Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kenapa Payudara Terasa Nyeri? Begini Jawabannya

Kenapa Payudara Terasa Nyeri? Begini Jawabannya

Meski tak selalu berhubungan dengan kondisi kesehatan yang serius, ketika payudara terasa nyeri sangat wajar jika Anda merasa khawatir. Apalagi kalau Anda tidak tahu alasan pasti kenapa payudara Anda terasa nyeri.

Nyeri payudara, disebut juga mastalgia, merupakan keluhan yang sangat umum dan dapat dialami oleh setiap wanita. Rasa nyeri ini biasanya muncul di sisi luar bagian atas payudara, yang menjalar hingga ke bagian ketiak atau lengan.

Nyeri payudara juga tidak selalu berkaitan dengan kondisi medis yang serius dan bisa terjadi selama beberapa hari, misalnya sebagai gejala sebelum atau selama masa menstruasi. Meski begitu, rasa nyeri yang berlarut-larut dan disertai gejala lain, bisa menjadi tanda yang harus diwaspadai.

Nah, agar Sobat Granostic tak salah menangani nyeri payudara, simak penjelasan lengkap soal gejala dan penyebabnya berikut ini, yuk!

Gejala Nyeri Payudara

Perlu Sobat ketahui, bahwa nyeri payudara dapat bersifat siklik atau nonsiklik. Siklik ini berarti nyeri terjadi dalam pola teratur, misalnya datang tiap akan datang bulan. Sementara nonsiklik berarti nyeri terjadi secara konstan, atau tidak memiliki pola yang teratur.

Karena setiap jenis nyeri payudara memiliki karakteristik yang berbeda, maka gejala yang menyertainya juga bisa cukup beragam. Meski begitu, ada beberapa gejala umum yang dapat dirasakan saat nyeri payudara berlangsung, misalnya:

1. Nyeri Tumpul atau Tajam

Keluhan nyeri payudara kerap dideskripsikan sebagai sensasi sakit yang tumpul atau tajam. Rasa tumpul ini biasanya terjadi pada keluhan nyeri dada siklik, seperti pada periode menstruasi. Sementara rasa nyeri yang tajam dan/atau seperti tertusuk, kerap terjadi pada nyeri dada nonsiklik.

2. Sensasi Terbakar atau Tertusuk

Selain rasa sakit, nyeri dada juga dapat disertai dengan sensasi terbakar atau tertusuk. Gejala ini biasanya timbul pada nyeri payudara nonsiklik.

3. Payudara Terasa Lebih Sensitif

Saat nyeri, payudara juga terasa lebih sensitif pada guncangan atau sentuhan. Misalnya nyeri yang datang pada saat menstruasi membuat payudara menjadi terasa kencang dan bengkak, sehingga sangat sensitif terhadap gerakan dan sentuhan yang mengakibatkan rasa tidak nyaman.

4. Nyeri Menyebar ke Area Ketiak atau Punggung.

Rasa nyeri ini juga biasanya tidak hanya berhenti pada payudara saja, namun bisa menyebar ke area ketiak dan punggung.

5. Nyeri yang Datang dan Pergi

Pada nyeri payudara nonsiklik, gejala yang Anda rasakan bisa bersifat konstan atau terputus-putus.

Nyeri Payudara di Kanan atau Kiri, Apakah Ada Perbedaannya?

Rasa nyeri pada payudara kiri maupun kanan umumnya disebabkan oleh hal yang sama. Namun ada beberapa kondisi medis yang membuat rasa nyeri hanya terasa pada salah satu sisi payudara saja. Agar lebih jelas, mari simak ulasannya di bawah ini:

1. Nyeri Payudara Kanan

Rasa nyeri pada payudara kanan dapat terjadi karena berbagai faktor, dari masalah hormonal hingga gangguan kesehatan yang cukup serius.
Melansir dari Medical News Today, rasa nyeri di payudara kanan dapat terjadi karena ketegangan otot, siklus menstruasi, cedera, kostokondritis, batu empedu, hernia hiatus, gangguan pleura, hingga pneumonia.

2. Nyeri Payudara Kiri

Tak jauh berbeda, rasa nyeri pada payudara kiri juga disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari menstruasi, ketegangan otot, infeksi, perubahan hormone. Selain itu, melansir dari VeryWellHealth.com, rasa nyeri di payudara kiri juga dapat terjadi karena adanya masalah pada organ dalam Anda, seperti masalah pada jantung, paru-paru, perut, hingga pancreas.

