Apa Saja Pengobatan PPOK yang Tersedia Saat Ini?

Tahukah Sobat, bahwa paparan asap rokok, debu, zat kimia di udara, dan berbagai polutan lain dapat menyebabkan iritasi hingga kerusakan paru-paru dalam jangka panjang? Kondisi ini kerap disebut sebagai Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), yang dapat berakibat fatal bila tidak ditangani dan diobati dengan tepat.
PPOK merupakan jenis penyakit yang berkembang secara perlahan dan bersifat kronis. Penyakit ini umumnya tidak menunjukkan gejala signifikan di awal perkembangannya, namun seiring berjalannya waktu gejala dapat muncul lebih sering.
Sayangnya, PPOK tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Hingga kini pengobatan PPOK berorientasi pada pencegahan perkembangan penyakit dan komplikasi, meningkatkan kualitas hidup penderita, mempermudah pernapasan, hingga mengurangi gejala-gejalanya.
Nah, dalam artikel ini, Granostic akan mengajak Sobat sekalian untuk menyimak apa saja pengobatan PPOK yang tersedia. Dengan demikian, Anda dapat memiliki gambaran bagaimana perawatan dan penanganan PPOK yang tepat sesuai dengan prosedur medis yang ada.
Simak, yuk!
Jenis-Jenis Pengobatan PPOK yang Tersedia Saat Ini
1. Bronkodilator
Bronkodilator merupakan obat yang umumnya tersedia dalam bentuk inhaler. Obat ini dapat membantu merelaksasi otot-otot di sekitar saluran udara, sehingga dapat membantu meredakan batuk dan membuat pernapasan lebih mudah.
Bergantung pada seberapa parah gejala PPOK yang pasien alami, dokter merekomendasikan jenis bronkodilator yang sesuai.
Ada dua jenis bronkodilator, yakni short-acting bronchodilators (SABA/SAMA) dan long-acting bronchodilators (LABA/LAMA).
Mari kita bahas lebih lanjut, yuk!
Jenis bronkodilator
- Short-Acting Bronchodilators (SABA/SAMA)
Sama seperti namanya, short-acting bronchodilator, dapat memberikan efek melegakan pernapasan dengan cepat. Jenis bronkodilator ini sangat cocok untuk mengatasi gejala PPOK yang muncul secara tiba-tiba. Jenis bronkodilator ini pun dapat digunakan sebelum Anda melakukan aktivitas, untuk mencegah gejala PPOK kambuh di tengah kegiatan Anda.
- Long-Acting Bronchodilators (LABA/LAMA)
Long-Acting bronchodilators merupakan jenis pengobatan PPOK yang dapat membantu merelaksasi otot di sekitar saluran pernapasan, untuk membuatnya tetap terbuka dan meningkatkan pernapasan pada penderita PPOK.
Jenis bronkodilator ini dinamakan "long", berarti lama atau panjang, karena efeknya dapat bertahan lama, yakni setidaknya selama 12 jam. Hal ini yang membedakannya dengan short-acting bronchodilators yang hanya bertahan hingga empat jam.
Contoh obat
Beberapa contoh obat short-acting dan long-acting bronchodilators dapat Anda simak dalam ulasan berikut ini.
- short-acting bronchodilators: Albuterol (ProAir, Ventolin, Proventil), Ipratropium (Atrovent), serta Levalbuterol (Xopenex).
- long-acting bronchodilators: serevent (salmeterol), foradil (formoterol), dan striverdi (olodeterol).
2. Kortikosteroid Inhalasi
Kerap juga disebut sebagai inhaler steroid, merupakan obat hirup yang dapat mengurangi peradangan pada saluran napas dan membantu mencegah serangan Ketika gejala PPOK memburuk. Obat ini dapat bekerja beberapa menit setelah penderita PPOK menghirupnya, yang efeknya dapat bertahan selama 2 hingga 4 jam.
Namun, menurut Mayo Clinic, inhaler steroid memiliki beberapa efek samping seperti menimbulkan memar, infeksi mulut, hingga menyebabkan suara penderita jadi serak. Akan tetapi, obat PPOK ini sangat cocok digunakan Ketika penderita mengalami gejala yang memburuk dan sering kambuh secara tiba-tiba.
3. Obat Kombinasi (ICS + LABA atau LAMA + LABA)
Bergantung dengan tingkat keparahan gejala PPOK yang dialami pasien, dokter dapat meresepkan obat hirup yang dikombinasikan. Kombinasi ini diresepkan menggunakan berbagai jenis bronkodilator, baik kombinasi kortikosteroid inhalasi (ICS) dengan LABA, atau LAMA dengan LABA.
4. Terapi Oksigen
Selain pengobatan inhalasi, untuk mengatasi gejala PPOK dokter juga dapat mengarahkan pasien untuk melakukan terapi oksigen. Prosedur medis ini dilakukan bila penderita tidak memiliki banyak kadar oksigen dalam darahnya, sehingga membutuhkan oksigen tambahan.
