Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Apa Saja Jenis Infeksi Saluran Pernapasan Bawah? Selengkapnya Disini

Jenis Infeksi Saluran Pernapasan Bawah

Meskipun sama-sama dapat menyebabkan batuk dan gangguan pada saluran napas, infeksi saluran pernapasan atas dan bawah memiliki karakteristik yang berbeda, serta memerlukan perawatan tersendiri. Nah, dalam artikel kali ini Granostic akan membagikan informasi mengenai jenis infeksi saluran pernapasan bawah secara lengkap. Penasaran?

Infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB) merupakan infeksi yang terjadi pada paru-paru atau organ di bawah pita suara. Contoh penyakit yang dapat terjadi akibat ISPB yakni pneumonia, bronkitis, dan tuberkulosis.

Tingkat keparahan dan gejala yang timbul dari ISPB juga sangat bervariasi. Karena itu, Granostic akan membahas lebih lanjut ciri-ciri infeksi saluran pernapasan bawah berikut ini.

Ciri-Ciri Infeksi Saluran Pernapasan Bawah

ISPB memiliki gejala yang cukup variatif, bergantung dengan jenis infeksinya dan tingkat keparahan infeksi. Namun, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri umum infeksi saluran pernapasan bawah, seperti:

1. Batuk

Batuk merupakan gejala infeksi saluran pernapasan bawah yang paling umum, bisa terjadi Ketika Anda mengalami infeksi yang parah maupun ringan. Batuk-batuk ini juga dapat disertai dengan sputum, yakni lendir yang diproduksi oleh paru-paru, bronkus, dan trakea kita.

2. Sesak Napas

Selain batuk-batuk, ciri-ciri ISPB selanjutnya adalah sesak napas. Gejala ini khususnya sering terjadi pada orang-orang yang memiliki faktor risiko tinggi terkena ISPB, seperti lansia, perokok aktif, atau orang dengan kondisi Kesehatan tertentu.
Sesak napas, atau dyspnea, yang terjadi dapat bersifat ringan hingga berat. Gejala ini juga bisa menjadi indikator penting bagaimana infeksi berdampak pada sistem pernapasan pasien.

3. Demam Tinggi

Demam merupakan ciri yang paling umum dari infeksi saluran pernapasan bawah. Gejala ini timbul sebagai tanda bahwa tubuh Anda tengah melawan infeksi bakteri, virus, atau kuman penyebab penyakit.
Demam terjadi ketika hipotalamus, bagian dari otak, menaikkan suhu tubuh. Seseorang dapat dikatakan mengalami demam bila suhu tubuhnya mencapai 38°C atau lebih.

4. Nyeri Dada

Nyeri pada dada kerap terjadi pada orang yang mengalami infeksi saluran pernapasan bawah, apalagi yang mengalami pneumonia. Nyeri ini kerap kali terasa lebih parah saat pasien mengalami batuk atau menarik napas dalam-dalam.

5. Kelelahan

Ciri lain seseorang mengalami ISPB adalah kelelahan yang tidak biasa, misalnya waktu kurang tidur di malam hari. Kelelahan ini juga dapat disertai dengan rasa tidak nyaman dan nyeri pada otot atau persendian.
Rasa lelah dan nyeri pada tubuh ini terjadi karena sistem imun mengerahkan energi ekstra untuk melawan infeksi yang Anda alami.

6. Mengi

Mengi merupakan suara seperti siulan saat seseorang bernapas, yang terjadi akibat penyumbatan dan peradangan saluran napas. Gejala ini juga disebut sebagai wheezing.
Ciri ini biasanya dapat terdeteksi selama pemeriksaan fisik dan dikaitkan dengan infeksi pernapasan yang lebih parah. Seperti bronkiolitis, asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan banyak lainnya.

Jenis-Jenis Infeksi Saluran Pernapasan Bawah

Ciri-ciri di atas dapat menandakan seseorang terkena infeksi saluran pernapasan bawah secara umum. Untuk dapat mengidentifikasi kondisi Anda dengan lebih baik, simak apa saja jenis-jenis infeksi saluran pernapasan bawah berikut ini:

1. Bronkitis

Bronkitis merupakan iritasi dan pembengkakan pada saluran udara yang menuju paru-paru. Paling sering, bronkitis ini disebabkan oleh virus dan dapat hilang dengan sendirinya.
Namun, batuk-batuk yang dialami oleh pasien bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan berlangsung selama berminggu-minggu. Beberapa gejala lain yang dapat menyertai bronkitis misalnya:

Meskipun gejalanya cukup ringan, seseorang dengan riwayat penyakit asma dan PPOK perlu mendapatkan perawatan lebih komprehensif saat mengalami bronchitis. Begitu juga dengan lansia, perokok aktif, dan orang-orang dengan sistem imun yang rendah dapat mengalami gejala yang lebih parah.

2. Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi paru-paru, yang jenisnya juga cukup banyak. Kondisi medis ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor termasuk virus, bakteri, jamur, bahkan bahan kimia atau benda padat yang tak sengaja terhirup ke dalam paru-paru. Bahkan, banyak juga kasus pneumonia yang terjadi sebagai komplikasi dari infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), seperti pilek atau flu.
Beberapa gejala umum yang muncul saat seseorang mengalami pneumonia antara lain:

Pneumonia yang diakibatkan oleh infeksi virus menyebabkan batuk kering, dan tingkat keparahan gejala dapat terjadi dari rentang ringan hingga berat. Sementara, pneumonia yang terjadi akibat infeksi bakteri dapat memberikan gejala yang lebih parah, seperti demam dan batuk berdahak.

3. Bronkiolitis

Jenis infeksi saluran pernapasan bawah selanjutnya adalah bronkiolitis, yang merupakan peradangan atau pembengkakan pada saluran udara kecil di paru-paru. Penyakit ini umumnya terjadi pada anak-anak di bawah usia 2 tahun.
Melansir dari VerryWellHealth.com, penyakit ini paling sering terjadi pada bayi berusia 3 hingga 6 bulan, dengan virus sinsitial pernapasan (RSV) sebagai penyebab utamanya.
Gejala awal dari bronkiolitis misalnya:

Pada hari ketiga hingga kelima, yang mencapai puncak sakit, anak-anak dapat menunjukkan gejala bernapas dengan cepat, tidak nafsu makan dan tampak tidak aktif. Jika gejala ini timbul, Anda perlu memeriksakan si Kecil ke dokter dengan segera.

4. Tuberkulosis (TB)

Jenis infeksi saluran pernapasan bawah selanjutnya adalah tuberculosis (TB), yang merupakan penyakit serius dan utamanya menyerang organ paru-paru. Kuman yang menyebabkan tuberculosis adalah sejenis bakteri.
Penyakit ini sangat mudah menyebar saat penderitanya batuk, bersin, atau bahkan berbicara / aktifitas yang mengeluarkan suara dengan cukup lantang. Aktivitas ini dapat menyebarkan droplet kecil berisi kuman ke udara, yang jika terhirup oleh orang lain akan membawa kuman masuk ke dalam paru-paru orang tersebut.
Saat awal masa infeksi, gejala TB dapat menyerupai flu biasa seperti demam ringan, batuk-batuk, hingga kelelahan. Namun, ketika bakteri melewati masa laten, pasien TB dapat mengalami beberapa gejala berikut:

5. Abses Paru

Selanjutnya ada abses paru, yang merupakan kondisi dimana terdapat rongga bernanah di paru-paru dan dikelilingi oleh jaringan yang meradang. Abses paru biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang hidup di mulut atau tenggorokan ke dalam paru-paru, sehingga menyebabkan infeksi.
Melansir dari WebMD.com, berikut ini beberapa gejala abses paru-paru:

6. HMPV

Human metapneumovirus (HMPV) merupakan jenis virus yang biasanya menyebabkan gejala yang mirip dengan flu biasa. Nah, virus ini kerap menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas, tapi juga bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia, kambuhnya asma, atau memperburuk penyakit paru obtruktif kronik (PPOK).
Melansir dari Cleveland Clinic, berikut ini beberapa gejala dari HPMV:

Baca selengkapnya disini, Kenali Yuk, Apa Itu HMPV?

Penyebab dan Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Bawah

Setelah menyimak apa saja jenis-jenis infeksi saluran pernapasan bawah, berikut ini penjelasan mengenai penyebab dan gejala umum dari ISPB:

Penyebab

ISPB dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan iritan lingkungan. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Virus

Virus menjadi penyebab paling umum dari infeksi saluran pernapasan bawah, termasuk virus influenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan COVID-19. Pada bronkitis misalnya, penyakit ini kerap disebabkan oleh influenza dan rhinovirus, yang juga dapat memicu flu dan pilek biasa.

2. Bakteri

Selain virus, infeksi saluran pernapasan bawah juga dapat disebabkan oleh bakteri. Pada pneumonia, bakteri yang menginfeksi paling sering disebut Streptococcus pneumoniae. Kemudian pada tuberculosis bakteri penyebabnya disebut Mycobacterium tuberculosis.

