah satu pasangan memiliki hasil HBsAg atau HIV reaktif?
Hasil reaktif perlu dikonfirmasi dan dikonsultasikan dengan dokter. Pasangan tetap dapat memperoleh pengobatan, vaksinasi, dan perencanaan kehamilan yang sesuai untuk membantu mengurangi risiko penularan.
Ditinjau Oleh:
dr. Adam Hilman
Sumber Referensi:
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). 7 Jenis Tes dalam Cek Pra Nikah yang Akan Dijalani Calon Pengantin. Diakses 2026.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Pra Nikah. Diakses 2026.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Cek Kesehatan Gratis: Ini Manfaat dan Jenis Pemeriksaan yang Kamu Dapatkan. Diakses 2026.
- American College of Obstetricians and Gynecologists. (2019). Prepregnancy Counseling. Diakses 2026.
- American College of Obstetricians and Gynecologists. (n.d.). Good Health Before Pregnancy: Prepregnancy Care. Diakses 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Screening and Testing for HIV, Viral Hepatitis, STD and Tuberculosis in Pregnancy. Diakses 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Clinical Overview of CMV and Congenital CMV. Diakses 2026.
- World Health Organization. (2013). Preconception Care: Maximizing the Gains for Maternal and Child Health. Diakses 2026.

