Cara Cepat Mengobati Frozen Shoulder
![]()
Frozen shoulder atau bahu beku merupakan kondisi di mana pundak mengalami kekakuan yang disertai nyeri. Gejala dari penyakit ini dapat muncul perlahan dan cenderung memburuk seiring waktu. Meskipun penyebab pasti dari frozen shoulder belum diketahui, tapi bisa dipastikan, jaringan halus pada kapsul bahu ketika terserang penyakit ini akan mengalami pengerasan, penebalan, dan peradangan, yang menyebabkan ketidakseimbangan antara kapsul bahu dan tendon-tendon otot di sendi bahu.
Kondisi ini sering dipicu oleh beberapa hal, baik dari kebiasaan ataupun genetik. Selain itu, cedera ringan maupun berat bisa menjadi faktor terkait penyakit yang lebih kronis. Meskipun frozen shoulder biasanya sembuh dalam satu hingga tiga tahun setelah gejala muncul, da peluang untuk penyembuhan lebih cepat dari perkiraan.
Lalu, bagaimana mengatasi permasalahan ini dan apakah mungkin bisa menghindarinya sejak dini? Semua hal ini akan dijelaskan dalam pembahasan dibawah ini.
1. Hubungi Dokter Untuk Melakukan Konsultasi dan Perawatan
Hal paling basic yang Anda lakukan dalam menghadapi setiap penyakit tentunya menghubungi dokter atau layanan kesehatan untuk meminta rujukan, konsultasi, dan pengobatan. Rasa nyeri yang dirasakan tentu akan membuat Anda merasa tidak nyaman. Penanganan dari gejala peradangan otot dan sendi harus dilakukan secepatnya. Salah satu metode terbaik untuk mengatasi nyeri otot dan sendi dengan hasil maksimal, perlu dilakukan Pain Management atau manajemen nyeri.Salah satu layanan kesehatan yang menyediakan fasilitas tersebut adalah Granostic Medical Center yang melakukan menawarkan layanan unggulan di Pain Management Center.
Program pain management yang didirikan Granostic Medical Center telah berkolaborasi dengan tim dokter spesialis bedah saraf terbaik. Mereka akan menangani berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan nyeri di berbagai bagian tubuh, baik yang bersifat akut maupun kronis, tanpa memerlukan tindakan operasi. Ini mencakup penanganan nyeri pada otot, persendian, serta area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, bahu, dan yang paling umum, nyeri lutut.
2. Terapi Fisik
Terapi fisik atau fisioterapi bertujuan untuk memulihkan pergerakan lengan seoptimal mungkin. Pasien dengan kondisi ini akan diberikan bantuan gerakan yang dapat mendukung proses pemulihan. Dikutip dari Physio-pedia, dalam sesi fisioterapi, dokter akan melakukan terapi listrik yang dikenal sebagai TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation). TENS dilakukan dengan mengirimkan arus listrik kecil melalui elektroda yang ditempatkan di kulit dengan tujuan menghambat impuls saraf yang menyebabkan rasa nyeri.Selain itu, dokter akan melakukan metode terapi lainnya seperti:
a) Manipulasi Sendi Bahu
Prosedur manipulasi sendi bahu dimulai dengan memberikan bius total agar pasien tertidur dan tidak merasakan nyeri selama prosedur. Setelah pasien terbius, dokter akan menggerakkan bahu ke berbagai arah untuk merenggangkan jaringan kapsul sendi yang tegang.
b) Hydrodilatation
Prosedur ini melibatkan penyuntikan air steril yang dicampur dengan obat kortikosteroid ke dalam kapsul sendi. Tujuannya adalah meregangkan jaringan kapsul sendi bahu dan memfasilitasi gerakan sendi. Sebelum prosedur ini dilakukan, bahu akan diberi bius lokal terlebih dahulu.
c) Artroskopi
Prosedur artroskopi melibatkan penyisipan selang kecil yang dilengkapi kamera melalui sayatan di sekitar sendi bahu. Artroskopi bertujuan untuk mengangkat jaringan yang mengeras dan melekat di dalam sendi bahu.
3. Pemberian Obat Penghilang Nyeri
Mengenai obat yang diberikan, dokter umumnya akan meresepkan jenis obat analgesik atau pereda nyeri untuk mengurangi tingkat rasa nyeri yang dialami oleh pasien. Pilihan analgesik ini dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan nyeri dan respons individu terhadap obat-obatan tersebut. Selain itu, untuk mengatasi potensi peradangan dan pembengkakan yang mungkin timbul akibat kondisi frozen shoulder, dokter juga dapat memberikan resep untuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), contohnya seperti ibuprofen.Antiinflamasi nonsteroid bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase, yang bertanggung jawab untuk pembentukan prostaglandin. Prostaglandin ini dapat memicu reaksi peradangan dan rasa nyeri. Dengan mengurangi produksi prostaglandin, obat ini dapat membantu mengurangi peradangan dan mengatasi nyeri pada sendi.