3. Jamur

Jamur juga dapat menjadi salah satu pemicu infeksi saluran pernapasan bawah. Kondisi ini juga disebut sebagai mikosis paru.

4. Iritan Lingkungan

Selain mikroorganisme, infeksi saluran pernapasan bawah juga dapat disebabkan oleh iritan lingkungan. Zat yang dimaksud sebagai iritan lingkungan ini misalnya polusi udara, debu, asap rokok, atau zat kimia yang terhirup dari udara ke saluran pernapasan.

Gejala Umum

Saat mengalami ISPB seseorang dapat mengalami beberapa gejala yang umum berikut ini:

1. Batuk berdahak.

ISPB dapat menyebabkan batuk berdahak, yang diproduksi dalam jumlah banyak oleh tubuh untuk melindungi saluran pernapasan dari infeksi dan benda asing.. Dahak merupakan saliva yang bercampur dengan lendir (mucus).
Namun, beberapa jenis ISPB juga dapat menyebabkan batuk kering seperti pneumonia yang disebabkan oleh virus.

2. Sesak napas yang progresif.

Sesak napas adalah salah satu gejala yang juga sangat umum menyertai penderita ISPB. Gejala ini dapat terjadi karena infeksi menyebabkan pembengkakan dan penumpukan cairan pada saluran napas, yang menyebabkan pasien merasa sulit untuk bernapas.

3. Demam dan menggigil.

Demam dan menggigil juga menjadi gejala yang sangat umum terjadi ketika seseorang mengalami infeksi, termasuk ISPB. Gejala ini timbul sebagai tanda bahwa tubuh pasien sedang sibuk melawan infeksi.
Demam terjadi ketika hipotalamus di otak mengatur suhu tubuh agar lebih tinggi, untuk membantu melawan infeksi. Sementara, menggigil terjadi ketika kontraksi otot meningkatkan suhu tubuh.

4. Nyeri dada

ISPB juga umumnya disertai dengan rasa nyeri dada, yang terjadi karena adanya peradangan, pada saluran pernapasan, ketegangan otot, hingga pembengkakan pada saluran bronkial.

5. Kelemahan umum.

Tubuh yang terinfeksi biasanya akan terasa lebih lemah dan lemas, karena tubuh memfokuskan energi untuk melawan infeksi. Selain itu, demam tinggi yang terjadi saat infeksi juga dapat menyebabkan dehidrasi, yang bisa membuat tubuh pasien terasa lemah.

Diagnosa Infeksi Saluran Pernapasan Bawah

Ada beberapa jenis infeksi saluran pernapasan bawah, yang memiliki gejala, tingkat keparahan, dan pengobatan yang berbeda-beda. Karena itu, perlu adanya diagnosa yang tepat untuk mengetahui jenis infeksi saluran pernapasan mana yang dialami oleh pasien.
Beberapa prosedur diagnosa infeksi saluran pernapasan bawah antara lain:

1. Anamnesis

Anamnesis merupakan istilah medis yang merujuk pada proses pengumpulan riwayat medis. Dalam prosedur ini, dokter akan melakukan wawancara terstruktur untuk mengetahui bagaimana riwayat penyakit pasien.
Dokter dapat mengajukan pertanyaan tentang gejala-gejala yang sering dialami, obat terakhir yang diminum, riwayat alergi, bagaimana riwayat Kesehatan anggota keluarga, hingga gaya hidup dan lingkungan tinggal.
Hasil wawancara ini akan membantu dokter untuk mendiagnosa jenis infeksi saluran pernapasan bawah yang dialami pasien. Serta dapat digunakan untuk merekomendasikan perawatan dan pengobatan yang diperlukan.

2. Pemeriksaan Fisik

Setelah proses wawancara, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menyimak kondisi vital pasien. dan rongga mulut, juga paru-paru pasien.
Pemeriksaan tanda-tanda vital ini meliputi denyut jantung, laju pernapasan pasien, suhu tubuh, saturasi oksigen, tekanan darah, hingga berat badan pasien.

3. Pemeriksaan Laboratorium

Agar hasil pemeriksaan lebih akurat, dokter juga dapat mengarahkan pasien untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, yang meliputi:

Kultur Dahak

Kultur dahak merupakan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi jamur, bakteri, atau virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mendiagnosis berbagai penyakit, seperti pneumonia, bronchitis, hingga tuberculosis.

Tes Darah Lengkap

Selain menggunakan dahak, pemeriksaan laboratorium untuk mendiagnosis ISPB selanjutnya adala tes darah lengkap. Tes ini dapat membantu mendeteksi antibodi dari organisme tertentu atau virus, dengan mengukur level dari sel darah tertentu.

