Apa Perbedaan Arteriosklerosis dan Aterosklerosis? Nih Pembahasannya

Banyak dari kita yang sering menyalah artikan arteriosklerosis dan aterosklerosis sebagai kondisi yang sama. Padahal, baik aterosklerosis dan arteriosklerosis memiliki banyak perbedaan, loh.
Mulai dari penyebab, gejala, hingga cara pengobatan kedua kondisi ini cukup berbeda. Nah, agar Anda tak salah mengenali aterosklerosis dan arteriosklerosis, Granostic merangkumkan perbedaan keduanya lewat artikel berikut ini.
Simak, ya!
Pengertian Arteriosklerosis dan Aterosklerosis
Agar Sobat Granostic dapat memahami lebih dalam mengenai perbedaan arteriosklerosis dan aterosklerosis, mari simak dulu pengertiannya di bawah ini.
Arteriosklerosis
Arteriosklerosis merupakan nama umum untuk sekelompok kondisi yang menyebabkan arteri menjadi tebal dan kaku. Arteri yang sehat bersifat elastis dan fleksibel, serta dapat membawa oksigen dan nutrisi melalui darah, baik ke dan dari jantung serta paru-paru Anda.
Saat arteri menjadi kaku, aliran darah akan terganggu, yang juga akan menyebabkan masalah sirkulasi. Kekakuan inilah yang disebut pengerasan arteri.
Ada beberapa jenis kondisi yang termasuk sebagai arteriosclerosis, yakni:
- Arteriosklerosis non-ateromatosa
- Arteriosklerosis Mönkeberg
- Arteriosklerosis hiperplastik
- Arteriosklerosis hialin
- dan Aterosklerosis
Aterosklerosis
Sementara itu, aterosklerosis merupakan jenis arteriosclerosis, yang terjadi akibat penumpukan lemak dan lilin (yang disebut plak) pada dinding arteri. Kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan arteri dan mengganggu jalannya sirkulasi darah.
Perbedaan Utama Arteriosklerosis dan Aterosklerosis

Gejala Arteriosklerosis dan Aterosklerosis
Arteriosklerosis dan aterosklerosis memiliki gejala yang mirip, keduanya tidak menunjukkan gejala yang signifikan pada tahap awal perkembangannya. Namun, secara umum, arteriosklerosis dan aterosklerosis memiliki beberapa gejala berikut:
Gejala Arteriosklerosis
Gejala arteriosklerosis dapat lebih umum daripada aterosklerosis, karena bisa merujuk pada tipe pengerasan arteriosklerosis manapun. Berikut ini beberapa gejala arteriosklerosis:
Kesemutan atau mati rasa di bagian tubuh tertentu.
Ketika pengerasan arteri terjadi di otak, hal ini bisa menimbulkan rasa kebas dan kelemahan pada kaki atau tangan Anda. Gejala ini juga bisa terjadi Ketika pengerasan arteri terjadi di lengan atau kaki, yang juga biasanya disertai dengan rasa sakit Ketika berjalan atau menggerakkan tangan.
Tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol.
Tekanan darah yang tinggi dan sulit dikontrol juga menjadi salah satu gejala arteriosklerosis. Kondisi ini umumnya terjadi jika terjadi penyumbatan atau penebalan pada arteri yang menuju ginjal dan saat mengalami hyperplastic arteriosclerosis.
Sakit kepala atau pusing.
Saat menderita arteriosclerosis seseorang juga bisa merasakan sakit kepala atau pusing. Kondisi ini khususnya terjadi ketika terjadi penyumbatan pada arteri yang menuju otak, bahkan bisa disertai oleh sensasi bingung atau linglung.
Gejala Aterosklerosis
Berbeda dengan arteriosklerosis , aterosklerosis memiliki gejala yang lebih spesifik seperti:
Nyeri dada (angina) akibat penyempitan arteri koroner.
