Kenapa ya Dada Terasa Nyeri? Ini Penjelasan Medisnya!

Saat mengalami dada terasa nyeri, Sobat mungkin berpikir bahwa hal ini berkaitan dengan masalah jantung. Padahal, nyeri dada dapat terjadi karena berbagai kondisi, mulai dari yang lebih ringan atau lebih parah dari penyakit jantung itu sendiri.
Rasa nyeri dada ini bisa berbeda-beda pada tiap orang, bergantung dengan penyebab dan riwayat kesehatan yang dimilikinya. Selain itu, perbedaan rasa nyeri ini juga bisa dilihat dari intensitasnya, durasi, hingga lokasinya.
Nyeri dada umumnya digambarkan sebagai rasa sakit yang menusuk atau tumpul. Di mana, nyeri dada ini dapat berkaitan dengan masalah jantung atau masalah kesehatan yang lebih umum.
Nah, agar tidak salah dalam memberikan penanganan pertama, Sobat Granostic perlu menyimak ulasan lengkap tentang kenapa dada terasa nyeri berikut ini.
Apa Itu Nyeri Dada?
Melansir dari Cleveland Clinic, nyeri dada didefinisikan sebagai rasa sakit yang menyengat atau tumpul di area dada. Rasa nyeri ini dapat menyebar ke bagian atas tubuh, seperti di bawah lengan, leher, hingga rahang.
Beberapa orang juga mengeluhkan sesak atau ngilu pada dada mereka. Kondisi ini dapat bertahan selama beberapa menit hingga berjam-jam. Pada beberapa kasus, rasa nyeri ini bahkan bisa muncul secara konstan selama 6 bulan atau lebih.
Nyeri dada juga dapat terjadi kapan saja, baik di siang hari ketika Anda beraktivitas, maupun saat malam hari. Rasa nyeri ini bisa timbul di bagian mana saja, termasuk di sisi kiri, tengah, hingga kanan.
Jika rasa nyeri ini terjadi secara berulang, menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu hingga menyakitkan, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter. Tenaga medis ahli dapat membantu Anda untuk menganalisis gejala dan menemukan penyebab Utama timbulnya rasa nyeri tersebut. Dengan demikian, Anda dapat memeroleh perawatan dan pengobatan rasa nyeri dada tersebut dengan tepat.
Penyebab Nyeri Dada yang Paling Umum
Seperti yang telah kita singgung sebelumnya, intensitas nyeri dada dan lokasi kemunculannya cukup beragam– bisa berbeda-beda pada tiap individu. Hal ini, Sobat, berkaitan dengan penyebab dari timbulnya rasa nyeri tersebut.Karena itu, Granostic juga akan menjelaskan apa saja penyebab nyeri dada yang paling umum berikut ini:
1. Masalah pada Jantung
Nyeri dada umumnya berkaitan dengan berbagai penyakit jantung, yang dapat berpengaruh pada kelancaran aliran darah ke otot jantung. Beberapa penyakit atau masalah pada jantung yang umumnya menimbulkan nyeri dada antara lain:a. Serangan Jantung
Melansir dari Medical News Today, nyeri dada merupakan salah satu gejala Utama yang kerap ditemukan dalam pasien serangan jantung. Gejala ini timbul sebagai akibat dari adanya gangguan pada aliran darah ke otot jantung. Di mana, serangan jantung dapat membuat aliran darah ke otot jantung terganggu atau terhenti, sehingga otot jantung tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.Selain itu, serangan jantung juga umumnya diiringi dengan berbagai gejala lain seperti rasa sakit di rahang, leher, atau punggung, nyeri di lengan atau pundak, hingga pusing dan sesak napas.
b. Angina
Rasa nyeri dada yang disebabkan oleh angina biasanya berupa rasa sakit seperti diremas atau ditekan di dada. Gejala ini terjadi karena jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup.Angina juga dapat diiringi dengan sensasi nyeri di pundak, punggung, leher, lengan, hingga rahang. Bahkan angina bisa menimbulkan sensasi tidak nyaman seperti pada masalah pencernaan.
