Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kenali Perbedaan Flu dan Pilek Agar Tak Salah Diagnosa

Kenali Perbedaan Flu dan Pilek

Ketika Anda batuk, bersin-bersin, merasa tak enak badan dan demam, bagaimana cara Anda mengetahui apakah kondisi tersebut termasuk flu atau pilek? Loh, bukannya flu dan pilek itu sama?
Meski memiliki gejala yang mirip, flu dan pilek adalah dua kondisi yang berbeda. Flu dan pilek memiliki tingkat keparahan yang berbeda, sehingga pengobatan dan cara mengatasi gejalanya juga tidak sama.
Memahami betapa pentingnya mengetahui perbedaan flu dan pilek ini, Granostic akan membagikan perbandingan gejala, durasi, cara mengatasi, dan pengobatan antara pilek dan flu di bawah ini.
Yuk, baca sampai habis, Sobat!

1. Penyebab

Perbedaan flu dan pilek dapat dilihat dari jenis infeksi virus yang memicu gejala-gejala kondisinya. Berikut penjelasan lengkapnya!
Flu
Disebut juga influenza, flu adalah infeksi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru, yang merupakan bagian dari sistem pernapasan.
Flu terjadi karena infeksi virus influenza, bukan jenis virus yang lain. Kondisi ini sering terjadi pada bulan-bulan musim dingin, saat orang-orang memiliki kekebalan tubuh lebih lemah dan mudah terjangkit infeksi virus penyakit.
Pilek
Sama halnya dengan flu, pilek juga disebabkan oleh infeksi virus, namun variasinya lebih beragam seperti rhinovirus, parainfluenza, hingga virus korona musiman.

2. Gejala

Salah satu alasan mengapa pilek dan flu selalu disalahpahami sebagai kondisi yang sama adalah karena gejala mereka yang mirip. Nah, agar Sobat Granostic tidak lagi salah mengenali, berikut ini perbanding gejala flu dan pilek yang bisa Anda simak.

Flu

Anda dapat merasakan gejala ringan hingga berat, serta dapat muncul secara tiba-tiba. Seseorang yang terkena flu pada umumnya akan merasakan beberapa gejala berikut ini:

1. Demam tinggi (biasanya lebih dari 38°C)

Flu dapat meningkatkan suhu tubuh secara tiba-tiba, yang bisa lebih dari 38°C. Demam timbul sebagai respon system imun terhadap infeksi virus, sehingga sangat umum terjadi Ketika Anda sedang flu.

2. Sakit Kepala

Selain demam, gejala lain saat flu juga menyebabkan sakit kepala. Penyebab timbulnya sakit kepala saat flu juga sangat beragam.
Menurut Healthline.com, sakit kepala bisa terjadi akibat hidung tersumbat dan infeksi sinus. Sebab, saat hidung tersumbat rongga di sekitar hidung dan mata akan mengalami tekanan. Selain itu, jika selaput sinus membengkak karena infeksi atau peradangan, juga bisa menyebabkan nyeri di wajah dan kepala.
Selain itu saat sakit flu, demam karena flu juga bisa membuat tubuh Anda dehidrasi dan stress. Keduanya bisa menimbulkan rasa sakit kepala.

3. Nyeri Otot dan Sendi

Saat Anda terserang flu, sistem imun Anda akan bereaksi. Sistem ini bereaksi dengan melepaskan sel darah putih untuk melawan infeksi virus. Reaksi inilah yang kemudian menyebabkan peradangan, sehingga membuat otot dan sendi terasa nyeri dan pegal.

4. Kelelahan Parah

Seseorang yang terkena flu akan cenderung merasa lemah dan kelelahan, selama setidaknya 2 minggu atau lebih. Anda juga bisa saja merasa tiba-tiba sangat kelelahan.

5. Batuk Kering

Flu juga akan ditandai dengan batuk kering, yang bisa sangat menyakitkan dan jadi lebih parah. Karena itu, dokter biasanya akan menyarankan untuk menghindari makanan tinggi minyak, garam, atau bahan lain yang bisa memperburuk peradangan di tenggorokan Anda.

6. Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan umumnya jadi tanda yang paling awal datang saat Anda akan terserang flu. Gejalanya akan dimulai dengan tenggorokan yang terasa gatal, lalu lama kelamaan menjadi sakit dan panas, yang membuat Anda ingin terus batuk.

7. Hidung Meler atau Tersumbat (kurang umum dibanding pilek)

Flu juga dapat disertai dengan gejala hidung tersumbat dan meler, akan tetapi kondisi ini tidak begitu umum terjadi, sangat berbeda dengan hidung tersumbat yang sangat umum dialami ketika pilek.

8. Menggigil

Meriang yang umumnya disertai dengan demam saat flu, merupakan reaksi normal tubuh Ketika menghadapi infeksi virus. Meski gejala ini bisa Anda atasi di rumah, jika meriang yang dialami sangat serius maka segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

9. Bisa menyebabkan komplikasi lebih serius, seperti pneumonia

Berbeda dengan pilek yang umumnya cenderung lebih ringan, flu dapat menyebabkan komplikasi lebih serius. Menurut Medical News Today, flu bahkan dapat menyebabkan kematian.
Pada komplikasi flu sedang, seseorang dapat mengalami infeksi sinus dan telinga. Sementara pada kasus yang lebih serius, flu bisa menyebabkan pneumonia karena tubuh juga terinfeksi bakteri secara bersamaan.
Melansir dari laman resmi UCLA Health, jenis komplikasi serius lain dari flu misalnya:

Pilek

Sama halnya dengan flu, pilek juga terjadi karena adanya infeksi virus pada hidung, sinus, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Menurut Cleveland Clinic, ada lebih dari 200 jenis virus yang bisa memicu pilek.
Saat sedang pilek, seseorang dapat mengalami beberapa gejala berikut ini:

1. Hidung tersumbat atau meler

Hidung tersumbat atau meler merupakan gejala yang sangat umum terjadi ketika pilek. Menurut Cleveland Clinic, hidung tersumbat atau meler saat pilek menunjukkan bahwa sistem imun Anda sedang bekerja melawan virus.
Meski begitu kondisi ini juga sangat umum terjadi Ketika Anda terpapar udara dingin atau allergen. Sehingga umumnya, hidung tersumbat dan meler tidak menunjukkan adanya infeksi atau kondisi Kesehatan yang serius.

2. Bersin

Saat virus penyebab pilek menginfeksi sel-sel nasal, tubuh Anda akan merilis antiinflamator alami, seperti histamin. Ketika dirilis, histamin dapat menyebabkan pembuluh darah melebar dan bocor, sehingga kelenjar lendir akan mengeluarkan cairan. Inilah yang kemudian menyebabkan iritasi dan memicu rasa ingin bersin.

3. Tenggorokan kering atau sakit ringan.

Pilek juga dapat disertai dengan tenggorokan kering atau terasa sakit. Namun, berbeda dengan flu, rasa kering dan sakit pada tenggorokan saat pilek biasanya cukup ringan.

4. Batuk ringan.

Batuk ringan juga dapat menjadi salah satu gejala saat Anda mengalami pilek, yang dapat berlangsung selama dua minggu.

5. Demam jarang terjadi atau hanya demam ringan (di bawah 38°C).

Melansir dari WebMD.com, pada dasarnya saat pilek sangat jarang seseorang mengalami demam tinggi. Bila hal itu terjadi, maka ada indikasi Anda terserang influenza atau virus lain yang bisa menyebabkan gejala serupa.
Namun, tidak menutup kemungkinan juga saat pilek Anda akan mengalami demam ringan, dengan suhu badan di bawah 38°C.

