Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Apa Saja Bahaya bagi Perokok Pasif? Kenali Risikonya dan Cegah dari Sekarang

Apa Saja Bahaya bagi Perokok Pasif? Kenali Risikonya dan Cegah dari Sekarang

Saat merokok, bahaya kesehatan dari asap rokok itu tidak hanya berhenti pada diri sendiri. Melainkan juga dapat memberikan dampak yang lebih berbahaya pada kesehatan orang-orang di sekitar Anda, yang bahkan tidak merokok sama sekali— atau yang kerap disebut sebagai perokok pasif.


Melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), dampak paparan asap rokok ke orang lain bersifat langsung. Sejak tahun 1964, sebanyak 2,5 juta orang yang tidak merokok meninggal karena masalah kesehatan yang diakibatkan oleh paparan asap rokok dari orang lain.


Sayangnya banyak orang yang masih menyepelekan bahaya kesehatan yang dialami oleh perokok pasif, dengan merokok sembarang di fasilitas umum. Tidak peduli bahwa di sekitarnya ada anak-anak, orang tua atau lanjut usia (lansia), atau orang dengan masalah kesehatan tertentu.


Nah, agar Anda tidak menjadi salah satunya, mari simak apa saja bahaya kesehatan bagi perokok pasif berikut ini.


Apa Itu Perokok Pasif?


Sebelum membahas mengenai bahanya kesehatannya, mari simak dulu apa itu pengertian dari perokok pasif. Seseorang dikatakan sebagai perokok pasif ketika mereka menghirup asap rokok/tembakau orang lain. Lebih spesifiknya lagi, asap ini mencakup asap dari rokok yang menyala tersebut dan asap yang dihembuskan oleh si perokok aktif.


Agar lebih jelas, kita dapat membagi tipe asap rokok dalam dua kategori berikut ini:


Mainstream smoke


Mainstream smoke adalah asap yang dihirup dan dikeluarkan oleh perokok selama merokok. Jenis asap ini mengandung nikotin serta berbagai zat kimia berbahaya. Mainstream smoke berasal dari ujung rokok, cerutu, atau pipa yang terbakar, yang dihirup dan dihembuskan oleh perokok.


Sidestream smoke


Sementara itu sidestream smoke adalah asap yang keluar dari ujung rokok, pipa, atau cerutu yang terbakar. Asap ini termasuk dalam kategori asap rokok pasif (secondhand smoke atau ETS) dan mengandung berbagai zat berbahaya, termasuk nikotin dan bahan kimia yang dapat meningkatkan risiko kanker.


Fakta dan Data Tentang Bahaya Perokok Pasif


Meskipun di Indonesia pengguna rokok sangatlah besar, akan tetapi edukasi mengenai bahaya perokok pasif masih belum banyak mendapatkan perhatian. Bahkan tak sedikit dari kita yang beranggapan bahwa merokok hanya berdampak buruk pada perokok itu sendiri, dan tidak begitu berdampak pada orang lain.


Padahal anggapan ini sangatlah keliru, karena perokok pasif justru memiliki risiko Kesehatan yang sama– bahkan beberapa ahli menyebutkan lebih tinggi– dengan perokok aktif.


Data dari World Health Organization (WHO) 2023, menyebutkan bahwa setiap tahun terdapat kurang lebih 8 juta orang meninggal dunia karena pemakaian tembakau, di mana 7 juta di antaranya merupakan perokok aktif serta 1,3 lainnya merupakan perokok pasif.
Lebih lanjut, Jurnal Riset Kesehatan Nasional yang dirilis pada tahun 2024 lalu juga menyebutkan bahwa dampak secondhand smoking ini berbahaya untuk setiap kalangan, baik janin, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia dan ibu hamil.


Lantas apa saja bahaya kesehatan yang mengintai perokok pasif? Mari kita simak penjelasan berikut ini, Sobat Granostic!


Bahaya Kesehatan yang Mengintai Perokok Pasif


1. Kanker Paru-Paru


Tahukah Sobat Granostic, bahwa paparan asap rokok orang lain pada perokok pasif, bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 20–30%. Melansir dari CDC, setiap tahun, lebih dari 7.300 orang non-perokok di AS meninggal karena kanker paru-paru akibat asap rokok orang lain.


Ini menunjukkan bahwa walaupun tidak merokok, menghirup asap dari orang lain berarti Anda juga terpapar racun dan bahan berbahaya yang sama. Bahkan sesaat saja terpapar asap rokok bisa merusak sel tubuh dan memicu kanker. Semakin lama dan sering terpapar, semakin besar pula peluang terkena kanker paru-paru.