c. Perikarditis
Perikarditis merupakan inflamasi pada kantung di sekitar jantung. Tak hanya menimbulkan rasa sakit di dada, kondisi ini juga bisa memicu berbagai kondisi medis lain yang cukup fatal seperti penumpukan cairan di sekitar jantung, tamponade jantung, syok obstruktif, dan lainnya.2. Masalah Paru-paru
Tak hanya berkaitan dengan masalah jantung, nyeri dada juga bisa dikaitkan dengan beberapa kondisi paru-paru, seperti:a. Pneumonia
Infeksi paru seperti pneumonia dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam dan intens di dada, khususnya Ketika penderita batuk-batuk atau bernapas dalam. Pneumonia juga menimbulkan gejala lain seperti demam, keringat berlebihan, meriang, batuk yang disertai dahak atau darah, bibir dan ujung jari yang membiru, serta banyak lainnya.b. Emboli Paru
Kondisi ini terjadi saat gumpalan darah menyumbat pembuluh arteri yang seharusnya membawa darah menuju paru-paru. Akibatnya, paru-paru tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup, dan jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa sangat berbahaya bahkan mengancam jiwa.Beberapa gejala umum yang sering muncul meliputi nyeri dada yang tajam, khususnya saat menarik napas dalam. Selain itu, rasa sakit juga bisa menjalar ke bagian punggung atas. Banyak penderita juga mengeluhkan sesak napas yang muncul tiba-tiba, bahkan saat sedang tidak beraktivitas berat.
Gejala lain yang tak kalah penting untuk dikenali adalah batuk berdarah, pembengkakan atau rasa sakit di salah satu kaki, keringat dingin yang muncul mendadak, serta rasa pusing yang bisa disertai pingsan. Jika bibir atau kuku mulai tampak kebiruan, itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh mengalami kekurangan oksigen atau hipoksia.
c. Pleuritis
Kondisi ini terjadi ketika pleura mengalami peradangan. Pleura sendiri merupakan membran tipis yang mengelilingi paru-paru dan rongga dada. Peradangan pada area ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang tajam dan intens, seperti tertusuk. Apalagi jika penderitanya bernapas dalam, batuk-batuk, atau bersin-bersin.d. Pneumotoraks
Sobat Granostic, tahukah Anda bahwa udara yang seharusnya hanya berada di saluran napas bisa saja menyusup ke area di antara paru-paru dan dinding dada? Kondisi ini disebut pneumotoraks, atau lebih mudahnya dikenal sebagai kolaps paru. Ketika udara berkumpul di ruang sempit ini, tekanan akan mendorong paru-paru sehingga tidak bisa mengembang dengan sempurna.Menariknya, tidak semua orang yang mengalami pneumotoraks langsung merasakan gejala. Namun, sebagian besar orang merasakan keluhan seperti nyeri dada yang menusuk, bahkan bisa menjalar hingga ke bahu. Napas terasa tidak nyaman, disertai sensasi sesak yang membuat Anda harus menarik napas lebih cepat dari biasanya.
Terkadang, satu sisi dada bisa terlihat sedikit membengkak, dan suara napas di sisi tersebut terdengar jauh lebih pelan dibanding sisi lainnya.
3. Masalah Pencernaan
Beberapa masalah pencernaan juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri dada, seperti:a. GERD (Refluks Asam Lambung)
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), atau asam lambung naik, menjadi salah satu penyebab umum nyeri dada. Hal ini timbul, karena asam lambung naik ke kerongkongan dan memicu sensasi terbakar di dada. Iritasi dari asam lambung pada dinding kerongkongan juga bisa menyebabkan nyeri dada, Sobat.b. Spasme Esofagus
Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan nyeri dada adalah gangguan kontraksi esofagus (spasme esofagus), yaitu kejang atau gerakan tidak normal pada otot-otot kerongkongan.Gangguan ini bisa memunculkan sensasi nyeri di bagian dada yang mirip dengan serangan jantung. Anda juga bisa merasakan kesulitan saat menelan, terutama ketika makan atau minum. Beberapa orang mengalami regurgitasi, yaitu makanan atau cairan yang naik kembali ke tenggorokan, serta keluhan seperti mulas atau sensasi terbakar di dada.
