Kenapa Saat Flu Badan Terasa Sakit Semua? Ini Penjelasan Medisnya

Tak hanya membuat hidung tersumbat, flu juga dapat membuat badan terasa sakit semua yang dapat disertai dengan rasa pegal-pegal dan tidak nyaman lainnya. Namun, sebenarnya kenapa hal ini terjadi?
Flu merupakan jenis penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat umum terjadi. tepatnya pada bagian hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Kondisi ini timbul karena infeksi influenza, yang dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.
Umumnya, gejala flu tergolong ringan dan dapat membaik dengan sendirinya. Badan terasa sakit semua juga jadi salah satu keluhan yang sangat sering dirasakan oleh penderita flu. Gejala ini bahkan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang dapat menghambat aktivitas harian penderitanya.
Lantas kenapa badan bisa terasa sakit dan pegal-pegal ketika flu? Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Gejala Umum Flu
Badan yang terasa sakit semua dapat menandakan banyak masalah kesehatan. Karena itu, sebelum memahami apa hubungan flu dan badan yang terasa sakit ini, Sobat Granostic juga perlu mengetahui berbagai gejala umum flu berikut.
1. Demam tinggi mendadak
Kenaikan suhu tubuh secara mendadak, atau demam, termasuk dalam gejala umum flu. Melansir dari WebMD.com, gejala ini biasanya bertahan selama tiga hingga empat hari pada penderita flu.
2. Sakit kepala
Selain demam tinggi, sakit kepala juga sering dikeluhkan ketika seseorang mengalami flu. Sakit kepala yang dimaksud umumnya digambarkan dengan rasa nyeri yang berdentum, dalam skala ringan hingga cukup intens.
3. Hidung tersumbat atau meler
Flu juga seringnya disertai dengan hidung tersumbat atau meler. Gejala ini timbul karena infeksi influenza dapat menyebabkan inflamasi atau peradangan di hidung, sehingga memicu produksi lendir secara berlebihan.
Peradangan tersebut juga dapat menyebabkan pembengkakan pada jaringan hidung, sehingga menghambat aliran udara dan membuat penderitanya mengalami hidung tersumbat.
4. Batuk kering
Meski dapat menyebabkan hidung tersumbat, lendir pada penderita flu juga tidak selalu timbul di tenggorokan. Karenanya, banyak juga penderita flu yang mengalami batuk kering, atau yang tidak menghasilkan lendir atau dahak ketika batuk.
5. Sakit tenggorokan
Infeksi influenza ini tidak hanya dapat terjadi pada hidung, namun juga menyebabkan peradangan pada tenggorokan. Hal ini dapat membuat penderitanya mengeluhkan sakit tenggorokan, yang juga sangat mungkin menyebabkan serak atau perubahan suara.
6. Nyeri otot dan sendi
Selain gejala pada sistem pernapasan, penderita flu juga kerap mengeluhkan sensasi nyeri otot dan sendi. Gejala ini dapat terjadi karena infeksi virus flu dapat memicu reaksi sistem imun, sehingga melepaskan senyawa kimia yang dapat menyebabkan reaksi peradangan pada sendi dan otot.
7. Kelelahan luar biasa
Selain rasa nyeri pada otot maupun sendi, flu juga dapat menimbulkan gejala kelelahan luar biasa. Gejala ini juga terjadi sebagai reaksi sistem imun tubuh dalam melawan infeksi virus flu.
8. Menggigil
Gejala yang umum terjadi saat Sobat Granostic terserang flu selanjutnya adalah mengigil, atau meriang, yang juga terjadi sebagai respon alami tubuh dalam melawan infeksi virus.
Melansir dari Healthline.com, menggigil dapat membantu meningkatkan suhu tubuh, yang berguna dalam melawan infeksi virus atau bakteri dalam tubuh. Sebab, saat menggigil, otot tubuh akan melakukan kontraksi dan relaksasi dalam fase yang cepat. Di mana pergerakan-pergerakan kecil ini dapat membantu meningkatkan suhu tubuh Anda.
9. Mual dan muntah (terutama pada anak-anak)
Meski tak begitu sering terjadi, mual dan muntah juga dapat menjadi gejala utama dari flu. Gejala ini sering terjadi pada anak-anak.
