Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kenali Tension Headache: Nyeri Kepala dari Otot Leher

Kenali Tension Headache: Nyeri Kepala dari Otot Leher

Pernahkah Anda merasakan nyeri kepala seperti ada tekanan melingkar di sekitar kepala, disertai rasa kaku di leher dan bahu? Kondisi ini bisa jadi merupakan tension headache atau nyeri kepala tipe tegang, salah satu jenis sakit kepala yang paling umum dialami oleh orang dewasa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Berbeda dengan migrain yang sering disertai mual dan sensitif cahaya, tension headache memiliki karakteristik tersendiri yang perlu dipahami agar penanganannya tepat.

Apa Itu Tension Headache?

Tension headache (nyeri kepala tipe tegang) adalah jenis sakit kepala yang paling sering terjadi, ditandai dengan rasa nyeri tumpul, tertekan, atau seperti diikat di sekitar kepala. Kondisi ini umumnya dipicu oleh kontraksi berlebihan pada otot-otot di kepala, leher, dan bahu.

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), tension headache dialami oleh sekitar 38% populasi global dan menjadi salah satu penyebab utama disabilitas jangka pendek pada usia produktif.

Penyebab Nyeri Kepala dari Otot Leher

Tension headache dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:

Gejala Khas Tension Headache

Mengenali gejala tension headache sangat penting agar tidak tertukar dengan jenis sakit kepala lainnya. Gejala umumnya meliputi:

Catatan: Jika sakit kepala Anda disertai mual hebat, gangguan penglihatan, kelemahan anggota tubuh, atau tiba-tiba sangat parah, segera cari pertolongan medis karena bisa menandakan kondisi serius lainnya.

Diagnosis Tension Headache

Dokter umumnya mendiagnosis tension headache berdasarkan riwayat gejala dan pemeriksaan fisik. Tidak ada tes laboratorium spesifik yang diperlukan, namun pemeriksaan penunjang seperti:

Ini dapat dilakukan jika dokter mempertimbangkan adanya kondisi lain yang mendasari.

Cara Mengatasi Tension Headache

1. Penanganan Non-Farmakologis

2. Penanganan Farmakologis

Obat-obatan yang umum digunakan meliputi:

Catatan: Hindari penggunaan obat pereda nyeri lebih dari 10-15 hari per bulan karena dapat memicu medication overuse headache yang justru memperparah kondisi.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda merasakan gejala-gejala berikut ini:

Periksa Kondisi Anda di Granostic

Di Granostic, kami menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan komprehensif yang dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap nyeri kepala Anda, termasuk pemeriksaan darah lengkap, cek elektrolit, dan konsultasi medis dengan dokter berpengalaman. Kunjungi Klinik Granostic atau hubungi kami via WhatsApp untuk informasi lebih lanjut.

Ditinjau Oleh:

Dr. Aji Wibowo

Sumber Referensi:

  1. World Health Organization. (2025). Migraine and other headache disorders. Diakses 2026.
  2. Mayo Clinic. (n.d.). Tension headache: Symptoms and causes. Diakses 2026.
  3. MedlinePlus. (n.d.). Tension headache. Diakses 2026.
  4. American Migraine Foundation. (n.d.). Tension-Type Headache: Symptoms, Types and Treatments. Diakses 2026.
  5. NCBI Bookshelf. (n.d.). Hyperbaric Zygomycotic Infections. Diakses 2026.
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message