Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Jenis Pemeriksaan Gula Darah untuk Deteksi Dini Diabetes

Jenis Pemeriksaan Gula Darah untuk Deteksi Dini Diabetes

Pemeriksaan gula darah penting untuk mendeteksi diabetes secara dini dan mencegah komplikasi kronis. Tes-tes ini membantu mengetahui apakah kadar glukosa dalam darah berada pada rentang normal, pradiabetes, atau diabetes sehingga langkah pencegahan atau pengobatan dapat segera dilakukan. Pemilihan jenis pemeriksaan disesuaikan dengan tujuan (screening, diagnosis, atau pemantauan), kondisi pasien, dan rekomendasi klinis terbaru.

Fungsi Pemeriksaan Gula Darah

Pemeriksaan gula darah berfungsi mengukur kadar glukosa dalam darah untuk menilai status metabolik seseorang. Hasilnya dipakai untuk mendeteksi risiko atau diagnosis diabetes lebih awal sehingga intervensi (perubahan gaya hidup atau terapi) bisa dimulai. Selain itu, pemeriksaan berkala membantu dokter memantau efektivitas pengobatan dan menyesuaikan strategi pengelolaan.

Jenis Pemeriksaan Gula Darah

Terdapat beberapa jenis tes yang umum dipakai untuk skrining, diagnosis, dan pemantauan diabetes; masing-masing memiliki kelebihan dan persyaratan persiapan. Tes utama meliputi: Tes Gula Darah Puasa (Fasting Blood Glucose/FBS), Tes 2 Jam Pasca Makan atau OGTT, Tes HbA1c, dan Tes Gula Darah Acak. Dokter akan memilih tes yang paling tepat berdasarkan gejala, riwayat pasien, dan kondisi klinis (mis. kehamilan, anemia) karena beberapa kondisi mempengaruhi akurasi HbA1c.

Tes Gula Darah Puasa (Fasting Blood Glucose/FBS)

Tes ini dilakukan setelah puasa minimal 8 jam dan mengukur kadar glukosa plasma saat puasa. Menurut kriteria internasional, nilai puasa lebih dari 126 mg/dL ( lebih dari 7.0 mmol/L) pada pengukuran venous plasma biasanya mengindikasikan diabetes jika dikonfirmasi. Tes FBS mudah dilakukan dan sering dipakai sebagai skrining awal pada pemeriksaan rutin.

Tes Gula Darah 2 Jam Pasca Makan (Postprandial/PPG)

OGTT mengukur respons tubuh terhadap beban glukosa standar (biasanya 75 g) dan diambil 2 jam setelah konsumsi glukosa. Jika lebih dari 200 mg/dL artinya menunjukkan diabetes; nilai 140 sampai 199 mg/dL menunjukkan gangguan toleransi glukosa (prediabetes). OGTT sangat sensitif untuk mendeteksi gangguan toleransi glukosa yang mungkin tidak terlihat pada tes puasa saja.

Tes HbA1c (Hemoglobin A1c)

HbA1c memberi gambaran rata-rata kadar glukosa darah selama 2 sampai 3 bulan terakhir tanpa perlu puasa. Organisasi kesehatan merekomendasikan cut-off HbA1c lebih dari 6.5% (lebih dari 48 mmol/mol) untuk diagnosis diabetes jika teknik laboratorium sudah terstandarisasi. Tes ini praktis untuk pemantauan jangka panjang, namun hasilnya dapat dipengaruhi oleh kondisi seperti anemia, kehamilan, atau gangguan hemoglobin.

Tes Gula Darah Acak (Random Blood Glucose)

Tes acak dapat dilakukan kapan saja tanpa persiapan dan berguna bila pasien menunjukkan gejala klasik diabetes. Nilai random lebih dari 200 mg/dL (lebih dari 11.1 mmol/L) disertai gejala khas (mis. haus berlebihan, sering buang air kecil) mendukung diagnosis diabetes, namun biasanya perlu konfirmasi. Tes ini mudah diakses di fasilitas primer dan juga dapat dilakukan dengan alat monitor gula darah sekali pakai (glucometer) untuk skrining cepat.

Kapan Perlu Melakukan Tes Gula Darah?

Tes gula darah dianjurkan pada orang dewasa dengan faktor risiko seperti obesitas, riwayat keluarga diabetes, hipertensi, hipertrigliceridemia, atau riwayat diabetes gestasional. Skrining juga disarankan mulai pada usia tertentu menurut pedoman lokal/ internasional (misalnya pemeriksaan berkala pada orang dewasa yang berisiko).

