Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Maag Karena Bakteri? Ini Hubungannya dengan Helicobacter Pylori

Maag Karena Bakteri? Ini Hubungannya dengan Helicobacter Pylori

Sudah sering minum obat maag, tetapi keluhannya terus kambuh? Banyak orang mengira maag hanya disebabkan oleh telat makan, makanan pedas, atau stres. Padahal, pada sebagian kasus, penyebabnya justru berasal dari infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) yang hidup di lambung. 

H. pylori dapat menyebabkan peradangan pada lapisan lambung atau gastritis. Infeksi ini juga menjadi salah satu penyebab utama tukak lambung dan tukak duodenum, selain penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen, aspirin, dan naproxen.

Karena gejalanya dapat menyerupai keluhan maag biasa, infeksi H. pylori tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui apakah bakteri tersebut benar benar terdapat di dalam lambung.

Maag karena Bakteri, Apakah Benar Ada? 

Istilah “maag” sering digunakan untuk menggambarkan berbagai keluhan pada saluran pencernaan bagian atas, seperti nyeri ulu hati, mual, kembung, cepat kenyang, atau rasa tidak nyaman setelah makan.

Maag karena bakteri biasanya merujuk pada keluhan tersebut yang muncul akibat infeksi H. pylori. Bakteri ini dapat menetap di lapisan pelindung lambung dan memicu peradangan kronis.

Secara ringkas, maag karena bakteri H. pylori dapat:

Mengenal Helicobacter Pylori

Helicobacter pylori adalah bakteri berbentuk spiral yang dapat hidup di lapisan lendir lambung.

Bakteri ini menghasilkan enzim urease yang membantu mengubah urea menjadi zat yang dapat mengurangi tingkat keasaman di sekitar bakteri. Kemampuan tersebut membuat H. pylori dapat bertahan di lingkungan lambung yang sangat asam.

Setelah menetap di lapisan lambung, H. pylori dapat memicu peradangan. Pada sebagian orang, infeksi berlangsung tanpa gejala. Pada sebagian lainnya, peradangan dapat berkembang menjadi gastritis kronis, tukak lambung, atau tukak duodenum.

Bagaimana H. Pylori Menular?

Cara penularan H. pylori masih terus dipelajari. Bakteri ini diperkirakan dapat menyebar melalui kontak dengan air liur, muntahan, atau feses orang yang terinfeksi.

Makanan dan air yang terkontaminasi juga dapat menjadi jalur penularan. Infeksi sering mulai terjadi sejak masa kanak kanak dan lebih mudah ditemukan pada lingkungan dengan sanitasi kurang baik atau kondisi tempat tinggal yang padat.

Beberapa keadaan yang dapat meningkatkan risiko terpapar H. pylori meliputi:

Meski penularan dapat terjadi dalam keluarga, hasil positif pada satu anggota keluarga tidak otomatis berarti semua anggota keluarga juga terinfeksi. Dokter akan mempertimbangkan gejala, riwayat medis, dan faktor risiko sebelum merekomendasikan pemeriksaan.

Apakah Semua Orang yang Terinfeksi Mengalami Gejala?

Tidak. Banyak orang yang terinfeksi H. pylori tidak mengalami keluhan selama bertahun tahun.

Gejala umumnya muncul ketika infeksi telah menyebabkan peradangan yang cukup signifikan atau menimbulkan luka pada lambung dan duodenum. Karena itu, seseorang dapat membawa bakteri H. pylori tanpa menyadarinya.

Gejala Maag Karena Bakteri H. Pylori

Keluhan yang dapat muncul dari maag karena bakteri ini antara lain:

Gejala tersebut tidak hanya ditemukan pada infeksi H. pylori. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk membedakannya dari refluks asam lambung, gangguan empedu, efek obat, gangguan pankreas, atau kondisi saluran pencernaan lainnya.

Bagaimana Pengobatan H. Pylori Dilakukan?

Infeksi H. pylori yang terkonfirmasi perlu ditangani dengan terapi eradikasi, yaitu pengobatan yang bertujuan menghilangkan bakteri dari lambung.

Terapi biasanya terdiri dari kombinasi:

Pemilihan kombinasi obat tidak sama untuk setiap pasien. Dokter akan mempertimbangkan riwayat alergi, penggunaan antibiotik sebelumnya, pola resistansi bakteri, efek samping, dan kegagalan terapi terdahulu.

Pedoman terbaru merekomendasikan terapi selama sekitar 14 hari pada banyak regimen. Penggunaan antibiotik tertentu sebaiknya mempertimbangkan data sensitivitas karena resistansi antibiotik dapat menurunkan keberhasilan pengobatan.

Pasien harus mengonsumsi seluruh obat sesuai dosis dan durasi yang ditentukan. Menghentikan antibiotik terlalu cepat dapat menyebabkan bakteri tidak sepenuhnya hilang dan meningkatkan risiko resistansi.

Bagaimana Dokter Memastikan Adanya H. pylori? 

Gejala yang membaik belum tentu berarti H. pylori telah hilang sepenuhnya.

