Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Nyeri Leher & Bahu pada Perempuan Aktif: Penyebab & Solusi

Nyeri Leher & Bahu pada Perempuan Aktif: Penyebab & Solusi

Perempuan yang aktif bekerja, merawat keluarga, aktif berolahraga, atau melakukan semua itu sekaligus sering kali mengalami nyeri leher dan bahu sebagai teman setia yang tidak diundang. Meski sering dianggap akibat stres atau kelelahan biasa, ada faktor-faktor spesifik yang membuat perempuan lebih rentan pada kondisi ini.

Mengapa Perempuan Aktif Rentan Nyeri Leher dan Bahu?

Faktor Anatomi dan Hormonal

Faktor Gaya Hidup

"Text Neck" dan "Smartphone Shoulder"

Menunduk menatap smartphone atau laptop selama berjam-jam adalah epidemi modern. Kepala yang condong 15 derajat ke depan sudah menambah beban pada leher sebesar 12 kg, padahal berat kepala hanya sekitar 5-6 kg. Dalam kondisi 60 derajat condong ke depan, beban efektif pada leher mencapai 27 kg. Ini ditanggung oleh otot-otot leher terus-menerus.

Kondisi Medis yang Menyebabkan Nyeri Leher dan Bahu pada Perempuan

1. Tension Myalgia (Ketegangan Otot Kronis)

Penyebab paling umum. Otot-otot trapezius (dari leher ke bahu), levator scapulae (samping leher), dan sternocleidomastoid (depan leher) mengalami kontraksi kronis akibat stres dan postur yang buruk. Sering disertai sakit kepala tipe tegang yang terasa dari belakang kepala.

2. Rotator Cuff Syndrome

Empat otot yang membungkus sendi bahu dan memungkinkan gerakan berputar disebut rotator cuff. Pada perempuan aktif, terutama yang berenang, bermain tenis, atau melakukan gerakan melempar, rotator cuff rentan mengalami tendinitis (peradangan tendon) atau bahkan robekan parsial. Gejalanya: nyeri tajam di bahu saat mengangkat lengan, sulit tidur di sisi yang sakit, kelemahan saat menggerakkan bahu.

3. Frozen Shoulder (Adhesive Capsulitis)

Kondisi di mana kapsul jaringan ikat di sekitar sendi bahu mengalami peradangan dan penebalan, sehingga bahu menjadi sangat kaku dan nyeri. Perempuan berusia 40-60 tahun adalah kelompok yang paling sering terkena, ini bisa berlangsung 1-3 tahun jika tidak ditangani.

4. Fibromyalgia

Leher dan bahu adalah dua dari titik "tender points" klasik fibromyalgia. Nyeri di area ini sering menjadi keluhan pertama yang akhirnya mengarah ke diagnosis fibromyalgia.

5. Cervical Radiculopathy (Saraf Terjepit di Leher)

Diskus atau tulang belakang leher yang bermasalah bisa menekan akar saraf di leher, menyebabkan nyeri yang menjalar ke bahu, lengan, atau jari tangan disertai kesemutan atau kelemahan.

Solusi untuk Nyeri Leher dan Bahu

Perbaikan Ergonomi dan Kebiasaan

Latihan Penguatan dan Peregangan

Penanganan Medis

Tim dokter dan fisioterapis Granostic memiliki keahlian khusus dalam menangani nyeri leher dan bahu pada perempuan aktif. Dengan evaluasi menyeluruh dan pendekatan yang dipersonalisasi, kami membantu Anda kembali aktif tanpa terbebani nyeri. Konsultasi dengan tim Granostic sekarang!

Ditinjau Oleh:

dr. Adam Hilman

Sumber Referensi:

  1. Mayo Clinic. (n.d.). Neck pain. Diakses 2026.
  2. NCBI. (2012). Frozen shoulder: A review of current concepts. Diakses 2026.
  3. American Academy of Orthopaedic Surgeons. (n.d.). Rotator cuff tears. Diakses 2026.
  4. NCBI. (2015). Text neck syndrome: A growing problem in modern society. Diakses 2026.
  5. Harvard Health Publishing. (n.d.). Shoulder pain: Causes and cures. Diakses 2026.
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message