Kenali Tension Headache: Nyeri Kepala dari Otot Leher

Pernahkah Anda merasakan nyeri kepala seperti ada tekanan melingkar di sekitar kepala, disertai rasa kaku di leher dan bahu? Kondisi ini bisa jadi merupakan tension headache atau nyeri kepala tipe tegang, salah satu jenis sakit kepala yang paling umum dialami oleh orang dewasa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Berbeda dengan migrain yang sering disertai mual dan sensitif cahaya, tension headache memiliki karakteristik tersendiri yang perlu dipahami agar penanganannya tepat.
Apa Itu Tension Headache?
Tension headache (nyeri kepala tipe tegang) adalah jenis sakit kepala yang paling sering terjadi, ditandai dengan rasa nyeri tumpul, tertekan, atau seperti diikat di sekitar kepala. Kondisi ini umumnya dipicu oleh kontraksi berlebihan pada otot-otot di kepala, leher, dan bahu.
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), tension headache dialami oleh sekitar 38% populasi global dan menjadi salah satu penyebab utama disabilitas jangka pendek pada usia produktif.
Penyebab Nyeri Kepala dari Otot Leher
Tension headache dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:
- Ketegangan otot leher dan bahu akibat postur tubuh yang buruk, terutama saat bekerja di depan komputer dalam waktu lama
- Stres fisik dan emosional yang menyebabkan kontraksi otot-otot perikranial
- Kurang tidur atau gangguan pola tidur
- Dehidrasi ringan hingga sedang
- Paparan cahaya terang atau suara keras dalam waktu lama
- Melewatkan jam makan sehingga kadar gula darah turun
- Penggunaan berlebihan obat pereda nyeri (medication overuse headache)
Gejala Khas Tension Headache
Mengenali gejala tension headache sangat penting agar tidak tertukar dengan jenis sakit kepala lainnya. Gejala umumnya meliputi:
- Nyeri terasa seperti tekanan atau diikat melingkar di kepala
- Intensitas nyeri ringan hingga sedang (tidak sampai menghentikan aktivitas)
- Biasanya terjadi di kedua sisi kepala (bilateral)
- Rasa kaku dan nyeri pada otot leher, bahu, dan rahang
- Tidak disertai mual atau muntah (berbeda dengan migrain)
- Tidak diperberat oleh aktivitas fisik ringan
- Durasi 30 menit hingga beberapa jam, bahkan hingga 7 hari pada tipe kronis
Catatan: Jika sakit kepala Anda disertai mual hebat, gangguan penglihatan, kelemahan anggota tubuh, atau tiba-tiba sangat parah, segera cari pertolongan medis karena bisa menandakan kondisi serius lainnya.
Diagnosis Tension Headache
Dokter umumnya mendiagnosis tension headache berdasarkan riwayat gejala dan pemeriksaan fisik. Tidak ada tes laboratorium spesifik yang diperlukan, namun pemeriksaan penunjang seperti:
- Pemeriksaan darah lengkap untuk menyingkirkan penyebab lain
- MRI atau CT-scan kepala jika ada kecurigaan kondisi serius
Ini dapat dilakukan jika dokter mempertimbangkan adanya kondisi lain yang mendasari.
Cara Mengatasi Tension Headache
1. Penanganan Non-Farmakologis
- Istirahat yang cukup di ruangan yang tenang
- Kompres hangat atau dingin pada leher dan bahu
- Pijat ringan pada otot leher, pelipis, dan kepala
- Peregangan (stretching) leher dan bahu secara teratur
- Teknik relaksasi seperti meditasi dan pernapasan dalam
- Memperbaiki postur duduk dan ergonomi tempat kerja
- Menjaga hidrasi yang cukup (minimal 8 gelas air per hari)
2. Penanganan Farmakologis
Obat-obatan yang umum digunakan meliputi:
- Analgesik over-the-counter seperti parasetamol atau ibuprofen untuk tension headache episodik
- Obat pencegah (profilaksis) seperti amitriptilin untuk tension headache kronis, hanya atas rekomendasi dokter
Catatan: Hindari penggunaan obat pereda nyeri lebih dari 10-15 hari per bulan karena dapat memicu medication overuse headache yang justru memperparah kondisi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika Anda merasakan gejala-gejala berikut ini:
- Sakit kepala terjadi lebih dari 15 hari dalam sebulan
- Intensitas nyeri semakin bertambah dari waktu ke waktu
- Sakit kepala tidak membaik dengan obat bebas
- Disertai gejala seperti demam, kaku leher, gangguan penglihatan, atau kelemahan anggota tubuh
Periksa Kondisi Anda di Granostic
Di Granostic, kami menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan komprehensif yang dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap nyeri kepala Anda, termasuk pemeriksaan darah lengkap, cek elektrolit, dan konsultasi medis dengan dokter berpengalaman. Kunjungi Klinik Granostic atau hubungi kami via WhatsApp untuk informasi lebih lanjut.
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- World Health Organization. (2025). Migraine and other headache disorders. Diakses 2026.
- Mayo Clinic. (n.d.). Tension headache: Symptoms and causes. Diakses 2026.
- MedlinePlus. (n.d.). Tension headache. Diakses 2026.
- American Migraine Foundation. (n.d.). Tension-Type Headache: Symptoms, Types and Treatments. Diakses 2026.
- NCBI Bookshelf. (n.d.). Hyperbaric Zygomycotic Infections. Diakses 2026.

