Terapi Nyeri Sendi: PRP, Secretome, dan Prolotherapy
.jpg)
Tak hanya mengganggu kenyamanan, nyeri sendi juga dapat memengaruhi kualitas hidup dan membuat aktivitas harian Anda terhambat. Namun, tak perlu khawatir. Ada banyak pilihan terapi nyeri sendi yang bisa Anda lakukan, mulai dari PRP, secretome, dan prolotherapy. Apa saja bedanya?
Sobat, nyeri sendi merupakan rasa tidak nyaman yang dapat terjadi pada satu atau lebih sendi di tubuh Anda. Rasa tidak nyaman ini termasuk sangat umum terjadi, dan kerap terasa di bagian kaki, tangan, pinggul, lutut, ataupun tulang belakang.
Meski tak selalu berhubungan dengan kondisi medis yang serius atau mengancam jiwa, nyeri sendi tentu dapat menghambat aktivitas dan mengganggu kualitas hidup Anda. Kabar baiknya, nyeri sendi ini dapat diatasi dengan berbagai terapi, yang dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kebutuhan Anda.
Apa saja jenis pilihan terapi sendi yang dimaksud? Langsung simak penjelasan Granostic di bawah ini, yuk!
Mengenal Pilihan Terapi Nyeri Sendi Non Operasi
Saat menghadapi nyeri sendi kronis yang mengganggu gerak tubuh, Sobat mungkin khawatir akan perlunya tindakan operasi. Bagi sebagian orang, operasi ortopedi terasa cukup menyeramkan karena risiko komplikasi dan waktu pemulihan yang tidak sebentar.
Namun, dunia medis saat ini telah berkembang pesat dengan adanya terapi regeneratif. Terapi ini fokus pada upaya merangsang tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri tanpa tindakan invasif. Berikut adalah tiga pilihan terapi injeksi yang kian populer untuk mengatasi nyeri sendi:
-
Terapi PRP (Platelet-Rich Plasma): Menggunakan komponen darah pasien sendiri untuk mempercepat penyembuhan. Prosedurnya dimulai dengan mengambil sedikit darah pasien, yang kemudian diproses menggunakan alat sentrifugasi untuk memisahkan plasma yang kaya akan trombosit. Terapi PRP sering menjadi pilihan utama bagi pasien dengan gejala awal pengapuran sendi (osteoartritis) atau cedera tendon kronis.
-
Terapi Secretome: Merupakan inovasi terbaru dalam kedokteran regeneratif yang setingkat lebih maju dibandingkan terapi sel punca (stem cell) konvensional. Terapi secretome memiliki kemampuan dalam menekan respon imun yang menyebabkan peradangan hebat (badai sitokin) dan merangsang sel-sel di area sendi untuk bekerja lebih aktif dalam memperbaiki kerusakan.
-
Terapi Prolotherapy: Jenis terapi nyeri sendi ini bekerja dengan cara memberikan rangsangan alami. Sehingga dapat memicu peradangan tingkat ringan yang disengaja di area tersebut.
Setelah menyimak pilihan terapi non-operasi untuk nyeri sendi di atas, Anda mungkin masih bingung menentukan mana yang terbaik untuk Anda. Maka, mari kita simak secara mendalam mengenai terapi PRP, secretome, hingga prolotherapy berikut ini.
Terapi PRP untuk Nyeri Sendi
Pilihan terapi nyeri sendi yang pertama adalah PRP atau Platelet-Rich Plasma. Terapi ini adalah metode pengobatan yang menggunakan komponen darah pasien sendiri untuk menyembuhkan jaringan yang rusak. Secara sederhana, darah kita terdiri dari cairan (plasma) dan sel-sel darah. Salah satu jenis sel tersebut adalah trombosit (platelet), dan trombosit inilah yang digunakan dalam terapi PRP. Mengapa demikian?