Kapan Nyeri Payudara Sering Terjadi?

Berikut adalah beberapa situasi di mana nyeri payudara sering terjadi dan penyebab yang mendasarinya.

1. Menjelang Menstruasi (siklus bulanan)

Nyeri payudara sering terjadi menjelang menstruasi akibat fluktuasi hormon estrogen dan progesteron. Biasanya, rasa nyeri muncul sekitar satu hingga dua minggu sebelum menstruasi dimulai, ketika kadar hormon meningkat sebagai bagian dari siklus reproduksi wanita.
Gejala yang menyertai bisa berupa pembengkakan payudara, sensitivitas yang meningkat, serta perasaan penuh atau berat di area payudara. Nyeri ini umumnya mereda setelah menstruasi dimulai, ketika kadar hormon mulai menurun.

2. Selama Kehamilan

Pada masa kehamilan, terutama di trimester pertama, payudara sering mengalami peningkatan sensitivitas dan nyeri. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan seperti estrogen, progesteron, dan hCG (human chorionic gonadotropin), yang mempersiapkan tubuh untuk menyusui.
Rasa nyeri biasanya disertai dengan pembengkakan, perubahan warna puting, dan terkadang keluarnya cairan kolostrum. Sensasi ini dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bulan, tetapi biasanya berkurang seiring adaptasi tubuh terhadap perubahan hormon.

3. Saat Menopause

Menopause membawa perubahan besar pada kadar hormon dalam tubuh, terutama penurunan estrogen, yang dapat menyebabkan nyeri payudara. Sensasi ini bisa berupa nyeri tumpul atau rasa terbakar, terutama selama fase perimenopause, sebelum menstruasi berhenti sepenuhnya.
Selain nyeri payudara, gejala lain seperti hot flashes, gangguan tidur, dan perubahan suasana hati juga sering menyertai. Setelah tubuh beradaptasi dengan kadar hormon yang lebih rendah, nyeri payudara biasanya mulai berkurang atau hilang.

4. Setelah Olahraga Intens

Nyeri payudara setelah olahraga intens sering kali disebabkan oleh ketegangan pada otot dada (pectoralis). Aktivitas seperti angkat beban, push-up, atau olahraga berdampak tinggi dapat menyebabkan nyeri yang terasa mirip dengan nyeri payudara.
Sensasi ini biasanya muncul beberapa jam setelah latihan dan bisa berlangsung hingga beberapa hari. Untuk mengurangi risiko, dianjurkan untuk mengenakan bra olahraga yang mendukung dan melakukan peregangan sebelum serta setelah berolahraga.

5. Setelah Konsumsi Makanan Tertentu

Beberapa jenis makanan dan minuman dapat memicu nyeri payudara pada beberapa individu, terutama makanan yang mengandung kadar kafein tinggi, seperti kopi, teh, dan cokelat. Kandungan kafein dapat meningkatkan sensitivitas jaringan payudara.
Selain itu, makanan tinggi lemak dan garam juga dapat menyebabkan retensi cairan, yang memperburuk pembengkakan dan nyeri payudara, terutama menjelang menstruasi. Mengurangi konsumsi makanan tersebut dan meningkatkan asupan air dapat membantu mengurangi gejala.

Penyebab Nyeri Payudara

Gejala dan waktu nyeri pada payudara yang Anda rasakan dapat menjadi petunjuk dari penyebab timbulnya kondisi tersebut. Langsung simak apa saja penyebab rasa nyeri pada payudara berikut ini:

1. Perubahan Hormon

Perubahan hormon, seperti saat Anda sedang hamil, memasuki masa menstruasi, atau menopause, dapat menjadi penyebab utama rasa nyeri pada payudara. Berubahnya kadar hormon dapat menyebabkan perubahan pada kelenjar susu. Perubahan kelenjar susu ini dapat menyebabkan kista payudara, yang dapat terasa nyeri

2. Cedera atau Tegang Otot

Seperti bagian lain dari tubuh Anda, payudara juga dapat mengalami cedera atau luka. Kondisi ini dapat terjadi Ketika Anda mengalami kecelakaan, misalnya saat berolahraga atau setelah menjalani prosedur operasi payudara.
Rasa nyeri yang diakibatkan oleh cedera ini biasanya digambarkan dengan sensasi sakit yang menusuk dan intens pada saat cedera terjadi. Gejala ini dapat bertahan selama beberapa hari hingga beberapa minggu setelah trauma pada payudara.
Selain karena cedera, rasa nyeri ini juga dapat terjadi karena kontraksi otot pada area leher, punggung, atau bahu. Kontraksi ini juga dapat terjadi Ketika Anda terkilir atau cedera setelah melakukan aktivitas yang berat, berulang, atau kecelakaan.

