Nyeri Pinggang Saat Ibadah: Tanda Kelelahan Otot & Sebabnya

Merasakan nyeri pinggang saat menjalankan ibadah shalat, tarawih, atau berdiri lama dalam ibadah adalah pengalaman yang cukup umum, terutama bagi lansia, ibu rumah tangga, atau mereka yang sehari-harinya jarang aktif bergerak.
Namun, apa sebenarnya penyebab nyeri ini dan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya?
Gerakan Ibadah dan Pengaruhnya pada Pinggang
Gerakan dalam shalat melibatkan serangkaian postur berulang yang cukup menuntut sistem muskuloskeletal:
- Berdiri tegak: membutuhkan kekuatan otot postural punggung dan inti
- Ruku': fleksi tulang belakang yang membutuhkan kelenturan dan kekuatan hamstring
- Sujud: posisi lutut dan punggung yang membutuhkan fleksibilitas sendi
- Duduk iftirasy/tawarruk: fleksi sendi lutut dan pinggul
Ketika dilakukan berulang kali tanpa kondisi otot yang memadai, gerakan-gerakan ini dapat menyebabkan kelelahan otot dan nyeri.
Penyebab Nyeri Pinggang Saat Ibadah
1. Kelelahan Otot (Muscle Fatigue)
Ini adalah penyebab paling umum. Otot-otot punggung bawah, gluteus, dan otot inti yang lemah tidak mampu mempertahankan postur yang benar selama gerakan ibadah berulang, menyebabkan ketegangan berlebih dan nyeri.
2. Kelemahan Otot Inti (Core Muscle Weakness)
Otot-otot inti (transversus abdominis, multifidus, diafragma, dan otot dasar panggul) berfungsi sebagai korset alami yang menstabilkan tulang belakang. Kelemahan otot inti menyebabkan tulang belakang lebih rentan terhadap stres mekanik.
3. Kondisi yang Sudah Ada Sebelumnya
- Herniasi diskus atau HNP yang membuat gerakan fleksi punggung terasa nyeri
- Spondilosis atau osteoartritis tulang belakang pada lansia
- Spondilitis ankilosing yang menyebabkan kekakuan dan nyeri
- Spasme otot akibat postur kerja yang buruk sehari-hari
4. Faktor Gaya Hidup
- Jarang berolahraga sehingga otot punggung tidak terlatih
- Kelebihan berat badan yang membebani tulang belakang
- Alas shalat yang terlalu tipis (menurunkan bantalan pada lutut dan punggung)
- Shalat langsung setelah beraktivitas berat tanpa pendinginan
Tips Mengatasi Nyeri Pinggang Saat Ibadah
Sebelum Ibadah:
- Lakukan pemanasan ringan seperti peregangan pinggang dan paha selama 5 menit
- Gunakan sajadah yang cukup tebal untuk bantalan lutut dan kaki
- Pastikan alas shalat berada di permukaan yang rata
Saat Ibadah:
- Jaga postur tegak saat berdiri, bahu rileks, tidak membungkuk
- Saat ruku', tekuk dari pinggul (hip hinge) bukan dari punggung bawah
- Gunakan kursi untuk lansia atau yang memiliki kondisi medis tertentu, ini diperbolehkan dalam syariat jika ada uzur
- Jika nyeri muncul, istirahat sejenak dan lanjutkan dengan gerakan yang dapat Anda toleransi
Latihan Penguatan Sehari-hari:
- Latihan core stability: plank, bird-dog, dead bug
- Peregangan hip flexor dan hamstring
- Yoga untuk fleksibilitas tulang belakang
- Berjalan kaki minimal 30 menit sehari
Kapan Perlu Periksa ke Dokter?
Anda bisa segera konsultasi medis jika merasakan beberapa hal seperti:
- Nyeri pinggang saat ibadah semakin memburuk dari waktu ke waktu
- Disertai nyeri yang menjalar ke kaki (sciatica)
- Nyeri tidak membaik dengan istirahat atau peregangan
- Disertai kelemahan otot kaki atau gangguan BAK/BAB
Periksakan Kondisi Anda di Klinik Granostic
Granostic menyediakan layanan konsultasi medis dan pemeriksaan laboratorium untuk membantu mengidentifikasi penyebab nyeri pinggang Anda, termasuk pemeriksaan penanda inflamasi, asam urat, vitamin D, dan kalsium yang sering berkaitan dengan nyeri muskuloskeletal.
Segera konsultasi dengan tim Granostic atau langsung kunjungi Klinik Granostic untuk periksa nyeri pinggang.
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- Mayo Clinic. (n.d.). Back pain: Symptoms and causes. Diakses 2026.
- NCBI. (2015). Core stability exercise versus general exercise for chronic low back pain. Diakses 2026.
- Spine-health. (n.d.). Lower Back Strain and Sprains. Diakses 2026.
- World Health Organization. (2022). Musculoskeletal conditions. Diakses 2026.
- American Academy of Orthopaedic Surgeons. (n.d.). Low Back Pain. Diakses 2026.

