Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Skrining Kehamilan di Surabaya

Skrining Kehamilan di Surabaya

Sobat Granostic, menyambut kedatangan si Kecil dalam keluarga Anda pastinya memerlukan banyak persiapan. Salah satu yang paling penting adalah skrining kehamilan secara teratur.

Skrining kehamilan membantu memastikan ibu dan janin yang dikandungnya dalam kondisi sehat. Dokter dapat memberikan pemeriksaan menyeluruh dan mendeteksi dini adanya masalah pada kesehatan ibu maupun janin sepanjang kehamilan.

Nah, dalam artikel ini, Granostic akan membahas berbagai hal yang perlu Anda ketahui mengenai skrining kehamilan. Mulai dari definisi, jenis-jenis pemeriksaan yang dilakukan, tujuan, hingga rekomendasi tempat skrining kehamilan terbaik di Surabaya. Penasaran?

Apa Itu Skrining Kehamilan?

Skrining kehamilan merupakan serangkaian proses pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara teratur, dengan tujuan untuk mendeteksi adanya gangguan Kesehatan atau penyakit tertentu sedini mungkin pada ibu hamil.

Jenis-Jenis Pemeriksaan dalam Skrining Kehamilan

Setelah memahami pentingnya skrining kehamilan untuk mendeteksi dini potensi risiko pada ibu dan janin, kini saatnya Anda mengetahui lebih dalam tentang jenis-jenis pemeriksaan yang dilakukan selama masa kehamilan.

Berbagai pemeriksaan ini dirancang untuk memantau kesehatan kehamilan secara menyeluruh, mulai dari tes laboratorium hingga pemeriksaan fisik rutin. Dengan memahami setiap jenis pemeriksaan, Anda dapat mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan selama kehamilan.

Langsung simak, yuk!

1. Tes Darah

Tes darah merupakan pemeriksaan dasar yang penting dalam skrining kehamilan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui golongan darah, rhesus (Rh), kadar hemoglobin, serta mendeteksi adanya anemia, infeksi, atau kelainan darah lainnya. Tes darah juga berperan dalam mendeteksi antibodi yang bisa menyerang sel darah janin, terutama pada ibu dengan rhesus negatif.

Selain itu, tes darah dapat memantau kadar hormon seperti human chorionic gonadotropin (hCG) dan progesteron yang penting untuk menjaga kehamilan tetap sehat. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi risiko preeklamsia melalui penilaian kadar protein tertentu, serta menilai status kekebalan terhadap infeksi seperti hepatitis B, HIV, dan sifilis. Dengan hasil yang akurat, dokter bisa segera mengambil tindakan bila ditemukan kondisi yang memerlukan perhatian khusus.

2. Tes Urine

Tes urine juga termasuk dalam pemeriksaan rutin selama kehamilan. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mendeteksi adanya protein, gula, atau bakteri dalam urine yang bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih, diabetes gestasional, atau risiko preeklamsia.

Kandungan protein yang tinggi dalam urine, misalnya, bisa menunjukkan adanya tekanan darah tinggi atau masalah ginjal. Sementara kadar gula yang tinggi dapat menjadi tanda awal diabetes selama kehamilan. Tes urine biasanya dilakukan secara rutin pada setiap kunjungan kontrol kehamilan karena sifatnya yang cepat, mudah, dan non-invasif.

3. USG Kehamilan (Ultrasonografi)

USG adalah salah satu prosedur paling penting dalam skrining kehamilan karena memungkinkan dokter melihat kondisi janin secara langsung. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar janin di dalam rahim.

4. Pemeriksaan Fisik oleh Dokter Spesialis

Pemeriksaan fisik oleh dokter kandungan tetap menjadi komponen penting dalam memantau kehamilan Anda. Dokter akan mengevaluasi kondisi tubuh secara keseluruhan dan mengukur beberapa indikator penting.

Pengukuran tekanan darah

Tekanan darah ibu hamil harus terus dipantau karena tekanan darah tinggi bisa menjadi tanda preeklamsia yang berisiko bagi ibu dan janin. Pemeriksaan ini mudah dilakukan namun sangat krusial untuk deteksi dini gangguan kehamilan.