2. Penyakit Jantung


Risiko bahaya kesehatan perokok pasif juga dapat memberi dampak langsung yang serius pada kesehatan jantung dan pembuluh darah. Ini bisa berujung pada masalah jantung koroner dan stroke.


Data dari CDC menunjukkan bahwa hampir 34.000 kematian akibat penyakit jantung terjadi setiap tahun di AS di kalangan non-perokok yang terpapar asap rokok. Mereka yang terpapar asap rokok orang lain berisiko lebih tinggi, dengan peningkatan 25–30% untuk mengembangkan penyakit jantung koroner dan 20–30% lebih besar untuk mengalami stroke.


Bahkan, paparan asap rokok yang singkat sekalipun dapat merusak lapisan pembuluh darah dan membuat trombosit darah lebih lengket, yang bisa memicu serangan jantung. Untuk orang yang sudah memiliki masalah jantung, risiko ini jauh lebih besar, dan mereka perlu sangat berhati-hati untuk menghindari asap rokok dalam kondisi apapun.


3. Gangguan Pernapasan


Selain itu, perokok pasif juga dapat merasakan akibat langsung dari paparan asap rokok dari perokok aktif, yakni berupa gangguan pernapasan. Ini karena senyawa kimia dalam asap rokok sekunder dapat mengiritasi saluran pernapasan, yang menyebabkan perokok pasif mengalami batuk-batuk, sesak napas, hingga asma.


4. Peningkatan Risiko Stroke


Tak hanya pada pernapasan, perokok pasif pun berpotensi memiliki risiko tinggi terkena stroke. Hal ini terjadi karena paparan asap rokok dapat merusak pembuluh darah mereka, yang kemudian dapat meningkatkan tekanan darah, mempercepat pembentukan plak, hingga meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah, yang kemudian dapat memicu terjadinya stroke.


5. Gangguan Kehamilan dan Bayi


Bagi ibu hamil dan anak-anak, asap rokok bisa sangat mengancam jiwa. Menurut CDC, perempuan yang terekspos asap rokok orang lain selama kehamilan dapat mengalami masalah pada janin mereka, misalnya bayi lahir dengan berat badan kurang, hingga meningkatkan risiko komplikasi Kesehatan.
Selanjutnya, bayi baru lahir yang sering terpapar asap rokok pun dapat mengalami sindrom kematian mendadak, atau sudden infant death syndrome (SIDS).


6. Kanker Lain Selain Paru


Tak hanya kanker paru, menghirup asap rokok orang lain juga dapat meningkatkan risiko kanker lain seperti kanker tenggorokan dan kanker laring. Ini terjadi karena asap rokok mengandung zat karsinogen, yang mengiritasi dan meningkaktan risiko berkembangnya sel kanker pada tubuh perokok pasif.


7. Infeksi Telinga pada Anak


Kanker dan masalah kesehatan pernapasan bukan satu-satunya ancaman kesehatan yang diakibatkan oleh asap rokok pada anak. Namun sebagai perokok pasif, anak-anak juga memiliki risiko mengalami infeksi telinga. Mengapa?
Kondisi ini terjadi karena asap rokok dapat mengiritasi saluran eustachius, sehingga menimbulkan pembengkakan dan penyumbatan, yang kemudian berujung pada penumpukan cairan dan memicu infeksi telinga di bagian tengah.
Saluran eustachius menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan, yang dapat membantu menyeimbangkan tekanan. Jadi, ketika terjadi iritasi atau penyumbatan pada daerah tersebut, maka dapat menyebabkan infeksi telinga.


8. Masalah Mental dan Perkembangan Otak pada Anak


Nah, Sobat, dampak asap rokok pada anak-anak pun bisa merembet pada perkembangan otak dan kesehatan mental mereka. Menurut PubMed Central, paparan asap rokok dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan perkembangan otak anak-anak.
Nikotin, yang terkandung dalam asap tembakau, sangat adiktif dan dapat menghambat perkembangan otak, terutama pada masa remaja ketika otak masih dalam proses pematangan.


Terpapar nikotin dapat mengubah fungsi otak dalam jangka panjang, yang bisa mempengaruhi kemampuan untuk belajar, mengingat, fokus, dan mengendalikan emosi. Selain itu, paparan ini juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi, serta meningkatkan kemungkinan kecanduan di masa depan.