Selain obat pereda nyeri dan antiinflamasi nonsteroid, ada juga pilihan pengobatan lain yang dapat dipertimbangkan oleh dokter. Salah satunya adalah pemberian obat pereda otot, yang dirancang khusus untuk meredakan ketegangan otot dan memfasilitasi pergerakan sendi. Obat pereda otot ini dapat membantu pasien mengatasi ketidaknyamanan yang mungkin terkait dengan kontraksi otot yang berlebihan atau ketegangan di sekitar area bahu.
Dalam merencanakan pengobatan, dokter akan menyesuaikan resep obat dengan kebutuhan spesifik setiap pasien. Selain itu, pasien juga dapat diberikan petunjuk terkait dosis yang tepat dan durasi penggunaan obat. Penting untuk mencatat bahwa setiap obat memiliki potensi efek samping, dan pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika mereka mengalami reaksi yang tidak diinginkan atau efek samping tertentu.
4. Terapi Alternatif Seperti Akupuntur
Akupuntur adalah suatu bentuk terapi yang melibatkan rangsangan pada titik-titik akupunktur di tubuh dengan tujuan mengaktifkan sistem neuroendokrin imun dan memperbaiki kondisi kesehatan pasien. Penggunaan akupunktur telah terbukti efektif dalam mengatasi Frozen Shoulder, terutama dalam mengurangi rasa nyeri, meningkatkan fleksibilitas, dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Proses stimulasi pada titik akupunktur dapat dilakukan dengan berbagai metode, termasuk penggunaan jarum halus, laser, rangsang listrik, ultrasound (suara), dan penanaman benang catgut. Terapi akupunktur direkomendasikan dilakukan sebanyak 2 kali per minggu selama 12 sesi terapi, dengan harapan bahwa rutinitas terapi tersebut dapat mengurangi nyeri dan kekakuan, serta meningkatkan kualitas hidup penderita Frozen Shoulder.5. Mengubah Gaya Hidup
Tidak menutup kemungkinan bahwa generasi saat ini merupakan generasi yang paling banyak memiliki gaya hidup yang tidak tepat. Gaya hidup yang tidak sehat dapat memiliki dampak serius pada kesehatan, terutama pada bagian bahu dan pergelangan tangan. Kondisi ini tidak hanya terkait dengan kurangnya aktivitas fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh postur tubuh yang tidak tepat dan kebiasaan buruk, seperti duduk atau bekerja dalam posisi tubuh yang tidak sesuai dengan struktur normal.Ketika seseorang mengalami kondisi ini, otot-otot di sekitar bahu dan pergelangan tangan dapat menjadi tegang dan lemah. Hal ini dapat memicu ketidakseimbangan dalam kekuatan otot, menyebabkan ketegangan atau nyeri pada bagian tersebut. Gaya hidup yang kurang sehat yang dimaksud, seperti merokok dan konsumsi makanan tidak sehat, juga dapat berkontribusi pada tingkat keparahan masalah ini.
Baca Juga: Cara Mencegah Frozen Shoulder Sebelum Parah!
Aspek kesehatan yang terpengaruh oleh gaya hidup yang buruk melibatkan peredaran darah dan elastisitas jaringan ikat di sekitar sendi. Contohnya adalah merokok, kebiasaan ini jika dilakukan terus menerus akan menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi pasokan oksigen ke jaringan sendi dan otot, sementara konsumsi makanan tidak sehat dapat mempengaruhi elastisitas jaringan ikat persendian. Akibatnya, ketegangan dan nyeri kronis serta peradangan pada otot dan ligamen, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kekakuan, pada bagian bahu dan pergelangan tangan.
Karena itulah, perlu adanya niat dalam menghentikan segala kebiasaan yang dapat memperburuk kesehatan pada bagian bahu dan lengan. Karena apabila dibiarkan, hal tersebut akan makin memperburuk kondisi tubuh ketika memasuki usia lanjut.
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
1. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4363808/? (Diakses 2025)
2. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24284277/? (Diakses 2025)
3. https://www.wjgnet.com/2218-5836/full/v6/i2/263.htm (Diakses 2025)
4. https://jamanetwork.com/journals/jamanetworkopen/fullarticle/2774247 (Diakses 2025)
5. https://www.nature.com/articles/s41598-017-10895-w (Diakses 2025)