Pemeriksaan berat badan dan lingkar perut

Pertambahan berat badan selama kehamilan perlu dicatat untuk memastikan bahwa pertumbuhan janin berjalan sesuai harapan. Lingkar perut juga digunakan sebagai indikator perkembangan janin, terutama ketika dikombinasikan dengan tinggi fundus uteri.

Detak jantung janin (DJJ)

Pemeriksaan DJJ biasanya dilakukan dengan alat bernama doppler untuk memastikan detak jantung janin berada dalam kisaran normal. Irama jantung yang terlalu cepat atau lambat dapat menunjukkan adanya stres janin atau gangguan lainnya.

Pemeriksaan tinggi fundus uteri (tinggi rahim) sesuai usia kehamilan

Tinggi fundus (puncak rahim) diukur secara manual untuk melihat apakah rahim berkembang sesuai usia kehamilan. Ini menjadi indikator pertumbuhan janin, terutama setelah trimester kedua. Bila tinggi fundus terlalu kecil atau terlalu besar, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan.

5. Skrining Kelainan Genetik dan Kromosom

Selain memantau kesehatan fisik ibu dan janin, skrining kehamilan juga mencakup pemeriksaan untuk mendeteksi potensi kelainan genetik dan kromosom.

Pemeriksaan ini penting untuk mengidentifikasi gangguan seperti Down Syndrome, Trisomi 18, dan Trisomi 13 sejak dini. Dengan hasil skrining yang akurat, Anda dan dokter dapat merencanakan tindakan medis yang sesuai atau memberikan dukungan yang optimal bagi janin.

Berikut ini adalah beberapa jenis skrining genetik yang umum dilakukan selama kehamilan.

NIPT (Non-Invasive Prenatal Test)

NIPT adalah pemeriksaan genetik yang sangat sensitif dan dilakukan melalui sampel darah ibu. Tes ini mampu mendeteksi kelainan kromosom utama seperti Down Syndrome hanya dengan mengambil DNA janin dari darah ibu. Karena bersifat non-invasif, NIPT tidak membahayakan janin dan bisa dilakukan sejak usia kehamilan 10 minggu.

Keunggulan NIPT terletak pada akurasinya yang tinggi dan minim risiko. Tes ini sangat disarankan untuk ibu hamil berisiko tinggi atau memiliki riwayat keluarga dengan kelainan genetik.

PAPP-A dan hCG

Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada trimester pertama. PAPP-A (Pregnancy-Associated Plasma Protein A) dan hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin) diukur untuk mengetahui risiko kelainan kromosom. Kadar yang tidak normal bisa menjadi indikator awal adanya gangguan seperti Down Syndrome.

Pemeriksaan ini sering dipadukan dengan USG translucensi nukal untuk meningkatkan akurasi hasil skrining, sehingga deteksi dini bisa dilakukan dengan lebih tepat.

Amniosentesis (opsional)

Amniosentesis adalah prosedur invasif yang dilakukan dengan mengambil sampel cairan ketuban untuk menganalisis kromosom janin. Tes ini biasanya disarankan jika hasil NIPT menunjukkan risiko tinggi atau bila Anda memiliki faktor risiko tertentu seperti usia ibu di atas 35 tahun.

Meski tergolong akurat, amniosentesis mengandung sedikit risiko seperti keguguran, sehingga perlu dipertimbangkan dengan matang melalui konsultasi dengan dokter spesialis kandungan.

6. Skrining Infeksi Menular

Infeksi selama kehamilan bisa membahayakan janin dan berdampak jangka panjang. Oleh karena itu, skrining infeksi menular menjadi bagian penting dari pemeriksaan prenatal. Deteksi dini akan membantu dokter memberikan penanganan lebih cepat dan mencegah komplikasi serius.

Beberapa infeksi yang umumnya disaring dalam pemeriksaan kehamilan meliputi:

TORCH

TORCH adalah akronim dari Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes Simpleks. Infeksi ini bisa menyebabkan kelainan kongenital seperti gangguan pendengaran, keterbelakangan mental, dan gangguan penglihatan.