Siapa yang Paling Rentan Jadi Korban Perokok Pasif?


Anak-anak


Sobat Granostic, bayi dan anak-anak yang sedikit lebih besar memiliki kondisi tubuh yang berbeda dengan orang dewasa. Pada bayi, organ tubuh mereka belum berkembang dengan sempurna, sementara daya tahan tubuhnya juga masih lemah.
Hal inilah yang membuat bayi dan anak-anak rentan menjadi korban asap rokok, utamanya dari orangtua dan lingkungan hidup mereka sendiri.


Ibu hamil


Selain anak-anak, ibu hamil dan janin yang dikandungnya juga rentan menjadi korban. Asap rokok dapat memengaruhi perkembangan janin dalam rahim dan memicu kompliksi selama kehamilan. Bahkan jika sang ibu merokok, risiko keguguran juga sangat besar.


Lansia


Para lansia juga memiliki kondisi tubuh yang berbeda dari orang dewasa muda. Mereka cenderung mengalami penurunan fungsi tubuh dan lebih rentan terkena infeksi penyakit, utamanya yang berkaitan dengan kesehatan jantung dan pernapasan.


Penderita asma atau penyakit paru kronis


Penderita asma atau penyakit paru kronis juga dapat mengalami dampak kesehatan yang besar dari asap rokok orang lain. Sebab, kondisi paru-paru mereka yang sudah tidak lagi sehat akan lebih rentan mengalami iritasi dan infeksi, yang bisa memicu gejala-gejala dari kondisi yang mereka alami.


Komplikasi Jangka Panjang bagi Perokok Pasif


Perokok pasif juga berisiko mengalami komplikasi kesehatan jangka panjang akibat dari paparan asap rokok orang lain, baik itu mainstream smoke maupun sidestream smoke. Berikut ini beberapa komplikasi jangka panjang yang dapat terjadi pada perokok pasif.


Kanker paru-paru stadium lanjut


Tak hanya mengiritasi saluran napas dan paru-paru, asap rokok juga dapat memicu kanker paru-paru pada perokok pasif, hingga berkembang ke stadium lanjut.


Penyakit jantung kronis


Perokok pasif juga memiliki risiko untuk mengalami penyakit jantung kronis, seperti stroke, serangan jantung, hingga penyakit jantung koroner.


Gagal pernapasan


Tak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman saat bernapas, paparan asap rokok dari perokok aktif secara terus menerus, juga dapat membuat seseorang mengalami gagal pernapasan.
Gagal pernapasan merupakan kondisi dimana tubuh kita tidak dapat memindahkan oksigen dari paru-paru ke darah, ataupun membuang karbondioksida dari darah dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya kadar oksigen dalam darah hingga penumpukan karbondioksida dalam darah, yang keduanya dapat mengancam jiwa perokok pasif.


Penurunan fungsi kognitif


Selain dampaknya pada jantung dan paru-paru, asap rokok juga dapat memengaruhi fungsi kognitif perokok pasif. Misalnya dengan mengakibatkan penurunan fungsi kognitif, yakni hilangnya atau menurunnya kemampuan berpikir, mengingat, hingga menafsirkan informasi secara bertahap mereka.
Kondisi ini tentu tidak bisa dianggap sepele karena dapat menyangkut aktivitas harian seseorang, serta kualitas dan kemampuan mereka dalam menjalani kehidupannya.


Kematian mendadak (khususnya pada bayi)


Pada janin dan bayi, dampak dari asap rokok pasif ini pun sangatlah besar. Selain menyebabkan kelahiran prematur, kurangnya bobot bayi saat dilahirkan, asap rokok dari orang lain juga dapat menyebabkan kematian mendadak pada janin atau bayi.


Mengapa Screening Kanker Paru Itu Penting?


Nah, Sobat Granostic, Anda telah menyimak bagaimana dampak kesehatan yang berpotensi terjadi pada perokok pasif. Dampak ini tak hanya bersifat ringan atau sementara, namun dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang (kronis) dan bahkan menyebabkan kematian pada bayi.


Namun dampak negatif yang diterima oleh perokok pasif ini dapat diminimalisir dan dikontrol, misalnya dengan melakukan cek kesehatan paru-paru secara rutin. Pemeriksaan ini akan membantu kita memahami bagaimana kondisi kesehatan paru-paru, mendapatkan sesi konsultasi dan konseling bersama dokter spesialis, serta mendapatkan arahan yang tepat untuk merawat kesehatan paru-paru.


