Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Wajib Tahu: Perbedaan Nyeri Sendi Biasa & Gejala Autoimun

Wajib Tahu: Perbedaan Nyeri Sendi Biasa & Gejala Autoimun

Nyeri sendi adalah keluhan yang sangat umum, bisa dialami oleh siapa saja dari berbagai kelompok usia. Namun, tidak semua nyeri sendi bersifat sama. Ada nyeri sendi yang merupakan respons normal terhadap kelelahan fisik atau cedera, dan ada yang merupakan tanda dari penyakit autoimun serius yang memerlukan penanganan khusus.

Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar Anda dapat mengambil langkah yang tepat, apakah cukup dengan istirahat atau perlu segera ke dokter.

Nyeri Sendi Biasa: Karakteristik dan Penyebab

Nyeri sendi biasa (non-inflamasi) umumnya disebabkan oleh:

Lalu, berikut ciri khas nyeri sendi biasa:

Nyeri Sendi Akibat Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun tubuh keliru menyerang jaringannya sendiri. Beberapa penyakit autoimun yang umum menyerang sendi antara lain:

Rheumatoid Arthritis (RA)

Penyakit autoimun kronik yang menyebabkan peradangan pada lapisan sendi (sinovium). Gejalanya simetris, menyerang sendi yang sama di kedua sisi tubuh. Kekakuan pagi hari berlangsung lebih dari 1 jam. Bisa disertai nodul reumatoid, anemia, dan kelelahan.

Lupus Eritematosus Sistemik (LES/SLE)

Penyakit autoimun multi-organ dengan manifestasi sendi berupa artralgia dan artritis. Sering disertai ruam kupu-kupu (butterfly rash) di wajah, sensitivitas terhadap sinar matahari, dan keterlibatan ginjal.

Psoriatic Arthritis

Artritis yang berhubungan dengan psoriasis kulit. Sering menyerang sendi jari tangan/kaki (daktilitis atau pembengkakan seperti sosis) dan tulang belakang.

Gout (Asam Urat)

Meski bukan penyakit autoimun klasik, gout menyebabkan nyeri sendi akut yang sangat hebat akibat penumpukan kristal asam urat, seringkali pada sendi jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki.

Karakteristik

Nyeri Sendi Biasa

Penyakit Autoimun

Pola sendi

Asimetris, lokal

Simetris, multipel

Kekakuan pagi

< 30 menit

> 1 jam

Gejala sistemik

Tidak ada

Demam, lemah, ruam

Usia onset

Biasanya > 50 th

Bisa semua usia

Respons istirahat

Membaik

Tidak selalu membaik

Pentingnya Diagnosis Dini

Penyakit autoimun sendi yang tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen, deformitas, dan penurunan kualitas hidup yang signifikan. Diagnosis dan terapi dini dapat mencegah komplikasi jangka panjang.

Cek Laboratorium di Klinik Granostic

Granostic menyediakan paket pemeriksaan reumatologi lengkap termasuk RF, Anti-CCP, ANA, asam urat, dan penanda inflamasi.

Dengan hasil laboratorium yang akurat, dokter dapat menentukan diagnosis dan rencana terapi yang tepat untuk Anda. Kunjungi Klinik Granostic dan konsultasi gratis dengan tim kami untuk informasi lebih lanjut.

Ditinjau Oleh:

Dr. Aji Wibowo

Sumber Referensi:

  1. American College of Rheumatology. (n.d.). Rheumatoid Arthritis. Diakses 2026.
  2. Mayo Clinic. (n.d.). Rheumatoid arthritis. Diakses 2026.
  3. Lupus Foundation of America. (n.d.). What Is Lupus? Diakses 2026.
  4. National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. (n.d.). Autoimmune Diseases: Overview and Types. Diakses 2026.
  5. Arthritis Foundation. (n.d.). Gout: Symptoms, Diagnosis, and Treatment. Diakses 2026.
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message