6. Gejala lebih ringan dan tidak menyebabkan kelelahan yang parah.

Salah satu pembeda pilek dan flu adalah tingkat keparahan gejalanya. Pada pilek gejala yang dialami cenderung lebih ringan dan tidak akan menyebabkan kelelahan parah. Apalagi umumnya seseorang yang pilek tidak akan mengalami demam, sehingga tidak merasa meriang, pegal, dan dehidrasi berlebihan.

7. Tidak menyebabkan komplikasi serius.

Pilek pada umumnya dapat sembuh dengan menurut Mayo Clinic, kebanyakan orang akan sembuh dari gejala pilek dalam 7–10 hari. Umumnya, Anda juga tidak akan membutuhkan pengobatan khusus untuk mengatasi pilek.
Akan tetapi jika Anda mengalami gejala lain yang tampak mencurigakan, langsung periksakan keluhan Anda ke dokter umum klinik Granostic.
Bersama dokter kami Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap dan mendapatkan pengarahan perawatan yang tepat sasaran.

3. Durasi Penyakit

Setelah menyimak perbanding gejala flu dan pilek, dua kondisi kesehatan ini juga memiliki durasi yang berbeda. Berikut penjelasannya!

Flu

Menurut artikel kesehatan yang dirilis oleh Penn Medicine, gejala flu bisa berlangsung selama 5–7 hari. Namun, kelelahan dan kelemahan dapat bertahan lebih lama, yakni hingga 2 minggu.

Pilek

Sementara itu pilek dapat berlangsung 7–10 hari, namun dapat bertahan hingga 2 minggu.

4. Cara Mengatasi

Flu dan pilek memiliki gejala yang hampir mirip, namun durasi dan tingkat keparahannya cukup berbeda. Karena itu, perawatan yang diberikan saat flu dan pilek juga tidak sama.
Berikut ini adalah cara mengatasi flu dan pilek yang bisa Anda pelajari, Sobat. Simak, ya!

Flu

Saat mengalami flu, Sobat bisa menerapkan beberapa langkah di bawah ini untuk meredakan gejala dan mempercepat penyembuhannya.

1. Istirahat yang cukup.

Saat gejala-gejala flu tampak bermunculan, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah beristirahat. Anda dapat mengambil cuti dari kantor atau sekolah, selama beberapa hari.
Istirahat yang cukup akan membantu tubuh melawan infeksi virus, serta mempercepat proses pemulihan. Selain itu, dengan beristirahat di rumah, Anda juga dapat mengontrol penularan flu yang Anda alami.

2. Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.

Saat terserang flu, tubuh rawan mengalami dehidrasi. Kondisi ini tak hanya membuat tubuh Anda terasa lemas dan lelah, namun juga membuat sakit kepala yang dialami jadi lebih buruk.
Cukupi kebutuhan air dengan minum paling tidak 2 liter sehari. Selain dari air putih, Anda juga bisa menjaga hidrasi tubuh dengan makan makanan dengan kandungan air tinggi, sup, dan air kelapa.
Hidrasi yang cukup juga akan membantu mengubah lendir kental yang menyumbat hidung, jadi lebih encer. Sehingga dapat Anda keluarkan dengan mudah.

3. Obat antivirus oleh dokter

Selanjutnya, cara mengatasi flu bisa dilakukan dengan mendapatkan obat antivirus dari dokter. Anda bisa memeriksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter umum klinik Granostic, sehingga dapat memperoleh diagnosa yang akurat.
Dokter umum klinik Granostic juga akan membantu meresepkan obat dan mengarahkan perawatan yang tepat sasaran untuk menangani flu Anda.

4. Obat pereda gejala seperti parasetamol atau ibuprofen untuk mengatasi demam dan nyeri.

Saat flu, gejala seperti demam, menggigil, dan sakit kepala sangatlah umum terjadi. Karena itu, Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen. Kedua obat ini bisa Anda beli di apotik tanpa resep dari dokter.

