Mengapa Pria Perlu Vaksin Gardasil? Ini Manfaat dan Faktanya

Ketika membahas vaksin Human Papillomavirus (HPV), banyak orang masih menganggap bahwa vaksin ini hanya diperuntukkan bagi wanita sebagai upaya mencegah kanker serviks.
Padahal, anggapan tersebut kurang tepat. Faktanya, pria juga berisiko terinfeksi HPV dan mengalami berbagai penyakit yang berkaitan dengan virus ini, mulai dari kutil kelamin hingga beberapa jenis kanker.
Sayangnya, kesadaran mengenai pentingnya vaksin Gardasil untuk pria masih relatif rendah. Banyak pria baru mengetahui risiko HPV setelah muncul keluhan atau ketika pasangannya menjalani pemeriksaan kesehatan reproduksi.
Melalui artikel ini, Anda akan memahami mengapa pria juga perlu mendapatkan vaksin Gardasil, manfaat yang dapat diperoleh, usia yang direkomendasikan untuk vaksinasi, serta berbagai mitos dan fakta yang sering beredar di masyarakat.
- Baca Juga: Apakah HPV Bisa Sembuh? Disini Jawabannya!
Apakah Pria Bisa Terinfeksi HPV?
Ya. Pria memiliki risiko yang sama untuk terinfeksi HPV.
Meski kanker serviks hanya terjadi pada wanita, HPV juga dapat menyebabkan berbagai penyakit pada pria. Oleh karena itu, vaksinasi bukan hanya penting untuk melindungi wanita, tetapi juga membantu melindungi kesehatan pria.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko infeksi HPV pada pria antara lain:
- Memulai aktivitas seksual pada usia muda.
- Memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
- Tidak menggunakan perlindungan saat berhubungan seksual.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
- Belum pernah mendapatkan vaksin HPV.
Karena infeksi sering kali tidak menimbulkan gejala, seseorang dapat membawa virus tanpa menyadarinya selama bertahun-tahun.
Mengapa Pria Perlu Mendapatkan Vaksin Gardasil?
Vaksin Gardasil memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang paling sering menyebabkan kanker dan kutil kelamin. Dengan mendapatkan vaksin sebelum terpapar virus, pria dapat memperoleh berbagai manfaat berikut.
1. Membantu Menurunkan Risiko Infeksi HPV
Salah satu manfaat utama vaksin Gardasil adalah membantu tubuh membentuk perlindungan terhadap tipe HPV yang paling sering menyebabkan berbagai penyakit. Perlindungan ini penting karena infeksi HPV sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang dapat terinfeksi tanpa menyadarinya.
2. Mengurangi Risiko Penyakit Akibat HPV
HPV tidak hanya berkaitan dengan kanker serviks pada wanita, tetapi juga dapat menyebabkan berbagai penyakit pada pria. Oleh karena itu, mencegah infeksi HPV sejak awal merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Dengan mencegah infeksi HPV, vaksin juga membantu menurunkan risiko terjadinya kutil kelamin serta beberapa jenis kanker yang berkaitan dengan virus tersebut, seperti kanker penis, kanker anus, dan kanker orofaring.
3. Membantu Melindungi Pasangan
Vaksinasi tidak hanya memberikan manfaat bagi individu yang menerimanya, tetapi juga berperan dalam mengurangi penyebaran HPV di masyarakat. Semakin banyak orang yang memiliki perlindungan terhadap virus ini, semakin kecil pula risiko penularan kepada pasangan.
Selain melindungi diri sendiri, vaksinasi juga membantu mengurangi kemungkinan penularan HPV kepada pasangan sehingga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan bersama.
4. Memberikan Perlindungan Jangka Panjang
Setelah rangkaian vaksinasi selesai diberikan sesuai jadwal, tubuh akan membentuk respons imun yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Perlindungan ini membantu mengurangi risiko infeksi oleh tipe HPV yang tercakup dalam vaksin ketika seseorang terpapar di kemudian hari.
Pada Usia Berapa Pria Dianjurkan Mendapatkan Vaksin Gardasil?
Manfaat vaksin Gardasil paling optimal apabila diberikan sebelum seseorang terpapar HPV. Oleh karena itu, vaksinasi dianjurkan sejak usia remaja. Secara umum, rekomendasi usia meliputi:
|
Kelompok Usia |
Rekomendasi |
|
9–14 tahun |
Sangat dianjurkan, umumnya diberikan dalam 2 dosis. |
|
15–26 tahun |
Dianjurkan bagi yang belum pernah menerima vaksin, umumnya memerlukan 3 dosis. |
|
27–45 tahun |
Dapat dipertimbangkan berdasarkan hasil konsultasi dengan dokter. |
Dokter akan menentukan jadwal vaksinasi yang sesuai berdasarkan usia, riwayat kesehatan, dan kondisi masing-masing pasien.
Penyakit Apa Saja yang Dapat Dialami Pria Akibat HPV?
Infeksi HPV pada pria tidak selalu menimbulkan penyakit serius. Namun, beberapa tipe HPV dapat menyebabkan kondisi yang memerlukan penanganan medis.
Kutil Kelamin
HPV tipe 6 dan 11 merupakan penyebab sebagian besar kasus kutil kelamin. Kutil dapat muncul di area genital maupun sekitar anus dengan ukuran dan jumlah yang bervariasi.
Walaupun bukan penyakit yang mengancam jiwa, kutil kelamin dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu kepercayaan diri, dan berpotensi kambuh setelah pengobatan.
Kanker Penis
Sebagian kasus kanker penis berkaitan dengan infeksi HPV risiko tinggi, terutama tipe 16. Meskipun tergolong jarang, penyakit ini dapat memengaruhi kualitas hidup apabila tidak terdeteksi sejak dini.
Kanker Anus
Pria juga berisiko mengalami kanker anus akibat infeksi HPV yang menetap. Risiko ini dapat meningkat pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau memiliki faktor risiko tertentu.
Kanker Orofaring
HPV juga diketahui berhubungan dengan kanker orofaring, yaitu kanker yang berkembang pada bagian belakang tenggorokan, pangkal lidah, atau amandel. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kanker orofaring terkait HPV terus meningkat di berbagai negara.
Apakah Pria yang Sudah Aktif Secara Seksual Masih Perlu Vaksin?
Ya, masih mungkin memperoleh manfaat.
Meskipun seseorang mungkin pernah terpapar salah satu tipe HPV, bukan berarti ia telah terinfeksi seluruh tipe virus yang dicakup oleh vaksin Gardasil. Oleh karena itu, vaksinasi masih dapat memberikan perlindungan terhadap tipe HPV lain yang belum pernah menginfeksi tubuh.
Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk menentukan apakah vaksinasi masih direkomendasikan berdasarkan kondisi masing-masing individu.
Mitos dan Fakta tentang Vaksin Gardasil untuk Pria
Masih banyak informasi yang kurang tepat mengenai vaksin HPV untuk pria. Berikut beberapa mitos yang sering ditemui beserta faktanya.
- Mitos: Vaksin HPV hanya untuk wanita
Faktanya, HPV juga dapat menyebabkan berbagai penyakit pada pria. Karena itu, vaksin Gardasil direkomendasikan untuk pria maupun wanita. - Mitos: Pria yang sehat tidak memerlukan vaksin HPV
Faktanya, Infeksi HPV sering kali tidak menimbulkan gejala. Vaksin diberikan sebagai langkah pencegahan sebelum infeksi terjadi. - Mitos: Vaksin HPV dapat mengobati infeksi yang sudah ada
Faktanya, Gardasil bukan obat untuk HPV. Vaksin ini berfungsi membantu mencegah infeksi baru, bukan mengobati infeksi atau penyakit yang telah terjadi. - Mitos: Vaksin Gardasil dapat menyebabkan infertilitas
Faktanya, Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa vaksin HPV menyebabkan gangguan kesuburan pada pria maupun wanita.
Siapa yang Sebaiknya Berkonsultasi Sebelum Vaksinasi?
Sebelum menerima vaksin Gardasil, dokter akan melakukan evaluasi terhadap kondisi kesehatan setiap pasien. Konsultasi ini bertujuan memastikan vaksinasi dilakukan dengan aman dan sesuai indikasi.
Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu apabila:
- Memiliki riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin.
- Sedang mengalami demam atau infeksi akut.
- Memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh.
- Sedang menjalani terapi yang memengaruhi sistem imun.
- Memiliki pertanyaan mengenai manfaat vaksin sesuai usia atau kondisi kesehatan.
Dapatkan Vaksin Gardasil untuk Pria di Granostic Surabaya
Kesadaran akan pentingnya vaksinasi HPV pada pria terus meningkat karena manfaatnya dalam membantu mencegah berbagai penyakit yang berkaitan dengan infeksi HPV. Semakin dini vaksin diberikan sesuai rekomendasi, semakin optimal perlindungan yang dapat diperoleh.
Apabila Anda ingin mendapatkan vaksin Gardasil untuk pria di Surabaya, Granostic menyediakan layanan konsultasi dan vaksinasi yang didampingi oleh tenaga medis berpengalaman.
Granostic Medical Center:
Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
Sebelum vaksinasi, dokter akan membantu menilai kondisi kesehatan, menjelaskan jadwal pemberian vaksin, serta menjawab berbagai pertanyaan yang Anda miliki sehingga proses vaksinasi dapat dilakukan dengan nyaman dan sesuai kebutuhan.
FAQ Seputar Vaksin Gardasil untuk Pria
Apakah pria benar-benar membutuhkan vaksin Gardasil?
Ya. Vaksin Gardasil membantu melindungi pria dari infeksi HPV yang dapat menyebabkan kutil kelamin serta beberapa jenis kanker, seperti kanker anus, penis, dan orofaring.
Apakah vaksin Gardasil hanya efektif sebelum menikah?
Tidak. Vaksin memang memberikan perlindungan terbaik sebelum seseorang terpapar HPV, tetapi pria yang sudah menikah atau aktif secara seksual masih dapat memperoleh manfaat setelah berkonsultasi dengan dokter.
Apakah vaksin Gardasil aman untuk pria?
Ya. Vaksin Gardasil telah melalui berbagai uji klinis dan memiliki profil keamanan yang baik. Efek samping yang paling sering terjadi umumnya ringan, seperti nyeri di area suntikan, kemerahan, atau demam ringan.
Berapa kali pria harus menerima vaksin Gardasil?
Jumlah dosis bergantung pada usia saat memulai vaksinasi. Anak usia 9–14 tahun umumnya memerlukan dua dosis, sedangkan usia 15 tahun ke atas biasanya memerlukan tiga dosis sesuai rekomendasi dokter.
Apakah setelah vaksin saya tidak akan terkena HPV sama sekali?
Tidak sepenuhnya. Vaksin Gardasil melindungi terhadap tipe HPV tertentu yang paling sering menyebabkan kanker dan kutil kelamin, tetapi tidak mencakup seluruh tipe HPV yang ada.
Apakah pria yang tidak memiliki keluhan tetap perlu vaksin?
Ya. Justru karena infeksi HPV sering kali tidak menimbulkan gejala, vaksinasi dianjurkan sebagai langkah pencegahan sebelum infeksi terjadi.
Ditinjau Oleh:
dr. Adam Hilman
Sumber Referensi:
- World Health Organization. (n.d.). Human papillomavirus (HPV) and cervical cancer. Diakses 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. (n.d.). HPV vaccination. Diakses 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. (n.d.). HPV vaccine recommendations. Diakses 2026.
- American Cancer Society. (n.d.). HPV vaccines. Diakses 2026.
- National Cancer Institute. (n.d.). Human Papillomavirus (HPV) Vaccines. Diakses 2026.
- MedlinePlus. (n.d.). HPV vaccine. Diakses 2026.
- U.S. Food and Drug Administration. (n.d.). Gardasil 9. Diakses 2026.