Saat terjadi penyempitan arteri koroner pada aterosklerosis, seseorang bisa merasakan nyeri atau tekanan pada dada. Kondisi ini juga dikenal dengan angina.
Sesak napas.
Aterosklerosis juga dapat disertai dengan sesak napas, yang terjadi bila penyumbatan arteri terjadi pada saluran menuju paru-paru dan membuat tubuh tidak mendapatkan cukup pasokan oksigen dalam darah.
Kelelahan berlebihan.
Aterosklerosis juga dapat menyebabkan kelelahan berlebihan, karena sirkulasi darah yang membawa nutrisi dan oksigen tidak optimal. Kelelahan ini dapat Anda rasakan walaupun hanya beraktivitas ringan.
Gejala stroke, seperti kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh.
Aterosklerosis juga dapat menimbulkan gejala stroke, seperti kelemahan dan kekakuan mendadak pada salah satu sisi tubuh. Hal ini dapat terjadi karena aterosklerosis dapat menyumbat aliran darah ke otak.
Penyebab Arteriosklerosis dan Aterosklerosis
Aterosklerosis dan arteriosklerosis disebabkan oleh mekanisme yang berbeda, berikut penjelasannya:
Penyebab Arteriosklerosis
Pada arteriosclerosis, dinding arteri menjadi kaku karena adanya penurunan serat elastin. Penurunan serat elastin ini dapat terjadi karena berbagai sebab, seperti:
Penuaan
Melansir dari Healthline.com, penuaan menjadi salah satu faktor utama arteriosclerosis. Sebab, seiring berjalannya Waktu, serat elastin secara alami akan kehilangan elastisitasnya.
Kondisi inilah yang membuat arteri menjadi kaku dan keras, yang kemudian menyebabkan aterosklerosis.
Hipertensi
Tingginya tekanan darah juga dapat menjadi penyebab arteriosklerosis, karena tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan kerusakan pada arteri.
Diabetes
Diabetes juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab dari arteriosklerosis. Sebab diabetes dapat membuat tubuh kesulitan mengolah glukosa pada darah, yang akhirnya menumpuk dan dapat menyebabkan pengidap diabetes mengalami arteriosclerosis.
Penyebab Aterosklerosis
Aterosklerosis dikaitkan dengan kerusakan sel endotel, yang membentuk bagian dalam arteri. Beberapa hal yang dapat menyebabkan penumpukan lemak dan kerusakan sel endotel pada dinding arteri meliputi:
Kolesterol Tinggi
Kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi dapat membuat lemak jahat menumpuk di dinding pembuluh darah arteri dan membentuk plak.
Gaya Hidup Tidak Sehat
Gaya hidup yang tidak sehat juga menjadi salah satu faktor utama penyebab aterosklerosis. Misalnya mulai dari makan makanan yang tinggi lemak, tinggi garam dan gula, kurang aktivitas fisik, hingga merokok dan meminum alkohol secara berlebihan.
Faktor Genetik
Selain itu, aterosklerosis juga dapat terjadi karena faktor genetik. Seseorang dengan riwayat keluarga yang menderita aterosklerosis akan memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami kondisi kesehatan ini.
Cara Mengatasi Arteriosklerosis dan Aterosklerosis
Setelah menyimak apa saja penyebab dan gejalanya, perbedaan arteriosklerosis dan aterosklerosis juga dapat terlihat dari cara mengatasinya. Berikut penjelasan lebih lengkapnya!
Penanganan Arteriosklerosis
Anda dapat mengatasi dan menangani berbagai gejala arterisklerosis dengan menerapkan beberapa langkah berikut ini:
Pengelolaan Tekanan Darah
Karena sangat berpengaruh pada arteriosklerosis, penting bagi Anda untuk mengelola tekanan darah agar selalu stabil. Selain mengatur gaya hidup yang sehat, dokter juga bisa meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah Anda.
Kontrol Gula Darah
Selain tekanan darah, Anda juga perlu mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Hindari makan-makanan yang terlalu manis, makan cepat saji atau minuman kemasan, serta jadilah lebih aktif.
Olahraga Teratur
Berolahraga secara teratur memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk dalam mengatasi arteriosklerosis. Jika Anda merasa sangat tidak aktif sebelumnya, jangan merasa kecil dan mulailah secara perlahan.
Menurut World Health Organization (WHO), merekomendasikan untuk orang dewasa melakukan olahraga sebanyak 150 menit per minggu. Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga aerobic ringan, dapat Anda lakukan dalam 30 menit per hari, dalam 5 dari 7 hari per minggunya.
Penanganan Aterosklerosis
Sementara untuk penanganan aterosklerosis, Anda dapat melakukan beberapa prosedur pengobatan berikut ini:
Obat Penurun Kolesterol
Dokter dapat memberikan obat penurun kolesterol untuk mengendalikan kadar kolesterol dalam darah Anda. Biasanya, dokter juga akan meresepkan pengencer darah untuk mencegah penggumpalan darah, serta obat-obatan untuk mengurangi tekanan darah.
Prosedur Medis
Selain pengobatan, untuk mengatasi aterosklerosis dokter juga dapat merekomendasikan dua prosedur medis berikut ini:
- Angioplasti
Angioplasti koroner merupakan prosedur perawatan aterosklerosis yang sangat umum dilakukan. Prosedur ini dapat diterapkan tanpa atau menggunakan stent.
Saat menjalankan prosedur angioplasty, dokter akan memasukkan kateter dengan balon di ujungnya ke dalam arteri. Terkadang, kumparan logam (stent) dipasang di arteri untuk menyangga dinding arteri dan membantunya agar tetap terbuka.
- Bypass Jantung
Dokter juga dapat merekomendasikan prosedur bypass jantung, yang dilakukan ketika pasien mengalami penyumbatan arteri koroner yang parah.
Operasi bypass ini dilakukan dengan mengambil pembuluh darah yang sehat, kemudian menggunakannya untuk mengelilingi segmen yang tersumbat.
Perubahan Gaya Hidup
Anda dapat memperlambat dan menghentikan aterosklerosis dengan mengubah gaya hidup agar jadi lebih sehat. Misalnya dengan melakukan diet sehat, olahraga teratur, tidak merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol.
Perubahan ini memang tidak akan menghilangkan penyumbatan, namun terbukti dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke akibat aterosklerosis.
Langkah Pencegahan Arteriosklerosis dan Aterosklerosis
Meski cenderung tidak menunjukkan gejala awal, arteriosklerosis dan aterosklerosis bisa dicegah, loh. Sobat Granostic bisa menerapkan beberapa langkah pencegahan berikut ini:
Konsumsi Makanan Sehat
Anda dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah arteri dengan mengonsumsi makanan yang sehat. Misalnya dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, juga sumber protein rendah lemak.
Hindari mengonsumsi makanan tinggi lemak, terlalu berminyak, terlalu manis, atau mengandung banyak natrium.
Olahraga Teratur
Anda juga perlu memulai olahraga secara teratur, khususnya olahraga aerobik yang dapat melatih kekuatan otot jantung dan meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh Anda.
Hindari Kebiasaan Buruk
Langkah pencegahan arteriosklerosis dan aterosklerosis juga dapat Anda lakukan dengan menghindari kebiasaan buruk, seperti merokok, mabuk-mabukan, tidak mengelola stres dengan baik, ataupun istirahat yang tidak cukup.
Rutin Memeriksakan Kesehatan
Selanjutnya, Anda juga perlu memeriksakan kesehatan secara rutin. Termasuk melakukan cek darah, cek kesehatan jantung, dan berbagai pemeriksaan kesehatan lain yang diperlukan.