3. Penggunaan Bra yang Tidak Tepat

Salah memilih bra juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri pada payudara Anda, loh. Sebab tanpa dukungan yang tepat, ligamen yang menghubungkan payudara ke dinding dada jadi terlalu meregang. Hal ini akhirnya dapat menimbulkan rasa nyeri dan sakit.

4. Efek Samping Obat

Beberapa jenis pengobatan juga dapat menimbulkan nyeri payudara sebagai efek sampingnya. Melansir dari Johns Hopkins Medicine, berikut ini beberapa jenis obat yang dapat memberikan efek samping berupa nyeri pada payudara:

5. Infeksi Payudara (Mastitis)

Rasa nyeri pada payudara juga dapat disebabkan oleh infeksi (mastitis), yang seringnya terjadi pada ibu menyusui. Namun kondisi ini juga dapat terjadi pada wanita lain juga.
Infeksi payudara ini dapat menimbulkan gejala lain seperti kemerahan dan pembengkakan. Jika Anda mengalaminya, penting untuk segera menghubungi dokter agar Anda dapat memeroleh pemeriksaan yang menyeluruh dan penanganan yang tepat.

6. Kista atau Fibrokistik

Rasa nyeri yang Anda rasakan di payudara juga dapat terjadi karena kista atau fibrokistik. Kondisi ini ditandai dengan adanya benjolan lunak yang tiba-tiba muncul di payudara Anda.
Melansir dari Johns Hopkins Medicine, benjolan ini dapat berisi cairan dan bisa saja tidak berbahaya, sehingga seringnya tidak perlu diobati karena dapat hilang sendiri. Namun, Anda juga tidak boleh meremehkannya begitu saja dan perlu mengonfirmasi keberadaan benjolan tersebut ke dokter. Baca Selengkapnya, Apa Itu Kista Payudara? Berikut Penjelasannya.

7. Konsumsi Kafein Berlebihan

Tahukah Sobat, jika mengonsumsi kafein secara berlebihan juga dapat menyebabkan rasa nyeri pada payudara Anda? Hal ini diperkirakan terjadi karena kafein dapat menyebabkan pembuluh darah membesar, sehingga membuat payudara membengkak dan terasa nyeri. Namun, pendapat ini masih memerlukan penelitian lebih jauh untuk memastikan kebenarannya.

Cara Mengatasi Nyeri Payudara

Setelah menyimak apa saja yang berpotensi menjadi penyebab rasa nyeri di payudara, Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara mengatasinya berikut ini:

1. Gunakan Bra yang Tepat

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi nyeri payudara adalah dengan menggunakan bra yang cocok. Pilih bra yang tidak berkawat, suportif, dan nyaman dikenakan saat mengalami nyeri payudara.
Melansir dari Medical News Today, bra suportif juga dapat membantu saat olahraga. Bahkan 60-70% wanita melaporkan nyeri payudara jadi berkurang saat mereka menggunakan bra sport saat berolahraga.

2. Kompres Dingin atau Hangat

Kompres hangat atau dingin juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada payudara. Menggunakan kompres hangat dapat membantu mengurangi ketegangan, merelaksasi otot, dan meningkatkan peredaran darah. Kompres hangat sangat cocok untuk mengurangi rasa nyeri payudara akibat menstruasi, ketegangan otot, dan saat menyusui.
Sementara itu, kompres dingin dapat mengurangi inflamasi, membuat area yang dikompres serasa mati rasa, dan mampu meredakan nyeri seketika. Anda dapat menggunakan kompres dingin ini Ketika nyeri payudara terjadi karena cedera, luka pasca operasi, dan kondisi inflamasi.

3. Hindari Makanan Tinggi Garam dan Kafein

Cara mengurangi rasa nyeri payudara selanjutnya dapat dilakukan dengan menghindari makanan tinggi garam dan kafein. Makanan tinggi garam dapat menyebabkan peradangan dan retensi cairan, yang dapat memperburuk nyeri payudara. Begitu pula dengan konsumsi kafein yang disinyalir dapat menjadi penyebab nyeri payudara dan memperburuk gejalanya.

4. Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Jika rasa nyeri yang Anda rasakan sangat intens, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran seperti Acetaminophen (Tylenol®), Ibuprofen (Advil®, Motrin®), Naproxen sodium (Aleve®, Naprosyn®), Aspirin (Anacin®, Bayer®), dan Diclofenac.
Akan tetapi jika rasa nyeri ini Anda rasakan saat hamil, ada baiknya bagi Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum meminum pereda nyeri apapun.

5. Lakukan Pijatan Ringan

Jika nyeri payudara terjadi karena ketegangan otot, Anda dapat mengurangi gejalanya dengan melakukan pijatan ringan di sekitar area payudara, punggung, dan bahu. Pijat dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan membuat otot menjadi lebih rileks, hal ini dapat memberikan sensasi melegakan pada nyeri Anda.

6. Istirahat yang Cukup

Kurang istirahat dapat memperburuk rasa nyeri payudara yang Anda rasakan karena stres yang menumpuk pada tubuh Anda. Karena itu, pastikan untuk beristirahat dengan cukup di malam hari, yakni selama 7–8 jam tiap hari.

7. Konsumsi Makanan Kaya Vitamin E dan B6

Untuk memaksimalkan efek langkah-langkah mengurangi nyeri payudara di atas, Anda bisa mengonsumsi makanan kaya vitamin E dan B6. Melansir dari Mayo Clinic, studi menunjukkan bahwa vitamin E dapat bermanfaat untuk mengurangi risiko terjadinya nyeri payudara selama periode menstruasi. Begitu juga dengan vitamin B6 yang dapat membantu mengurangi nyeri payudara yang diakibatkan oleh menstruasi.

Langkah Pencegahan Nyeri Payudara

Meski dalam banyak kasus nyeri ini bersifat sementara dan tidak berbahaya, memahami langkah-langkah pencegahannya dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah nyeri payudara:

1. Jaga berat badan ideal

Menjaga berat badan ideal berperan penting dalam keseimbangan hormon tubuh, termasuk hormon estrogen yang mempengaruhi jaringan payudara. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan produksi hormon yang tidak seimbang, yang pada akhirnya bisa meningkatkan risiko nyeri payudara.
Untuk menjaga berat badan ideal, penting untuk menerapkan pola makan seimbang dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein tanpa lemak, serta mengurangi asupan gula dan lemak jenuh. Selain itu, mengatur porsi makan dan rutin berolahraga juga dapat membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

2. Olahraga secara Teratur

Olahraga teratur tidak hanya baik untuk kebugaran tubuh secara keseluruhan, tetapi juga dapat membantu mengurangi nyeri payudara. Aktivitas fisik membantu menyeimbangkan kadar hormon dan meningkatkan sirkulasi darah, yang berperan dalam mengurangi retensi cairan di jaringan payudara.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang atau 75 menit aktivitas fisik dengan intensitas tinggi per minggu. Aktivitas seperti berjalan cepat, berenang, atau yoga dapat menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kesehatan payudara.

3. Kurangi Konsumsi Alkohol dan Rokok

Alkohol dan rokok dapat mempengaruhi kadar hormon dalam tubuh dan meningkatkan risiko nyeri payudara. Alkohol, terutama dalam jumlah berlebihan, dapat meningkatkan kadar estrogen, yang dapat menyebabkan sensitivitas payudara. Sementara itu, merokok dapat mengganggu sirkulasi darah dan meningkatkan peradangan di jaringan tubuh, termasuk payudara.
Mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi alkohol dan rokok tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan payudara, tetapi juga mengurangi risiko penyakit lainnya, termasuk kanker dan gangguan kardiovaskular.

4. Konsumsi Makanan Sehat

Makanan yang dikonsumsi berpengaruh besar terhadap kesehatan payudara. Makanan tinggi lemak jenuh, garam, dan gula dapat menyebabkan peradangan serta retensi cairan, yang bisa memperburuk nyeri payudara. Sebaliknya, makanan kaya antioksidan dan nutrisi dapat membantu menyeimbangkan hormon serta mengurangi inflamasi.
Beberapa makanan yang direkomendasikan antara lain sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan berlemak yang kaya omega-3, serta buah-buahan yang mengandung vitamin C dan E. Mengatur pola makan dengan menghindari makanan olahan serta memperbanyak konsumsi air putih juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Lakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Secara Rutin

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) adalah langkah penting untuk mengenali perubahan yang terjadi pada payudara sejak dini. Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, seseorang dapat mengetahui apakah terdapat perubahan yang mencurigakan, seperti benjolan, perubahan bentuk, atau nyeri yang tidak biasa.
Cara melakukan SADARI cukup mudah, yaitu dengan memeriksa payudara menggunakan tangan dalam posisi berdiri atau berbaring. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap bulan, idealnya beberapa hari setelah menstruasi berakhir ketika payudara dalam kondisi paling rileks.