Rasa mual akibat flu ini terjadi sebagai respon tubuh dalam melawan virus influenza. Respon ini dapat menyebabkan inflamasi dan iritasi pada saluran cerna, yang dapat memicu pada rasa mual hingga muntah. Gejala ini lebih sering terjadi pada anak-anak, salah satunya karena mereka lebih sensitif terhadap berbagai pemicu yang dapat menyebabkan mual dan muntah, seperti demam atau masalah kesehatan lainnya.
Kenapa Flu Membuat Badan Terasa Sakit Semua?
Setelah menyimak apa saja gejala umum dari penyakit flu di atas, Anda mungkin sudah memiliki gambaran mengapa flu dapat membuat badan terasa sakit semua.
Tapi daripada hanya mengira-ira, berikut ini adalah beberapa alasan yang dapat menjadi penyebab utama timbulnya rasa sakit dan pegal-pegal pada badan saat flu terjadi. Simak, yuk!
1. Respons Imun Tubuh
Badan yang terasa sakit semua saat flu dapat terjadi sebagai reaksi peradangan, yang timbul akibat respon sistem imun turun dalam melawan infeksi virus influenza. Lebih lanjut, VerryWellHealth.com, menyebutkan bahwa selama infeksi terjadi, sistem imun akan membanjiri tubuh dengan zat Kimia inflamasi seperti histamin dan sitokin.
Zat kimia inilah yang kemudian menyebabkan pembuluh darah kita melebar, sehingga sel darah putih yang defensive dapat memeroleh akses yang lebih besar ke lokasi infeksi. Namun, di sisi lain, zat Kimia ini juga dapat memberikan rasa nyeri pada otot dan sendi, yang menimbulkan sensasi pegal-pegal dan sakit pada sekujur tubuh Anda.
2. Demam
Selain itu, demam juga bisa menjadi salah satu penyebab lain timbulnya badan terasa nyeri atau sakit semua. Melansir dari Ucla Health, demam tinggi dapat menyebabkan Anda menggigil atau meriang. Hal ini dapat menegangkan otot dan memicu rasa nyeri pada tubuh Anda.
3. Kurangnya Aktivitas
Saat sakit, Anda juga cenderung mudah merasa sangat lemah dan lemas, sehingga dapat memengaruhi aktivitas Anda. Hal ini dapat menjadi salah satu penyebab kenapa badan terasa nyeri atau sakit semua saat flu.
4. Stres Oksidatif
Sobat Granostic, stress oksidatif juga dapat menjadi penyebab utama kenapa badan Anda terasa pegal-pegal. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh.
Stress oksidatif ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan serta memicu kondisi fibromyalgia dan rasa nyeri kronis, yang umumnya menimbulkan gejala seperti nyeri otot dan kelelahan berlebihan.
Efek Flu pada Daya Tahan Tubuh Dewasa vs Anak-anak
Efek flu pada daya tahan tubuh juga dapat sangat beragam, bergantung pada kondisi tubuh dan usia seseorang. Melansir dari America Family Care (AFC), influenza dapat berefek pada daya tahan tubuh anak-anak dan orang dewasa dengan cara yang berbeda. Secara umum gejala yang dialami oleh anak-anak cenderung lebih berat daripada orang dewasa.
Pada Orang Dewasa:
- Memicu berbagai gejala umum flu, namun cenderung bersifat ringan dan dapat hilang tanpa perawatan di rumah sakit.
- Melemahkan daya tahan tubuh jika terjadi secara berulang, atau dapat menandakan bahwa kekebalan tubuh penderita sedang dalam kondisi tidak baik.
- Pada orang dewasa dengan riwayat kesehatan tertentu, flu dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit saluran pernapasan yang lebih serius.
Pada Anak-anak:
- Flu pada anak-anak umumnya menyebabkan gejala yang lebih serius, yang seringnya disertai dengan masalah pencernaan. Seperti rasa tidak nyaman di perut, mual, muntah, hingga diare.
Terlalu sering terkena flu juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh anak menjadi lebih lemah, sehingga kian rentan untuk terinfeksi penyakit lain.
Anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lemah, gejala kelelahan dan lemas pada anak-anak dapat bertahan lebih lama hingga 3–4 minggu setelah terinfeksi flu . - Selain itu, menurut John Hopkins Medicine, gejala flu berat pada anak-anak dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti pneumonia.
Cara Mengatasi Badan Sakit Saat Flu
Setelah menyimak bagaimana flu dapat menyebabkan nyeri pada tubuh Anda, berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.
