Asam Urat Kambuh Saat Berbuka? Ini Tes yang Dibutuhkan

Bayangkan Anda sudah berpuasa seharian penuh dengan semangat. Saat berbuka, Anda menikmati berbagai hidangan. Tapi beberapa jam kemudian, jempol kaki atau lutut Anda tiba-tiba terasa seperti ditusuk-tusuk dan membengkak. Ini bisa jadi serangan asam urat yang dipicu oleh pola makan saat berbuka.
Mengapa bisa terjadi? Dan tes apa yang perlu Anda lakukan untuk memastikan kondisi ini?
Apa Itu Asam Urat?
Asam urat (dalam bahasa medis disebut gout atau hiperurisemia) adalah kondisi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi. Asam urat sendiri adalah zat sisa alami yang terbentuk saat tubuh memecah purin, yaitu zat yang terkandung dalam berbagai makanan dan juga diproduksi oleh tubuh sendiri.
Biasanya asam urat larut dalam darah, disaring oleh ginjal, dan dibuang lewat urine. Tapi kalau kadarnya terlalu tinggi (lebih dari 7 mg/dL pada pria dan 6 mg/dL pada wanita), asam urat bisa mengkristal dan menumpuk di sendi, menyebabkan nyeri yang sangat hebat dan mendadak.
Bayangkan seperti pasir halus yang masuk ke dalam sendi, tubuh merasakannya sebagai serangan dan merespons dengan peradangan (kemerahan, bengkak, panas, nyeri luar biasa).
Mengapa Asam Urat Bisa Kambuh Saat Berbuka Puasa?
Ada beberapa faktor yang menjadikan saat berbuka puasa sebagai "momen berbahaya" bagi penderita asam urat:
1. Makanan Tinggi Purin yang Dikonsumsi Berlebihan
Saat berbuka, godaan untuk makan banyak sangat besar. Makanan yang umum dikonsumsi saat berbuka tapi tinggi purin antara lain:
- Jeroan (hati, ampela, usus, babat)
- Daging merah dalam jumlah besar
- Seafood: udang, kepiting, cumi, kerang
- Kaldu daging yang pekat
- Kacang-kacangan dalam jumlah besar
2. Dehidrasi Seharian Selama Puasa
Seharian tidak minum membuat tubuh kekurangan cairan. Ginjal yang kurang cairan tidak bisa membuang asam urat secara efisien. Akibatnya, konsentrasi asam urat dalam darah meningkat drastis menjelang berbuka.
3. Minuman Manis dan Berfruktosa Tinggi
Es teh manis, sirup, jus kemasan, atau minuman bersoda yang sering jadi pilihan takjil ternyata mengandung fruktosa tinggi. Fruktosa (jenis gula tertentu) secara langsung merangsang produksi asam urat di dalam tubuh dan menghambat pembuangannya oleh ginjal, kombinasi yang berbahaya bagi penderita asam urat.
4. Lonjakan Produksi Asam Urat Setelah Puasa
Selama puasa, tubuh memecah lemak dan protein cadangan untuk energi. Proses ini sendiri menghasilkan asam urat. Ditambah makanan tinggi purin saat berbuka, kadar asam urat bisa melonjak tajam dalam hitungan jam.
Gejala Serangan Asam Urat yang Perlu Diwaspadai
- Nyeri sendi yang sangat hebat dan mendadak, sering muncul di malam hari atau dini hari
- Paling sering menyerang sendi jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, atau pergelangan tangan
- Sendi terasa panas, merah, bengkak, dan sangat sensitif bahkan terhadap sentuhan ringan
- Nyeri biasanya memuncak dalam 12-24 jam pertama dan bisa berlangsung 3-10 hari
Catatan: Jangan anggap remeh nyeri sendi mendadak yang disertai bengkak dan kemerahan. Segera ke dokter untuk memastikan apakah ini serangan asam urat atau kondisi lain seperti selulitis (infeksi kulit) atau artritis septik (infeksi sendi).
Tes yang Dibutuhkan untuk Asam Urat
1. Kadar Asam Urat Serum
Ini adalah tes utama. Sampel darah diambil dan diukur kadar asam urat dalam darah. Namun perlu tahu: selama serangan akut, kadar asam urat darah bisa normal atau bahkan rendah sementara (karena asam urat sedang "berpindah" ke sendi). Jadi tes ini lebih akurat dilakukan di luar episode serangan akut.
2. Darah Lengkap (CBC)
Untuk melihat apakah ada tanda infeksi atau peradangan lain yang bisa menyerupai gejala asam urat.
3. CRP (C-Reactive Protein) dan LED (Laju Endap Darah)
Kedua tes ini mengukur tingkat peradangan dalam tubuh. Nilainya akan tinggi saat serangan asam urat aktif, dan berguna untuk memantau perkembangan kondisi.
4. Fungsi Ginjal (Ureum, Kreatinin, eGFR)
Penting karena ginjal adalah organ utama yang membuang asam urat. Jika fungsi ginjal terganggu, asam urat tidak bisa dibuang dengan efisien dan akan terus menumpuk.
5. Analisis Cairan Sendi (Arthrocentesis)
Ini adalah "tes emas" untuk memastikan diagnosis asam urat, dokter mengambil sedikit cairan dari sendi yang meradang dan memeriksa kristal asam urat di bawah mikroskop. Namun prosedur ini tidak selalu diperlukan dan dilakukan hanya di fasilitas kesehatan tertentu.
Tips Mencegah Asam Urat Kambuh Saat Berbuka
Pilihan Takjil yang Aman
- Kurma 1-3 butir + air putih hangat, ini cara terbaik membuka puasa
- Buah segar: semangka, melon, apel, pir (tinggi air, rendah purin)
- Sup bening sayuran atau sup ayam tanpa jeroan
- Hindari es teh manis, sirup, dan minuman bersoda sebagai takjil utama
Pilihan Menu Utama Iftar yang Lebih Aman
- Ganti jeroan dengan daging ayam tanpa kulit atau ikan air tawar
- Perbanyak sayuran hijau: bayam (dikukus, bukan ditumis banyak minyak), brokoli, wortel
- Batasi porsi seafood, 1-2 potong sudah cukup
- Minum minimal 3 gelas air putih dari berbuka hingga menjelang tidur
Periksa Asam Urat di Klinik Granostic
Granostic menyediakan pemeriksaan asam urat serum, fungsi ginjal, dan penanda inflamasi lengkap dengan hasil yang cepat dan akurat. Lakukan pemeriksaan sebelum atau sesudah Ramadan untuk mengetahui status asam urat Anda dan mendapat panduan diet yang tepat dari tim medis kami.
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- Mayo Clinic. (n.d.). Gout - Symptoms and causes. Diakses 2026.
- Arthritis Foundation. (n.d.). Gout: Symptoms, Diagnosis, and Treatment. Diakses 2026.
- NCBI. (2012). Procedures for Collection of Induced Sputum Specimens From Children. Diakses 2026.
- NHS. (n.d.). Gout. Diakses 2026.
- NCBI. (2014). Is Ramadan fasting related to health outcomes? A review on the related evidence. Diakses 2026.