Meski bukan gangguan jantung, kondisi ini tetap perlu diperhatikan. Jika Anda sering merasakan nyeri dada disertai keluhan-keluhan tersebut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.
c. Ulkus Lambung
Sobat, luka terbuka pada lapisan lambung, atau ulkus lambung, juga dapat menyebabkan nyeri dada. Nyeri yang terjadi umumnya digambarkan sebagai sensasi terbakar, yang umumnya dapat mereda dengan makan.4. Cedera Otot dan Tulang Dada
Cedera pada otot dan tulang dada juga dapat menyebabkan rasa nyeri dada. Berikut beberapa kondisi yang berkaitan:a. Costochondritis
Kostokondritis merupakan inflamasi pada tulang rawan rusuk. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dan rasa sakit yang menekan pada dada. Gejala ini juga dapat muncul tiba-tiba dan menjadi lebih buruk saat penderitanya berbaring, berolahraga, bernapas dalam, atau batuk dan bersin.b. Cedera Otot Dada
Cedera otot dada juga dapat menyebabkan rasa nyeri, yang bisa terasa tajam atau tumpul, dan memberikan ketidaknyamanan pada penderitanya.5. Gangguan Psikologis
Kesehatan mental kita juga dapat berdampak pada kondisi tubuh kita, Sobat. Bahkan, beberapa gangguan psikologis juga dapat memicu nyeri dada, loh. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:a. Panic Attack
Rasa nyeri dada juga dapat hadir sebagai bagian dari reaksi tubuh saat menghadapi ancaman. Karena dalam situasi ini, tubuh memproduksi hormon stres yang dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, seperti adrenalin dan kortisol.Selain itu, serangan panik juga dapat memicu perubahan tekanan darah, kontraksi otot, yang dapat menimbulkan sensasi nyeri atau sesak pada dada Anda.
b. Gangguan Cemas (Anxiety Disorder)
Selain serangan panik, gangguan kecemasan juga dapat menyebabkan nyeri dada. Gejala ini terjadi karena Ketika cemas, tubuh kita akan melepaskan hormone stress yang dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, sehingga otot-otot di dada jadi tegang dan dapat memicu nyeri.Apa yang Harus Dilakukan Jika Dada Terasa Nyeri?
Nyeri dada tidak boleh diabaikan. Berikut langkah-langkah pertolongan awal dan saran medis:1. Segera Duduk dan Tenangkan Diri
Saat merasakan nyeri yang tiba-tiba di dada, jangan panik terlebih dahulu. Melainkan segera hentikan aktivitas Anda saat itu, kemudian tenangkan diri dan duduk dengan nyaman.Karena saat panik, Anda akan jadi lebih tegang dan jantung akan berdetak lebih kencang. Hal ini dapat memperburuk gejala yang Anda alami.
2. Perhatikan Gejalanya
Setelah Anda duduk dengan nyaman, perhatikan berbagai gejala yang menyertai rasa nyeri tersebut. Misalnya dengan mempertimbangkan beberapa pertanyaan berikut:- Apakah ini pertama kalinya bagi Anda mengalami nyeri dada tersebut?
- Kalau bukan, pada situasi apa Anda mengalaminya?
- Rasa nyerinya timbul di sisi mana?
- Apakah ada gejala lain yang Anda rasakan di samping nyeri dada tersebut?
3. Konsumsi Obat Bila Ada Riwayat
Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, atau kondisi tertentu yang dapat menimbulkan rasa nyeri dada yang sama, maka Anda bisa mengonsumsi obat yang pernah diresepkan tersebut kembali.4. Cari Bantuan Medis
Nah, penting Sobat Granostic pahami, bahwa nyeri dada tidak boleh diremehkan meski tidak begitu parah. Sebab nyeri dada bisa menjadi tanda dari berbagai masalah kesehatan, dari yang ringan hingga bersifat mengancam jiwa.Kapan Harus ke Dokter?