Trombosit dikenal luas karena fungsinya membekukan darah saat kita terluka. Namun, trombosit juga menyimpan "bahan bangunan" alami berupa protein pertumbuhan yang berfungsi memperbaiki kerusakan otot, tendon, dan tulang rawan. Melalui terapi PRP, konsentrasi bahan penyembuh ini ditingkatkan berkali-kali lipat lalu diberikan langsung ke area sendi yang bermasalah.
Karena prosedurnya yang menggunakan darah pasien sendiri untuk pengobatannya, PRP menjadi terapi yang minim risiko alergi dan penolakan tubuh. Ini juga yang menjadikannya standar utama dalam pengobatan regeneratif di bidang ortopedi dan kedokteran olahraga.
Cara kerja terapi PRP
Terapi PRP dilakukan dengan mengambil darah pasien, yang kemudian ditempatkan dan diputar di mesin khusus bernama centrifuge. Mesin ini memisahkan plasma yang sangat kaya akan trombosit dari sel darah merah lainnya. Dengan demikian, akan diperoleh cairan plasma berkonsentrasi trombosit sangat tinggi.
Hasil pemisahan plasma dan trombosit ini nantinya akan disuntikkan ke sendi yang nyeri. Trombosit tersebut kemudian akan pecah dan melepaskan protein pertumbuhan. Protein ini bekerja seperti sinyal yang memanggil sel-sel perbaikan tubuh untuk datang ke area sendi, meredakan peradangan, dan membantu memperbaiki permukaan sendi atau tendon yang mulai aus.
Kondisi nyeri sendi yang sering ditangani dengan PRP
Berdasarkan data medis dan praktik klinis, PRP sangat efektif digunakan untuk menangani kondisi seperti:
-
Pengapuran lutut (Osteoartritis): Terutama pada tahap awal dan menengah agar nyeri berkurang dan gerakan sendi lebih lancar.
-
Cedera Tendon: Seperti nyeri pada siku (Tennis Elbow), nyeri pada tumit belakang (Achilles Tendinitis), atau nyeri pada bahu.
-
Cedera Otot dan Ligamen: Mempercepat pemulihan otot yang tertarik atau ligamen yang mengalami robekan kecil akibat olahraga atau aktivitas berat.
Proses dan durasi terapi PRP
JIka menyimak dari penjelasan cara kerja terapi PRP, Anda mungkin membayangkan proses yang lama dan menyakitkan. Namun Anda tak perlu khawatir, Sobat. Justru proses terapi ini tergolong cepat dan bisa dilakukan di klinik atau rumah sakit tanpa perlu menginap.
Berikut adalah prosedur terapi PRP yang perlu Anda ketahui:
-
Pengambilan Darah: Darah diambil dari lengan pasien (seperti proses cek darah di laboratorium).
-
Pemrosesan Darah: Darah diputar di mesin selama 45 hingga 60 menit untuk mendapatkan plasma kaya trombosit.
-
Penyuntikan: Dokter menyuntikkan plasma tersebut ke area sendi yang sakit. Biasanya dokter menggunakan bantuan alat USG agar lokasi suntikan sangat akurat.
Tak hanya prosesnya yang mudah, seluruh proses ini biasanya selesai dalam waktu yang relatif cepat, yakni 10 menit untuk proses injeksi dan proses PRP sekitar 45 hingga 60 menit. Pasien pun umumnya diperbolehkan pulang dan beraktivitas ringan segera setelah tindakan. Perbaikan rasa nyeri juga mulai terasa secara bertahap dalam beberapa minggu seiring dengan, berjalannya proses perbaikan jaringan di dalam tubuh.
Terapi Secretome untuk Nyeri Sendi
Lanjut ke pilihan berikutnya yang tidak kalah populer di dunia medis saat ini, yaitu terapi secretome. Jika sebelumnya PRP menggunakan plasma darah Anda, secretome membawa metode penyembuhan ke tingkat yang lebih modern dan praktis.