4. Pencitraan

Tes pencitraan dilakukan untuk mengetahui organ dalam tubuh, berkaitan dengan ISPB biasanya tes pencitraan dilakukan dengan beberapa prosedur berikut:

Rontgen Dada

Prosedur ini menggunakan sinar X untuk melihat bagaimana kondisi organ dan tulang yang ada dalam dada.

CT Scan

CT scan merupakan prosedur pemindaian tubuh menggunakan sinar-X dan komputer, sehingga dapat menghasilkan gambar lebih detail terhadap organ dalam tubuh. Pemeriksaan ini bisa dilakukan untuk mendiagnosis ISPB, dengan melihat kondisi paru-paru dan organ dalam dada pasien lainnya.

5. Tes Fungsi Paru

Selanjutnya, untuk mendiagnosis ISPB dokter juga dapat menjalankan tes fungsi paru atau Pulmonary Function Test, yang fungsinya untuk mengukur seberapa baik paru-paru Anda bekerja.
Beberapa jenis tes fungsi paru misalnya:

Perbedaan dengan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Nah, Sobat Granostic, selain ISPB Anda pasti kerap mendengar soal infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), bukan? Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga penanganan medis yang diberikan pun tidaklah sama.
Agar tak salah mengenali, Anda bisa langsung simak beberapa perbedaan ISPB dengan ISPA berikut ini.

Lokasi Infeksi

ISPA

ISPA terjadi pada struktur di laring atau di atasnya, seperti pada tenggorokan dan area hidung (sinus).

ISPB

ISPB merupakan infeksi yang terjadi pada saluran nafas di bawah laring, seperti pada bronkus, bronkiolus, dan paru-paru.

Gejala Utama

ISPA

Seseorang yang mengalami ISPA akan mengalami gejala yang umumnya terasa di bagian atas leher, seperti bersin-bersin, sakit kepala, sakit tenggorokan. Juga dapat mengalami pegal-pegal di seluruh tubuh, terutama bagi mereka yang mengalami demam.

ISPB

Seseorang yang mengalami ISPB akan mengalami batuk-batuk sebagai gejala utamanya, yang biasanya disertai dengan nyeri dada, dan napas sesak.

Tingkat Keparahan

ISPA

ISPA biasanya memiliki gejala yang lebih ringan, serta dapat sembuh dengan perawatan rumahan. Namun, jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat dan timbul berlarut-larut, ISPA bisa menimbulkan komplikasi seperti pneumonia.

ISPB

Melansir dari National Library of Medicine, skor keparahan pernapasan pada ISPB cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengalami ISPA.

Pencegahan dan Pengobatan

Pengobatan ISPB

Pengobatan ISPB diresepkan dan direkomendasikan oleh dokter sesuai dengan penyebab infeksi serta tingkat keparahan gejalanya. Secara umum, berikut ini beberapa metode pengobatan ISPB yang digunakan:

Antiviral

Jika ISPB terjadi karena infeksi virus, dokter dapat meresepkan obat antiviral dalam rencana pengobatan pasien. NLM menyebutkan bahwa penggunaan antiviral ini juga telah digunakan untuk menangani pneumonia virus seperti sindrom pernapasan akut berat (SARs) dan flu burung, yang disebabkan oleh virus influenza A/H5N1.

Antibiotik

Sementara jika ISPB terjadi akibat infeksi bakteri, seperti pada tuberkulosis, maka dokter dapat meresepkan antibiotik yang dapat dikonsumsi secara oral oleh pasien.

Antijamur

Terapi penggunaan obat-obatan antijamur akan diresepkan jika ISPB yang dialami pasien terjadi karena infeksi fungi/jamur, seperti pneumonia fungal pneumonia yang kerap disebabkan oleh aspergillus, cryptococcus, atau pneumocystis.

Terapi Simptomatik

Terapi simtomatik merupakan jenis terapi yang fokus untuk meredakan gejala yang dialami oleh pasien. Misalnya, jika pasien ISPB mengalami nyeri dada, batuk-batuk yang parah, mengi, dan kesulitan bernapas, maka dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat membantu mengurangi gejala-gejala tersebut.

Oksigenasi

Terapi ini menggunakan oksigen, yang dapat diberikan pada pasien ISPB yang mengalami kesulitan bernapas karena pembengkakan atau penumpukan lendir di saluran pernapasan mereka. Sehingga pasien dapat bernapas dengan lega dan mampu memenuhi kebutuhan oksigen tubuh mereka.