Sobat Granostic, nyeri dada merupakan gejala yang tidak bisa Anda anggap remeh. Sangat direkomendasikan bagi Anda untuk segera memeriksakan diri ketika mengalami nyeri dada, apalagi yang terjadi berulang.Selain itu, Anda juga perlu segera membawa diri ke dokter bila mengalami beberapa tanda berikut:
1. Nyeri dada menjalar ke lengan atau rahang
Nyeri dada yang menjalar ke bahu, lengan, leher dan rahang bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi medis. Termasuk angina, serangan jantung, dan banyak lainnya.Karena itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan medis ke dokter, sebagai langkah mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
2.Nyeri disertai keringat dingin dan sesak napas
Nyeri yang disertai keringat dingin dan sesak napas juga dapat terjadi karena berbagai hal, dari serangan jantung, infeksi paru-paru, hingga serangan panik dan gangguan kecemasan. Agar situasi ini tidak berlarut-larut dan mendatangkan dampak yang besar, Anda perlu memeriksakan diri ke dotkter.3. Nyeri bertahan lebih dari 15 menit
Durasi nyeri dada dapat berlangsung selama bermenit-menit, hingga berjam-jam. Namun, Anda juga tidak boleh menyepelekannya. Bila nyeri bertahan lebih dari 15 menit dan terjadi secara berulang, baiknya segera periksakan diri ke dokter.4. Ada riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi
Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga kolesterol tinggi, penting juga untuk segera memeriksakan diri ke dokter saat mengalami nyeri dada. Sebab kondisi ini dapat timbul sebagai gejala penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah, dan kondisi lain yang dapat bersifat fatal.5. Nyeri disertai demam tinggi dan batuk berdahak
Nyeri dada yang disertai dengan demam tinggi dan batuk berdahak bisa menjadi tanda terjadinya infeksi pada paru-paru, seperti pneumonia atau tuberkulosis. Karena itu, jangan tunggu memburuk, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat sedini mungkin.Pemeriksaan Nyeri Dada di Granostic Surabaya
Sobat Granostic, setelah memahami bahwa nyeri dada bisa disebabkan oleh berbagai kondisi mulai dari jantung, paru-paru, hingga saluran pencernaan, penting bagi Anda untuk mengetahui langkah selanjutnya: pemeriksaan yang tepat.Di Granostic Surabaya, kami menyediakan layanan lengkap untuk mendeteksi penyebab nyeri dada secara menyeluruh, dengan dokter spesialis jantung, paru, dan penyakit dalam yang berpengalaman, serta teknologi penunjang diagnostik terkini.
Setiap kasus nyeri dada bisa memiliki cerita berbeda. Karena itu, kami percaya bahwa pendekatan multidisipliner, yang menggabungkan keahlian klinis dan pemeriksaan penunjang, merupakan langkah terbaik untuk memastikan diagnosis yang akurat dan penanganan yang efektif.
Yuk, kenali jenis-jenis pemeriksaan yang tersedia di Granostic Surabaya!
Untuk Deteksi Masalah Jantung Bersama Dokter Spesialis Jantung
EKG (Elektrokardiogram)
Pemeriksaan EKG dilakukan untuk merekam aktivitas listrik jantung Anda. Tes ini dapat mengungkap tanda-tanda serangan jantung, irama jantung yang tidak normal (aritmia), atau gangguan aliran darah ke jantung. EKG sangat bermanfaat sebagai pemeriksaan awal bila Anda mengalami nyeri dada mendadak, berdebar-debar, atau sesak napas yang tidak biasa.Echocardiography
Echocardiography, atau USG jantung, menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar detail struktur dan fungsi jantung. Dengan tes ini, dokter dapat melihat apakah ada gangguan pada katup, bilik jantung, atau pergerakan dinding jantung yang terganggu. Pemeriksaan ini sangat berguna dalam mendeteksi gagal jantung atau perikarditis yang juga bisa memicu nyeri dada.Tes darah (Enzim jantung, D-dimer, dan lainnya)
Tes darah tertentu seperti troponin digunakan untuk mendeteksi kerusakan otot jantung akibat serangan jantung. Sementara itu, pemeriksaan D-dimer membantu menyingkirkan kemungkinan emboli paru. Kedua tes ini penting terutama ketika nyeri dada disertai gejala berat lainnya seperti napas pendek atau denyut jantung cepat.Pelajari selengkapnya mengenai, Skrining Deteksi Kesehatan Jantung di Surabaya.
