Rekomendasi Vaksin IDAI untuk Anak Terbaru di Klinik Granostic
.jpg)
Merawat kesehatan anak sedini mungkin berperan penting dalam mendorong pertumbuhan mereka agar optimal, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa mendatang. Karenanya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis jadwal imunisasi rutin dan merekomendasikan vaksin yang diperlukan untuk anak kita.
Imunisasi sendiri merupakan prosedur pemberian vaksin, dengan tujuan untuk melindungi tubuh anak terhadap penyakit tertentu. Umumnya prosedur imunisasi pada anak dilakukan dengan pengaturan jadwal dan dosis yang ketat, sehingga dapat memaksimalkan efektivitas vaksinasi bagi kesehatan si Kecil.
Namun seberapa perlukah vaksin IDAI ini untuk anak? Mari kita bahas lebih detail mengenai pentingnya vaksinasi anak berikut ini.
Mengapa Vaksinasi Anak Itu Penting?
Sebagai orangtua, sangat wajar bagi Sobat Granostic untuk memperhatikan semua detail kecil yang berkaitan dengan kesehatan anak, termasuk mempertimbangkan pentingnya vaksinasi bagi si Kecil.
Melansir dari Center Disease Control and Preventions (CDC) pemberian vaksin, terlepas dari apapun jenisnya, bertujuan untuk membantu sistem imun anak dalam mengenali dan melawan penyakit tertentu.
Vaksinasi juga semakin penting dilakukan saat anak-anak masih bayi atau berusia lebih muda, karena pada usia ini sistem imun mereka belum terbentuk dengan sempurna. Akhirnya, bayi jadi lebih mudah terserang infeksi dan mengembangkan gejala lebih serius daripada orang dewasa.
Manfaat vaksinasi juga memberikan dampak kesehatan jangka panjang, dengan melawan melindungi si Kecil dari penyakit serius, seperti polio, difteri, hepatitis, hingga campak. Penyakit-penyakit ini tidak hanya menimbulkan gejala pada pertama kali si Kecil mengembangkannya, namun dapat berisiko memicu komplikasi serius, kecacatan permanen, hingga kematian.
- Baca Juga: Tips Pencegahan Polio Pada Anak
Selain melindungi anak kita dari infeksi penyakit, vaksinasi anak juga bisa membantu memutuskan rantai penyebaran penyakit menular dan memberikan perlindungan kesehatan jangka panjang bagi si Kecil. Akhirnya, mereka juga bisa tumbuh dengan optimal dan memiliki kualitas hidup lebih baik di masa mendatang.
Mengenal Vaksin IDAI dan Manfaatnya untuk Anak
IDAI merupakan organisasi profesi Dokter Spesialis Anak Indonesia, yang berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan bagi anak-anak Indonesia. Organisasi ini pun memiliki beberapa tujuan, dua diantaranya adalah meningkatkan kesadaran Kesehatan anak dan pendukung imunisasi. Berdasarkan tujuan ini, IDAI kemudian menginisiasi program Kampanye Bulan Imunisasi Anak dan meluncurkan rekomendasi vaksin atau jadwal imunisasi anak.
Nah, buat Sobat Granostic yang kerap mendengar istilah ‘vaksin IDAI’, kemungkinan besar yang dimaksud adalah jenis-jenis vaksin anak yang direkomendasikan IDAI tersebut. Vaksin ini terdiri dari BCG, hepatitis, polio, campak, dan banyak lainnya.
IDAI, melalui edaran resminya, menjelaskan bahwa imunisasi termasuk langkah krusial untuk mencegah penyakit pada anak, utamanya yang menyebabkan kesakitan dan kematian pada anak-anak.
Daftar Vaksin Anak Terbaru Menurut IDAI
Tak hanya sekali waktu, IDAI terus memperbarui panduan imunisasi anak berdasarkan hasil riset medis terbaru dan tren penyakit yang berkembang. Pada pembaruan terakhir di tahun 2024, IDAI menegaskan pentingnya vaksinasi rutin sejak bayi hingga remaja, khususnya untuk memberikan perlindungan optimal terhadap penyakit menular.
Nah, agar Anda tidak bingung dalam memahami jadwal imunisasi anak, berikut daftar lengkap vaksin wajib dan tambahan yang direkomendasikan oleh IDAI, Sobat Granostic!
Vaksin Wajib untuk Anak
Vaksin wajib untuk anak adalah jenis imunisasi dasar lengkap yang sangat penting dilakukan untuk mencegah infeksi penyakit serius pada anak. Berikut beberapa jenis vaksin wajib untuk anak menurut IDAI:
- BCG: Vaksin ini diberikan untuk mencegah tuberkulosis (TBC), terutama bentuk berat seperti TBC otak atau TBC tulang. BCG membantu sistem imun anak mengenali dan melawan bakteri Mycobacterium tuberculosis sejak dini.