Secara umum, secretome adalah zat aktif yang dihasilkan oleh sel punca. Namun, penting untuk dicatat bahwa terapi ini tidak menggunakan sel punca hidup, melainkan hanya mengambil saripati atau molekul protein yang dikeluarkan oleh sel tersebut. Tujuannya adalah untuk memberikan instruksi langsung kepada sel-sel di area sendi agar berhenti meradang dan mulai melakukan perbaikan.
Cara kerja terapi secretome
Bisa dibilang, secretome adalah paket lengkap berisi instruksi penyembuhan. Di dalam cairan ini terdapat berbagai jenis protein, faktor pertumbuhan, dan eksosom, yakni kantong kecil berisi informasi antar sel.
Saat disuntikkan ke sendi yang nyeri, secretome tidak perlu menunggu tubuh memprosesnya terlebih dahulu. Zat ini langsung bekerja sebagai zat anti-radang yang sangat kuat. Nah zat ini bertugas untuk menenangkan lingkungan sendi yang sedang meradang hebat, sekaligus memicu sel-sel asli di sendi Anda untuk aktif kembali memperbaiki jaringan yang rusak.
Karena tidak mengandung sel hidup utuh, risiko terjadinya reaksi penolakan dari sistem imun saat menggunakan terapi ini akan jauh lebih kecil dibandingkan terapi sel punca konvensional.
Kondisi nyeri sendi yang sering ditangani dengan secretome
Karena sifatnya yang sangat fokus pada regenerasi jaringan dan pengendalian radang, terapi secretome sering direkomendasikan untuk:
-
Osteoartritis kronis: Terutama untuk pasien yang sudah merasa nyeri hebat akibat penipisan tulang rawan.
-
Peradangan sendi yang persisten: Nyeri sendi yang tidak kunjung membaik dengan obat-obatan antiradang biasa.
-
Cedera jaringan lunak yang kompleks: Kerusakan pada ligamen atau otot yang memerlukan bantuan ekstra untuk pulih kembali.
-
Degenerasi sendi akibat usia: Membantu memperbaiki kualitas cairan sendi dan lingkungan di dalam sendi.
Proses dan durasi terapi secretome
Salah satu keunggulan utama dari sisi kenyamanan pasien adalah kepraktisannya. Berbeda dengan PRP, dokter tidak perlu mengambil darah Anda terlebih dahulu.
-
Persiapan: Dokter akan menyiapkan sediaan secretome medis yang sudah teruji standar keamanannya di laboratorium.
-
Tindakan Injeksi: Dokter akan membersihkan area sendi yang bermasalah dan melakukan penyuntikan secara langsung. Sama seperti PRP, panduan USG sering digunakan agar cairan tepat masuk ke ruang sendi.
-
Observasi singkat: Setelah penyuntikan, Anda hanya perlu beristirahat sejenak untuk observasi sebelum diperbolehkan pulang.
Seluruh proses ini biasanya memakan waktu yang sangat singkat, sekitar 15 hingga 30 menit saja. Karena prosedur ini tidak melibatkan proses pengambilan darah, banyak pasien merasa terapi ini lebih nyaman dan tidak melelahkan. Sementara itu efek pereda nyeri biasanya mulai dirasakan dalam hitungan hari hingga beberapa minggu, tergantung pada respon tubuh masing-masing pasien.
Terapi Prolotherapy untuk Nyeri Sendi
Terakhir, kita akan mengenal terapi yang memiliki pendekatan unik dan berbeda dari dua terapi sebelumnya, yaitu Prolotherapy. Jika PRP dan secretome fokus pada memberikan zat penyembuh, prolotherapy justru bertujuan untuk membangunkan atau merangsang kemampuan penyembuhan alami tubuh Anda sendiri dengan cara yang terkontrol.