Untuk Masalah Paru Bersama Dokter Spesialis Paru-paru
Rontgen dada (Foto thorax)
Rontgen dada adalah salah satu pemeriksaan paling dasar namun sangat informatif. Dengan tes ini, dokter dapat mendeteksi pneumonia, efusi pleura, pneumotoraks, atau bahkan tanda-tanda awal kanker paru. Jika Anda mengalami nyeri dada disertai batuk, demam, atau sesak napas, rontgen dada adalah langkah awal yang tepat.Tes spirometri (fungsi paru)
Spirometri digunakan untuk mengukur seberapa baik paru-paru Anda bekerja. Tes ini sangat berguna bagi pasien dengan gejala PPOK atau asma. Hasilnya bisa menunjukkan adanya obstruksi saluran napas yang memicu rasa tidak nyaman di dada atau kesulitan bernapas.CT Scan paru (berdasarkan rekomendasi dokter)
CT scan paru dilakukan jika dibutuhkan hasil pencitraan yang lebih rinci dibanding rontgen biasa. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi nodul paru, emboli paru, atau kelainan struktur paru lainnya. Meski bukan pemeriksaan rutin, CT scan sangat penting bila gejala Anda tidak kunjung membaik atau hasil tes sebelumnya kurang jelas.Pelajari selengkapnya mengenai, Cek Kesehatan Paru-paru di Surabaya.
Untuk Masalah Pencernaan Bersama Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Endoskopi (bila dibutuhkan)
Endoskopi dilakukan dengan menggunakan alat berbentuk selang lentur berkamera yang dimasukkan melalui mulut. Pemeriksaan ini sangat efektif untuk mengevaluasi nyeri dada yang berasal dari kerongkongan atau lambung, seperti akibat tukak lambung atau refluks asam lambung (GERD). Tes ini akan membantu dokter melihat kondisi saluran cerna bagian atas secara langsung.Tes Helicobacter pylori
Helicobacter pylori adalah bakteri yang dapat menyebabkan luka di dinding lambung. Infeksi ini kerap menimbulkan gejala nyeri dada seperti rasa panas atau perih, terutama setelah makan. Tes untuk mendeteksi bakteri ini bisa dilakukan melalui darah, napas, atau tinja, dan sangat penting untuk penanganan yang tepat.Anda bisa berkonsultasi juga dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Granostic.
Di Granostic Surabaya, kami percaya bahwa nyeri dada tidak boleh dianggap sepele. Dengan rangkaian pemeriksaan yang lengkap dan dokter spesialis di bidangnya, kami hadir untuk membantu Anda menemukan penyebab nyeri dada secara akurat dan menangani keluhannya sejak dini.
Yuk, jaga kesehatan jantung, paru, dan pencernaan Anda bersama Granostic. Kalau Anda merasakan nyeri dada yang tak biasa, segera periksakan diri. Karena kesehatan Anda, prioritas kami.
Booking pemeriksaan di Granostic Sekarang!
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- Cleveland Clinic. (2024). Chest Pain: Symptoms, Causes & Treatment. Diakses 2025.
- Mayo Clinic. (2024). First aid: Chest pain. Diakses 2025.
- Medical News Today. (2024). What causes chest pain and when to seek help. Diakses 2025.
- British Heart Foundation (BHF). (2024). Chest pain: What could it mean? Diakses 2025.
- Healthline. (2024). Chest Pain: Causes, Symptoms, and When to See a Doctor. Diakses 2025.