Selain faktor risiko, lakukan pemeriksaan jika muncul gejala yang mengarah ke hiperglikemia atau bila dokter Anda menyarankan pemantauan berkala. Jika hasil awal menunjukkan pradiabetes atau kondisi abnormal, penting melakukan tindak lanjut dan program pencegahan untuk menurunkan risiko menjadi diabetes penuh.

Kenali Tanda Awal Diabetes

Banyak orang dengan diabetes tipe 2 awalnya tidak bergejala, tetapi beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi rasa haus berlebihan, sering kencing, dan kelelahan. Munculnya luka yang sulit sembuh atau infeksi berulang juga merupakan sinyal peringatan yang sering dijumpai. Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan gula darah.

Manfaat Deteksi Dini Diabetes

Deteksi dini diabetes melalui pemeriksaan gula darah memiliki banyak manfaat penting bagi kesehatan jangka panjang. Dengan mengetahui kondisi kadar gula darah sejak awal, seseorang bisa mendapatkan intervensi lebih cepat dan mengurangi risiko komplikasi kronis. Di bawah ini beberapa manfaat utama:

Mencegah komplikasi serius (jantung, ginjal, saraf)

Dengan deteksi dini, gangguan kadar gula darah dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah medis serius. Hal ini membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, gagal ginjal, serta komplikasi saraf seperti neuropati. Manajemen gula darah dan faktor risiko lain sejak awal juga bisa memperlambat atau mencegah kerusakan organ jangka panjang.

Membantu pengaturan gaya hidup dan diet

Mengetahui bahwa seseorang berada dalam tahap pradiabetes atau awal diabetes dapat memicu perubahan gaya hidup, seperti pola makan lebih sehat dan rutin beraktivitas fisik. Perubahan ini bisa memperlambat bahkan menghentikan progres penyakit sebelum benar-benar berkembang menjadi diabetes penuh.

Dua upaya ini terbukti sangat efektif menurunkan risiko diabetes jangka panjang pada kelompok berisiko tinggi. Dengan deteksi dini, individu dapat mengambil keputusan yang lebih terarah untuk menjaga kesehatan metabolismenya.

Memantau risiko dan kesehatan jangka panjang

Pemeriksaan gula darah secara rutin membantu memantau kontrol glikemik dari waktu ke waktu dan mendeteksi fluktuasi kadar gula darah. Dengan demikian, dokter dan pasien bisa mengevaluasi efektivitas intervensi (misalnya diet, olahraga, atau obat) dan menyesuaikannya jika perlu.

Pemantauan ini penting untuk mencegah perkembangan komplikasi kronis dan menjaga organ tubuh tetap sehat dalam jangka panjang. Pemeriksaan berkala juga memberikan gambaran apakah kondisi pasien stabil atau memerlukan penanganan lebih intensif.

Dengan pemantauan yang konsisten, risiko lonjakan gula darah yang tidak terdeteksi dapat diminimalkan.

Periksa Gula Darah di Klinik Granostic

Jika Anda ingin memastikan kondisi gula darah Anda lebih awal, Anda bisa mengunjungi Klinik Granostic untuk pemeriksaan gula darah lengkap. Tes di klinik ini dapat membantu mendeteksi pradiabetes atau diabetes secara dini, sehingga Anda bisa segera mengambil langkah pencegahan. Untuk informasi lebih lanjut atau membuat janji, silakan hubungi CP: 031 5994080 (Klinik Granostic). Tim klinik siap membantu Anda menjaga kesehatan secara proaktif dan memberikan saran medis bila diperlukan.

Di Klinik Granostic, pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis profesional dengan standar prosedur yang aman dan akurat. Hasil pemeriksaan akan dijelaskan secara detail, sehingga Anda memahami kondisi kesehatan Anda dengan jelas. Klinik juga menyediakan layanan konsultasi untuk membantu menentukan langkah pencegahan atau terapi berikutnya. Dengan fasilitas lengkap dan pelayanan cepat, Anda dapat melakukan tes gula darah tanpa menunggu lama.


Ditinjau Oleh:

Dr. Aji Wibowo


Sumber Referensi:

  1. American Diabetes Association (ADA). (2024). Diagnosis and Classification of Diabetes. Diakses 2025.
  2. National Center for Biotechnology Information (NCBI). (2016). Type 1 Diabetes. Diakses 2025.
  3. National Center for Biotechnology Information (NCBI). (2020). Type 2 Diabetes Mellitus. Diakses 2025.
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Diabetes: Signs and Symptoms. Diakses 2025.
  5. International Diabetes Federation (IDF). (2025). IDF Recommendations 2025. Diakses 2025.
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message