Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

FNAB: Pemeriksaan Minim Invasif untuk Deteksi Dini Kanker

FNAB: Pemeriksaan Minim Invasif untuk Deteksi Dini Kanker

Tahukah, Sobat? Deteksi dini kanker memiliki peranan sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan pencegahan dampak serius pada pasien. Semakin cepat kanker dikenali, semakin besar kemungkinan pengobatan berhasil dilakukan dengan hasil yang baik. Kabar baiknya, dunia medis memiliki sebuah prosedur sederhana yang bisa membantu proses ini, yaitu FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy).

FNAB umumnya dilakukan untuk menilai benjolan tak biasa pada tubuh, baik di leher, payudara, tiroid, maupun area lainnya. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan apakah benjolan tersebut bersifat jinak atau justru mengarah pada kanker.

Nah, dalam artikel kali ini, Granostic akan mengajak Anda mengenal lebih dekat apa itu FNAB, tujuan pemeriksaannya, hingga perannya dalam penentuan pengobatan. Yuk, kita bahas bersama!

Apa Itu FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy)?

FNAB adalah sebuah prosedur medis yang menggunakan jarum sangat halus untuk mengambil sampel sel dari sebuah benjolan atau massa di tubuh. Sampel tersebut kemudian diperiksa di laboratorium oleh ahli patologi untuk mengetahui sifat sel-sel yang ada di dalamnya. Menurut Canadian Cancer Society, FNAB merupakan salah satu metode diagnosis kanker yang minim invasif, cepat, serta memiliki risiko yang relatif rendah dibandingkan biopsi bedah.

Proses FNAB biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Dokter akan mensterilkan area kulit, lalu memasukkan jarum halus untuk menyedot sedikit jaringan atau cairan dari benjolan. Rasa nyeri yang ditimbulkan umumnya ringan, mirip seperti suntikan biasa, sehingga banyak pasien merasa prosedur ini cukup nyaman.

Manfaat utama FNAB adalah kemampuannya dalam memberikan gambaran awal mengenai sifat suatu benjolan. Dari pemeriksaan ini, dokter bisa mengetahui apakah benjolan jinak (non-kanker), bersifat infeksi, atau perlu dicurigai sebagai kanker. Dengan begitu, langkah medis yang lebih tepat dapat segera direncanakan.

Tujuan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy) 

Tindakan FNAB memiliki beberapa tujuan, yang sangat bermanfaat untuk mencegah dan menangani kanker sedini mungkin, seperti:

Mendeteksi Kelainan

FNAB memiliki peran penting dalam mendeteksi berbagai kelainan jaringan yang muncul dalam bentuk benjolan. Misalnya, seseorang yang mendapati benjolan di leher mungkin mengalami pembesaran kelenjar getah bening. Dengan FNAB, dokter bisa mengetahui apakah pembesaran itu hanya akibat infeksi biasa atau sesuatu yang lebih serius seperti limfoma.

Selain itu, FNAB juga kerap digunakan untuk mendeteksi kelainan pada kelenjar tiroid, payudara, hingga paru-paru. Menurut Mayo Clinic, FNAB sangat membantu dalam memilah benjolan yang tidak berbahaya dengan yang perlu segera ditindaklanjuti. Dengan kata lain, pemeriksaan ini menjadi langkah awal yang efektif untuk mencegah keterlambatan diagnosis penyakit serius.

Mendiagnosis Penyakit

Tak hanya mendeteksi kelainan, FNAB juga berperan dalam menegakkan diagnosis. Sampel sel yang diambil dari FNAB dapat menunjukkan tanda-tanda kanker, infeksi kronis, hingga penyakit autoimun. Contohnya, pada benjolan payudara, hasil FNAB bisa mengungkap apakah pasien mengalami fibroadenoma (jinak) atau kanker payudara.

Diagnosis yang akurat dari FNAB memungkinkan pasien dan dokter untuk memahami kondisi yang sedang dihadapi. Prosedur ini menjadi jembatan penting sebelum dokter merencanakan langkah medis berikutnya, misalnya apakah perlu dilakukan biopsi lanjutan, pemeriksaan penunjang lain, atau langsung masuk ke tahap terapi.

Membantu Menentukan Pengobatan

Peran FNAB tidak berhenti di tahap diagnosis saja. Hasil pemeriksaan ini juga berfungsi sebagai dasar penentuan strategi pengobatan. Misalnya, pada pasien kanker tiroid, hasil FNAB dapat membantu dokter memutuskan apakah pasien memerlukan operasi pengangkatan kelenjar tiroid atau cukup dengan pemantauan rutin.

Dalam kasus kanker payudara, FNAB bisa menjadi pintu awal untuk merencanakan terapi yang sesuai, mulai dari pembedahan, kemoterapi, hingga radioterapi. Dengan hasil FNAB, pasien tidak hanya mendapat kepastian medis lebih cepat, tetapi juga bisa segera menjalani pengobatan yang tepat sesuai kondisi sel yang ditemukan.