Pilek

Tak jauh berbeda dari flu, Anda bisa menerapkan cara mengatasi gejala pilek di bawah ini:

1. Minum air yang cukup.

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh adalah hal yang sangat penting ketika Anda sakit, termasuk saat mengalami pilek. Kebutuhan cairan juga dapat Anda penuhi dari buah dan sayur tinggi air, air lemon hangat, hingga sup.
Menurut Mayo Clinic, minuman hangat baik dari sup, air putih, atau teh panas, akan membantu mencairkan lendir yang menyumbat hidung Anda.

2. Gunakan humidifier atau mandi air hangat untuk meringankan hidung tersumbat.

Selanjutnya, Anda juga bisa menggunakan humidifier atau mandi dengan air hangat untuk membuat hidung tersumbat jadi lebih baik. Menurut Medical News Today, mandi air panas dapat membantu mengencerkan dan membersihkan lendir di hidung maupun tenggorokan. Membiarkan air hangat dari shower mengalir di wajah juga dapat membantu meredakan tekanan sinus.

3. Obat bebas seperti dekongestan, antihistamin, atau pereda nyeri ringan (parasetamol).

Untuk meredakan gejala-gejala pilek lainnya, Anda bisa menggunakan obat yang dijual bebas seperti dekongestan, antihistamin, atau pereda nyeri ringan.
Dekongestan adalah obat yang diformulasikan khusus untuk mengatasi masalah hidung tersumbat akibat pilek, flu, alergi, sinusitis, hingga bronchitis. Sementara antihistamin, akan membantu meredakan pilek karena gejala alergi.

4. Istirahat cukup.

Istirahat cukup merupakan langkah yang sangat penting ketika Anda terkena penyakit, seperti pilek. Terlebih pilek timbul karena adanya serangan virus, jadi menjaga tubuh Anda tetap dalam kondisi yang baik dengan istirahat yang cukup adalah hal penting.

5. Pengobatan

Perbedaan flu dan pilek juga dapat dilihat dari pengobatannya, seperti dalam ulasan berikut ini:

Flu

Saat terkena flu, pengobatan biasanya dilakukan untuk mengurangi gejala-gejalanya. Dokter akan memeriksa kondisi tubuh Anda, kemudian meresepkan obat antiviral baik berupa pil, bubuk, ataupun cair, yang dapat melawan flu di saluran pernapasan Anda.
Selain itu, di klinik Granostic Anda juga dapat melakukan vaksinasi flu. Dikenal juga dengan nama flu shot, vaksinasi influenza ini dapat membantu melawan flu dengan mengajari tubuh Anda untuk memproduksi imun yang dapat melawan influenza.
Selain memiliki harga yang terjangkau, vaksin influenza di klinik Granostic juga sangat mudah dilakukan karena adanya layanan homecare. Anda dan keluarga tidak perlu repot mengantri di klinik, tetapi cukup dengan mendaftar dan menjadwalkan vaksinasi influenza di rumah Anda.
Mudah, kan? Langsung klik layanan Home Care untuk mulai berkonsultasi dengan tim medis klinik Granostic secara online!
Pilek
Sementara itu pilek umumnya memiliki gejala yang lebih ringan dari flu, sehingga tidak memerlukan pengobatan khusus. Akan tetapi, bila pilek yang diderita ternyata diiringi oleh gejala mencurigakan lain, Anda direkomendasikan untuk mengonsultasikannya dengan dokter umum secara langsung.
Misalnya di klinik Granostic, Anda dapat memeriksakan kondisi kesehatan, lalu dokter akan melakukan pengecekan fisik, riwayat kesehatan, dan rangkaian tes medis lainnya untuk mendapatkan diagnosa yang akurat.
Dari diagnosa tersebut, dokter akan meresepkan pengobatan dan memberikan arahan perawatan yang tepat sasaran.
Tak hanya memeriksakan diri ketika sakit, Anda juga bisa menjadwalkan vaksin influenza bersama dokter-dokter berpengalaman klinik Granostic. Langsung hubungi kontak customer service untuk informasi lebih lanjut, atau klik Home Service untuk menjadwalkan layanan vaksin di rumah.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message