Apa Saja Tanda-Tanda Kanker Serviks yang Wajib Diketahui?

Tahukah Sobat Granostic, kalau kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling umum terjadi keempat pada wanita? Bahkan, lebih dari 50% kasus kanker serviks dapat berujung pada kematian. Mengetahui apa saja tanda-tanda kanker serviks dapat membantu Anda dalam mendeteksi dini serta mendapatkan perawatan sedini mungkin.
Semua wanita dari berbagai usia memiliki potensi risiko mengidap kanker serviks. Namun, wanita yang aktif secara seksual cenderung memiliki faktor risiko yang lebih tinggi mengalami kanker serviks.
Pada awalnya, kanker serviks mungkin tidak menimbulkan gejala yang spesifik. Namun, jika tidak ditangani sejak dini dan mendapatkan pengobatan yang tepat, kanker serviks dapat menimbulkan dampak yang fatal, bahkan dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.
Nah, dalam artikel ini, Granostic akan merangkumkan hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai kanker serviks, termasuk tanda-tanda, level stadium, hingga cara pencegahan dan deteksi dininya.
Yuk, simak sampai habis!
Mengenal Kanker Serviks Lebih Dekat
Kanker serviks adalah jenis kanker yang bermula di permukaan leher rahim atau serviks. Penyakit ini terjadi saat sel-sel di serviks mulai berubah menjadi sel prakanker. Melansir dari Cleveland Clinic, infeksi human papillomavirus (HPV) menjadi penyebab hampir semua kasus kanker serviks.
HPV adalah virus yang menyebar melalui hubungan seksual. Ketika terpapar HPV, sistem imun tubuh umumnya akan mencegah virus untuk membahayakan tubuh.
Namun dalam beberapa kasus, virus HPV dapat bertahan beberapa lama sehingga dapat memicu beberapa sel serviks menjadi sel kanker. Risiko kanker serviks dapat dikurangi dengan melakukan tes rutin dan mendapatkan vaksinasi HPV.
Nah, perlu Anda ketahui, bahwa kanker serviks pun memiliki dua jenis, yakni karsinoma sel skuamosa (KSS) dan adenokarsinoma.
KSS merupakan jenis kanker serviks yang paling sering terjadi dan bermula di sel skuamosa serviks, yakni sel yang melapisi bagian luar leher rahim Anda.
Sementara adenokarsinoma merupaka jenis kanker serviks yang bermula di sel kelenjar pada saluran serviks (leher rahim).
Tanda-Tanda Kanker Serviks yang Wajib Diketahui
Pada awal perkembangannya, kanker serviks dapat tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Namun seiring berjalannya waktu, kanker serviks dapat berkembang dan menimbulkan beberapa tanda berikut ini:
1. Perdarahan Abnormal
Salah satu tanda kanker serviks yang paling umum adalah perdarahan abnormal di luar masa menstruasi. Perdarahan ini juga dapat terjadi ketika Anda melakukan hubungan seksual, atau kapanpun setelah Anda memasuki usia menopause.
Selain itu, melansir dari Mayo Clinic, juga dikatakan bahwa darah menstruasi yang keluar secara berlebihan dan siklus yang lebih Panjang dari biasanya juga dapat menjadi tanda kanker serviks.
2. Keputihan yang Tidak Normal
Selain perdarahan abnormal, kanker serviks pun dapat ditandai dengan keputihan yang tidak normal. Keputihan merupakan proses alami tubuh, berupa cairan yang keluar dari vagina.
Normalnya, keputihan berwarna bening atau putih, bertekstur cair hingga sedikit kental, serta membantu membersihkan dan melumasi area kewanitaan. Namun, pada penderita kanker serviks keputihan yang dialami dapat bertekstur sangat encer, disertai dengan bercak darah, hingga bervolume banyak dan menimbulkan bau tidak sedap.
3. Nyeri saat Berhubungan Seksual
Tanda lain dari kanker serviks adalah timbulnya rasa nyeri saat berhubungan seksual. Rasa nyeri ini terjadi karena tumbuhnya tumor di seluruh jaringan dan organ reproduksi penderitanya. Bahkan, penderita sangat mungkin mengalami perdarahan selama atau setelah melakukan hubungan seksual tersebut.
4. Nyeri Panggul
Nyeri panggul, atau bagian Bawah punggung, juga dapat dikaitkan dengan masalah pada organ reproduksi, seperti kanker serviks. Tanda kanker serviks yang paling umum lainnya adalah nyeri panggul, utamanya yang berlangsung secara terus menerus.
Nyeri panggul di dekat usus buntu biasanya tidak pasien rasakan, kecuali kanker telah memasuki stadium lanjut. Biasanya akan ada tanda-tanda kanker serviks lainnya sebelum penderita mengalami nyeri panggul tersebut.
