Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Benjolan di Tubuh: Kapan Harus Diperiksa dengan FNAB?

Saat Ada Benjolan di Tubuh, Kapan Harus Periksa dengan FNAB?

Siapapun akan panik Ketika menemukan benjolan tidak biasa pada tubuh mereka. Namun, tahukah Anda bahwa ada banyak jenis benjolan dan tak semuanya memiliki dampak fatal pada kesehatan tubuh? Mari kita bahas bersama Granostic!

Pada dasarnya benjolan dapat muncul di area manapun pada tubuh kita. Benjolan ini dapat bersifat keras dan kaku, atau lunak serta mudah digerakkan. Penyebab kemunculannya juga sangat beragam, mulai dari pertumbuhan jaringan lemak, kista, infeksi, hingga tumor.

Pertanyaannya, bagaimana kita tahu apakah benjolan tersebut normal atau justru tanda bahaya? Langsung simak ulasan Granostic di bawah ini!

Benjolan di Tubuh, Normal atau Tidak?

Nah, tidak semua benjolan berarti penyakit berbahaya, Sobat. Beberapa benjolan bersifat jinak, misalnya lipoma (benjolan lemak) yang biasanya lunak, tidak nyeri, dan bisa digerakkan dengan mudah. Ada juga kista yang berisi cairan dan sering kali tidak menimbulkan keluhan. Kondisi seperti ini umumnya tidak berbahaya, meski tetap perlu dipantau.

Namun, benjolan yang terasa keras, terus membesar, nyeri, atau disertai gejala lain seperti demam, penurunan berat badan, atau perubahan pada kulit di atas benjolan, harus diwaspadai. Benjolan jenis ini bisa saja menandakan adanya infeksi serius, tumor jinak yang butuh penanganan, atau bahkan tumor ganas.

Jika Anda menemukan benjolan dan merasa cemas, jangan menunda untuk berkonsultasi ke dokter. Pemeriksaan sederhana seperti Fine-Needle Aspiration Biopsy (FNAB) bisa membantu memastikan apakah benjolan tersebut aman atau perlu penanganan lebih lanjut.

Jenis Benjolan yang Umum Ditemukan

Seperti yang telah banyak kita singgung sebelumnya, bahwa ada banyak penyebab dan jenis benjolan di tubuh. Berikut ini adalah beberapa jenis benjolan yang umum ditemukan dan perlu Anda ketahui.

Lipoma (lemak)

Lipoma adalah salah satu jenis benjolan jinak yang paling sering ditemukan. Benjolan ini terbentuk dari pertumbuhan berlebih jaringan lemak di bawah kulit. Biasanya, lipoma terasa lunak, tidak nyeri, dan dapat digerakkan saat disentuh.

Penyebab pastinya belum diketahui, namun faktor genetik sering kali berperan. Lipoma umumnya tidak berbahaya dan jarang berubah menjadi kanker. Meski demikian, jika ukurannya semakin besar, menimbulkan nyeri, atau mengganggu fungsi organ di sekitarnya, lipoma dapat diangkat melalui prosedur bedah kecil.

Kista

Kista adalah benjolan berisi cairan, udara, atau bahan semi-padat yang bisa muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk kulit, ovarium, atau organ lain. Pada kulit, kista biasanya terasa seperti balon kecil di bawah permukaan.

Kista bisa terbentuk akibat penyumbatan saluran kelenjar, infeksi, atau kelainan bawaan. Sebagian besar kista tidak berbahaya dan dapat mengempis sendiri. Namun, bila kista membesar, nyeri, atau terinfeksi (kemerahan, bengkak, keluar nanah), maka perlu tindakan medis untuk mengeringkan atau mengangkatnya.

Fibroadenoma (pada payudara)

Fibroadenoma adalah benjolan jinak pada payudara yang sering ditemukan pada wanita muda. Benjolan ini biasanya kenyal, bulat, dan bisa digerakkan dengan mudah.