Terapi ini juga bertujuan untuk memperkuat struktur penyangga sendi, seperti ligamen dan tendon, agar sendi yang tadinya goyah atau tidak stabil menjadi kuat kembali. Berikut penjelasan lengkap mengenai prosesnya:
Cara kerja terapi prolotherapy
Cara kerja terapi prolotherapy dilakukan dengan menciptakan peradangan ringan secara sengaja. Dokter akan menyuntikkan larutan perangsang, yang paling sering menggunakan cairan gula medis atau dekstrosa konsentrasi tinggi, ke titik di mana ligamen atau tendon bertemu dengan tulang.
Suntikan ini akan mengecoh tubuh dengan memberikan sinyal bahwa ada "cedera baru" di area tersebut. Sebagai respon, sistem imun akan mengirimkan lebih banyak aliran darah, nutrisi, dan faktor pertumbuhan ke lokasi suntikan.
Proses ini memicu pertumbuhan serat kolagen baru yang membuat ligamen dan tendon menjadi lebih tebal, lebih kuat, dan lebih kencang. Saat penyangga ini kuat, sendi tidak akan mudah bergeser, dan nyeri pun akan hilang secara perlahan.
Kondisi nyeri sendi yang sering ditangani dengan prolotherapy
Terapi prolotherapy memiliki fokus utama untuk memperkuat stabilitas sendi, sehingga terapi ini sangat tepat untuk kondisi seperti:
-
Nyeri kronis akibat sendi tidak stabil: Misalnya lutut yang terasa goyah atau sering "terkunci".
-
Keseleo berulang: Masalah pada pergelangan kaki yang sering terkilir karena ligamen yang sudah kendur.
-
Cedera ligamen lama: Cedera olahraga masa lalu yang tidak pernah sembuh sempurna dan meninggalkan rasa nyeri menahun.
-
Nyeri punggung bawah dan panggul: Terutama yang disebabkan oleh ketegangan atau kelemahan pada ligamen di area tulang belakang dan panggul (Sacroiliac Joint).
Proses dan durasi terapi prolotherapy
Sama halnya dengan terapi injeksi lainnya, prolotherapy dilakukan secara rawat jalan tanpa perlu operasi.
-
Pemetaan Titik Nyeri: Dokter akan menekan atau meraba area sendi untuk menentukan titik-titik ligamen mana yang terasa lemah atau nyeri.
-
Penyuntikan: Larutan dekstrosa disuntikkan ke beberapa titik di sekitar sendi. Tergantung luas areanya, mungkin diperlukan beberapa kali suntikan dalam satu sesi untuk hasil yang merata.
-
Pemulihan: Berbeda dengan PRP atau secretome yang memberikan efek mendinginkan peradangan, setelah prolotherapy sendi mungkin akan terasa sedikit kaku atau nyut-nyutan selama 1-2 hari. Ini adalah tanda normal bahwa proses peradangan yang disengaja sedang bekerja.
Satu sesi terapi biasanya memakan waktu 20 hingga 30 menit. Namun, karena proses pembentukan kolagen baru membutuhkan waktu, terapi ini umumnya dilakukan secara berseri. Misalnya sekitar 3 hingga 6 sesi dengan jarak beberapa minggu, yang dilakukan untuk mendapatkan kekuatan sendi yang maksimal.
Perbedaan PRP, Secretome, dan Prolotherapy
Setelah mengenal ketiga jenis terapi di atas secara mendalam, Sobat mungkin masih ragu untuk menentukan mana yang terbaik. Meskipun ketiganya merupakan terapi suntik tanpa operasi, ada perbedaan mendasar yang perlu Sobat pahami agar tidak salah pilih.
Berikut adalah perbandingan mendalam antara PRP, Secretome, dan Prolotherapy:
Perbedaan bahan dan mekanisme kerja
Perbedaan yang paling mencolok terletak pada bahan baku yang digunakan. PRP menggunakan plasma darah Anda sendiri yang kaya akan trombosit. Sementara secretome menggunakan molekul aktif hasil olahan laboratorium dari sel punca, sehingga Anda tidak perlu diambil darahnya. Kemudian, prolotherapy menggunakan larutan gula medis (dekstrosa).