1. Istirahat Total
Cara mengatasi gejala flu pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan beristirahat total dan membatasi aktivitas sosial Anda. Tidur yang cukup dapat membantu sistem imun Anda dalam melawan infeksi. Selain itu, membatasi aktivitas sosial juga dapat mencegah penularan flu ke orang-orang terdekat Anda.
2. Minum Cukup Air
Menjaga kadar cairan tubuh juga sangat penting untuk mengurangi gejala flu. Sebab dehidrasi dapat memperburuk gejala demam, pusing atau sakit kepala, hingga rasa nyeri di sekujur tubuh Anda selama flu berlangsung. Karena itu, sangat direkomendasikan bagi Anda untuk mengonsumsi banyak cairan, baik dari air putih, jus, atau sup hangat selama flu.
3. Kompres Hangat
Kompres hangat juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada sendi atau otot Anda saat mengalami flu. Ini karena kompres hangat dapat mengurangi ketegangan otot dan memberikan sensasi melegakan. Anda dapat mengompres bagian tubuh yang terasa paling nyeri atau pegal dengan handuk hangat selama beberapa menit.
4. Obat Pereda Nyeri
Jika rasa nyeri yang Anda rasakan sangat intens dan tidak tertahankan, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol, yang juga dapat mengurangi gejala demam dan sakit kepala.
5. Asupan Nutrisi Cukup
Agar daya tahan tubuh Anda dapat bekerja maksimal dan energi tubuh selama sakit terpenuhi, Anda perlu mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi seimbang dan nutrisi cukup.
Melansir dari Healthline.com, makanan saat flu seperti sup, yoghurt, sayuran, dan sumber protein, menjadi pilihan yang sangat ideal. Namun, Anda juga dihimbau untuk mengurangi makanan yang tinggi gula, garam, atau gorengan, demi mencegah rasa nyeri tenggorokan atau batuk-batuk menjadi lebih buruk.
Pengobatan Awal Saat Badan Nyeri karena Flu
Selain cara sederhana untuk mengatasi badan nyeri karena flu di atas, berikut ini ada beberapa obat-obatan yang bisa membantu mengurangi gejala tersebut.
- Paracetamol: dapat membantu mengurangi nyeri dan demam saat flu, yang aman digunakan untuk anak-anak maupun orang dewasa.
- Antivirus: biasanya diberikan untuk mencegah komplikasi serius dari flu, seperti oseltamivir, baloxavir, hingga zanamivir.
- Obat flu kombinasi: biasanya terdiri dari obat batuk dan pilek, yang digunakan untuk meredakan gejala flu. Namun, obat kombinasi ini tidak boleh diberikan pada anak-anak di Bawah usia 6 tahun, sehingga orang tua perlu memeriksakan si Kecil terlebih dahulu dan berkonsultasi dengan dokter untuk memeroleh petunjuk pemberian obat yang tepat.
- Multivitamin dan zinc: selain obat-obatan di atas, dokter pun biasanya meresepkan multivitamin dan zinc pada penderita flu. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan mendukung kerja sistem imun tubuh dalam melawan penyakit.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski flu umumnya tidak menimbulkan gejala yang berat, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter bila mengalami beberapa gejala berikut ini:
Demam tinggi >38.5°C lebih dari 3 hari
Demam akibat flu biasanya muncul 2 hari sejak pertama kali terpapar virus. Gejala ini bisa bertahan selama beberapa hari, namun jika tinggi suhu mencapai >38,5 derajat dan bertahan selama lebih dari tiga hari tanpa penurunan, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter.
Nyeri badan ekstrem atau tidak membaik setelah 3 hari
Nyeri badan ekstrem yang juga tidak kunjung membaik selama lebih tiga hari juga menjadi tanda Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Dengan demikian, dokter dapat menemukan penyebab kenapa kondisi tubuh Anda tidak kunjung pulih dan meresepkan pengobatan yang tepat.
Sesak napas
Sesak napas juga menjadi gejala yang perlu diwaspadai pada flu. Sebab, umumnya flu tidak akan menyebabkan Anda mengalami kesulitan bernapas, kecuali karena hidung tersumbat.
Batuk berdahak kental atau berdarah
Saat mengalami batuk berdahak yang kental atau bahkan disertai darah, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter. Langkah ini diperlukan untuk dapat mendeteksi dini dan merawat dengan segera bila ditemukannya indikasi komplikasi.