Prosedur yang Dilakukan untuk FNAB

Prosedur FNAB sangatlah aman dilakukan, sifatnya juga minim invasif, sehingga tidak akan memberikan rasa sakit yang sangat mengganggu atau bertahan lama. Namun tidak ada salahnya untuk mengetahui bagaimana prosedur FNAB ini dilangsungkan, sehingga Anda memiliki persiapan yang matang.

Persiapan

Saat akan menjalankan prosedur FNBA, sebagai pasien Anda tidak perlu mempersiapkan hal khusus dan cukup memperhatikan arahan dokter. Melansir dari National Health Service (NHS) UK, selama prosedur persiapan, pasien mungkin akan diarahkan untuk menerapkan beberapa hal berikut:

Pengambilan Sampel

Setelah persiapan, Anda akan diarahkan untuk duduk atau berbaring di tempat yang telah disediakan. Selanjutnya, tim medis akan membersihkan bagian tubuh yang akan dimasuki jarum.

Sebelum sampel benar-benar diambil, tim medis juga akan memberikan anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit. Anda mungkin masih dapat merasakan sedikit tekanan atau rasa tidak nyaman saat jarum menembus kulit.

Jika sampel yang diambil berada di area yang dalam pada tubuh Anda, biasanya akan digunakan alat bantu pencitraan untuk memastikan arah jarum yang tepat. Dokter juga akan menggunakan spuit untuk mengambil sel, jaringan, atau cairan. Setelah prosedur selesai, tim medis akan membantu memasang perban di area tersebut. Prosedur ini biasanya memakan waktu sepanjang 5–10 menit saja, Sobat.

Pemeriksaan

Sampel yang telah diambil akan dibawa ke laboratorium untuk dianalisis oleh tim ahli. Hasil pemeriksaan ini tidak bisa langsung didapatkan dalam satu hari yang sama dengan prosedur dijalankan, dokter dan petugas medis yang bertanggung jawab akan menjadwalkan konsultasi lanjutan segera setelah hasil keluar untuk mendiskusikannya bersama Anda.

Keunggulan Prosedur FNAB

Sobat Granostic, ada banyak keunggulan prosedur FNAB yang menjadikannya pemeriksaan ideal untuk mendeteksi dini risiko kanker pada seseorang. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.

1. Aman dan Minim Risiko

FNAB menggunakan jarum halus berukuran kecil sehingga prosedur ini tergolong minim invasif. Artinya, risiko kerusakan jaringan di sekitar benjolan sangat kecil dibandingkan metode biopsi bedah yang lebih besar. Selain itu, kemungkinan infeksi atau perdarahan setelah FNAB juga jarang terjadi, sehingga pasien dapat merasa lebih tenang saat menjalaninya.

2. Prosesnya Cepat

Salah satu keunggulan FNAB adalah prosesnya yang singkat. Prosedur biasanya hanya berlangsung dalam hitungan menit, dan pasien tidak perlu menjalani persiapan rumit. Hal ini menjadikannya pilihan yang lebih praktis, terutama bagi mereka yang membutuhkan diagnosis cepat untuk menentukan langkah medis berikutnya.

3. Diagnosa Lebih Akurat

FNAB memberikan akses langsung ke sampel sel dari benjolan yang dicurigai. Dengan analisis laboratorium, dokter dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai apakah benjolan bersifat jinak atau ganas. Tingkat akurasi yang tinggi ini membuat FNAB dipercaya sebagai pemeriksaan penting dalam diagnosis dini kanker.

4. Bisa Dilakukan Rawat Jalan

FNAB tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit. Pasien biasanya dapat langsung pulang setelah pemeriksaan selesai, tanpa perlu waktu pemulihan yang lama. Hal ini tentu memudahkan pasien yang memiliki aktivitas padat dan ingin tetap produktif setelah menjalani pemeriksaan.

5. Risiko Komplikasi Lebih Rendah

Dibandingkan metode biopsi jaringan yang lebih invasif, FNAB memiliki risiko komplikasi yang jauh lebih rendah. Pasien hanya mungkin merasakan sedikit nyeri atau memar ringan di area suntikan, yang biasanya hilang dalam waktu singkat. Dengan tingkat keamanan yang tinggi, FNAB menjadi pilihan yang aman untuk berbagai kelompok pasien.

Perbedaan FNAB dengan Biopsi

FNAB dan biopsi sama-sama bertujuan untuk memeriksa adanya kelainan pada jaringan tubuh, terutama bila ditemukan benjolan. Namun, kedua prosedur medis ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari segi prosedur, tingkat invasif, maupun tujuan pemeriksaannya.

Dari sisi prosedur, FNAB menggunakan jarum halus berukuran kecil untuk mengambil sampel sel. Prosesnya cepat, sederhana, dan minim rasa sakit. Sementara itu, biopsi biasanya dilakukan dengan sayatan atau jarum yang lebih besar untuk mengambil jaringan dalam jumlah lebih banyak, sehingga cenderung lebih invasif dan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.

