Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Nyeri Lutut Saat Tarawih? Ini Cara Mengatasinya Agar Tetap Nyaman

Nyeri Lutut Saat Tarawih? Ini Cara Mengatasinya Agar Tetap Nyaman

Shalat tarawih dengan 8 atau 20 rakaat setiap malam Ramadan adalah ibadah yang sangat bernilai. Namun bagi sebagian orang, terutama lansia, penderita osteoartritis, atau mereka yang tidak terbiasa banyak bergerak, tarawih dapat menjadi tantangan fisik karena nyeri lutut yang muncul saat sujud, duduk tasyahud, atau bangkit berdiri.

Jangan biarkan nyeri lutut menghalangi ibadah Anda. Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan solusi yang tepat, Anda tetap bisa menjalankan tarawih dengan nyaman.

Mengapa Lutut Nyeri Saat Tarawih?

Gerakan dalam shalat khususnya sujud, duduk di antara dua sujud (tasyahud), dan transisi berdiri-sujud-berdiri memberikan tekanan yang cukup besar pada sendi lutut dan membutuhkan fleksibilitas yang baik.

Penyebab Nyeri Lutut Saat Tarawih

1. Osteoartritis Lutut

Pengikisan tulang rawan pada sendi lutut menyebabkan tulang bergesekan satu sama lain, menimbulkan nyeri, bengkak, dan bunyi "klik" saat bergerak. Osteoartritis adalah penyebab paling umum nyeri lutut pada usia di atas 50 tahun.

2. Kondromalasia Patela

Pelunakan tulang rawan di bawah tempurung lutut (patela), menyebabkan nyeri terutama saat berlutut atau bangkit dari posisi jongkok. Sering dialami oleh wanita muda dan atlet.

3. Bursitis Lutut

Peradangan pada bursa (kantung cairan pelumas sendi) di sekitar lutut, sering dipicu oleh tekanan berulang pada posisi berlutut (bursitis prepatelar).

4. Tendinitis Patela

Peradangan pada tendon patela akibat penggunaan berlebihan, menyebabkan nyeri di bawah tempurung lutut yang memburuk saat aktivitas yang melibatkan lutut.

5. Nyeri Lutut Akibat Kelebihan Berat Badan

Setiap kilogram kelebihan berat badan menambah 4 kg tekanan pada sendi lutut. Ini memperberat gejala osteoartritis dan kondisi lutut lainnya.

Solusi Praktis agar Tarawih Tetap Nyaman

1. Persiapan Sebelum Tarawih

2. Modifikasi Gerakan yang Diperbolehkan

Dalam fikih Islam, seseorang yang memiliki uzur (halangan) diperbolehkan melakukan shalat dengan cara yang paling mampu dilakukan:

3. Teknik Bangkit yang Benar

Cara bangkit dari posisi duduk atau sujud yang benar dapat mengurangi tekanan pada lutut:

4. Istirahat Antar Rakaat

Tidak ada larangan untuk beristirahat sejenak di antara rakaat jika diperlukan. Berikan waktu lutut Anda untuk pulih sebelum rakaat berikutnya.

Penanganan Medis untuk Nyeri Lutut Kronis

Jika nyeri lutut sudah berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, beberapa pilihan medis meliputi:

Latihan Harian untuk Lutut Lebih Kuat

Catatan: Segera periksa ke dokter jika lutut bengkak, merah, panas, atau nyeri yang sangat hebat dan mendadak — terutama setelah cedera atau jatuh.

Granostic menyediakan pemeriksaan laboratorium untuk mendukung evaluasi nyeri lutut Anda termasuk kadar asam urat (untuk menyingkirkan gout), penanda inflamasi (CRP, LED), dan profil metabolik. Konsultasikan dengan tim medis Granostic untuk mendapatkan panduan yang tepat untuk kondisi lutut Anda.

Ditinjau Oleh:

Dr. Aji Wibowo

Sumber Referensi:

  1. Mayo Clinic. (n.d.). Knee pain. Diakses 2026.
  2. Arthritis Foundation. (n.d.). Osteoarthritis: Symptoms, Diagnosis, and Treatment. Diakses 2026.
  3. American Academy of Orthopaedic Surgeons. (n.d.). Common Knee Injuries. Diakses 2026.
  4. Cleveland Clinic. (n.d.). Chondromalacia Patella. Diakses 2026.
  5. NHS. (n.d.). Knee exercises for runners. Diakses 2026.
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message