Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Apa Itu Stroke? Intip Gejala, Jenis Hingga Penyebabnya

Apa itu stroke

Meski sering dialami dan dikaitkan dengan lansia, kenyataannya stroke bisa terjadi pada siapapun, utamanya yang memiliki gaya hidup kurang sehat. Lantas sebenarnya apa itu stroke? Bagaimana gejala dan apa saja penyebabnya?

Disebut sebagai fenomena fatal dalam dunia medis, karena stroke menyerang saluran otak dan menyebabkan sel-sel pada Sebagian area otak mengalami kematian.

Gejala awal penyakit stroke pun tak hanya dialami orang-orang berumur 60 tahun lebih, namun dapat terjadi juga pada seseorang yang berusia lebih muda dari usia tersebut. Meski dapat dikenali, terkadang penderita stroke pun tak menyadari bahwa ia mengalami gejala tersebut.

Nah, jika dibiarkan tanpa diperiksa dan ditangani sedini mungkin, tentu akan menambah faktor risiko dampak fatalnya pada kesehatan. Untuk itu, penting bagi Anda memeriksakan diri ketika mengalami gejala awal dari stroke ini.
Namun sebelum itu, mari kita simak dulu penjelasan mengenai ‘apa itu stroke?’ lewat penjelasan berikut ini:


Mengenal Stroke

Ketika mendengar kata stroke, Anda pasti sudah mengaitkan kondisi ini dengan keadaan tubuh yang kaku separuh hingga seluruhnya. Hal ini tidaklah salah, karena bahkan stroke ringan bisa menyebabkan kelumpuhan di anggota tubuh tertentu. Biasanya pada wajah, tangan, dan kaki.

Lantas sebenarnya apa itu stroke?


Stroke merupakan gangguan aliran darah ke otak yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti pembekuan darah (iskemik) atau pecahnya pembuluh darah dalam otak (hemoragik).

Ketika terjadi stroke artinya ada penyumbatan darah, akhirnya otak kita tidak akan mendapatkan asupan nutrisi dan oksigen. Hal ini kemudian akan menyebabkan sel-sel pada Sebagian area otak akan mati.

Nah, kondisi ini akan menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak tersebut tidak akan dapat berfungsi dengan baik. Karenanya, umumnya Anda akan menemukan seorang penderita stroke akan mengalami kelumpuhan ringan pada sebagian tubuh mereka.

Perlu Anda ingat, bahwa stroke adalah kondisi gawat darurat yang harus ditangani segera. Sebab sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit Ketika serangan terjadi.

Dengan melakukan pendiagnosisan dan penanganan medis yang tepat dan cepat, maka Anda dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan mencegah adanya kemungkinan komplikasi.


Jenis Stroke

Seperti yang telah kita singgung sebelumnya, bahwa serangan stroke ini terjadi karena adanya gangguan pada aliran darah ke otak karena kondisi medis tertentu. Nah, berdasarkan penyebab gangguan tersebut, berikut dua jenis stroke yang perlu Anda tahu:

1. Stroke Iskemik

Yang dimaksud dengan stroke iskemik adalah jenis serangan stroke yang terjadi saat aliran darah pada pembuluh arteri di dalam otak mengalami penyumbatan.

Kondisi ini dapat terjadi karena adanya pembentukan gumpalan darah pada pembuluh darah organ lain dalam tubuh. Juga akibat penumpukan plak pada arteri, yang menyebabkan pembuluh darah menyempit dan mengurangi volume aliran darah yang mengarah ke otak.

2. Stroke Hemoragik

Sementara itu, jenis stroke hemoragik merupakan serangan stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi ini sangatlah berbahaya dan perlu penanganan segera untuk mencegah dampak fatalnya pada penderita.

Sebab, serangan stroke hemoragik ini akan mengancam fungsi otak karena menghambat atau membuat aliran oksigen pada arteri di otak akan terhenti.


Penyebab Stroke

Melihat bagaimana gawatnya stroke ini untuk penderitanya, Anda perlu mengetahui faktor penyebab terjadinya serangan stroke berikut:

1. Stroke Iskemik

Beberapa kondisi yang memungkinkan terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah arteri di otak, serta menimbulkan serangan stroke iskemik antara lain:

  1. Kondisi atrial fibrilasi: dapat menyebabkan gumpalan di jantung, yang mampu bergerak maju menuju otak melalui aliran darah.
  2. Aterosklerosis: penumpukan plak pada dinding arteri, yang menyebabkan pembuluh arteri mengeras lalu menyempit, sehingga timbul penyumbatan. Selain itu, plak ini pun dapat pecak, yang kemudian akan terbawa dan bergerak menuju otak, kemudian menyebabkan terjadinya stroke iskemik ini.
  3. Gangguan pembuluh darah kecil: yang terjadi karena adanya kerusakan atau gangguan pada pembuluh darah kecil di otak.