Selain itu, FNAB tergolong minim invasif sehingga jarang menimbulkan komplikasi, sedangkan biopsi lebih bersifat invasif karena melibatkan pengambilan jaringan yang lebih dalam. Oleh karena itu, biopsi seringkali dilakukan di ruang operasi kecil dengan anestesi lokal maupun umum, tergantung lokasi dan ukuran jaringan yang diambil.

Perbedaan lainnya juga terlihat dari segi tujuannya. FNAB lebih banyak digunakan untuk pemeriksaan awal dalam mendeteksi apakah suatu benjolan bersifat jinak atau ganas. Jika hasil FNAB masih meragukan atau dokter membutuhkan informasi lebih detail mengenai struktur jaringan, maka biopsi lanjutan dapat dilakukan.

Dengan demikian, keduanya bukan prosedur yang saling menggantikan, melainkan bisa saling melengkapi sesuai kebutuhan klinis pasien.

Kapan FNAB Diperlukan?

Berikut ini beberapa kondisi yang menjadi pertimbangan untuk menentukan kapan FNAB baiknya dilakukan.

Kondisi Pasien yang Disarankan Menjalani FNAB

Melansir dari NHS UK, FNAB biasanya dilakukan untuk mendeteksi adanya kemungkinan kanker saat ditemukan benjolan tak biasa pada tubuh pasien. Benjolan yang dimaksud bisa berupa kista, nodul atau massa benjolan padat, hingga pembesaran kelenjar getah bening.

Gejala Benjolan yang Harus Dicurigai

Benjolan yang patut dicurigai dan membutuhkan pemeriksaan lanjut biasnya memiliki beberapa ciri khusus, seperti:

Pentingnya Tidak Menunda Pemeriksaan

Jika mengalami kondisi dan menemukan benjolan dengan ciri tak biasa di atas, sangat penting untuk Anda memeriksakan diri ke dokter. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi dini berbagai kondisi yang menyebabkan pertumbuhan benjolan tersebut, mencegahnya menjadi lebih serius, dan meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

Konsultasi FNAB di Klinik Granostic

Setelah mengetahui mengenal manfaat dan keunggulannya, Anda pasti tertarik untuk menyimak bagaimana prosedur FNAB ini dijalankan secara personal sesuai kebutuhan Anda. Kabar baiknya, Anda dapat mengonsultasikan FNAB bersama dokter spesialis di klinik Granostic.

Granostic memiliki tim medis ahli yang berpengalaman di bidangnya, laboratorium dengan mesin modern yang canggih, dan layanan kesehatan yang terintegrasi, yang dapat menunjang kebutuhan prosedur pemeriksaan FNAB.

Bersama dokter kami, Anda juga bisa mengonsultasikan rasa khawatir Anda mengenai risiko kanker atau kondisi kesehatan Anda, perlunya menggunakan prosedur FNAB, dan menjadwalkan pemeriksaan jika diperlukan.

Dokter akan memberikan edukasi lengkap, melakukan pemeriksaan menyeluruh, dan memberikan rekomendasi dan arahan pemeriksaan sesuai kondisi tubuh Anda. Dengan demikian, pemeriksaan yang dilakukan dapat berjalan lebih efisien dan pengobatan yang dijalankan akan lebih efektif.

Bagaimana? Tertarik untuk deteksi dini kanker lewat pemeriksaan FNAB bersama Granostic? Hubungi tim kami sekarang juga!

FAQ Seputar FNAB

Berikut ini adalah pertanyaan yang sering diajukan seputar pemeriksaan FNAB di Granostic dan penjelasannya.

Apakah FNAB menyakitkan?

Prosedur FNAB umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, karena sifatnya yang minim invasif. Namun, saat proses pengambilan sampel dilakukan, pasien mungkin merasa tidak nyaman atau merasakan tekanan ketika jarum dimasukkan ke kulit.

Berapa lama hasil FNAB keluar?

Hasil pemeriksaan FNAB dapat keluar dalam beberapa hari hingga satu minggu.

Apakah FNAB bisa langsung memastikan kanker?

FNAB tidak selalu bisa langsung memastikan kanker, namun bisa mendeteksi dan membedakan mana benjolan yang berpotensi sebagai kanker atau yang jinak.

Apakah aman dilakukan lebih dari sekali?

FNAB cukup aman dilakukan berulang kali, apalagi jika hasil pemeriksaan pertama menunjukkan hasil yang tidak pasti. Meski begitu, tindakan ini memerlukan evaluasi dari dokter terlebih dahulu.


Ditinjau Oleh:

Dr. Aji Wibowo


Sumber Referensi:

  1. University Hospitals Coventry & Warwickshire (UHCW) NHS Trust. (2021). Ultrasound-guided fine needle aspiration biopsy (FNA): Patient information leaflet. Diakses 2025.
  2. Canadian Cancer Society. (2024). Fine-needle aspiration (FNA) biopsy. Diakses 2025.
  3. Cleveland Clinic. (2023). Fine-needle aspiration (FNA). Diakses 2025.
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message