Pemeriksaan kesehatan paru secara rutin juga dapat membantu kita mendeteksi dini masalah pada sistem pernapasan dan paru-paru. Dengan demikian, kita dapat memeroleh perawatan atau pengobatan sedini mungkin, yang dapat memaksimalkan peluang kesembuhan dan mencegah terjadinya komplikasi.


Pengobatan Bagi Perokok Pasif yang Terdampak


Berikut ini penjelasan mengenai beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan oleh perokok pasif yang terdampak.


1. PPOK dan asma


Pengobatan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan asma dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang dialami oleh perokok pasif tersebut. Namun prosedur pengobatan PPOK dan asma meliputi:


2. Penyakit jantung


Jika mengalami dampak pada kesehatan jantung, seperti stroke, serangan jantung, hingga penyakit jantung koroner. Maka pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahan gejala yang ditunjukkan.
Perawatan yang dilakukan juga dapat berkaitan dengan perubahan gaya hidup, seperti mengurangi paparan rokok dan menggunakan masker hidung ketika beraktivitas di luar ruangan atau di area banyak orang merokok.


3. Kanker paru


Sementara itu, pengobatan kanker paru-paru juga disesuaikan dengan tipe kanker dan stadiumnya. Namun secara umum pengobatan kanker paru-paru meliputi perubahan gaya hidup, berhenti merokok atau mengurangi paparan asap rokok, operasi, kemoterapi, terapi tertarget, hingga imunoterapi.


Cara Melindungi Diri dari Paparan Asap Rokok


1. Jauhkan anak dan keluarga dari lingkungan merokok


Anda dapat melindungi anak dan keluarga dari asap rokok dengan menjauhkannya dari lingkungan orang-orang yang suka merokok.


2. Terapkan rumah bebas rokok


Selain itu, orangtua juga perlu menerapkan rumah bebas rokok. Memberikan contoh pada anak-anak, agar mereka juga tidak meniru dan membiasakan kebiasaan merokok tersebut. Dan Anda juga bisa mencoba Tips Berhenti Merokok Paling Ampuh dan Mudah.


3. Gunakan masker atau alat bantu pernapasan


Anda juga dapat melindungi diri dan keluarga dari paparan asap rokok dengan menggunakan masker atau alat bantu pernapasan ketika berada di ruangan bersama perokok lain.


4. Lakukan skrining berkala


Selanjutnya, Anda juga perlu melakukan skrining kesehatan tubuh dan paru-paru secara berkala. Karena menghindari paparan asap rokok bisa cukup sulit dilakukan, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia merupakan perokok.


Anak-anak dan keluarga Anda bisa terpapar rokok di sekolah, di tempat kerja, bahkan di tempat mereka bermain. Dengan demikian, skrining dapat membantu mendeteksi dini adanya indikasi masalah kesehatan yang disebabkan oleh paparan asap rokok tersebut.
Kabar baiknya lagi, Anda dapat melakukan skrining kesehatan paru ini di klinik Granostic Surabaya, loh.


Kami menyediakan layanan pemeriksaan terlengkap, yang meliputi tes laboratorium, tes pencitraan, hingga konsultasi bersama dokter spesialis.


Untuk informasi lebih lanjut terkait skrining paru di Granostic Surabaya, Anda dapat langsung menghubungi customer care kami dengan klik tombol ini!


Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo



Sumber Referensi:

  1. NHS (National Health Service). (n.d.). Passive smoking: Protect your family and friends. Diakses pada 2025.
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2022). Health Effects of Secondhand Smoke. Disusun oleh para ahli kesehatan masyarakat CDC. Diakses pada 2025.
  3. Medical News Today. (2023). Can smoking cause ear infections?. Artikel ditinjau oleh tim editorial medis Medical News Today. Diakses pada 2025.
  4. Cleveland Clinic. (n.d.). Secondhand Smoke: Dangers. Artikel dari Cleveland Clinic ini telah ditinjau oleh profesional kesehatan. Diakses pada 2025.
  5. National Cancer Institute. (n.d.). Mainstream Smoke – NCI Dictionary of Cancer Terms. Disusun oleh National Cancer Institute (NCI) dengan referensi medis. Diakses pada 2025.
  6. Ambarwati, A. (2024). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Paparan Asap Rokok pada Anak di Lingkungan Rumah. Diakses pada 2025.


Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message