Pencegahan ISPB

Berikut ini beberapa langkah pencegahan ISPB yang bisa Anda terapkan secara pribadi dan pada keluarga, seperti:

Vaksinasi

Melakukan vaksinasi merupakan cara yang efektif untuk mencegah infeksi virus-virus penyebab infeksi saluran pernapasan bawah. Ada banyak jenis vaksinasi yang bisa Anda pertimbangkan untuk dilakukan, misalnya vaksinasi influenza, vaksin difteri, vaksin pneumonia, hingga vaksin respiratory syncytial virus (RSV).

Higiene Pribadi

Selain vaksin, menjaga kebersihan diri juga sangat penting dalam pencegahan infeksi saluran pernapasan, baik atas maupun bawah. Pasalnya, debu dan polusi yang ada di dalam kamar juga dapat mengiritasi saluran pernapasan Anda serta menyebabkan infeksi.
Tak hanya itu, kamar yang lembab juga dapat memicu tumbuhnya jamur, yang jika terhirup dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan infeksi pada saluran napas.

Menghindari Asap Rokok

Asap rokok memberikan dampak buruk pada kesehatan secara umum, tak hanya mengiritasi namun juga dapat membuat Anda jadi lebih rentan terkena infeksi saluran pernapasan bawah, loh!

Meningkatkan Imun Tubuh

Pada dasarnya, menjaga sistem imun Anda untuk selalu kuat sangatlah penting. Dengan demikian, sistem imun Anda dapat melawan infeksi yang ada dengan optimal.

Menggunakan Masker

Sebagai langkah pencegahan selanjutnya, Anda dapat menggunakan masker ketika berada di ruangan yang sama dengan orang yang sakit, atau di perjalanan jauh.
Masker dapat menjadi garda terdepan saluran pernapasan Anda untuk mencegah masuknya iritan lingkungan dan berbagai mikroorganisme lain, yang dapat menyebabkan ISPA maupun ISPB.

Periksa Kesehatan Anda di Granostic

Setelah menyimak penjelasan lengkap soal ISPB di atas, ada satu poin penting yang perlu Sobat ingat: memeriksakan kesehatan paru-paru secara rutin dapat membantu deteksi dini penyakit!
Tak hanya bantu deteksi dini, Anda juga bisa memantau bagaimana keadaan paru-paru Anda secara berkala. Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ini, Anda dapat mempercayakannya bersama klinik Granostic. Kenapa?

Tes Laboratorium Seperti Kultur Dahak dan Pemeriksaan Darah Lengkap

Klinik Granostic menyediakan tes laboratorium lengkap, seperti kultur dahak dan tes darah lengkap. Sehingga hasil pemeriksaan atau diagnosa kesehatan tubuh dan saluran pernapasan Anda juga akan lebih akurat.

Rontgen Dada Untuk Mendeteksi Infeksi pada Paru-paru

Selain tes laboratorium, Granostic juga memiliki perlengkapan tes pencitraan modern, yang dapat membantu dokter untuk menganalisa kondisi organ dalam dada dan saluran pernapasan Anda lebih mendetail. Seperti prosedur rontgen dada yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya masalah pada paru-paru Anda.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Paru Berpengalaman

Layanan pemeriksaan ini makin lengkap karena akan didampingi oleh dokter spesialis paru yang berpengalaman di bidangnya. Sehingga, Anda dapat mengonsultasikan keluhan, rasa khawatir, dan memperoleh edukasi mengenai kesehatan maupun kondisi paru Anda secara komprehensif.
Dokter dengan profesional akan mendampingi Anda selama proses pemeriksaan, pengobatan, dan rawat jalan. Sehingga Anda dapat menjalani proses pemulihan yang nyaman dan aman.

Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan lengkap soal apa itu infeksi saluran pernapasan bawah. Lengkap dengan gejala, penyebab, jenis, dan bagaimana diagnosa serta pengobatannya.

Yuk. jangan lupa untuk selalu cek kesehatan Anda secara rutin dan lindungi keluarga dari ISPB bersama klinik Granostic!

Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo


Sumber Referensi:

  1. What Is a Lower Respiratory Tract Infection?. GoodRx. Edited by: Sophie Vergnaud, MD. Diakses 2025
  2. Fungi-Induced Upper and Lower Respiratory Tract Allergic Diseases: One Entity. National Library of Medicine. Diakses 2025
  3. Lower respiratory tract infections: What to know. Medical News Today. Medically reviewed by Alana Biggers, M.D., MPH. Diakses 2025





Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message