Pemeriksaan TORCH dilakukan dengan tes darah. Jika ditemukan infeksi aktif, dokter akan memberikan pengobatan untuk meminimalkan dampaknya pada janin.

HIV/AIDS

Tes HIV penting untuk mendeteksi infeksi virus HIV yang dapat ditularkan ke janin selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Jika terdeteksi sejak dini, pengobatan antiretroviral bisa diberikan untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi.

Skrining HIV bersifat rutin dan aman. Tes ini menjadi langkah awal perlindungan bagi bayi dari risiko infeksi HIV.

Sifilis

Sifilis adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kelahiran prematur, kematian janin, atau gangguan perkembangan bayi. Tes sifilis dilakukan melalui pemeriksaan darah, dan pengobatannya relatif sederhana jika dideteksi sejak awal. Penanganan dini sifilis selama kehamilan terbukti efektif dalam mencegah komplikasi serius pada bayi.

Hepatitis B dan C

Hepatitis B dan C adalah infeksi virus yang menyerang hati dan bisa ditularkan dari ibu ke bayi saat persalinan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi virus sejak awal dan menentukan apakah bayi memerlukan imunisasi tambahan setelah lahir.

Dengan skrining Hepatitis yang rutin, Anda dapat melindungi si kecil dari kemungkinan infeksi kronis yang membahayakan di masa depan.

Tujuan Skrining Kehamilan

Meskipun skrining kehamilan dapat diakses dengan mudah, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa pemeriksaan ini merepotkan. Padahal tujuan dari skrining kehamilan ini sangatlah banyak dan menguntungkan bagi keselamatan ibu maupun janin.

Berikut ini beberapa tujuan skrining kehamilan yang penting Anda ketahui, Sobat!

1. Mengetahui kondisi kesehatan ibu dan janin secara menyeluruh

Tujuan utama skrining kehamilan ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kesehatan ibu dan janin secara menyeluruh. Ini termasuk bagaimana perkembangan janin dalam rahim, bagaimana dampaknya pada kesehatan fisik dan mental ibu, hingga dapat menyimak adanya tanda-tanda masalah kesehatan bagi keduanya.

2. Deteksi dini risiko komplikasi

Karena memungkinkan pemeriksaan menyeluruh kondisi ibu dan janin, skrining kehamilan dapat membantu mendeteksi dini risiko komplikasi. Sebab ibu hamil sangat rentan mengalami komplikasi seperti preeklampsia, yang dapat membahayakan nyawa ibu maupun si kecil.

3. Menentukan jenis perawatan atau tindakan medis yang dibutuhkan

Lewat deteksi dini risiko komplikasi kehamilan, dokter dan tim medis dapat memberikan perawatan dan pengobatan yang cocok dengan kondisi ibu maupun janin.

4. Meningkatkan angka keselamatan ibu dan bayi

Tujuan utama dari skrining kesehatan kehamilan ini yakni untuk meningkatkan angka keselamatan ibu dan bayi, dengan mendeteksi dini risiko gangguan kesehatan, menentukan perawatan dan pengobatan yang tepat, serta mencegah berkembangnya kondisi medis tertentu.

Kapan Skrining Kehamilan Dilakukan?

Sobat Granostic dapat melakukan skrining kehamilan sesuai dengan perkembangan janin dan usia kehamilan berikut ini:

Trimester 1 (Usia Kehamilan 0–12 Minggu)

Setelah Anda mengetahui bahwa Anda hamil, segera jadwalkan pemeriksaan Bersama dokter spesialis. Pada kunjungan pertama Anda, dokter dapat melakukan wawancara mengenai lingkungan tempat tanggal, gaya hidup, hingga riwayat kesehatan diri dan anggota keluarga Anda.

Selain itu, dokter juga dapat memberikan edukasi mengenai prakiraan hari persalinan Anda, melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, hingga di akhir trimester satu Anda mungkin sudah dapat mendengar detak jantung janin lewat Doppler.

