Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Waspada! Ini 9 Tanda Bahaya Demam yang Tak Boleh Diabaikan

Waspada! Ini Tanda Bahaya Demam yang Tak Boleh Diabaikan

Demam merupakan kondisi di mana suhu tubuh mengalami peningkatan sementara, yang umumnya terjadi sebagai reaksi sistem imun tubuh ketika melawan infeksi. Namun tahukah Sobat, jika terdapat 9 tanda bahaya demam yang tidak boleh diabaikan?

Bagi sebagian besar anak-anak dan dewasa, demam bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas harian. Melansir dari Mayo Clinic, demam juga umumnya akan mereda dalam beberapa hari. Namun, demam juga umumnya tidak bersifat berbahaya. Namun pada bayi atau anak-anak usia di bawah lima tahun, kenaikan suhu tubuh bisa menandakan infeksi serius.

Selain pada anak-anak, demam juga perlu diwaspadai bila menunjukkan beberapa tanda-tanda bahaya, yang akan kita bahas secara mendalam lewat ulasan berikut ini!

Penyebab Umum Demam

Sebelum kita mengupas tuntas apa saja tanda bahaya yang harus diwaspadai, Sobat juga perlu menyimak apa saja yang biasanya menjadi biang kerok di balik naiknya suhu tubuh kita. Memahami penyebabnya akan membantu Sobat tetap tenang dan tahu langkah awal yang harus diambil.

Infeksi virus

Ini adalah penyebab demam yang paling sering kita temui sehari-hari. Mulai dari virus influenza, virus penyebab batuk pilek biasa (common cold), hingga virus yang lebih serius seperti Dengue (penyebab DBD). Saat virus masuk, sistem imun kita akan menaikkan suhu tubuh sebagai cara untuk memasak atau menghancurkan virus tersebut agar tidak mudah berkembang biak. Biasanya, demam karena virus akan mereda dengan sendirinya seiring membaiknya daya tahan tubuh.

Infeksi bakteri

Berbeda dengan virus, infeksi bakteri sering kali membutuhkan perhatian lebih medis. Beberapa contoh umum adalah radang tenggorokan akibat bakteri Streptococcus, infeksi saluran kemih (ISK), hingga pneumonia. Demam yang disebabkan oleh bakteri cenderung lebih menetap dan terkadang suhunya terus meningkat jika tidak segera ditangani dengan pengobatan yang tepat, seperti antibiotik sesuai resep dokter.

Reaksi setelah vaksin

Pernahkah Sobat merasa sedikit demam setelah mendapatkan vaksinasi? Jangan panik, ya! Ini justru tanda bahwa vaksin sedang bekerja. Demam ringan pasca-vaksinasi adalah bukti bahwa sistem imun Sobat sedang berlatih mengenali komponen virus atau bakteri yang ada dalam vaksin. Biasanya, reaksi ini bersifat singkat dan akan hilang dalam 1–2 hari dengan istirahat yang cukup.

Peradangan dan kondisi medis tertentu

Demam tidak selalu berarti ada infeksi dari luar, lho. Terkadang, kondisi internal tubuh juga bisa memicu kenaikan suhu. Penyakit peradangan kronis seperti rheumatoid arthritis atau penyakit autoimun seperti Lupus bisa menyebabkan demam berulang. Selain itu, kondisi medis serius lainnya seperti gangguan tiroid atau adanya keganasan (kanker) juga bisa memberikan sinyal melalui demam yang tidak kunjung sembuh.

Penyebab lain yang perlu diwaspadai

Selain faktor-faktor di atas, ada beberapa penyebab lain yang bisa menimbulkan demam, seperti:

Tanda Bahaya Demam yang Tidak Boleh Diabaikan

Setelah menyimak apa saja penyebab umum timbulnya demam, sekarang Anda juga perlu mengetahui tanda bahaya dari kondisi ini. Meskipun merupakan bagian dari reaksi normal sistem imun saat melawan infeksi, dalam kondisi tertentu demam dapat menjadi sinyal dari masalah kesehatan yang lebih serius atau bahkan fatal.

Berikut beberapa tanda bahaya demam yang tidak boleh Anda abaikan baik pada anak-anak maupun orang dewasa:

1. Demam tinggi lebih dari 39 derajat Celcius

Tanda bahaya demam juga bisa disimak dari tingkat derajatnya. Menurut Cleveland Clinic, suhu normal tubuh manusia ada di kisaran angka 37°C. Akan tetapi setiap orang memiliki suhu normal yang berbeda-beda, yang bisa berkisar 1–2 derajat perbedaannya.

Nah, seseorang dapat dikatakan mengalami demam jika suhu tubuhnya berada di angka 38°C atau lebih. Suhu di atas 39°C pada orang dewasa atau anak-anak sering kali menandakan bahwa tubuh sedang berjuang sangat keras melawan infeksi yang agresif.