- Hepatitis B: Vaksin Hepatitis B ini melindungi dari infeksi virus hepatitis B yang dapat merusak hati dan menyebabkan sirosis atau kanker hati. Pemberian vaksin ini penting karena penularannya bisa terjadi dari ibu ke bayi saat persalinan.
- Polio (IPV/OPV): Vaksin polio diberikan untuk mencegah poliomielitis, penyakit yang bisa menyebabkan kelumpuhan permanen. IDAI merekomendasikan kombinasi antara IPV (Inactivated Polio Vaccine) dan OPV (Oral Polio Vaccine).
- DTP-Hib: Vaksin kombinasi ini melindungi anak dari empat penyakit serius sekaligus, yaitu difteri, tetanus, batuk rejan (pertusis), dan infeksi Hib yang bisa menyebabkan radang otak dan pneumonia.
- Campak/MR/MMR: Vaksin ini melindungi dari campak (measles), gondongan (mumps), dan rubella. IDAI merekomendasikan pemberian vaksin MR (Measles-Rubella) saat anak berusia 9 bulan, kemudian booster pada usia 18 bulan dan 6 tahun. Vaksin ini penting untuk mencegah komplikasi berat seperti radang paru dan ensefalitis akibat campak.
Vaksin Tambahan atau Anjuran
Selain yang wajib, IDAI juga merekomendasikan untuk melakukan vaksin tambahan untuk memberikan perlindungan kesehatan lebih baik pada anak. Beberapa jenis vaksin tambahan yang dianjurkan antara lain:
- Rotavirus: Vaksin ini mencegah diare berat akibat virus rotavirus, yang sering menyebabkan dehidrasi dan rawat inap pada bayi. Jenis vaksin anak kni biasanya diberikan secara oral (diteteskan di mulut).
- Influenza: Vaksin flu melindungi dari berbagai strain virus influenza musiman yang terus bermutasi setiap tahun.
- Varisela (Cacar air): Vaksin ini melindungi anak dari infeksi virus varisela-zoster, penyebab cacar air.
- Pneumokokus (PCV): Vaksin PCV mencegah infeksi Streptococcus pneumoniae yang bisa menyebabkan radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi telinga (otitis media).
- HPV: Vaksin HPV kini direkomendasikan mulai usia 9 tahun, baik untuk anak perempuan maupun laki-laki. Vaksin ini melindungi dari infeksi virus HPV penyebab kanker serviks, kanker anus, dan kutil kelamin.
Vaksin Booster (Ulangan)
Beberapa jenis vaksin memerlukan suntikan atau dosis booster. Vaksin booster juga umumnya diberikan setelah rangkaian vaksin dasar atau utama selesai diberikan. Prosedur ini juga bisa memberikan banyak manfaat, Sobat, termasuk membantu memperpanjang masa perlindungan tubuh anak terhadap infeksi.
Beberapa jenis vaksin anak yang memerlukan dosis booster misalnya DTP, Polio, MR/MMR, Influenza, hingga Tdap. Jadwal pemberian booster juga berbeda-beda, sesuai dengan selesainya keseluruhan rangkaian vaksin utama dan dapat menyesuaikan dengan rekomendasi atau anjuran IDAI.
- Baca Juga: Pentingnya Vaksin Influenza Untuk Pencegahan
Jadwal Vaksin Anak Berdasarkan Rekomendasi IDAI 0–18 Tahun
Berikut ini jadwal rekomendasi vaksin untuk anak menurut rilisan IDAI terbaru tahun 2024:
Bayi 0–12 Bulan
Bagi bayi baru lahir hingga mencapai usia 12 bulan, ada beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan, seperti
- Vaksin BCG: Jenis vaksin ini diambil segera setelah si Kecil lahir atau sebelum ia berusia 1 bulan.
- Hepatitis B: Dosis pertama hepatitis B ini diberikan dalam 24 jam pertama setelah si Kecil lahir, Kemudian dosis selanjutnya di usia 2 bulan, 3 bulan, hingga 4 bulan.
- Polio: Dosis vaksinasi polio untuk anak mulai diberikan saat si Kecil baru lahir, yang kemudian akan diberikan kembali saat usianya memasuki 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.
- DTP-Hib: Sementara itu pemberian DTP-Hib dijadwalkan pada saat si Kecil berusia 2 bulan, yang diberikan kembali di usia ke 3 dan 4 bulan.
- Rotavirus: Dosis Rotavirus pertama kali diberikan pada saat anak masuk usia 2 bulan. Kemudian diberikan kembali ketika si Kecil berusia 4 dan 6 bulan.
- PCV: Dosis pertamanya diberikan pada saat si Kecil berusia 2 bulan, dosis-dosis selanjutnya berikan saat usia 4 dan 12 bulan.