Setiap pasien yang telah menjalani terapi H. pylori sebaiknya melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan eradikasi berhasil. Pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan:

Pemeriksaan ulang biasanya dilakukan minimal empat minggu setelah terapi selesai. Tes antibodi darah tidak digunakan untuk memastikan keberhasilan eradikasi karena antibodi dapat tetap berada dalam tubuh setelah infeksi hilang.

Jika hasil masih positif, dokter dapat memberikan kombinasi obat berbeda berdasarkan regimen yang pernah digunakan dan kondisi pasien.

Cara Mencegah Infeksi H. Pylori

Belum tersedia vaksin yang digunakan secara rutin untuk mencegah H. pylori. Langkah pencegahan berfokus pada kebersihan diri, makanan, dan lingkungan.

Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan antara lain:

Kebiasaan tersebut tidak dapat memberikan perlindungan mutlak, tetapi dapat membantu mengurangi paparan melalui makanan, air, dan kontak dengan cairan tubuh yang terkontaminasi.

Jangan Biarkan Maag Berulang Tanpa Mengetahui Penyebabnya

Keluhan maag yang berulang tidak selalu berarti Anda hanya perlu menghindari makanan pedas atau makan lebih teratur.

Apabila keluhan terus kembali, tidak membaik dengan obat, atau disertai tanda bahaya, pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu menemukan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.

Granostic menyediakan urea breath test untuk membantu mendeteksi infeksi aktif H. pylori secara noninvasif. Hasil pemeriksaan dapat dikonsultasikan dengan dokter untuk menentukan langkah berikutnya sesuai kondisi Anda.

Hubungi Granostic untuk penjadwalan konsultasi.

FAQ Seputar Maag Karena Bakteri

Apakah maag karena bakteri bisa sembuh?

Bisa. Infeksi H. pylori dapat diobati menggunakan kombinasi antibiotik dan obat penekan asam lambung sesuai resep dokter. Keberhasilan terapi perlu dipastikan melalui pemeriksaan ulang.

Apakah H. pylori selalu menyebabkan gejala?

Tidak. Banyak orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala. Keluhan biasanya muncul ketika infeksi telah menyebabkan peradangan atau tukak pada lambung dan duodenum.

Apakah H. pylori sama dengan asam lambung?

Tidak. H. pylori adalah bakteri, sedangkan asam lambung merupakan cairan alami yang diproduksi lambung. Infeksi H. pylori dapat merusak lapisan pelindung lambung dan memengaruhi kondisi lingkungan di dalam lambung.

Apakah H. pylori dapat diketahui tanpa endoskopi?

Bisa. Urea breath test dan tes antigen feses dapat mendeteksi infeksi aktif tanpa endoskopi. Endoskopi umumnya dipertimbangkan jika terdapat tanda bahaya atau dokter perlu melihat kondisi lambung secara langsung.

Berapa lama pengobatan H. pylori?

Banyak regimen terapi diberikan selama sekitar 14 hari. Durasi dan kombinasi obat dapat berbeda sesuai kondisi pasien serta keputusan dokter.

Apakah H. pylori dapat kambuh setelah diobati?

H. pylori dapat terdeteksi kembali karena terapi sebelumnya belum berhasil sepenuhnya atau karena terjadi infeksi ulang. Karena itu, pemeriksaan ulang setelah pengobatan sangat penting.

Apakah obat maag biasa dapat membunuh H. pylori?

Tidak. Obat penekan asam dapat membantu meredakan gejala dan membantu penyembuhan lambung, tetapi tidak cukup untuk menghilangkan H. pylori. Eradikasi bakteri memerlukan kombinasi obat yang diresepkan dokter.

Apakah semua orang dengan maag perlu menjalani urea breath test?

Tidak selalu. Dokter akan menilai pola gejala, usia, riwayat penyakit, penggunaan obat, tanda bahaya, dan faktor risiko sebelum merekomendasikan pemeriksaan.

Ditinjau Oleh:

dr. Adam Hilman

Sumber Referensi:

  1. American College of Gastroenterology. (2024). ACG Clinical Guideline: Treatment of Helicobacter pylori Infection. Diakses 2026.
  2. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (n.d.). Peptic Ulcers (Stomach or Duodenal Ulcers). Diakses 2026.
  3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (n.d.). Gastritis and Gastropathy. Diakses 2026.
  4. National Cancer Institute. (2023). Helicobacter pylori (H. pylori) and Cancer. Diakses 2026.
  5. Mayo Clinic. (n.d.). Helicobacter pylori (H. pylori) Infection: Symptoms and Causes. Diakses 2026.
  6. Mayo Clinic. (n.d.). Helicobacter pylori (H. pylori) Infection: Diagnosis and Treatment. Diakses 2026.
  7. International Agency for Research on Cancer. (2025). Population-Based Helicobacter pylori Screen-and-Treat Strategies for Gastric Cancer Prevention: Guidance on Implementation. Diakses 2026.
Home Service
Loading
Toast Message