5. Sering Buang Air Kecil atau Sulit Buang Air Besar
Tanda lain yang dapat terjadi pada penderita kanker serviks yakni kesulitan buang air kecil atau buang air besar, yang dapat disertai rasa nyeri dan bahkan perdarahan. Bahkan, melansir dari Cleveland Clinic, kanker serviks dapat menyebabkan gagal ginjal atau kerusakan ginjal ketika memasuki stadium lanjut.
6. Kelelahan Berlebihan
Kanker serviks juga dapat menyebabkan kelelahan berlebihan, yang juga dapat disertai dengan hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya secara tiba-tiba.
7. Pembengkakan pada Kaki
Ketika kanker serviks tumbuh dan jadi lebih parah, kanker dapat menekan saraf di dinding panggul, yang mengakibatkan nyeri kaki dan terkadang pembengkakan. Meskipun pembengkakan dapat menjadi gejala sejumlah masalah medis, jika disertai dengan nyeri kaki, hal ini dapat menjadi tanda peringatan kanker serviks.
Level Stadium Kanker Serviks
Setelah menyimak apa saja tanda dari kanker serviks di atas, Sobat Granostic pun perlu mengetahui apa saja level stadium kanker serviks. Stadium menggambarkan atau mengklasifikasikan kanker berdasarkan seberapa banyak kanker yang ada dalam tubuh, serta di mana kanker tersebut berada saat pertama kali didiagnosis.
Stadium ini sering disebut sebagai tingkat keparahan kanker. Umumnya, semakin tinggi angka stadium, maka semakin luas juga penyebaran kanker.
Nah, di bawah ini merupakan level stadium kanker serviks yang perlu Anda tahu, Sobat:
Stadium 0 (Karsinoma In Situ)
Stadium 0 umumnya tidak termasuk dalam sistem Federasi Ginekologi dan Obstetri International (FIGO), yakni seperangkat sistem klasifikasi dan nomenklatur untuk perdarahan uterus dan kondisi kesehatan reproduksi lainnya.
Meski begitu, untuk mendeteksi dini kanker serviks, Anda juga perlu menyimak mengenai situasi stadium 0 ini. Saat kanker serviks berada di stadium 0, kanker hanya ditemukan di lapisan atas sel serviks dan belum menyebar ke jaringan di bawahnya.
Stadium ini juga dikenal dengan karsinoma in situ atau cervical intraepithelial neoplasia grade III. Pada stadium 0 penderita dapat tidak mengalami gejala apapun. Serta jika kanker dapat dideteksi sejak stadium 0, kemungkinan untuk kesembuhannya dapat mencapai 100 persen.
Stadium 1
Stadium 1 kanker serviks menunjukkan karsinoma hanya terbatas pada serviks. FIGO membagi stadium 1 ini ke dalam beberapa klasifikasi kembali, yakni:
- 1A1 - Tumor tidak lebih dari 3 mm dalamnya dan tidak lebih dari 7 mm lebarnya.
- 1A2 - Tumor lebih dari 3 mm, tetapi tidak lebih dari 5 mm dalamnya. Sementara lebarnya tidak lebih dari 7 mm.
- 1B1 - Tumor lebih dari 5 mm tetapi tidak lebih dari 2 cm pada bagian terlebarnya.
- 1B2 - Tumor lebih dari 2 cm tetapi tidak lebih dari 4 cm pada bagian terlebarnya.
- 1B3 - Tumor lebih dari 4 cm pada bagian terlebarnya.
Beda stadium 1A dan 1B terletak pada ukuran tumor, di mana pada stadium 1A tumor hanya dapat dilihat melalui mikroskop dan pada stadium 1B tumor berukuran lebih besar sehingga tidak memerlukan mikroskop.
Stadium 2
Pada stadium 2 kanker serviks, invasi tumor menjalar ke luar dari uterus namun tidak sampai ke dinding panggul, atau mencapai 1/3 bawah vagina. Menurut FIGO, stadium 2 diklasifikasikan ke dalam kategori:
- 2A - Tumor telah tumbuh di luar serviks dan rahim, namun belum tumbuh ke dalam dinding panggul atau ke bagian bawah vagina. Tumor ini juga belum tumbuh ke dalam jaringan di dekat serviks dan uterus.
- 2B - tumor telah tumbuh di luar serviks dan uterus ke dalam jaringan di dekat dua area tersebut. Namun tumor belum tumbuh ke dalam dinding panggul atau ke bagian bawah vagina.
Stadium 3
Pada stadium 3 kanker serviks, tumor telah menyebar ke dinding panggul atau telah mencapai 1/3 bawah vagina. Tumor juga dapat menimbulkan hidronefrosis atau afungsi ginjal. FIGO juga mengklasifikasikan stadium 3 kanker serviks dalam:
- 3A - Tumor telah tumbuh ke bagian bawah vagina, namun tidak ke dinding panggul.
- 3B - Tumor telah tumbuh ke dinding panggul, terjadi penyumbatan ureter (saluran yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih) yang menyebabkan ginjal membesar atau menghentikan kerja ginjal. Atau, kanker juga telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul.