Fibroadenoma terbentuk akibat pertumbuhan berlebih jaringan fibrosa dan kelenjar di payudara. Meski umumnya tidak berbahaya, benjolan ini bisa menimbulkan kecemasan karena mirip dengan tumor ganas. Oleh karena itu, pemeriksaan payudara dengan USG, mamografi, atau FNAB sangat penting untuk memastikan diagnosisnya.

Benjolan Akibat Infeksi atau Peradangan

Infeksi bakteri atau virus juga dapat memicu munculnya benjolan, misalnya pembengkakan kelenjar getah bening di leher saat tubuh melawan infeksi. Benjolan ini biasanya terasa nyeri, lunak, dan bisa disertai gejala lain seperti demam atau kelelahan.

Pada beberapa kasus, infeksi kulit seperti bisul juga bisa membentuk benjolan merah dan nyeri. Umumnya benjolan ini akan membaik dengan pengobatan infeksi. Namun, jika pembengkakan kelenjar berlangsung lama atau semakin besar, perlu pemeriksaan lanjutan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit serius seperti tuberkulosis atau kanker kelenjar getah bening.

Tumor Jinak vs Tumor Ganas

Benjolan yang disebabkan oleh tumor bisa bersifat jinak atau ganas. Tumor jinak biasanya tumbuh lambat, tidak menyebar ke jaringan lain, dan jarang mengancam nyawa. Contohnya adalah lipoma atau adenoma. Meski begitu, tumor jinak tetap bisa mengganggu bila ukurannya besar atau menekan organ di sekitarnya.

Sebaliknya, tumor ganas (kanker) bersifat lebih agresif. Benjolan kanker biasanya keras, tidak nyeri pada awalnya, menempel pada jaringan di sekitarnya, dan cenderung membesar dengan cepat. Selain itu, tumor ganas dapat menyebar ke organ lain (metastasis) dan mengancam nyawa.

Perbedaan jinak atau ganasnya suatu benjolan sering kali tidak bisa dilihat hanya dengan pemeriksaan fisik. Oleh karena itu, prosedur diagnostik seperti FNAB, biopsi, atau imaging (USG, CT scan, MRI) sangat penting dilakukan untuk memastikan sifat dari benjolan tersebut

Kapan Benjolan di Tubuh Harus Diwaspadai?

Meski tidak semua bersifat gawat, benjolan di tubuh juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi kalau Sobat Granostic tidak mengetahui asal usul pasti dari kemunculan benjolan tersebut.

Selain itu, ada beberapa tanda yang dapat menjadi alarm kapan benjolan di tubuh harus diwaspadai dan memerlukan pemeriksaan medis, seperti:

1. Benjolan Cepat Membesar

Pertumbuhan benjolan yang terlalu cepat, baik perubahan warna atau ukuran, jadi salah satu tanda yang perlu Anda waspadai Sobat. Situasi ini bisa menandakan banyak hal, termasuk sebagai gejala infeksi. Namun, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, Anda perlu memeriksakannya ke dokter.

2. Terasa Keras dan Tidak Bisa Digerakkan

Sebuah benjolan yang terasa keras, padat, dan tidak mudah digerakkan dapat bersifat kanker. Sehingga sangat perlu pemeriksaan lanjutan oleh dokter untuk memastikan penyebab dan kondisinya.

3. Nyeri atau Menyebabkan Perubahan Kulit

Benjolan yang menyebabkan nyeri dan perubahan kulit juga perlu diwaspadai. Sebab, rasa nyeri dan perubahan warna kulit bisa menandakan adanya infeksi, cedera, atau bahkan bersifat kanker.

4. Disertai Gejala Lain

Selain bentuk benjolan itu sendiri, Anda juga perlu memperhatikan adanya gejala lain yang menyertai kemunculannya pada tubuh. Misalnya, apakah disertai oleh demam, penurunan berat badan drastis, kelelahan yang tidak biasa, dan banyak lainnya.

