- Taylor-Phillips, S., Freeman, K., Geppert, J., Agbebiyi, A., Uthman, O. A., Madan, J., Clarke, A., & Quenby, S. (2016). Accuracy of non-invasive prenatal testing using cell-free DNA for detection of Down, Edwards and Patau syndromes: A systematic review and meta-analysis. Diakses 2026.
- Yang, L., & Tan, W. C. (2020). Prenatal screening in the era of non-invasive prenatal testing: A nationwide cross-sectional survey of obstetrician knowledge, attitudes and clinical practice. Diakses 2026.
- Zhu, H., Jin, X., Xu, Y., Zhang, W., Liu, X., Jin, J., Qian, Y., & Dong, M. (2021). Efficiency of non-invasive prenatal screening in pregnant women at advanced maternal age. Diakses 2026.
- Zhang, H., Gao, Y., Jiang, F., Fu, M., Yuan, Y., Guo, Y., Zhu, Z., Lin, M., Liu, Q., Tian, Z., Chen, F., Lau, T. K., Zhao, L., Yi, X., Yin, Y., & Wang, W. (2015). Non-invasive prenatal testing for trisomies 21, 18 and 13: Clinical experience from 146,958 pregnancies. Diakses 2026.
- Benchekroun-Belabbes, K., Bendala-Tufanisco, E., & Sheth, C. C. (2024). Cell-free fetal DNA for prenatal screening of aneuploidies and autosomal trisomies: A systematic review. Diakses 2026.
- Sebire, E., Rodrigo, C. H., Bhattacharya, S., Black, M., Wood, R., & Vieira, R. (2024). The implementation and impact of non-invasive prenatal testing (NIPT) for Down’s syndrome into antenatal screening programmes: A systematic review and meta-analysis. Diakses 2026.
- Gene Solution. (2024, April 8). NIPT Gene Solution 04-08-2024. Diakses 2026.
Pentingnya NIPT untuk Ibu Hamil di Atas Usia 35 Tahun
13 Januari 2026

Kehamilan merupakan fase penting yang membutuhkan perhatian khusus, terutama bagi ibu hamil di atas usia 35 tahun. Pada usia ini, perubahan biologis dapat meningkatkan risiko tertentu bagi ibu maupun janin. Perkembangan teknologi medis memungkinkan deteksi dini risiko kehamilan melalui pemeriksaan non-invasif.
Salah satu metode skrining yang direkomendasikan secara global adalah Non-Invasive Prenatal Test (NIPT). Tes ini menjadi pilihan penting untuk membantu ibu hamil mendapatkan informasi awal terkait kondisi genetik janin.
Kenapa Kehamilan di Atas Usia 35 Tahun Perlu Perhatian Khusus?
Kehamilan di atas usia 35 tahun secara medis dikategorikan sebagai kehamilan usia lanjut. Pada usia ini, kualitas sel telur mengalami penurunan seiring bertambahnya usia biologis ibu. Kondisi tersebut dapat memengaruhi proses pembuahan dan perkembangan janin.
Oleh karena itu, pemantauan kehamilan yang lebih ketat sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko komplikasi. Selain faktor biologis, kondisi kesehatan ibu seperti tekanan darah dan kadar gula darah juga perlu diperhatikan secara rutin.
Pemeriksaan kehamilan yang terjadwal membantu mendeteksi masalah sejak dini sebelum berkembang menjadi komplikasi serius. Dengan pendekatan medis yang tepat, kehamilan di usia matang tetap dapat dijalani dengan aman dan sehat.
Risiko Kehamilan pada Usia Lebih dari 35 Tahun
Ibu hamil dengan usia lebih dari 35 tahun memiliki kecenderungan risiko yang lebih tinggi dibandingkan usia reproduktif optimal. Risiko tersebut mencakup komplikasi kehamilan, gangguan perkembangan janin, hingga kelainan genetik.
Faktor usia juga berpengaruh pada respons tubuh ibu selama masa kehamilan. Inilah alasan pentingnya skrining dan pemeriksaan kehamilan yang lebih komprehensif.
Peningkatan risiko komplikasi kehamilan
Usia ibu yang lebih tua berkaitan dengan meningkatnya risiko hipertensi kehamilan dan diabetes gestasional. Selain itu, risiko preeklamsia dan gangguan plasenta juga lebih tinggi. Kondisi ini memerlukan pemantauan medis secara berkala untuk menjaga keselamatan ibu dan janin.
Risiko keguguran dan masalah kehamilan lainnya
Penelitian menunjukkan bahwa angka keguguran meningkat seiring bertambahnya usia ibu. Hal ini berkaitan dengan kualitas kromosom pada sel telur yang menurun. Selain keguguran, risiko persalinan prematur dan bayi dengan berat lahir rendah juga lebih tinggi.
Risiko kelainan genetik pada janin
Usia ibu merupakan faktor utama peningkatan risiko kelainan kromosom seperti trisomi 21 (Down syndrome). Risiko ini meningkat signifikan setelah usia 35 tahun. Oleh karena itu, deteksi dini kelainan genetik menjadi langkah penting dalam perencanaan kehamilan.
Hubungan Usia Ibu dengan Risiko Kelainan Genetik
Secara ilmiah, bertambahnya usia ibu meningkatkan kemungkinan terjadinya nondisjunction kromosom saat pembelahan sel. Kondisi ini menyebabkan jumlah kromosom janin menjadi tidak normal.
Risiko Down syndrome, trisomi 18, dan trisomi 13 meningkat seiring usia ibu. Hubungan ini telah dibuktikan dalam berbagai studi epidemiologi berskala internasional. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan risiko mulai terlihat signifikan setelah usia 35 tahun.