Jika suhu sudah mencapai titik ini dan tidak kunjung turun meski sudah dibantu kompres atau obat penurun panas, segera konsultasikan ke dokter untuk mencegah risiko kerusakan jaringan atau kelelahan organ tubuh.

2. Demam tidak turun lebih dari 3 hari

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, bahwa demam umumnya dapat mereda dalam beberapa hari. Bahkan sebagian besar demam akibat virus ringan biasanya membaik dalam 48 hingga 72 jam.

Jika demam Sobat menetap lebih dari 3 hari, ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi bakteri atau kondisi lain seperti demam berdarah (DBD) atau tifus yang memerlukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

3. Demam disertai kejang

Kejang demam (febrile seizure) sering terjadi pada anak-anak akibat kenaikan suhu yang terlalu mendadak. Meski biasanya tidak berbahaya secara permanen, kejang tetaplah kondisi darurat yang harus segera ditangani. Jika kejang terjadi pada orang dewasa saat demam, hal ini jauh lebih serius karena bisa menandakan adanya gangguan pada sistem saraf pusat.

4. Demam disertai sesak napas

Hati-hati jika demam muncul bersamaan dengan kesulitan bernapas, napas cepat, atau bunyi "ngik" saat membuang napas. Kondisi ini bisa menjadi tanda infeksi saluran pernapasan bawah yang serius, seperti pneumonia atau bronkitis. Kekurangan oksigen saat demam adalah kondisi kritis yang memerlukan bantuan oksigen tambahan dan penanganan medis intensif.

5. Demam dengan nyeri kepala hebat dan leher kaku

Kombinasi antara suhu tinggi, sakit kepala yang luar biasa, dan leher yang terasa kaku (kaku kuduk) adalah tanda klasik dari meningitis atau radang selaput otak. Ini adalah kondisi darurat medis tingkat tinggi karena infeksi pada otak dapat berkembang sangat cepat dan mengancam nyawa. Jangan tunda untuk segera menuju IGD jika menemukan tanda ini.

6. Demam disertai muntah terus menerus

Muntah yang tak kunjung berhenti saat demam akan sangat cepat memicu dehidrasi. Selain itu, tubuh yang tidak bisa menerima asupan cairan atau obat melalui mulut akan membuat pemulihan menjadi sulit. Muntah terus-menerus juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan yang serius atau tekanan pada area kepala.

7. Demam disertai penurunan kesadaran

Jika Sobat melihat penderita demam mulai tampak sangat mengantuk, sulit dibangunkan, bicaranya melantur (mengigau parah), atau terlihat sangat bingung, ini menandakan otak sedang terpengaruh oleh suhu tinggi atau infeksi tersebut. Penurunan kesadaran menunjukkan kondisi tubuh yang sudah sangat lemah dan membutuhkan observasi dokter segera.

8. Demam dengan ruam luas atau perdarahan

Perhatikan kulit saat sedang demam. Munculnya ruam kemerahan yang luas, bintik-bintik merah yang tidak hilang saat ditekan (petechiae), atau perdarahan seperti mimisan dan gusi berdarah merupakan tanda bahaya. Pada kasus demam berdarah, ini menandakan fase kritis di mana kadar trombosit menurun drastis.

9. Demam pada bayi di bawah 3 bulan

Bayi baru lahir memiliki sistem imun yang sangat rapuh. Bagi mereka, suhu tubuh 38°C saja sudah dianggap sebagai keadaan darurat medis. Karena bayi belum bisa menunjukkan gejala spesifik, demam pada usia ini sering kali menjadi satu-satunya pertanda adanya infeksi berat seperti sepsis. Jangan menunggu tanda lain muncul, segera bawa si kecil ke dokter spesialis anak.

Bahaya Demam Berdasarkan Kelompok Usia

Meski dapat terjadi pada siapa saja, tingkat keparahan demam bisa berbeda pada tiap orang. Hal yang memengaruhi tingkat keparahan ini pun beragam, baik dari kondisi medis orang tersebut, gaya hidup, hingga usia mereka.

Pada bayi, anak-anak, dan lansia, demam bisa memberikan gejala yang lebih berat. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali apa saja bahaya demam berdasarkan kelompok usia tertentu, sehingga Anda dapat memberikan pertolongan pertama dan lebih waspada ketika menghadapinya.

Bahaya demam pada bayi dan balita

Pada bayi, terutama yang berusia di bawah 3 bulan, demam adalah kondisi yang harus dianggap serius secara medis. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh mereka yang masih sangat rapuh dan belum mampu melokalisasi infeksi dengan baik. Akibatnya, infeksi ringan pada area tertentu dapat dengan cepat menyebar ke aliran darah (sepsis) atau sistem saraf pusat (meningitis).