Secara mekanisme, PRP dan secretome bekerja dengan cara memberikan zat penyembuh langsung ke dalam sendi. Sebaliknya, prolotherapy bekerja dengan cara merangsang tubuh agar menciptakan proses penyembuhan alami melalui peradangan ringan yang terkontrol.
Perbedaan tujuan terapi dan hasil yang diharapkan
Tak hanya dari bahan bakunya, ketiga jenis terapi non-operasi untuk mengatasi nyeri sendi ini juga terletak pada tujuan serta hasil yang diharapkan. Berikut perbandingannya:
-
PRP & Secretome: Tujuan utamanya adalah regenerasi jaringan dan meredakan peradangan. Hasil yang diharapkan adalah perbaikan pada tulang rawan yang mulai aus atau tendon yang rusak, sehingga nyeri hilang karena jaringan kembali sehat.
-
Prolotherapy: Tujuan utamanya adalah stabilitas. Hasil yang diharapkan adalah penguatan ligamen dan tendon yang kendur. Jadi, jika masalah Anda adalah sendi yang terasa goyang atau tidak stabil, prolotherapy adalah pilihannya.
Perbedaan durasi pemulihan
Durasi pemulihan dari ketiga terapi ini juga berbeda. Dalam hal pemulihan pasca-tindakan, PRP dan secretome cenderung lebih nyaman karena zat yang disuntikkan bersifat anti-radang, sehingga nyeri biasanya mereda lebih cepat. Sementara pada prolotherapy, Sobat mungkin akan merasakan pegal atau kaku selama 1–3 hari setelah suntikan karena tubuh memang sedang "dipaksa" meradang untuk memperbaiki diri.
Namun, untuk hasil maksimal secara permanen, ketiganya memerlukan waktu beberapa minggu hingga bulan karena jaringan tubuh manusia tidak bisa tumbuh dalam semalam.
Perbedaan indikasi penggunaan
Karena memiliki fokus pemulihan yang berbeda, maka penggunaan terapi ini juga biasanya disesuaikan dengan penyebab nyeri sendi yang dirasakan oleh pasien. Dokter umumnya makan merekomendasikan PRP untuk penderita pengapuran sendi (Osteoartritis) derajat ringan sampai sedang.
Kemudian menyaraknkan secretome untuk peradangan sendi yang lebih berat atau pasien yang ingin hasil regenerasi yang lebih intensif tanpa proses ambil darah. Lalu terapi prolotherapy umumnya digunakan untuk cedera ligamen menahun, keseleo berulang, atau nyeri punggung akibat otot dan jaringan ikat yang lemah.
Ringkasan perbandingan ketiga terapi nyeri sendi
Agar lebih mudah bagi Sobat untuk membandingkan ketiga jenis terapi nyeri sendi non-operasi ini, berikut tabel perbandingan yang bisa Anda simak:
| Fitur | PRP | Secretome | Prolotherapy |
|---|---|---|---|
| Bahan Utama | Plasma darah pasien sendiri | Molekul aktif sel punca | Larutan Gula Medis (Dekstrosa) |
| Fungsi Utama | Memperbaiki jaringan rusak | Regenerasi & anti-radang kuat | Memperkuat ligamen/tendon |
| Proses Ambil Darah | Ya | Tidak | Tidak |
| Jumlah Sesi | Biasanya 1–3 sesi | Bisa 1 sesi (tergantung kondisi) | Biasanya 3–6 sesi |
| Karakteristik | Alami & Autologus | Modern & Praktis | Penguatan Stabilitas |
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Terapi
Sebelum Sobat mengambil keputusan, penting untuk diingat bahwa setiap tubuh memiliki respon yang berbeda terhadap terapi medis. Memilih antara PRP, secretome, atau prolotherapy bukan sekadar memilih yang paling modern, melainkan memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan biologis sendi Sobat saat ini.
Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu Sobat pertimbangkan:
Evaluasi kondisi sendi dan diagnosis yang tepat
Langkah paling krusial bukanlah memilih terapinya, melainkan menemukan penyebab nyerinya. Nyeri lutut karena pengapuran (osteoartritis) tentu membutuhkan penanganan yang berbeda dengan nyeri akibat ligamen yang longgar.
Sebelum menentukan tindakan, pastikan Sobat melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Di Granostic, dokter biasanya menggunakan bantuan alat seperti USG atau MRI untuk melihat kondisi jaringan di dalam sendi secara nyata, sehingga terapi yang dipilih benar-benar tepat sasaran.
Ekspektasi hasil terapi yang realistis
Ketiga terapi ini bukanlah "obat ajaib" yang bisa menghilangkan nyeri dalam sekejap mata setelah satu kali suntik. Karena prinsipnya adalah membantu regenerasi jaringan, proses ini membutuhkan waktu.
Sobat perlu memahami bahwa hasil biasanya akan terasa secara bertahap dalam beberapa minggu. Kedisiplinan untuk mengikuti jadwal sesi terapi yang disarankan dokter sangat menentukan tingkat keberhasilan pemulihan sendi Sobat.
Pentingnya kombinasi dengan fisioterapi atau latihan
Injeksi regeneratif seperti PRP atau secretome bekerja dari dalam sendi, namun otot di luar sendi tetap harus diperkuat. Tanpa otot penopang yang kuat, beban tubuh akan terus menekan sendi yang baru saja diperbaiki.
Oleh karena itu, dokter seringkali menyarankan kombinasi terapi suntik dengan fisioterapi atau latihan penguatan mandiri di rumah. Kombinasi ini bertujuan agar sendi tidak hanya sehat, tetapi juga terlindungi oleh otot yang kokoh di sekitarnya.
Risiko dan efek samping yang mungkin terjadi
Meskipun prosedur ini tergolong sangat aman dan minim risiko karena tidak melalui pembedahan besar, tetap ada efek samping ringan yang mungkin muncul. Yang paling umum adalah rasa pegal, kemerahan, atau sedikit bengkak di area suntikan selama 1 hingga 3 hari pasca-tindakan.
Khusus pada prolotherapy, rasa tidak nyaman mungkin sedikit lebih terasa karena tubuh memang sedang dirangsang untuk mengalami peradangan positif. Selama tindakan dilakukan oleh tenaga medis ahli di lingkungan yang steril, risiko infeksi atau komplikasi serius lainnya sangatlah kecil.
Terapi Nyeri Sendi Sesuai Kondisi dan Kebutuhan di Klinik Granostic
Mendapatkan perawatan dan terapi nyeri sendi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sangat penting dilakukan. Dengan demikian perawatan akan lebih tepat efektif, tidak overtreatment atau undertreatment.
Menyadari kebutuhan penanganan yang tepat sasaran tersebut, Granostic menawarkan layanan pemeriksaan medis lengkap dan pilihan terapi nyeri sendi non-operasi untuk Anda. Dokter spesialis Granostic akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, hingga mendiskusikan rencana perawatan dan pengobatan yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Dengan layanan terpadu, lengkap, dan terpercaya dari Granostic, Anda dapat melawan nyeri sendi yang mengganggu Anda. Yuk, Sobat, jangan biarkan nyeri sendi menghalangi aktivitas harian Anda!
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- Prasetyo, R., dkk. (2023). Platelet-Rich Plasma Injection for Knee Osteoarthritis: Current Evidence and Clinical Outcomes. Diakses 2025.
- Di Martino, A., dkk. (2023). Biological injections for the treatment of knee osteoarthritis: Current concepts and future perspectives. Diakses 2025.
- Healthline. (2023). Platelet-Rich Plasma (PRP) for Knee Osteoarthritis: Does It Work? Diakses 2025.
- Johns Hopkins Medicine. (2024). Platelet-Rich Plasma (PRP) Treatment. Diakses 2025.
- Cleveland Clinic. (2024). Prolotherapy: What It Is, Benefits, Risks & Recovery. Diakses 2025.