Trimester 2 (Usia Kehamilan 13–27 Minggu)

Pada trimester kedua, Anda dapat menjalani tes kesehatan rutin yang berkaitan dengan pemeriksaan fisik ibu, tes urine, tekanan darah, hingga bagaimana pertumbuhan si Kecil. Selain itu, pada periode kehamilan ini, Anda juga akan lebih banyak melakukan tes pencitraan seperti ultrasonografi (USG) untuk menyimak sejauh mana si Kecil berkembang.

Trimester 3 (Usia Kehamilan 28–40 Minggu)

Melansir dari WebMD.com, jenis pemeriksaan yang umumnya dilakukan selama skrining kehamilan di trimester tiga meliputi tes darah dan urine, pengukuran berat, tekanan darah, dan pengukuran tinggi fundus.

Selain itu, dalam periode kehamilan ini, Anda juga akan melakukan tes infeksi saluran kencing atau IMS. Dokter juga dapat menyarankan untuk melakukan pengecekan detak jantung janin, tes non-stress, profil biopsi, tes USG, dan tes kontraksi.

Apakah Ada Efek Samping Skrining Kehamilan?

Sobat Granostic, saat menyimak prosedur skrining kehamilan yang bisa jadi cukup panjang dan kompleks, sangat wajar kalau Anda merasa khawatir dengan keamanannya. Namun, bisa dipastikan bahwa skrining kehamilan umumnya memiliki risiko efek samping yang sangat rendah.

Bahkan biasanya tidak akan menimbulkan efek samping yang berbahaya atau fatal untuk ibu dan janinnya. Efek samping yang mungkin terjadi seringnya juga bersifat ringan, utamanya dalam prosedur yang memerlukan proses pengambilan sampel darah, misalnya pada tes TORCH, skrining genetic, dan lainnya.

Berapa Biaya Skrining Kehamilan di Surabaya?

Sobat Granostic, biaya skrining kehamilan di Surabaya juga sangat kompetitif dan fleksibel. Anda bisa menyesuaikan jenis pemeriksaan dengan kebutuhan dan sesuai dengan rekomendasi dokter.

Anda juga bisa mengambil paket pemeriksaan kehamilan yang menawarkan layanan kesehatan lengkap dengan harga yang lebih terjangkau di Granostic. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat langsung konfirmasi ke tim customer care kami di 0822-3090-0900.

Yuk Skrining Kehamilan Menyeluruh di Granostic Surabaya

Skrining kehamilan bukan sekadar formalitas medis. Ini adalah langkah awal yang penting untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi sejak trimester pertama hingga jelang persalinan.

Melalui skrining yang rutin dan menyeluruh, berbagai risiko seperti kelainan kromosom, infeksi yang membahayakan janin, hingga gangguan pertumbuhan janin dapat terdeteksi lebih dini. Semakin awal risiko diketahui, semakin besar peluang untuk menanganinya dengan tepat.

Di Surabaya, Granostic hadir sebagai solusi kesehatan ibu hamil yang mengedepankan kualitas, akurasi, dan kenyamanan. Dengan fasilitas modern, tim dokter spesialis kandungan berpengalaman, serta dukungan teknologi medis terkini, Granostic menjadi pilihan cerdas bagi ibu hamil yang ingin menjalani kehamilan yang sehat dan terpantau optimal.

Yuk, simak apa saja layanan unggulan skrining kehamilan yang bisa Anda dapatkan di Granostic!

Layanan Skrining Kehamilan di Granostic Surabaya

1. Pemeriksaan lengkap

Granostic menyediakan paket pemeriksaan lengkap yang mencakup seluruh aspek penting dalam pemantauan kehamilan. Mulai dari tes darah, tes urine, pengecekan tekanan darah, hingga pemantauan tinggi fundus uteri dan detak jantung janin. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memetakan kondisi kesehatan ibu dan janin secara menyeluruh, sehingga dokter bisa mengambil langkah preventif bila ditemukan indikasi risiko kehamilan.