Nah, oksigen tambahan ini dapat diperoleh dengan mengalirkannya melalui masker atau tube plastic yang dipasangkan ke hidung. Masker ini memiliki selang yang terhubung dengan tabung oksigen. Di pasaran, Anda juga dapat menemukan tabung oksigen portable yang lebih ringan dan mudah dibawa kemana-mana.
Beberapa orang juga menggunakan terapi oksigen hanya saat mereka tidur, namun ada yang menggunakannya secara lebih sering. Terapi oksigen ini dapat membantu memperbaiki kualitas hidup dan memperpanjang harapan hidup untuk penderita PPOK.
5. Rehabilitasi Paru
Selain terapi oksigen, dokter juga dapat mengarahkan pasien PPOK untuk melakukan rehabilitasi paru. Program rehabilitasi ini juga sangat baik dilakukan setelah gejala Anda memburuk, tidak hanya dapat dilakukan untuk mencegah. Karena dapat mengurangi kemungkinan Anda kembali mendapatkan serangan serius hingga membutuhkan penanganan di rumah sakit.
Selain itu, rehabilitasi paru juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita PPOK, serta memaksimalkan mereka dalam beraktivitas sehari-hari.
Beberapa jenis rangkaian kegiatan yang termasuk dalam program rehabilitasi paru meliputi:
Latihan fisik terstruktur
Kegiatan ini termasuk komponen utama dalam program rehabilitasi paru untuk penderita PPOK. Latihan fisik biasanya dilakukan selama dua hingga tiga hari dalam seminggu, yang dipandu oleh dokter atau penyedia layanan kesehatan. Jenis latihan fisik pun akan disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda, sehingga Anda juga akan merasa nyaman dan aman.
Edukasi penyakit
Selain latihan fisik, program rehabilitasi juga meliputi kegiatan edukasi penyakit. Edukasi ini dilakukan agar penderita dan orang di sekitarnya paham akan penanganan gejala yang kambuh, pencegahan kekambuhan, serta memberikan edukasi terkait cara menggunakan obat atau terapi ketika di rumah.
Konseling nutrisi dan psikologis
PPOK merupakan jenis penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan total, melainkan gejalanya dikendalikan agar tidak bertambah parah dan mencegah serangan yang memburuk. Hal ini tentunya dapat memberikan beban mental pada penderita PPOK, yang tak jarang membuat mereka terus merasa cemas dan depresi.
Karena itu, konseling psikologis sangat dibutuhkan oleh penderita PPOK. Dengan demikian mereka dapat berobat dengan lebih optimis dan tidak mudah patah semangat.
Tak hanya konseling psikologis, dokter juga akan memberikan edukasi terkait nutrisi dan pola makan. Sebab, saat mengidap PPOK, penderita cenderung memiliki sistem imun yang lemah dan mudah terserang infeksi penyakit.
Dengan demikian, penderita PPOK memerlukan makanan bergizi tinggi dan seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh mereka, memaksimalkan efek pengobatan, serta mencegah serangan gejala secara tiba-tiba.
Pelatihan pernapasan
Salah satu rangkaian utama dalam program rehabilitasi PPOK adalah pelatihan pernapasan, yang akan dipandu oleh tenaga medis ahli. Dokter atau tenaga kesehatan akan membantu penderita PPOK untuk belajar beradaptasi, serta mengelola sesak napas yang mereka alami selama beraktivitas sehari-hari.
Pelatihan ini dapat membantu penderita PPOK berkehidupan semaksimal mungkin, misalnya menyelesaikan tugas harian dengan lebih mudah. Beberapa teknik pernapasan yang dapat dilakukan selama program rehabilitasi meliputi:
- teknik pernapasan yang terkendali, seperti pernafasan diafragma atau dengan bibir mengerucut
- teknik relaksasi
- hingga posisi yang membantu meredakan gejala sesak napas akibat ppok.
6. Vaksinasi Pencegahan
Selain beberapa upaya pengobatan PPOK untuk mengurangi keparahan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien di atas, Anda dapat melakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan. Karena penderita PPOK sangat rentan mengalami infeksi saluran pernapasan, bahkan dapat berulang.
Nah, di bawah ini beberapa jenis vaksinasi yang direkomendasikan untuk dilakukan penderita PPOK.
Vaksin yang direkomendasikan:
Vaksin influenza tahunan
Vaksinasi influenza ini dapat membantu melindungi Anda dari infeksi flu, yang baiknya dilakukan setiap tahun.
Vaksin pneumokokus
Selain vaksin influenza, Anda juga disarankan untuk melakukan vaksin pneumokokus untuk mencegah infeksi bakteri streptococcus pneumoniae, yakni bakteri penyebab penyakit pneumonia dan meningitis.
7. Manajemen Eksaserbasi (Kambuh)
Pengobatan PPOK juga meliputi manajemen eksaserbasi (kekambuhan). Tindakan ini meliputi proses pengontrolan dan penanganan sigap saat kondisi atau gejala PPOK memburuk secara signifikan.
Kekambuhan PPOK dapat ditandai dengan kesulitan bernapas yang meningkat, disertai batuk, atau mengi. Tindakan manajemen yang dilakukan pun dapat berupa pemberian obat-obatan dan berbagai terapi, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien.