Faktor penuaan sel telur berperan besar dalam terjadinya kesalahan pembelahan kromosom. Oleh karena itu, kehamilan pada usia ini memerlukan skrining genetik yang lebih cermat.
Peran NIPT pada Kehamilan Usia 35 Tahun ke Atas
NIPT berperan sebagai metode skrining awal untuk mendeteksi risiko kelainan kromosom janin. Tes ini menganalisis fragmen DNA janin yang beredar dalam darah ibu.
Pada kehamilan usia 35 tahun ke atas, NIPT menjadi alat penting untuk mendapatkan informasi genetik sejak dini. Hasil NIPT dapat membantu dokter menentukan langkah pemeriksaan lanjutan yang tepat.
NIPT memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi dibandingkan metode skrining konvensional. Pemeriksaan ini dapat dilakukan tanpa risiko terhadap janin karena bersifat non-invasif. Dengan hasil yang akurat, NIPT mendukung pengambilan keputusan medis yang lebih terarah pada kehamilan usia lanjut.
Manfaat NIPT untuk Ibu Hamil di Atas Usia 35 Tahun
NIPT menawarkan berbagai manfaat yang relevan bagi ibu hamil usia lanjut. Pemeriksaan ini dilakukan sejak trimester pertama dan tidak menimbulkan risiko bagi janin.
Selain itu, tingkat akurasinya tinggi untuk skrining kelainan kromosom tertentu. Hal ini menjadikan NIPT sebagai pilihan yang direkomendasikan secara internasional.
1. Deteksi dini risiko kelainan genetik janin
NIPT mampu mendeteksi risiko Down syndrome, trisomi 18, dan trisomi 13 dengan sensitivitas tinggi. Deteksi dini memungkinkan persiapan medis yang lebih baik. Ibu dan keluarga dapat memahami kondisi kehamilan sejak awal.
2. Memberikan rasa tenang selama kehamilan
Hasil NIPT yang menunjukkan risiko rendah dapat memberikan ketenangan psikologis bagi ibu hamil. Rasa cemas yang sering muncul pada kehamilan usia lanjut dapat diminimalkan. Kondisi mental yang baik berpengaruh positif terhadap kesehatan ibu dan janin.
3. Membantu perencanaan dan pengambilan keputusan medis
Informasi dari NIPT membantu dokter dan pasien dalam merencanakan pemeriksaan lanjutan jika diperlukan. Keputusan medis dapat diambil berdasarkan data yang lebih akurat. Hal ini sangat penting pada kehamilan dengan risiko tinggi.
4. Mengurangi kebutuhan pemeriksaan invasif
Dengan tingkat akurasi yang tinggi, NIPT dapat mengurangi kebutuhan tindakan invasif seperti amniosentesis. Pemeriksaan invasif memiliki risiko keguguran meskipun kecil. Oleh karena itu, NIPT menjadi alternatif skrining awal yang lebih aman.
Waktu Terbaik Melakukan Tes NIPT
Usia kehamilan 10 minggu adalah waktu tepat melakukan NIPT test. Pada periode ini, jumlah DNA janin dalam darah ibu sudah mencukupi untuk analisis. Melakukan NIPT lebih awal memungkinkan deteksi risiko sejak trimester pertama. Hal ini memberi waktu lebih panjang untuk pemantauan dan perencanaan kehamilan.
Bagi ibu hamil usia 35 tahun ke atas, pemeriksaan dini sangat dianjurkan karena risiko kelainan kromosom meningkat seiring bertambahnya usia. Selain itu, hasil NIPT di trimester awal dapat membantu dokter menentukan kebutuhan pemeriksaan lanjutan. Dengan informasi yang diperoleh lebih cepat, ibu dan keluarga dapat membuat keputusan medis dengan lebih tenang dan terarah.
Keamanan dan Akurasi NIPT untuk Ibu Hamil Usia 35 Tahun ke Atas
NIPT merupakan tes non-invasif yang hanya membutuhkan sampel darah ibu. Pemeriksaan ini tidak menimbulkan risiko bagi janin maupun ibu hamil.
Berbagai penelitian internasional menunjukkan bahwa NIPT memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi, terutama pada kehamilan usia lanjut. Oleh karena itu, NIPT dianggap aman dan andal sebagai metode skrining genetik modern.
Tes NIPT di Klinik Granostic sebagai untuk Kehamilan di Usia Matang
Klinik Granostic menyediakan layanan Tes NIPT sebagai solusi skrining genetik modern bagi ibu hamil di usia matang, khususnya di atas 35 tahun. Pemeriksaan dilakukan dengan teknologi terkini untuk menganalisis DNA janin dari darah ibu secara akurat dan aman.
Proses tes ditangani oleh tenaga medis berpengalaman yang memahami kebutuhan kehamilan berisiko lebih tinggi. Dengan pendekatan profesional dan berbasis evidence-based medicine, Klinik Granostic membantu ibu hamil mendapatkan informasi penting sejak awal kehamilan.
Jika Anda sedang menjalani kehamilan di usia matang dan ingin memastikan kesehatan janin sejak dini, Tes NIPT di Klinik Granostic Surabaya dapat menjadi pilihan tepat. Konsultasikan kondisi kehamilan Anda bersama dokter yang kompeten untuk mendapatkan rekomendasi pemeriksaan yang sesuai.
Dengan pelayanan yang nyaman, hasil yang akurat, dan pendampingan medis yang menyeluruh, Klinik Granostic siap mendukung perjalanan kehamilan Anda agar lebih tenang dan terencana. Jangan ragu untuk menjadwalkan konsultasi dan pemeriksaan NIPT lebih awal demi kesehatan ibu dan buah hati.
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo

