Vaksin Gardasil: Manfaat, Cara Kerja, dan Siapa yang Perlu Divaksin?

Infeksi Human Papillomavirus (HPV) merupakan salah satu infeksi menular seksual yang paling umum di dunia. Sebagian besar infeksi HPV memang dapat hilang dengan sendirinya tanpa menimbulkan gejala.
Namun, beberapa tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan berbagai jenis kanker, seperti kanker serviks, kanker anus, kanker penis, kanker vagina, kanker vulva, hingga kanker tenggorokan (orofaring). Selain itu, tipe HPV tertentu juga dapat menyebabkan kutil kelamin.
- Baca Juga: Apakah HPV Bisa Sembuh? Disini Jawabannya!
Kabar baiknya, sebagian besar penyakit tersebut dapat dicegah melalui vaksinasi. Salah satu vaksin yang telah digunakan secara luas adalah vaksin Gardasil, yang dirancang untuk membantu tubuh membentuk perlindungan terhadap tipe HPV tertentu sebelum seseorang terpapar virus tersebut.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai vaksin Gardasil, mulai dari cara kerjanya, manfaatnya, siapa saja yang disarankan menerima vaksin, hingga keamanan dan jadwal pemberiannya.
Apa Itu Vaksin Gardasil?
Vaksin Gardasil adalah vaksin yang digunakan untuk membantu melindungi tubuh dari infeksi beberapa tipe Human Papillomavirus (HPV) yang paling sering menyebabkan kanker dan kutil kelamin.
HPV sendiri merupakan kelompok virus yang terdiri dari lebih dari 200 tipe. Sekitar 40 tipe dapat menginfeksi area genital dan ditularkan melalui kontak seksual. Sebagian besar infeksi tidak menimbulkan keluhan, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.
Gardasil bekerja sebagai tindakan pencegahan. Artinya, vaksin ini paling efektif diberikan sebelum seseorang terpapar HPV, meskipun pada kondisi tertentu orang dewasa yang sudah aktif secara seksual juga masih dapat memperoleh manfaat dari vaksinasi.
Saat ini, vaksin Gardasil yang paling banyak digunakan adalah Gardasil 9, yang memberikan perlindungan terhadap sembilan tipe HPV, yaitu tipe 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58.
- Baca Juga: Dimana Vaksin HPV di Surabaya?
Penyakit Apa Saja yang Dapat Dicegah oleh Vaksin Gardasil?
Salah satu manfaat terbesar vaksin Gardasil adalah membantu mengurangi risiko berbagai penyakit yang berhubungan dengan infeksi HPV.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Kanker Serviks: Hampir seluruh kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV risiko tinggi, terutama tipe 16 dan 18. Dengan vaksinasi, risiko infeksi oleh tipe virus tersebut dapat berkurang secara signifikan.
- Kutil Kelamin: HPV tipe 6 dan 11 merupakan penyebab sekitar 90% kasus kutil kelamin. Walaupun tidak mengancam jiwa, kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan sering kambuh.
- Kanker Anus: Baik pria maupun wanita dapat mengalami kanker anus akibat infeksi HPV tertentu.
- Kanker Penis: Pada pria, sebagian kasus kanker penis berkaitan dengan infeksi HPV berisiko tinggi.
- Kanker Vagina dan Vulva: Wanita juga berisiko mengalami kanker vagina maupun vulva yang berhubungan dengan HPV.
- Kanker Orofaring: Infeksi HPV juga diketahui dapat meningkatkan risiko kanker pada bagian belakang tenggorokan, termasuk pangkal lidah dan amandel.
Perlu diketahui bahwa vaksin Gardasil tidak mengobati infeksi HPV yang sudah terjadi maupun penyakit yang telah berkembang akibat infeksi tersebut. Oleh karena itu, vaksinasi sebaiknya dilakukan sedini mungkin sebagai upaya pencegahan.
Bagaimana Cara Kerja Vaksin Gardasil?
Vaksin Gardasil tidak mengandung virus hidup sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi HPV.
Vaksin ini menggunakan virus-like particles (VLP), yaitu partikel yang menyerupai virus tetapi tidak memiliki materi genetik. Ketika disuntikkan ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan mengenali partikel tersebut sebagai benda asing dan membentuk antibodi.
Apabila di kemudian hari tubuh terpapar HPV yang sesuai dengan tipe dalam vaksin, antibodi tersebut dapat membantu mencegah virus menginfeksi sel.
Karena bekerja dengan membangun sistem pertahanan tubuh terlebih dahulu, vaksin Gardasil akan memberikan perlindungan terbaik bila diberikan sebelum seseorang mulai aktif secara seksual atau sebelum terjadi paparan HPV.
Apa Manfaat Vaksin Gardasil?
Mengurangi Risiko Berbagai Jenis Kanker
Salah satu manfaat utama vaksin Gardasil adalah membantu mencegah infeksi HPV tipe berisiko tinggi yang diketahui menjadi penyebab berbagai jenis kanker. Dengan mengurangi risiko infeksi sejak dini, vaksin ini berperan penting dalam upaya pencegahan kanker yang berkaitan dengan HPV.
Membantu Menurunkan Risiko Kutil Kelamin
Selain melindungi dari kanker, vaksin Gardasil juga efektif membantu mencegah munculnya kutil kelamin. Kondisi ini memang tidak selalu berbahaya, tetapi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, mengganggu aktivitas, dan berpotensi kambuh apabila tidak ditangani.
Memberikan Perlindungan Jangka Panjang
Vaksinasi bukan hanya memberikan perlindungan dalam waktu singkat. Setelah rangkaian dosis lengkap diberikan, tubuh akan membentuk respons imun yang dapat bertahan dalam jangka panjang sehingga risiko infeksi HPV tertentu tetap lebih rendah di kemudian hari.
Data penelitian menunjukkan bahwa perlindungan vaksin dapat bertahan selama bertahun-tahun setelah vaksinasi lengkap, dengan respons imun yang tetap kuat pada sebagian besar penerima vaksin.
Mendukung Upaya Eliminasi Kanker Serviks
Vaksinasi HPV tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat secara luas. Semakin banyak orang yang mendapatkan vaksin, semakin besar peluang untuk menurunkan angka kejadian penyakit yang disebabkan oleh HPV, termasuk kanker serviks.
Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin Gardasil?
Vaksin Gardasil dapat diberikan kepada perempuan maupun laki-laki. Kelompok yang direkomendasikan antara lain:
- Anak dan Remaja: Vaksin umumnya direkomendasikan mulai usia 9-14 tahun karena memberikan respons kekebalan yang sangat baik sebelum terjadi paparan HPV.
- Remaja dan Dewasa Muda: Orang berusia 15 hingga 26 tahun yang belum pernah divaksin atau belum menyelesaikan jadwal vaksinasi tetap dianjurkan untuk mendapatkan vaksin.
- Orang Dewasa Hingga Usia 45 Tahun: Pada beberapa individu berusia 27-45 tahun, vaksinasi masih dapat dipertimbangkan setelah berkonsultasi dengan dokter mengenai manfaat yang mungkin diperoleh berdasarkan kondisi masing-masing.
Berapa Jumlah Dosis Vaksin Gardasil?
Jumlah dosis vaksin Gardasil tidak sama untuk setiap orang. Jadwal pemberian vaksin ditentukan berdasarkan usia saat seseorang menerima dosis pertama serta kondisi kesehatan tertentu. Secara umum, rekomendasinya adalah sebagai berikut:
|
Usia |
Jumlah Dosis |
|
9–14 tahun |
2 dosis |
|
15 tahun ke atas |
3 dosis |
|
Individu dengan gangguan sistem imun tertentu |
Umumnya 3 dosis sesuai rekomendasi dokter |
Dokter akan menentukan jadwal vaksinasi yang paling sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan setiap individu.
Apakah Vaksin Gardasil Aman?
Ya. Vaksin Gardasil telah melalui berbagai uji klinis dan sistem pemantauan keamanan di banyak negara. Efek samping yang paling sering muncul umumnya ringan dan bersifat sementara, seperti:
- Nyeri pada lokasi suntikan
- Kemerahan atau bengkak ringan
- Demam ringan
- Sakit kepala
- Mudah lelah
- Nyeri otot
Reaksi alergi berat sangat jarang terjadi. Oleh karena itu, setelah vaksinasi pasien biasanya diminta menunggu sekitar 15 menit agar tenaga medis dapat melakukan observasi.
Jika memiliki riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin atau pernah mengalami reaksi alergi serius setelah vaksinasi sebelumnya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Siapa yang Sebaiknya Berkonsultasi Sebelum Vaksinasi?
Konsultasi dengan dokter penting dilakukan apabila Anda:
- Sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
- Memiliki riwayat alergi berat terhadap vaksin tertentu.
- Sedang mengalami demam atau infeksi akut.
- Memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh atau sedang menjalani terapi yang memengaruhi sistem imun.
Dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan untuk memastikan waktu vaksinasi yang paling tepat.
Lindungi Diri dari HPV dengan Vaksinasi di Granostic
Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Vaksin Gardasil merupakan salah satu langkah efektif untuk membantu menurunkan risiko infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker maupun kutil kelamin.
Di Granostic, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai kebutuhan vaksinasi HPV berdasarkan usia, riwayat kesehatan, serta kondisi masing-masing. Tim medis akan membantu menentukan jadwal vaksinasi yang sesuai serta memberikan edukasi mengenai manfaat dan prosedur vaksinasi secara menyeluruh.
Jadwalkan konsultasi di Granostic untuk mengetahui apakah vaksin Gardasil merupakan pilihan yang tepat bagi Anda atau anggota keluarga.
FAQ Seputar Vaksin Gardasil
Apakah vaksin Gardasil hanya untuk wanita?
Tidak. Vaksin Gardasil juga direkomendasikan untuk pria karena HPV dapat menyebabkan kutil kelamin serta berbagai jenis kanker pada pria, termasuk kanker anus, penis, dan orofaring.
Apakah orang yang sudah menikah masih boleh menerima vaksin Gardasil?
Boleh. Meskipun vaksin paling efektif diberikan sebelum terpapar HPV, orang yang sudah menikah atau telah aktif secara seksual tetap dapat memperoleh manfaat. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah vaksinasi sesuai dengan kondisi Anda.
Apakah vaksin Gardasil dapat menyembuhkan infeksi HPV?
Tidak. Vaksin Gardasil berfungsi untuk mencegah infeksi HPV dan tidak dapat mengobati infeksi yang sudah terjadi maupun penyakit akibat HPV.
Berapa lama perlindungan vaksin Gardasil bertahan?
Penelitian menunjukkan bahwa perlindungan vaksin dapat bertahan selama bertahun-tahun setelah seri vaksinasi lengkap, tanpa bukti penurunan perlindungan yang bermakna pada sebagian besar penerima vaksin.
Apakah vaksin Gardasil wajib dilakukan?
Di Indonesia, vaksin Gardasil bukan merupakan vaksin wajib untuk semua kelompok usia. Namun, vaksin ini sangat direkomendasikan sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh HPV.
Apakah setelah vaksin masih bisa terkena HPV?
Masih mungkin karena vaksin tidak melindungi terhadap seluruh tipe HPV. Namun, vaksin memberikan perlindungan terhadap tipe HPV yang paling sering menyebabkan kanker dan kutil kelamin sehingga secara signifikan menurunkan risikonya.
Ditinjau Oleh:
dr. Adam Hilman
Sumber Referensi:
- World Health Organization. (n.d.). Human papillomavirus (HPV) and cervical cancer. Diakses 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. (n.d.). HPV vaccination. Diakses 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. (n.d.). HPV vaccine recommendations. Diakses 2026.
- American Cancer Society. (n.d.). HPV vaccines. Diakses 2026.
- World Health Organization. (n.d.). Global Strategy to Accelerate the Elimination of Cervical Cancer. Diakses 2026.
- MedlinePlus. (n.d.). HPV vaccine. Diakses 2026.
- U.S. Food and Drug Administration. (n.d.). Gardasil 9. Diakses 2026.