Apakah Harus Khawatir Jika Ada Benjolan?

Meski tidak selalu menunjukkan masalah yang serius dan dapat hilang dengan sendirinya, keberadaan benjolan di payudara juga tidak boleh disepelekan, Sobat. Anda tetap perlu memeriksakan benjolan ini ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan arahan perawatan yang tepat.
Apalagi jika Anda mengalami beberapa kondisi yang menyertai kemunculan benjolan tersebut, seperti:

1. Nyeri Terasa Intens dan Mengganggu Aktivitas Sehari-hari.

Jika benjolan di payudara menyebabkan rasa sakit yang intens dan dapat mengganggu aktivitas harian, Anda perlu memeriksakannya ke dokter. Selain tidak nyaman, kondisi ini dapat menjadi tanda yang harus Anda waspadai.

2. Ada Perubahan Bentuk atau Warna Payudara.

Selain nyeri, jika Anda merasa terdapat perubahan terhadap bentuk dan warna payudara, Anda juga perlu segera memeriksakan kondisi Anda ke dokter. Ini merupakan salah satu gejala yang harus diwaspadai sebagai salah satu tanda kanker payudara.
Terdapat keluarnya cairan dari puting tanpa sebab jelas.
Jika Anda mendapat cairan keluar dari puting tanpa sebab jelas, atau di luar masa menyusui Anda, maka Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter.

3. Nyeri Tidak Membaik Setelah Melakukan Langkah-langkah Penanganan di Rumah.

Nyeri payudara merupakan hal yang umum terjadi dan biasanya dapat membaik dalam beberapa hari, meski hanya menggunakan perawatan rumahan. Namun, jika nyeri ini tetap terasa mengganggu dan tak kunjung hilang setelah melakukan langkah penanganan, Anda dapat langsung berkonsultasi dengan dokter.
Dokter akan melakukan pemeriksaan yang komprehensif untuk menyimak penyebab utama nyeri payudara yang Anda rasakan. Dokter juga dapat merekomendasikan berbagai prosedur pemeriksaan seperti USG atau tes laboratorium jika diperlukan.
Setelahnya, dokter dapat memberikan diagnosa dan meresepkan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Nah, Sobat jika Anda mengalami nyeri payudara yang tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke klinik Granostic Surabaya. Anda dapat melakukan pendaftaran dari rumah melalui laman Registrasi Online, kemudian mengatur jadwal sesuai kebutuhan dan datang ke klinik untuk konsultasi.

Dokter klinik Granostic telah berpengalaman di bidangnya, sehingga dapat memberikan layanan memuaskan dan efisien. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab nyeri yang Anda rasakan, kemudian memberikan edukasi mengenai cara penanganan dan meresepkan pengobatan yang Anda butuhkan.

Tak hanya itu, klinik Granostic pun menggunakan teknologis medis canggih yang dapat memaksimalkan pemeriksaan, sehingga Anda dapat memeroleh hasil tes dengan cepat dan akurat.
Yuk, Sobat, jaga kesehatan tubuh dan cegah gangguan pada payudara Anda dengan rutin cek kesehatan di klinik Granostic!


Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo


Sumber Referensi:

  1. Breast pain. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025
  2. Breast Pain: 10 Reasons Your Breasts May Hurt. The Johns Hopkins University, The Johns Hopkins Hospital, and Johns Hopkins
  3. Health System. Pamela Ann Wright, M.D. Diakses 2025
  4. 11 common causes of breast pain. Medical News Today. Medically reviewed by Valinda Riggins Nwadike, MD, MPH, OB/GYN. Diakses 2025
  5. Breast Pain (Mastalgia). Cleveland Clinic. Diakses 2025
  6. Understanding When to Use Heat or Cold Therapy for Relieving Breast Pain. The Healing Bra. Diakses 2025


Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message