Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Perbedaan Metode ECLIA dan ICT pada Tes Hepatitis B

Perbedaan Metode ECLIA dan ICT pada Tes Hepatitis B

Pemeriksaan HBsAg (Hepatitis B surface antigen) adalah pemeriksaan awal yang paling umum digunakan untuk mendeteksi adanya infeksi hepatitis B, baik akut maupun kronis. HBsAg positif menandakan keberadaan partikel virus atau partikel subviral yang mengandung antigen permukaan HBV, sehingga hasil ini menjadi dasar tindak lanjut diagnostik dan keputusan klinis.

Kenali Pemeriksaan HBsAg untuk Deteksi Hepatitis B

Pemeriksaan HBsAg (Hepatitis B surface antigen) adalah pemeriksaan awal yang paling umum digunakan untuk mendeteksi adanya infeksi hepatitis B, baik akut maupun kronis. HBsAg positif menandakan keberadaan partikel virus atau partikel subviral yang mengandung antigen permukaan HBV, sehingga hasil ini menjadi dasar tindak lanjut diagnostik dan keputusan klinis.

Tes ini juga menjadi langkah penting untuk menilai risiko penularan, karena muncul lebih awal dibandingkan antibodi lain dalam perjalanan infeksi. Pemeriksaan HBsAg sering digunakan pada skrining populasi, termasuk ibu hamil dan donor darah. Dengan mengetahui status HBsAg, dokter dapat menentukan kebutuhan pemeriksaan lanjutan seperti HBeAg, HBV DNA, atau penilaian fungsi hati.

Metode ECLIA dalam Pemeriksaan HBsAg

ECLIA (Electrochemiluminescence Immunoassay) adalah metode laboratorium otomatis yang menggunakan prinsip immunoassay berlabel elektro-kimia untuk mendeteksi HBsAg dengan sensitivitas tinggi. ECLIA dirancang untuk mendeteksi konsentrasi antigen sangat rendah sehingga berguna pada skrining darah donor dan pemeriksaan laboratorium rujukan.

Metode ECLIA memiliki beberapa kelebihan penting, di antaranya sensitivitas dan spesifisitas yang sangat tinggi, sehingga mampu mendeteksi kadar HBsAg yang rendah dan membantu identifikasi dini infeksi. Selain itu, prosesnya bersifat otomatis dengan kapasitas pemrosesan tinggi, sehingga ideal digunakan pada laboratorium yang membutuhkan akurasi sekaligus efisiensi pengujian.

Metode ini juga memberikan konsistensi yang lebih stabil antar pengujian karena sistemnya terkalibrasi secara otomatis. Hasil yang diperoleh umumnya memiliki tingkat reprodusibilitas tinggi, sehingga dapat diandalkan untuk evaluasi klinis berulang. Dengan kemampuan mendeteksi antigen dalam jumlah minimal, ECLIA menjadi standar emas dalam banyak protokol pemeriksaan hepatitis B modern.

Metode ICT dalam Pemeriksaan HBsAg

ICT (Immunochromatographic Test), sering disebut rapid diagnostic test (RDT) atau rapid test, adalah metode poin-of-care berbasis strip lateral flow yang memberikan hasil cepat (biasanya 15 sampai 30 menit). ICT banyak dipakai untuk skrining cepat di klinik, program kesehatan masyarakat, atau di lapangan karena mudah digunakan dan tidak memerlukan peralatan laboratorium rumit.

Metode ICT (Immunochromatographic Test) memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya populer sebagai alat skrining cepat. Tes ini memberikan hasil dalam 15 - 30 menit, sehingga sangat cocok digunakan pada layanan point-of-care dan kegiatan skrining lapangan.

Selain itu, ICT murah, praktis, dan tidak memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, sehingga mudah dioperasikan oleh tenaga kesehatan di berbagai tingkat layanan. Beberapa produk ICT juga telah melalui pra-kualifikasi WHO atau evaluasi lapangan internasional, sehingga dapat dipercaya untuk digunakan dalam program skrining komunitas berskala besar.

Perbedaan Hasil, Akurasi, dan Waktu

ECLIA umumnya menunjukkan akurasi (sensitivitas & spesifisitas) lebih tinggi untuk deteksi HBsAg bila dibandingkan banyak kit ICT standar; ICT unggul pada kecepatan dan kemudahan penggunaan. Namun, beberapa RDT modern yang teruji menunjukkan performa sangat baik dan bisa hampir setara pada setting tertentu, hal ini tergantung kualitas kit dan kondisi penggunaan.

Untuk pedoman pengadaan dan minimal performa rapid test, WHO memberikan kriteria dan rekomendasi yang relevan. Perbedaan karakteristik ini membuat masing-masing metode memiliki fungsi yang berbeda sesuai konteks klinis. Karena itu, pemilihan metode tidak hanya mempertimbangkan akurasi, tetapi juga kebutuhan waktu, fasilitas, dan tujuan pemeriksaan. Tabel berikut merangkum perbandingan utama antara ECLIA dan ICT untuk memudahkan pemahaman.