Perlu Sobat Granostic ketahui, bahwa sering kali demam menjadi satu-satunya tanda klinis yang terlihat sebelum kondisi bayi memburuk secara drastis. Hal inilah yang membuat para orang tua tidak boleh menunda konsultasi dokter ketika si Kecil demam. Apalagi demam tinggi juga bisa membuat si Kecil mudah kehilangan nafsu makan, penurunan cairan tubuh, dan mengalami dehidrasi.

Tak hanya itu, kenaikan suhu yang terjadi secara mendadak pada balita sering kali memicu kejang demam atau stuip. Kejang juga bisa menjadi tanda bahwa suhu tubuh telah mencapai level yang melampaui ambang batas toleransi sistem saraf pusat anak yang masih berkembang. Sehingga pemeriksaan medis tetap wajib dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain.

Bahaya demam pada anak

Pada anak usia sekolah, demam tinggi sering kali menjadi gejala awal penyakit menular, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) atau tifus. Meski tidak selalu menunjukkan kondisi yang serius, demam pada anak-anak juga perlu diwaspadai karena demam yang tidak terkendali dapat menyebabkan penurunan drastis pada jumlah trombosit atau bahkan kebocoran plasma darah, seperti dalam kasus DBD.

Kondisi tersebut sering kali mengecoh karena anak mungkin terlihat "membaik" saat demam turun. Padahal mereka sedang memasuki fase kritis yang bisa berujung pada syok hipovolemik jika tidak terpantau dengan baik.

Selain itu, demam pada anak sering disertai dengan penurunan nafsu makan dan minum yang signifikan akibat rasa nyeri di tenggorokan atau mual. Kondisi tubuh yang lemas dan kekurangan cairan akan membuat anak tampak apatis atau tidak responsif, yang merupakan tanda bahwa infeksi mulai memengaruhi metabolisme energi mereka secara keseluruhan.

Bahaya demam pada orang dewasa

Pada orang dewasa, demam sering kali diabaikan dan hanya dianggap kelelahan saja. Padahal demam tinggi juga bisa menjadi indikasi adanya peradangan organ yang serius. Bagi pemilik riwayat diabetes, misalnya, demam dapat mengacaukan kadar gula darah dan memicu komplikasi akut yang berbahaya bagi nyawa. Dehidrasi saat demam juga meningkatkan beban kerja jantung secara berlebih, yang berpotensi menyebabkan pingsan hingga gangguan sirkulasi darah.

Selain itu, orang dewasa yang tetap memaksakan aktivitas saat demam berisiko mengalami kolaps kardiovaskular. Saat suhu tubuh naik, jantung harus bekerja jauh lebih keras untuk memompa darah ke permukaan kulit guna membuang panas.

Jika kondisi ini dibarengi dengan dehidrasi ringan saja, tekanan darah bisa turun secara tiba-tiba (hipotensi), menyebabkan pingsan, atau bahkan memicu serangan jantung pada individu yang memang sudah memiliki masalah pada pembuluh darah jantungnya.

Bahaya demam pada lansia

Lansia yang mengalami demam sangat berisiko mengalami penurunan kesadaran atau delirium, yang dapat memicu kecelakaan fisik seperti terjatuh. Peningkatan suhu tubuh juga memberikan beban berat pada jantung dan ginjal lansia yang fungsinya mungkin sudah mulai menurun secara alami. Karena respon imunnya lebih lambat, demam pada lansia sering kali baru muncul saat infeksi sudah menyebar luas dan masuk ke tahap yang kritis.

Kapan Demam Harus Segera Diperiksakan ke Dokter

Meski demam tidak selalu jadi tanda bahaya sampai Anda harus menelpon dokter, namun ada beberapa situasi yang perlu Anda perhatikan saat kondisi ini terjadi. Apalagi jika demam terjadi pada anak-anak atau orang tua di rumah.

Menurut Mayo Clinic, berikut ini adalah tanda-tanda harus memeriksakan demam ke dokter berdasarkan rentang usia pasien:

Pada Bayi:

Pada Anak-Anak:

Bawa anak-anak ke dokter segera bila demam disertai dengan beberapa gejala tak biasa atau situasi:

Pada Orang Dewasa:

Anda perlu memeriksakan diri atau keluarga jika mengalami beberapa kondisi atau gejala demam berikut ini:

Penanganan Awal Demam di Rumah

Setelah menyimak beberapa tanda bahaya yang harus diwaspadai, Sobat mungkin merasa khawatir saat melihat si Kecil atau keluarga mengalami demam. Namun, selama tanda-tanda bahaya tadi tidak muncul, Sobat bisa tetap tenang sambil memantau setiap perubahan gejala yang ada.