2. Stroke Hemoragik

Pecahnya pembuluh darah otak, yang mengakibatkan stroke hemoragik, dapat terjadi karena beberapa hal, seperti:

  1. Mengalami cedera kepala yang parah.
  2. Penggembung dinding pembuluh darah otak yang lemah, baik karena tekanan darah maupun factor kelainan sejak lahir.
  3. Mengalami atau mengidap hipertensi.
  4. Kelainan pada pembuluh darah yang menyebabkan banyak risiko pendarahan, seperti hemophilia.
  5. Mengidap tumor otak
  6. Serta efek samping konsumsi obat-obatan pengencer darah.

Gejala Stroke

Pada awal terjadi, stroke dapat memiliki gejala yang ringan, sehingga terkadang tidak begitu disadari oleh pengidapnya. Akan tetapi, bila gejala stroke ini diiringi dengan gejala lainnya dan terjadi secara berkepanjangan, maka Anda perlu lebih waspada dan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis.
Agar Anda tidak salah mengenali, simak beberapa gejala awal yang secara umum sering dirasakan oleh penderita stroke:

  1. Sakit kepala, yang dalam kasus tertentu juga disertai dengan rasa mual dan ingin muntah.
  2. Sulit berbicara dan susah untuk memahami perkataan orang lain.
  3. Mengalami kelumpuhan pada anggota tubuh tertentu.
  4. Mengalami gangguan penglihatan secara tiba-tiba, seperti mata buram atau gelap.

Tips Penanganan Stroke

Untuk mencegah komplikasi dan meminimalisir dampaknya, berikut ini tips penanganan stroke yang harus Anda pahami:

1. Stroke Iskemik

Penanganan stroke iskemik perlu melalui prosedur pemeriksaan Kesehatan agar diperoleh diagnosis yang akurat. Bentuk pemeriksaan tersebut dapat berupa pemeriksaan fisik, kondisi tekanan darah, melakukan CT scan dan MRI, hingga Ekokardiogram.

Setelah mendapatkan diagnosis yang akurat, dokter akan memberikan arahan penanganan dan pengobatan yang efektif untuk mengatasi stroke iskemik. Misalnya dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu dan menerapkan prosedur endovascular.

2. Stroke Hemoragik

Sama halnya dengan stroke iskemik, Anda pun perlu melalui prosedur pemeriksaan kesehatan untuk memperoleh diagnosa yang akurat. Proses diagnosis ini dilakukan dengan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti CT scan, tes darah lengkap, angiografi otak, dan pungsi lumbal.

Selanjutnya, dokter akan menarik kesimpulan dari hasil pemeriksaan dan memberikan diagnosa, serta menyarankan penangannya.
Dalam hal ini bisa dengan meresepkan obat kejang, pereda sakit kepala, pengontrol tekanan darah, hingga pembedahan dan terapi stroke hemoragik.

Baca Juga: Apa Saja Tips Pencegahan Stroke? Pelajari Selengkapnya

Cek Berkala Gejala Stroke di Granostic

Stroke pada awalnya, dapat memberikan gejala yang ringan dan cukup umum, sehingga membuat penderitanya tak sadar mengalaminya. Akan tetapi, tentu saja kondisi ini bisa bertambah buruk untuk bila tidak ditangani dengan segera dan tepat.
Karenanya, penting untuk Anda melakukan cek kesehatan secara rutin dan utamanya bila merasakan adanya gejala stroke di Klinik Granostic.

Mengapa Klinik Granostic?
Sebab Klinik Granostic memiliki peralatan cek kesehatan lengkap dan termutakhir, sehingga dapat memberikan hasil yang lebih mendetail dan akurat. Ditambah, ketika menjalani prosedur pengecekan ini, Anda tidak akan sendirian. Melainkan akan didampingi oleh tenaga kesehatan profesional dan dokter spesialis Klinik Granostic.
Yuk, jaga kesehatan diri dan keluarga Anda dari serangan stroke dengan rutin melakukan cek kesehatan di Klinik Granostic!

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message