Kapan Menggunakan Masing-Masing Metode?

Pemilihan metode ECLIA atau ICT sebaiknya disesuaikan dengan tujuan pemeriksaan dan kebutuhan klinis. Pada situasi yang membutuhkan akurasi tinggi, laboratorium umumnya mengutamakan metode ECLIA yang terbukti sangat sensitif dalam berbagai publikasi ilmiah internasional. Sementara itu, ICT lebih relevan digunakan apabila kecepatan hasil dan kemudahan akses menjadi prioritas utama. Berikut penjelasan lebih lengkap untuk masing-masing metode.

Metode ECLIA

Metode ECLIA paling tepat digunakan ketika dibutuhkan deteksi dini dan akurasi tinggi, seperti pada skrining darah donor, penegakan diagnosis hepatitis B, atau pemeriksaan pada pasien dengan dugaan infeksi dini. Studi pada PMC dan jurnal internasional menunjukkan bahwa ECLIA mampu mendeteksi konsentrasi HBsAg yang lebih rendah dibandingkan metode cepat, menjadikannya standar laboratorium yang banyak direkomendasikan.

Selain itu, ECLIA ideal untuk fasilitas kesehatan yang memiliki alat otomatis dan menangani jumlah sampel dalam volume besar. Platform seperti Elecsys (Roche) dan ARCHITECT (Abbott) juga menyediakan fitur konfirmasi otomatis yang membantu mengurangi hasil meragukan. Dengan konsistensi dan presisi yang tinggi, metode ini sangat sesuai digunakan untuk pemeriksaan rujukan, evaluasi lanjutan, dan analisis klinis mendalam.

Metode ICT

Metode ICT digunakan terutama ketika kecepatan hasil menjadi faktor penentu, misalnya pada skrining awal di klinik primer, pemeriksaan antenatal, layanan lapangan, atau daerah dengan akses laboratorium terbatas. Publikasi dari Wiley Online Library dan ScienceDirect menunjukkan bahwa rapid test memberikan hasil dalam 15–30 menit sehingga membantu pengambilan keputusan cepat di berbagai setting pelayanan kesehatan.

Selain cepat, ICT juga praktis dan hemat biaya, sehingga cocok untuk program skrining populasi yang luas. Beberapa kit ICT telah melalui pra-kualifikasi WHO dan terbukti memiliki performa memadai dalam evaluasi lapangan internasional. Metode ini umumnya digunakan untuk pemeriksaan awal, sebelum pasien diarahkan ke pemeriksaan laboratorium yang lebih sensitif jika diperlukan.

Layanan Pemeriksaan HBsAg di Klinik Granostic

Klinik Granostic Surabaya menyediakan layanan pemeriksaan HBsAg menggunakan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien, termasuk rapid test ICT untuk hasil cepat dan pemeriksaan laboratorium metode ECLIA bagi pasien yang membutuhkan akurasi tinggi.

Seluruh proses dilakukan oleh tenaga medis profesional dengan standar prosedur yang merujuk pada literatur internasional serta pedoman organisasi kesehatan dunia seperti WHO.

Klinik ini juga memberikan konseling hasil pemeriksaan, edukasi hepatitis B, hingga rekomendasi pemeriksaan lanjutan bila diperlukan. Proses pemeriksaan dilakukan dengan peralatan laboratorium modern serta kontrol kualitas yang ketat, mengikuti praktik terbaik dari publikasi ilmiah internasional dan situs kredibel seperti CDC dan WHO.

Jika Anda membutuhkan pemeriksaan hepatitis B yang cepat, akurat, dan profesional, Klinik Granostic Surabaya siap membantu. Hubungi Klinik Granostic untuk konsultasi, jadwal pemeriksaan, atau informasi layanan laboratorium lainnya.


Ditinjau Oleh:

Dr. Aji Wibowo


Sumber Referensi:

  1. Villasenor-Cardoso, M. I., et al. (2023). Hepatitis B virus infection: Epidemiology, pathogenesis, clinical features, and prevention. Diakses 2025.
  2. Chan, H. L. Y., et al. (2022). Advances in the treatment of chronic hepatitis B infection. Diakses 2025.
  3. Lok, A. S. F., et al. (2021). Hepatitis B reactivation: Current understanding and management. Diakses 2025.
  4. Chan, H. L. Y., et al. (2022). Advances in the treatment of chronic hepatitis B infection. Diakses 2025.
  5. Zhou, T., et al. (2021). Hepatitis B: Advances in prevention, diagnosis, and treatment. Diakses 2025.
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message