Gejala-gejala ini dapat menandakan berbagai masalah medis, mulai dari infeksi hingga kanker. Sehingga perlu adanya pemeriksaan lebih menyeluruh untuk dapat menentukan penyebab yang tepat.

5. Benjolan Pada Area Tertentu

Anda juga sangat direkomendasikan untuk memeriksakan diri ke dokter bila menemukan benjolan pada area tertentu, seperti pada leher, ketiak, dan payudara. Tujuannya untuk mengetahui kemungkinan perkembangan kanker, yang sangat penting dilakukan sedini mungkin untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan memperbesar peluang kesembuhan.

Apa Itu FNAB dan Cara Kerjanya?

Definisi FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy)

FNAB atau Fine Needle Aspiration Biopsy adalah prosedur medis yang digunakan untuk membantu dokter mendiagnosis penyebab sebuah benjolan di tubuh. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan jarum yang sangat halus untuk mengambil sampel sel dari dalam benjolan. Sampel tersebut kemudian dianalisis di laboratorium untuk menentukan apakah benjolan tersebut bersifat jinak atau ganas.

Lantas Mengapa FNAB Perlu Dilakukan?

Prosedur medis ini perlu dilakukan karena tidak semua benjolan bisa dinilai hanya dengan pemeriksaan fisik atau pencitraan (seperti USG atau CT scan). Dengan FNAB, dokter mendapatkan informasi langsung dari sel benjolan itu sendiri sehingga hasilnya lebih akurat dalam menentukan langkah penanganan.

Ini selaras dengan penjelasan dari American Cancer Society, yang menerangkan bahwa FNAB menjadi salah satu metode paling efektif dan aman untuk deteksi dini berbagai kelainan jaringan, termasuk tumor.

Selain itu, FNAB juga dianggap prosedur yang relatif aman, tidak invasif, serta tidak memerlukan sayatan besar. Oleh karena itu, banyak dokter merekomendasikan FNAB sebagai langkah awal pemeriksaan ketika ditemukan benjolan yang mencurigakan.

Cara Kerja FNAB

Bagi orang awam, penggunaan jarum mungkin membuat Anda membayangkan prosedur pemeriksaan yang menyakitkan dan rumit saat penerapan FNAB. Padahal yang terjadi justru sebaliknya, prosedur FNAB tergolong sederhana dan cepat.

Dokter akan menggunakan jarum tipis khusus, yang ukurannya mirip dengan jarum suntik pada umumnya, untuk menusuk benjolan dan menyedot sedikit sampel sel. Proses pengambilan ini biasanya hanya berlangsung beberapa menit dan tidak memerlukan rawat inap.

Sebagian besar pasien hanya merasakan sedikit ketidaknyamanan atau rasa nyeri ringan di area tusukan, yang biasanya hilang dengan cepat. Tidak diperlukan sayatan atau tindakan pembedahan besar, sehingga risiko perdarahan maupun infeksi sangat rendah.

Hasil dari FNAB sangat membantu dalam menentukan langkah selanjutnya. Misalnya, jika hasil menunjukkan benjolan jinak, dokter mungkin hanya menyarankan pemantauan rutin. Sebaliknya, jika ditemukan tanda-tanda keganasan, pasien dapat segera mendapatkan perencanaan terapi yang lebih tepat. Dengan kata lain, FNAB berfungsi sebagai “gerbang awal” yang memandu dokter dan pasien dalam mengambil keputusan medis yang terbaik.

Konsultasi FNAB di Klinik Granostic Surabaya

Kabar baik untuk warga Surabaya dan sekitarnya, untuk melakukan pemeriksaan FNAB sekarang dapat Anda lakukan di klinik Granostic Surabaya. Bersama tim ahli kami, Anda dapat konsultasi terkait benjolan tak biasa dan mencurigakan yang muncul di tubuh Anda.

Bukannya tanpa alasan, konsultasi FNAB di klinik Granostic juga terjamin keamanan dan keakuratannya karena dilakukan oleh dokter berpengalaman, ketersediaan alat modern berstandar tinggi, hingga layanan kesehatan yang terintegrasi dan lengkap.