- Influenza: Mulai diberikan pada usia 6 bulan, dosis selanjutnya diberikan pada usia 7 bulan.
- MR: Mulai diberikan pada saat si Kecil berusia 9 bulan.
- Japanese Encephalitis (JE) 1: Mulai diberikan pada saat si Kecil berusia 9 bulan.
Usia 1–5 Tahun
Berikut ini jadwal vaksin yang diberikan pada saat anak memasuki usia 1–5 tahun menurut rilisan IDAI:
- Campak/MR: Booster MR/MMR diberikan pada usia 18 bulan dan saat si Kecil berusia 5 tahun.
- Varisela: Dosis pertama vaksin varicella diberikan saat si Kecil berusia 1 tahun. Selanjutnya dosis diberikan pada usia 14 bulan.
- Influenza tahunan: setelah dua dosis sebelumnya, si Kecil dianjurkan melakukan vaksinasi influenza tahunan, dimulai saat si Kecil memasuki usia 2 tahun.
- Hepatitis A: Mulai diberikan saat anak berusia 1 tahun, yang kemudian diberikan kembali pada usia 3 tahun.
- DTP: Kembali diberikan pada saat si Kecil berusia 3 dan 5 tahun.
- Hib: Diberikan lagi saat memasuki usia 3 tahun.
- JE: diberikan kembali saat si Kecil berusia 2 tahun.
- Tifoid: Dapat mulai diberikan pada saat anak berusia 5 tahun.
- Polio: Kembali diberikan saat anak berusia 5 tahun.
Baca Juga: Dimana Tempat Untuk Suntik atau Vaksinasi Polio?
Usia 6–12 Tahun
Tak hanya pada balita, IDAI juga merekomendasikan beberapa jenis vaksin yang baiknya diberikan pada anak usia 6–12 tahun, seperti:
- Demam berdarah: Imunisasi demam berdarah diberikan mulai usia 6 tahun, yang diberikan lagi 3 bulan setelah suntikan pertama.
- Vaksin DTP booster: Dilakukan setelah si Kecil berusia 10 tahun, yang diberikan dalam bentuk Tdap.
- HPV: Mulai diberikan pada si Kecil ketika memasuki usia 9 tahun, dosis kedua diberikan lima bulan setelahnya, lalu dosis terakhir diberikan enam bulan setelah dosis pertama.
- Influenza: Dapat diberikan setahun sekali.
Remaja 12–18 Tahun
Selanjutnya, setelah memasuki usia 12 hingga 18 tahun, IDAI juga merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan dan dosis ulangan tifoid (yang dilakukan tiap 3 tahun).
Agar lebih mudah, Anda bisa menyimak pembagian jadwal vaksinasi anak dari IDAI dalam tabel berikut ini:
Usia & Jenis Vaksin
Bayi 0–12 Bulan
Hepatitis B, Polio, BCG, DPT, Hib, PCV, Rotavirus, MR, JE, dan Influenza.
Usia 1–5 tahun
PCV, Varicella, Hepatitis A, DPT, Hib, MMR, Polio, Tifoid, dan Influenza.
Usia 6–12 Tahun
Influenza, Demam Berdarah, Tifoid, dan HPV.
Remaja 12–18 Tahun
Tifoid dan Influenza tahunan.
Mengapa Vaksinasi Sebaiknya Dilakukan di Klinik Resmi?
Jadwal vaksin si Kecil yang padat sering kali membuat Ayah dan Ibu merasa bingung harus mulai dari mana. Namun kabar baiknya, imunisasi kini bisa diakses dengan mudah di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari Posyandu, Puskesmas, hingga klinik kesehatan resmi seperti Granostic.
Melakukan vaksinasi di klinik resmi tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keamanan medis dan akurasi prosedur. Berikut beberapa alasan penting mengapa vaksinasi sebaiknya dilakukan di klinik resmi:
Keamanan dan Standar Medis Terjamin
Klinik resmi beroperasi dengan izin praktik dan pengawasan dari instansi kesehatan, sehingga setiap prosedur vaksinasi mengikuti standar medis nasional dan internasional. Mulai dari penyimpanan vaksin dengan rantai dingin (cold chain system), penggunaan alat suntik steril sekali pakai, hingga pencatatan data imunisasi yang akurat.
Dengan standar tersebut, risiko kerusakan vaksin dan penularan infeksi silang bisa dicegah. Klinik seperti Granostic juga memastikan setiap vaksin yang diberikan memiliki nomor batch dan izin edar dari BPOM, sehingga Anda tidak perlu khawatir mengenai keasliannya.
Pengawasan oleh Dokter Anak dan Tenaga Medis Terlatih
Salah satu keunggulan vaksinasi di klinik resmi adalah pengawasan langsung oleh dokter anak atau tenaga medis profesional. Sebelum vaksin diberikan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik singkat untuk memastikan kondisi tubuh si Kecil sedang sehat dan layak menerima vaksin.
