Screening Jantung Surabaya: Jenis Pemeriksaan & Manfaatnya

Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Yang perlu diwaspadai, banyak gangguan pada jantung berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas.
Padahal, banyak penyakit jantung dapat dideteksi lebih awal melalui screening jantung. Pemeriksaan ini membantu dokter menilai kondisi kesehatan jantung, mengidentifikasi faktor risiko, serta menemukan kelainan sebelum menimbulkan gejala atau komplikasi yang lebih berat.
Bagi Anda yang sedang mencari layanan screening jantung di Surabaya, artikel ini membahas manfaat pemeriksaan, jenis-jenis screening yang tersedia, siapa saja yang disarankan menjalani pemeriksaan, hingga bagaimana proses screening dilakukan di Granostic.
Mengenal Screening Jantung
Screening jantung adalah serangkaian pemeriksaan yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi jantung dan sistem kardiovaskular secara menyeluruh. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan pada jantung sedini mungkin, bahkan sebelum seseorang mengalami keluhan.
Berbeda dengan pemeriksaan yang dilakukan ketika pasien sudah mengalami gejala tertentu, screening jantung lebih berfokus pada upaya pencegahan dan deteksi dini. Dengan mengetahui kondisi jantung sejak awal, dokter dapat memberikan rekomendasi perubahan gaya hidup, pemeriksaan lanjutan, atau penanganan medis apabila diperlukan.
Screening jantung dapat disesuaikan dengan usia, riwayat kesehatan, faktor risiko, hingga keluhan yang dialami setiap pasien.
- Baca Juga: Bagaimana Cara Cek Jantung Sehat?
Jenis Pemeriksaan Screening Jantung
Granostic menyediakan beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat membantu mengevaluasi kondisi jantung secara lebih menyeluruh. Jenis pemeriksaan yang dilakukan akan disesuaikan dengan keluhan, faktor risiko, maupun hasil konsultasi dengan dokter.
1. Elektrokardiogram (EKG)
EKG merupakan pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi gangguan irama jantung, tanda-tanda serangan jantung, maupun kelainan lain yang memengaruhi sistem kelistrikan jantung.
Prosedurnya berlangsung cepat, tidak menimbulkan rasa sakit, dan sering menjadi pemeriksaan awal pada pasien dengan keluhan jantung.
2. Echocardiography (USG Jantung)
Echocardiography menggunakan gelombang suara (ultrasonografi) untuk menghasilkan gambaran struktur dan fungsi jantung secara real-time.
Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat menilai ukuran ruang jantung, fungsi katup, kekuatan pompa jantung, hingga adanya kelainan struktural tertentu.
3. Treadmill Test
Treadmill test atau exercise stress test dilakukan untuk melihat respons jantung saat tubuh melakukan aktivitas fisik.
Selama pemeriksaan, pasien akan berjalan atau berlari di atas treadmill dengan tingkat kesulitan yang meningkat secara bertahap, sementara aktivitas jantung dipantau menggunakan EKG.
Pemeriksaan ini membantu menilai apakah terdapat gangguan aliran darah ke otot jantung yang mungkin tidak terlihat saat tubuh beristirahat.
4. Holter Monitor
Holter monitor merupakan alat perekam EKG portabel yang digunakan selama 24 hingga 48 jam atau sesuai kebutuhan.
Pemeriksaan ini membantu mendeteksi gangguan irama jantung yang muncul sesekali sehingga mungkin tidak terekam pada pemeriksaan EKG biasa.
Mengapa Screening Jantung Penting?
Banyak penyakit jantung berkembang tanpa gejala yang khas pada tahap awal. Akibatnya, seseorang mungkin merasa sehat meskipun telah mengalami perubahan pada fungsi atau struktur jantung.
Melalui screening jantung, berbagai kondisi dapat diketahui lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Beberapa manfaat screening jantung antara lain:
- Membantu mendeteksi penyakit jantung sejak dini.
- Mengetahui faktor risiko penyakit kardiovaskular.
- Menilai fungsi dan irama jantung.
- Membantu dokter menentukan langkah penanganan yang tepat.
- Mengurangi risiko komplikasi melalui deteksi dan penanganan lebih awal.
Deteksi dini menjadi salah satu langkah penting karena semakin cepat suatu gangguan diketahui, semakin besar peluang untuk mengendalikan penyakit dan menjaga kualitas hidup.
Siapa yang Dianjurkan Menjalani Screening Jantung?
Meskipun screening jantung sering dikaitkan dengan usia lanjut, pemeriksaan ini juga dapat bermanfaat bagi orang yang memiliki faktor risiko tertentu.
Anda sebaiknya mempertimbangkan melakukan screening jantung apabila memiliki kondisi berikut.