Tidak bisa makan/minum
Anda juga perlu segera memeriksakan diri ke dokter, bila mengalami kesulitan makan dan minum akibat flu. Sebab, kondisi ini dapat berpengaruh pada proses pemulihan tubuh dan bisa menyebabkan dehidrasi, yang membuat gejala tidak kunjung berkurang.
Selain itu, kesulitan menelan makanan atau minuman juga dapat menjadi tanda bahwa peradangan pada tenggorokan Anda bisa jadi cukup parah.
Tanda dehidrasi: bibir kering, buang air kecil sedikit
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa dehidrasi bisa membuat gejala flu menjadi lebih buruk. Selain itu, dehidrasi ekstrem juga dapat menyebabkan masalah yang lebih serius dan membuat pasien menjadi hilang kesadaran.
Adapun tanda-tanda Anda mengalami dehidrasi dapat dilihat dari bibir yang kering, buang air kecil jadi lebih sedikit dan berwarna kekuningan, kepala pusing dan pandangan kunang-kunang, hingga kesulitan mengingat.
Penurunan kesadaran, linglung, kejang
Segera periksakan diri jika anak atau pasien flu mengalami penurunan kesadaran, linglung, hingga kejang-kejang. Sebab, jika dibiarkan tanpa perawatan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan masalah fatal pada penderitanya.
Perlunya Pemeriksaan Screening Thorax di Granostic Surabaya
Sobat Granostic, mengingat begitu umumnya serangan flu terjadi, banyak dari kita yang menyepelekan penyakit pernapasan satu ini. Padahal, jika terjadi secara terus menerus atau berulang-ulang, flu juga dapat menjadi tanda yang harus diperhatikan.
Melansir dari Mayo Clinic, flu juga dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius seperti pneumonia, atau infeksi pada paru-paru atau jantung lainnya. Karena itu, bagi Anda yang sering mengalami flu, melakukan screening thorax juga merupakan hal yang penting.
Di Granostic, Anda pun dapat mengakses layanan screening thorax ini dengan efisien dan pendampingan profesional. Prosedur pemeriksaan ini dapat membantu Anda mendeteksi dini adanya berbagai penyakit yang berkaitan dengan saluran napas, paru-paru, hingga jantung.
Adapun beberapa tes penunjang yang umum dilakukan dalam screening thorax di Granostic adalah:
1. Foto Thorax (Rontgen Dada)
Merupakan tes pencitraan yang dapat mengilustrasikan secara visual kondisi dalam dada Anda, termasuk tulang rusuk, paru-paru, dan kesehatan jantung.
2. Tes CRP / Darah Lengkap
Sementara itu tes darah lengkap dapat memberikan informasi mengenai adanya infeksi pada sistem pernapasan, seperti pneumonia atau TBC, juga gangguan darah lainnya yang dapat memengaruhi kondisi paru-paru Anda.
3. Tes Influenza Rapid Test
Tes ini dilakukan untuk mendeteksi infeksi virus influenza, juga bisa digunakan untuk menyimak keberadaan antigen virus penyebab infeksi saluran pernapasan lain seperti Covid-19.
Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai kenapa badan terasa sakit semua saat flu. Juga berbagai cara mengatasi dan pengobatan awal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi gejalanya.
Jangan lupa untuk selalu rutin memeriksakan kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan Anda lewat screening flu di klinik Granostic Surabaya. Langsung hubungi customer care kami dan jadwalkan kunjungan Anda dengan mudah secara online!
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- UCLA Health. (n.d.). Why Your Whole Body Aches When You're Sick—and What You Can Do About It. Diakses 2025
- Verywell Health. (2014, 11 September). How to Relieve Body Aches When You’re Sick. Reviewed by Dr. Kashif J. Piracha, MD. Diakses 2025
- Harvard Health Publishing.** (n.d.). Why Does the Flu Cause Body Aches?. Diakses 2025
- Rochester Regional Health. (n.d.). Early Flu Symptoms. Diakses 2025
- Mayo Clinic. (n.d.). Flu (influenza) – Diagnosis and Treatment. Diakses 2025
- Healthline. (n.d.). What to Do at the First Sign of Influenza. Diakses 2025
- Healthline. (n.d.). Why You Shiver with Fever. Diakses 2025
- AFC Urgent Care – Levittown. (2019, Oktober). Does the Flu Affect Adults and Children Differently?. Diakses 2025
- Healthdirect Australia. (n.d.). Medicines for Colds and Flu. Diakses 2025