Selain itu, dokter juga dapat menyesuaikan jadwal vaksinasi anak yang tertunda, memberikan penjelasan mengenai efek samping normal yang mungkin muncul, serta memberi panduan pemantauan pasca vaksinasi di rumah. Dengan pengawasan yang tepat, vaksinasi tidak hanya aman tetapi juga memberikan hasil yang optimal.
Penanganan Efek Samping dengan Cepat
Meskipun sebagian besar vaksin aman dan jarang menimbulkan reaksi berat, beberapa anak dapat mengalami efek samping ringan seperti demam atau nyeri di area suntikan. Di klinik resmi seperti Granostic, tenaga medis siap memberikan penanganan cepat dan tepat bila terjadi reaksi yang tidak diinginkan.
Selain itu, dokter juga akan mencatat respons tubuh anak terhadap vaksinasi dan memberikan edukasi lanjutan agar orang tua tahu langkah yang perlu dilakukan di rumah. Dengan demikian, setiap proses vaksinasi akan terasa lebih aman, nyaman, dan menenangkan, baik untuk anak maupun orang tua.
Layanan Vaksin Anak di Klinik Granostic
Di Klinik Granostic, kami memahami bahwa setiap orang tua ingin memberikan perlindungan terbaik bagi buah hatinya. Salah satu langkah penting untuk memastikan tumbuh kembang yang optimal adalah melalui vaksinasi yang tepat waktu dan sesuai panduan medis. Karena itu, Granostic menghadirkan layanan vaksin anak yang aman, lengkap, dan ditangani langsung oleh tenaga profesional.
Vaksinasi Sesuai Jadwal IDAI Terbaru
Granostic mengikuti jadwal imunisasi anak yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Setiap jenis vaksin, mulai dari Hepatitis B, Polio, DPT, Hib, Campak, MMR, hingga vaksin baru seperti PCV dan Rotavirus, tersedia lengkap dan diberikan sesuai tahapan usia anak.
Dengan mengikuti jadwal imunisasi IDAI, Anda dapat memastikan bahwa sistem kekebalan tubuh si Kecil berkembang optimal untuk melindunginya dari berbagai penyakit serius. Tim dokter Granostic juga akan membantu menyesuaikan jadwal bila ada vaksinasi yang tertunda, sehingga Anda tak perlu khawatir melewatkan dosis penting.
Ditangani oleh Dokter Spesialis Anak Berpengalaman
Setiap vaksinasi di Granostic dilakukan di bawah pengawasan langsung dokter spesialis anak yang berpengalaman menangani pasien dari berbagai usia. Sebelum vaksin diberikan, dokter akan melakukan pemeriksaan singkat untuk memastikan kondisi anak dalam keadaan sehat, serta memberikan penjelasan kepada orang tua tentang jenis vaksin, efek samping yang mungkin muncul, dan cara pemantauannya di rumah.
Pendekatan yang ramah dan profesional ini membuat proses vaksinasi menjadi lebih tenang, aman, dan meyakinkan, baik bagi anak maupun orang tua.
Fasilitas Nyaman dan Ramah Anak
Granostic merancang ruang tunggu dan ruang tindakan dengan suasana hangat, bersih, dan ramah anak, agar si Kecil tidak merasa tegang saat vaksinasi. Kami memahami bahwa pengalaman pertama anak terhadap imunisasi sangat penting, sehingga seluruh tim kami berupaya menciptakan lingkungan yang menenangkan dan bersahabat.
Selain itu, proses registrasi yang cepat serta pelayanan yang efisien membuat kunjungan vaksinasi menjadi praktis tanpa antre panjang.
Vaksinasi Aman dan Nyaman di Klinik Granostic
Keamanan menjadi prioritas utama di setiap layanan Granostic. Semua vaksin disimpan dalam rantai dingin (cold chain system) yang diawasi secara ketat untuk menjaga kualitasnya. Alat suntik yang digunakan pun steril dan sekali pakai, memastikan prosedur yang higienis dan minim risiko.
Dengan pengawasan dokter anak, fasilitas modern, serta standar medis yang terjamin, vaksinasi di Klinik Granostic menjadi pilihan terbaik untuk perlindungan kesehatan buah hati Anda.
Yuk, pastikan jadwal imunisasi si Kecil tetap lengkap dan tepat waktu di Klinik Granostic.
Hubungi tim kami untuk konsultasi dan jadwal vaksinasi anak Anda hari ini, karena perlindungan terbaik dimulai dari langkah kecil yang penuh kasih.
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2025). Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun, Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2024. Diakses 2025.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2025). IDAI – Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses 2025.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Reasons to Vaccinate. Diakses 2025.