Langkah ini sangat penting untuk mengenali bagaimana kondisi tubuh dan kesehatan Anda secara umum. Juga dapat membantu mendeteksi dini terjadinya masalah pada arteri, sehingga Anda dapat melakukan pengobatan sedini mungkin.
Baca Juga: Tips Menjaga Sistem Peredaran Darah Jantung Agar Lancar
Pemeriksaan Kesehatan Pembuluh Darah di Granostic Surabaya
Memeriksakan kesehatan pembuluh darah sangatlah penting dalam upaya pencegahan dan kontrol masalah pada arteri, baik arteriosklerosis maupun aterosklerosis. Kabar baiknya, Anda dapat melakukan pemeriksaan pembuluh darah di Granostic Medical Center, Surabaya, loh.
Prosedur pemeriksaan kesehatan pembuluh darah di Granostic ini dilakukan oleh staf medis ahli dan dokter spesialis yang berpengalaman di bidangnya. Sehingga Anda dapat berkonsultasi terkait kondisi dan mendiskusikan faktor risiko arteriosklerosis maupun aterosklerosis secara lengkap bersama ahlinya.
Selain itu, klinik Granostic juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan lengkap, yang dapat menunjang kesehatan pembuluh darah Anda, seperti:
- Tes kolesterol dan tekanan darah
- Tes diabetes
- Tes kesehatan dan fungsi jantung
- Tes Doppler
- Dan banyak lainnya.
Alasan Memilih Granostic Surabaya
Selain pelayanan yang lengkap, ada banyak alasan lain mengapa klinik Granostic Surabaya layak jadi pilihan utama Anda untuk memeriksakan kesehatan pembuluh darah. Apa saja?
Fasilitas Modern
Layanan pemeriksaan kesehatan klinik Granostic menggunakan fasilitas modern dan canggih, sehingga dapat memberikan hasil yang akurat. Proses pemeriksaan pun berjalan dengan efisien, tidak terasa sakit dan memberikan rasa aman serta nyaman pada pasien.
Dokter Spesialis Terpercaya
Setiap prosedur pemeriksaan dilakukan bersama dokter spesialis terpercaya dan telah berpengalaman selama bertahun-tahun di bidangnya.
Layanan Cepat dan Ramah
Berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat, klinik Granostic juga memberikan layanan yang cepat dan ramah. Kami yakin, dengan memberikan kesan positif dan efisien, pasien akan lebih bersemangat dalam menjalani pemeriksaan serta optimis untuk pulih.
Nah, setelah menyimak penjelasan di atas, apakah Anda tertarik untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pembuluh darah bersama klinik Granostic?
Ajukan pertanyaan terkait jadwal kunjungan, biaya, ataupun prosedur langsung di customer service lewat klik tombol WhatsApp di bawah ini.
Atau Anda bisa langsung melakukan pendaftaran online dengan klik Registrasi Online, di pojok kanan atas artikel. Lalu atur jadwal konsultasi dan cek kesehatan Anda sesuai dengan kebutuhan.
Yuk, Sobat, lindungi keluarga dan diri Anda dengan rutin memeriksakan kesehatan pembuluh darah serta jantung di klinik Granostic!
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- What Is the Difference Between Atherosclerosis and Arteriosclerosis?. Medicine Net. Pallavi Suyog Uttekar, MD. Diakses 2025
- What Is the Difference Between Atherosclerosis and Arteriosclerosis?. WebMD. Medically Reviewed by James Beckerman, MD, FACC. Diakses 2025
- What’s the Difference Between Atherosclerosis and Arteriosclerosis?. Healthline. Medically reviewed by Avi Varma, MD, MPH, AAHIVS, FAAFP. Diakses 2025
- Arteriosclerosis / atherosclerosis. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025
- Arteriosclerosis. The Trustees of the University of Pennsylvania. Diakses 2025
- Arteriosclerosis. Cleveland Clinic. Diakses 2025