Sebagai langkah awal untuk memberikan rasa nyaman, berikut adalah penanganan mandiri yang bisa dilakukan di rumah:

Mengukur suhu tubuh dengan benar

Langkah pertama yang paling krusial adalah memastikan angka suhu tubuh secara akurat menggunakan termometer, bukan hanya dengan perabaan tangan. Gunakan termometer digital pada area ketiak atau mulut untuk hasil yang lebih presisi dan hindari mengukur suhu sesaat setelah mandi atau minum air panas. Pastikan Sobat mencatat perkembangan suhu ini secara berkala untuk memudahkan konsultasi dengan dokter jika demam menetap.

Istirahat dan hidrasi yang cukup

Saat demam, tubuh sedang bekerja keras melawan infeksi sehingga butuh istirahat total untuk mempercepat proses pemulihan. Penting juga untuk mencukupi asupan cairan, seperti air putih, sup hangat, atau larutan elektrolit, guna mencegah dehidrasi akibat penguapan saat suhu tubuh tinggi. Hidrasi yang baik membantu menjaga kestabilan volume darah dan membantu sistem imun bekerja lebih optimal dalam membuang racun sisa infeksi.

Penggunaan obat penurun panas yang aman

Obat penurun panas seperti Parasetamol dapat diberikan jika demam menyebabkan rasa tidak nyaman atau suhu mulai mengganggu waktu tidur. Pastikan Sobat memberikan dosis yang tepat sesuai petunjuk pada kemasan atau berat badan si Kecil, dan berikan jeda waktu antar dosis sesuai aturan.

Obat ini berfungsi meredakan gejala (simtomatik), namun tetap imbangi dengan kompres air hangat di area ketiak atau lipatan paha untuk membantu menurunkan panas.

Hal yang tidak dianjurkan saat demam

Sangat tidak disarankan menggunakan air es atau alkohol untuk mengompres, karena suhu dingin yang ekstrem justru bisa memicu menggigil dan menaikkan suhu inti tubuh.

Hindari juga menyelimuti penderita dengan kain yang terlalu tebal karena akan menghambat panas keluar dari tubuh secara alami. Terakhir, jangan memberikan antibiotik tanpa resep dokter karena obat tersebut hanya untuk infeksi bakteri dan tidak akan mempan melawan virus penyebab demam biasa.

FAQ Seputar Demam

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan oleh Sobat Granostic mengenai kondisi demam:

Apakah semua demam berbahaya?

Tidak. Sebagian besar demam adalah reaksi sehat tubuh saat melawan infeksi ringan dan biasanya akan mereda sendiri dalam beberapa hari. Demam baru dikategorikan berbahaya jika suhu melebihi 39°C, menetap lebih dari 3 hari, atau disertai dengan tanda kegawatdaruratan seperti sesak napas dan penurunan kesadaran.

Apakah demam selalu tanda infeksi?

Tidak selalu. Meskipun infeksi virus dan bakteri adalah penyebab paling umum, demam juga bisa dipicu oleh kondisi non-infeksi seperti dehidrasi berat, efek samping obat, penyakit autoimun, hingga paparan panas ekstrem (heatstroke). Intinya, demam adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang memicu peradangan atau ketidakseimbangan di dalam tubuh Sobat.

Apakah demam boleh langsung minum obat?

Boleh, namun tidak selalu harus. Obat penurun panas seperti parasetamol disarankan jika demam menyebabkan rasa tidak nyaman, nyeri, atau jika suhu mulai mengganggu aktivitas dan istirahat. Namun, jika demam masih ringan dan Sobat merasa baik-baik saja, cukupi asupan cairan dan istirahat terlebih dahulu agar sistem imun dapat bekerja secara alami.

Apakah demam setelah vaksin berbahaya?

Umumnya tidak. Demam pasca-vaksinasi adalah reaksi normal yang menandakan sistem kekebalan tubuh sedang belajar mengenali antigen untuk membangun perlindungan di masa depan. Gejala ini biasanya bersifat ringan, singkat (bertahan 1–2 hari), dan dapat diredakan dengan istirahat serta konsumsi penurun panas jika diperlukan.

Ditinjau Oleh:

Dr. Aji Wibowo

Sumber Referensi:

  1. Stamford Health. (2023). Fever in Adults: When to Worry. Diakses 2025.
  2. Mayo Clinic. (2024). Fever: Symptoms and Causes. Diakses 2025.
  3. Cleveland Clinic. (2024). Fever: Symptoms, Causes & Treatment. Diakses 2025.
  4. Harvard Health Publishing. (2024). Treating Fever in Adults. Diakses 2025.
  5. Health Service Executive (HSE) Ireland. (2024). Fever in Adults. Diakses 2025.
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message