Manfaat pemeriksaan lengkap ini adalah Anda tidak perlu berpindah-pindah fasilitas kesehatan untuk melakukan berbagai jenis tes. Semua tersedia dalam satu tempat dengan kualitas layanan yang konsisten dan tenaga medis yang siap memberi edukasi dan pendampingan.

2. USG

Pemeriksaan USG (Ultrasonografi) di Granostic dilakukan dengan peralatan ultramodern yang mampu memberikan gambar janin secara detail dan akurat. Baik itu USG transvaginal pada awal kehamilan maupun USG 2D/4D untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan janin secara visual, semua dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan usia kehamilan Anda.

USG yang dilakukan secara berkala bukan hanya memberikan gambaran tumbuh kembang janin, tapi juga memastikan posisi plasenta, volume air ketuban, hingga potensi kelainan struktural sejak dini. Semua interpretasi hasil akan dijelaskan langsung oleh dokter kandungan berpengalaman.

3. Skrining infeksi TORCH lengkap

Pemeriksaan TORCH (Toksoplasma, Rubella, CMV, Herpes Simpleks) adalah bagian penting dari skrining kehamilan karena infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada janin, mulai dari gangguan penglihatan, pendengaran, hingga kerusakan sistem saraf pusat.

Di Granostic, skrining TORCH dilakukan secara menyeluruh dan berbasis pemeriksaan laboratorium yang akurat. Dengan mengetahui status infeksi TORCH sedini mungkin, Anda bisa mendapatkan terapi atau pencegahan yang tepat untuk melindungi tumbuh kembang janin.

4. Konsultasi dokter kandungan

Setiap pemeriksaan di Granostic dilengkapi dengan konsultasi langsung bersama dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpengalaman. Konsultasi ini bukan hanya tempat untuk menjawab pertanyaan, tapi juga sesi edukatif yang membantu Anda memahami kondisi kehamilan secara utuh.

Dapatkan layanan konsultasi eksklusif bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis kandungan berpengalaman di Granostic Surabaya dengan pendekatan ramah dan profesional.

Dokter akan menjelaskan hasil pemeriksaan, memberikan saran medis, dan menyusun rencana tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi Anda. Pendekatan yang empatik dan personal ini menjadikan setiap pasien merasa nyaman dan lebih percaya diri dalam menjalani kehamilan. 

5. Laporan hasil cepat dan digital

Di era digital, Granostic menghadirkan inovasi layanan berupa laporan hasil pemeriksaan yang cepat dan dapat diakses secara online. Anda tidak perlu menunggu berhari-hari atau datang langsung ke klinik hanya untuk mengetahui hasil skrining.

Semua data medis Anda akan disimpan secara aman dalam sistem yang dapat diakses dengan akun pribadi. Ini memudahkan Anda untuk memantau riwayat kesehatan kehamilan kapan saja dan di mana saja, serta memudahkan koordinasi dengan dokter dalam kunjungan berikutnya.


Nah, buat Sobat Granostic yang siap menjalani kehamilan dengan tenang, cerdas, dan terpantau optimal, Granostic Surabaya adalah mitra kesehatan terbaik untuk Anda.

Langsung jadwalkan kunjungan dan rasakan layanan skrining kehamilan yang menyeluruh, akurat, dan penuh perhatian! Klik tombol WhatsApp untuk mengatur jadwal pemeriksaan dan konsultasi bersama dokter spesialis kandungan kami, ya!



Ditinjau Oleh:

Dr. Aji Wibowo


Sumber Referensi:

  1. Mayo Clinic. (2024). Prenatal care: 1st trimester visits. Diakses 2025.
  2. WebMD. (2024). Second Trimester Prenatal Tests. Diakses 2025.
  3. WebMD. (2024). Third Trimester Prenatal Tests. Diakses 2025.
  4. National Institutes of Health (NIH). (2021). Pregnancy Check-Ups: Make the Most of Prenatal Visits. Diakses 2025.
  5. National Health Service (NHS). (2024). Antenatal checks and tests. Diakses 2025.
  6. University OB/GYN Associates. (2024). Prenatal Care: The Importance of Early and Regular Check-ups. Diakses 2025.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message