Berusia 40 Tahun ke Atas
Risiko penyakit jantung cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Pemeriksaan berkala dapat membantu memantau kesehatan jantung meskipun belum ada keluhan.
Memiliki Riwayat Keluarga Penyakit Jantung
Apabila orang tua atau saudara kandung pernah mengalami penyakit jantung pada usia relatif muda, Anda mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi.
Memiliki Penyakit Metabolik
Penderita hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, maupun obesitas memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit jantung sehingga pemeriksaan rutin sangat dianjurkan.
Memiliki Gaya Hidup Kurang Sehat
Merokok, jarang berolahraga, konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, stres berkepanjangan, dan kurang tidur dapat meningkatkan risiko gangguan jantung.
Mengalami Keluhan yang Mengarah ke Penyakit Jantung
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala seperti:
- Nyeri dada.
- Sesak napas.
- Jantung berdebar tidak teratur.
- Mudah lelah tanpa sebab yang jelas.
- Pusing atau pingsan.
Dokter akan menentukan jenis pemeriksaan yang sesuai berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
Bagaimana Proses Screening Jantung di Granostic?
Menjalani screening jantung umumnya tidak memerlukan persiapan yang rumit. Namun, memahami tahapan pemeriksaan dapat membantu Anda merasa lebih siap sebelum datang ke klinik.
Secara umum, proses screening jantung di Granostic meliputi:
- Konsultasi dengan Dokter: Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, keluhan yang dirasakan, riwayat penyakit dalam keluarga, serta gaya hidup yang dapat memengaruhi kesehatan jantung.
- Pemeriksaan Fisik: Pemeriksaan dapat meliputi pengukuran tekanan darah, denyut nadi, berat badan, serta evaluasi kondisi fisik secara umum.
- Pemeriksaan Penunjang: Berdasarkan hasil konsultasi, dokter akan menentukan jenis pemeriksaan yang diperlukan, seperti EKG, echocardiography, treadmill test, atau Holter monitor.
- Interpretasi Hasil: Setelah seluruh pemeriksaan selesai, dokter akan menjelaskan hasil screening, tingkat risiko yang dimiliki, serta memberikan rekomendasi mengenai langkah selanjutnya apabila diperlukan.
Lakukan Screening Jantung di Granostic Surabaya
Menjaga kesehatan jantung tidak hanya dilakukan ketika muncul keluhan. Pemeriksaan secara berkala merupakan langkah penting untuk mendeteksi gangguan sejak dini, terutama bagi Anda yang memiliki faktor risiko penyakit jantung.
Granostic menyediakan layanan screening jantung dengan berbagai pilihan pemeriksaan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien. Setelah evaluasi menyeluruh, dokter akan membantu menjelaskan hasil pemeriksaan dan memberikan rekomendasi penanganan yang sesuai.
Granostic Medical Center:
Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
Apabila Anda ingin mengetahui kondisi kesehatan jantung atau memiliki faktor risiko tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dan menjadwalkan screening jantung di Granostic.
FAQ Seputar Screening Jantung Surabaya
Apakah screening jantung hanya untuk orang yang sudah lanjut usia?
Tidak. Screening jantung juga dianjurkan bagi individu yang memiliki faktor risiko, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, riwayat keluarga penyakit jantung, atau kebiasaan merokok.
Berapa lama proses screening jantung berlangsung?
Durasi pemeriksaan bergantung pada jenis screening yang dilakukan. Pemeriksaan sederhana seperti EKG biasanya hanya memerlukan beberapa menit, sedangkan pemeriksaan lain, seperti Holter monitor, dapat berlangsung selama 24 hingga 48 jam.
Apakah screening jantung terasa sakit?
Sebagian besar pemeriksaan, seperti EKG dan echocardiography, tidak menimbulkan rasa sakit. Beberapa pemeriksaan mungkin membuat Anda merasa sedikit tidak nyaman, tetapi umumnya tetap aman dan dapat ditoleransi dengan baik.
Apakah saya perlu puasa sebelum screening jantung?
Tidak semua pemeriksaan memerlukan puasa. Dokter atau tenaga medis akan memberikan instruksi khusus apabila terdapat persiapan tertentu yang perlu dilakukan sebelum pemeriksaan.
Seberapa sering screening jantung perlu dilakukan?
Frekuensi screening bergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan faktor risiko masing-masing individu. Dokter akan menentukan jadwal pemeriksaan yang paling sesuai berdasarkan hasil evaluasi.
Apakah hasil screening yang normal berarti saya pasti tidak memiliki penyakit jantung?
Hasil screening yang normal menunjukkan tidak ditemukan kelainan pada saat pemeriksaan dilakukan. Namun, menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan berkala tetap penting, terutama jika Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung.
Ditinjau Oleh:
dr. Adam Hilman