1. Dilakukan Oleh Dokter Berpengalaman

Klinik Granostic memiliki tim medis ahli dan berpengalaman yang dapat membantu Anda selama konsultasi FNAB. Kami juga memiliki dokter spesialis di berbagai bidang krusial, seperti spesialis jantung, spesialis dokter spesialis bedah saraf, spesialis penyakit dalam, hingga spesialis radiologi.

Dokter di Klinik Granostic akan menemani Anda sejak awal konsultasi, selama proses pemeriksaan, hingga mendiskusikan hasil pemeriksaan dan merencanakan pengobatan atau perawatan yang dibutuhkan.

2. Peralatan Modern dengan Standar Tinggi

Peralatan yang digunakan dalam prosedur FNAB di klinik Granostic Surabaya juga modern dan memiliki standar yang tinggi. Dengan demikian, hasil pemeriksaan akan bersifat lebih akurat.

3. Proses Cepat, Aman, dan Minim Invasif

Peralatan modern yang juga dijalankan oleh tim medis berpengalaman dan bersertifikasi, membuat konsultasi serta pemeriksaan FNAB di Granostic bersifat cepat, aman, dan minim invasif.

4. Hasil Lebih Akurat 

Karena hasil pemeriksaan lebih akurat, hal ini menguntungkan untuk menentukan langkah perawatan dan penanganan berikutnya. Di mana, klinik Granostic juga menyediakan layanan kesehatan yang terintegrasi, sehingga memungkinkan Anda untuk mengakses berbagai pelayanan yang dibutuhkan untuk kembali pulih.

FAQ Seputar FNAB untuk Benjolan di Tubuh

Apakah FNAB sakit?

FNAB umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, namun Anda bisa saja merasakan sedikit tekanan atau rasa tidak nyaman ringan, khususnya selama prosedur dijalankan atau beberapa lama setelahnya.

Berapa lama hasil FNAB keluar?

Hasil tes FNAB umumnya dapat terlihat dalam beberapa hari atau satu minggu, namun beberapa hasil awal mungkin bisa terlihat lebih cepat.

Apakah semua benjolan harus diperiksa dengan FNAB?

Tidak semua benjolan harus diperiksa menggunakan prosedur FNAB. Namun, , namun sangat berkaitan dengan karakteristik benjolan tersebut. FNAB umumnya digunakan untuk memeriksa benjolan kista yang diduga berisi cairan atau Ketika tes lain seperti USG menunjukkan adanya massa padat yang memerlukan pemeriksaan lanjutan menggunakan sampel sel.

Apakah FNAB aman dilakukan berulang?

Ya, FNAB sangat aman dilakukan berulang kali. Tindakan ini bahkan cukup umum dan direkomendasikan ketika sampel awal tidak memberikan hasil tidak pasti.


Ditinjau Oleh:

Dr. Aji Wibowo


Sumber Referensi:

  1. Cleveland Clinic. (2024). Fine-needle aspiration (FNA). Diakses 2025.
  2. Healthline. (2023). Skin lumps: Causes, diagnosis & treatment. Diakses 2025.
  3. UPMC HealthBeat. (2016). Identifying your body's lumps: Is it cancer? Diakses 2025.
  4. Healthline. (n.d.). Causes of lumps under the skin. Diakses 2025.
  5. UPMC HealthBeat. (n.d.). Lumps & bumps on the body: When to worry. Diakses 2025.
  6. UPMC. (2016). Body lumps and cancer: What to look for. Diakses 2025.
  7. Mayo Clinic. (n.d.). Fine-needle aspiration (FNA): Procedure details. Diakses 2025.
  8. WebMD. (n.d.). Fine-needle aspiration: What to expect. Diakses 2025.
  9. Verywell Health. (n.d.). Lump under skin: Causes & when to worry. Diakses 2025.
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message