Stadium 4
Saat memasuki stadium 4, tumor kanker serviks telah menginvasi mukosa kandung kemih atau rektum. Tumor juga telah menyebar keluar panggul kecil. FIGO membagi stadium 4 ke dalam:
- 4A - Tumor telah tumbuh ke dalam kandung kemih, rektum, atau di luar panggul.
- 4B - Kanker telah menyebar bagian tubuh lain (disebut metastasis jauh), seperti ke kelenjar getah bening di luar panggul atau ke paru-paru, hati, atau tulang.
Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Serviks
Sobat Granostic, deteksi dini kanker serviks merupakan langkah yang sangat penting untuk membantu mencegah tingkat keparahan gejala yang dialami penderita dan mengurangi risiko kematian. Karena kanker serviks dapat disembuhkan jika dapat terdeteksi dan ditangani sedini mungkin.
Berikut ini langkah pencegahan dan deteksi dini kanker serviks yang perlu Anda ketahui:
1. Rutin Melakukan Pap Smear dan Tes HPV
Kanker serviks umumnya berkembang secara perlahan dan terjadi selama bertahun-tahun. Namun, sebelum berubah menjadi kanker, sel dalam serviks Anda mengalami banyak perubahan.
Karena itu, saat sel normal berubah menjadi abnormal, sel ini dapat hilang atau bertahan lama hingga menjadi sel kanker.
Lewat pengecekan kanker serviks rutin melalui tes Pap smear dapat mendeteksi perubahan tersebut. Karena prosedur tes Pap melibatkan pemeriksaan sel-sel dari serviks Anda di bawah mikroskop, untuk diperiksa dan mencari tanda-tanda pra-kanker atau kelainan lainnya.
2. Mendapatkan Vaksinasi HPV
Langkah pencegahan kanker serviks selanjutnya dapat dengan melalui vaksinasi HPV, karena virus ini terbukti menjadi penyebab banyak dari kasus kanker serviks di dunia. Lewat vaksinasi HPV, Anda dapat terlindung dari berbagai penyakit yang berhubungan dengan virus tersebut termasuk kanker serviks, kanker tenggorokan, kutil kelamin, dan lainnya.
3. Menjaga Pola Hidup Sehat
Menerapkan gaya hidup yang sehat juga sangat penting dalam upaya pencegahan kanker serviks dan deteksi dini. Melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), Anda dapat mengurangi risiko terkena kanker serviks dengan menghentikan kegiatan merokok, mempraktikkan seks yang aman (menggunakan kondom dan tidak bergonta-ganti pasangan), juga menerapkan gaya hidup yang sehat.
4. Menghindari Hubungan Seksual Berisiko
Seperti yang telah kita singgung sebelumnya, bahwa HPV menjadi salah satu penyebab dari banyak kasus kanker serviks. Virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang berisiko, yakni ketika Anda sering bergonta-ganti pasangan dan kerap berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom.
Jadi untuk menghindari dan memperkecil kemungkinan terkena kanker serviks, baiknya hindari hubungan seksual yang tidak aman tersebut.
5. Melakukan Pemeriksaan Kanker Serviks di Granostic Surabaya
Deteksi dini kanker serviks merupakan langkah yang sangat penting untuk meminimalisir tingkat keparahan kanker dan meningkatkan potensi kesembuhannya. Misalnya, pada saat stadium 0, tingkat kesembuhan kanker serviks dapat mencapai 100 persen.
Karena tidak ada gejala apapun pada stadium ini, Anda hanya dapat mendeteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan rutin. Kini Anda dapat melakukan pemeriksaan kanker serviks dengan mudah di berbagai layanan kesehatan terpercaya seperti klinik Granostic Surabaya.
Klinik Granostic Surabaya memiliki alat-alat pemeriksaan medis yang canggih dan modern, sehingga dapat memberikan hasil pemeriksaan yang akurat dan cepat. Selain itu, prosedur pemeriksaan juga akan dilakukan di bawah pengawasan dokter dan melalui standar operasional yang ketat, untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan keakuratan pemeriksaan.
Nah, Sobat Granostic, Anda dapat menjadwalkan konsultasi dan pemeriksaan kanker serviks di Granostic Surabaya dengan mengisi formulir online di Registrasi Online. Kemudian pilih jadwal dokter sesuai dengan kebutuhan Anda.
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- Cervical cancer. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025
- Cervical cancer. WHO. Diakses 2025
- cervical cancer. Cancer council. Diakses 2025
- Stages, types and grades of cervical cancer. Cancer Research UK. Diakses 2025
- Don't Ignore These Cervical Cancer Warning Signs. UnityPoint Health. Diakses 2025
- Stages of cervical cancer. Canadian Cancer Society. Diakses 2025
- Sistem Pakar Pengklasifikasi Stadium Kanker Serviks Berbasis Mobile Menggunakan Metode Decision Tree. Fakultas Komunikasi dan Informatika; Universitas Muhammadiyah Surakarta. Maryam & Huan Wendy Ariono. Diakses 2025
Reducing Risk for Cervical Cancer. CDC. Diakses 2025