8. Perubahan Gaya Hidup dan Dukungan Psikososial
Pengobatan PPOK juga meliputi perubahan gaya hidup agar lebih sehat, misalnya menghentikan kebiasaan merokok, mengurangi paparan polusi, debu, atau zat kimiawi yang dapat berperan sebagai iritan untuk saluran pernapasan Anda.
Selain itu, agar dapat menjalani hidup dengan lebih baik, seorang penderita PPOK juga membutuhkan psikologis dari orang-orang di sekitarnya. Sebab pengobatan yang dilakukan ini perlu memakan waktu yang panjang, penderita juga bisa mengalami perubahan aktivitas sosial yang drastis jika gejala yang dialami cukup parah.
Hadirnya keluarga dan orang terdekat untuk memberikan dukungan sangatlah penting, utamanya dalam mencegah pasien mengalami rasa cemas, tertekan, depresi, yang membuat mereka merasa pesimistik dengan pengobatan.
Proses Penyembuhan PPOK: Apa yang Harus Diketahui?
Setelah menyimak apa saja jenis pengobatan PPOK di atas, Sobat Granostic juga penting untuk mengetahui apa saja proses penyembuhan PPOK di bawah ini.
1. Mengendalikan gejala
Kendati tidak dapat sembuh total, gejala PPOK dapat dikendalikan agar tidak sering kambuh atau memburuk. Pengendalian ini dilakukan dengan memberikan obat-obatan hirup, perubahan gaya hidup untuk lebih sehat, hingga program rehabilitasi paru.
2. Memperlambat progres penyakit
Selain mengendalikan gejala, proses penyembuhan PPOK juga dilakukan dengan memperlambat progres penyakit. Karena bersifat kronis, PPOK dapat berkembang dalam waktu yang lama hingga paru-paru mengalami kerusakan yang signifikan hingga berpotensi menyebabkan komplikasi.
3. Mengurangi frekuensi eksaserbasi
Penyembuhan PPOK juga dilakukan untuk mengurangi frekuensi eksaserbasi, atau kekambuhan, yang dapat meningkat seiring dengan perkembangan penyakit.
4. Meningkatkan kapasitas fisik dan kualitas hidup
Saat mengidap PPOK, pasien dapat mengalami perubahan besar pada stamina dan kemampuan bernapasnya. Hal ini dapat berakibat pada kesejahteraan hidup dan aktivitas harian mereka.
Karena itu, pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan PPOK sebenarnya juga bertujuan untuk dapat membantu meningkatkan kapasitas fisik, misalnya melatih pernapasan. Sehingga pasien dapat menjalani aktivitas harian mereka senormal mungkin, serta dapat meningkatkan kualitas hidup penderita PPOK secara umum,
Pemeriksaan dan Konsultasi PPOK di Granostic Surabaya
Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai pengobatan PPOK yang ada saat ini. Mulai dari penggunaan bronkodilator, inhaler steroid, terapi oksigen, rehabilitasi paru, hingga manajemen eksaserbasi, dan perubahan gaya hidup.
Bila Anda atau keluarga mengalami gejala-gejala PPOK segera lakukan pemeriksaan kesehatan paru di klinik Granostic Surabaya. Bersama dengan dokter spesialis dan tenaga medis ahli kami, Anda dapat melangsungkan pemeriksaan paru secara menyeluruh dan memeroleh hasil diagnosa yang akurat.
Bersama dokter spesialis kami, Anda juga dapat melakukan konseling dan memeroleh edukasi lengkap soal PPOK, langkah pengobatannya, perawatan di rumah, hingga cara mencegahnya.
Selain itu, Anda juga dapat melakukan vaksinasi influenza dan screening paru di Granostic, sebagai salah satu upaya pencegahan PPOK. Untuk mendaftar layanan di Granostic juga sangat mudah: hanya perlu daftar di laman Registrasi Online atau Whastapp kami.
Anda juga dapat menggunakan layanan home care untuk melakukan pemeriksaan dari rumah. Mudah, kan?
Yuk, Sobat! Lindungi keluarga dan diri Anda dari PPOK dengan rutin melakukan cek kesehatan paru bersama dokter spesialis dan tim ahli klinik Granostic Surabaya!
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- Cleveland Clinic. (n.d.). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). ditinjau oleh tim medis Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.
- Mayo Clinic. (n.d.). COPD: Diagnosis and treatment. Ditinjau oleh tim medis Mayo Clinic. Diakses pada 2025.
- Asthma + Lung UK. (n.d.). Long-acting reliever inhalers. Diterbitkan oleh lembaga kesehatan terpercaya di Inggris yang bekerja sama dengan profesional medis. Diakses pada 2025.
- WebMD. (n.d.). Asthma Inhalers and Bronchodilators. Ditinjau oleh dokter dan tim editorial medis WebMD. Diakses pada 2025.
- Cleveland Clinic. (n.d.). Pulmonary Rehabilitation. Ditinjau oleh dokter spesialis paru dari Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.

