Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Di Mana Screening Paru Surabaya?

Di Mana Screening Paru Surabaya?

Sobat Granostic, melakukan screening paru perlu dilakukan secara rutin sebagai upaya menjaga kesehatan paru, mencegah, dan mendeteksi dini adanya gangguan pada organ paru-paru kita. Sekarang ini screening paru juga sangat mudah dan dapat dilakukan dimana saja. Bagi warga Surabaya dan sekitarnya, tahukah Anda dimana screening paru yang terpercaya?


Banyak dari kita yang masih menyepelekan pentingnya screening paru secara rutin. Padahal paparan polusi udara yang kian memburuk dari waktu ke waktu, kebiasaan merokok, hingga debu dan asap industri yang kita hirup secara tidak sengaja, dapat membawa dampak buruk pada kesehatan paru.


Di Indonesia sendiri, angka kematian akibat penyakit paru-paru seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), pneumonia, hingga TBC cukuplah tinggi. Namun kesadaran akan merawat dan mengontrol kesehatan paru lewat screening masih rendah.
Lantas, apa sih yang disebut screening paru, bagaimana saja prosedur dan manfaat yang akan kita terima? Langsung simak penjelasannya di bawah ini, ya, Sobat Granostic!


Apa Itu Screening Paru?

Screening paru merupakan rangkaian prosedur pemeriksaan medis yang dilakukan untuk menyimak bagaimana kesehatan paru-paru Anda. Prosedur ini juga kerap disebut sebagai tes fungsi paru, yang biasanya juga dilakukan untuk mendeteksi dan mengontrol adanya penyakit tertentu pada organ paru.


Ada banyak jenis tes fungsi paru-paru, yang biasanya dilakukan untuk melakukan berbagai pengukuran, termasuk:

Selain organ paru secara spesifik, screening paru juga dapat membantu memeriksa kesehatan saluran pernapasan Anda. Sebab saluran pernapasan memiliki peranan penting untuk membawa udara ke paru-paru, hidung, tenggorokan, trakea, dan saluran bronkial.
Pertanyaannya, siapa saja sih yang sangat disarankan untuk melakukan screening paru ini secara rutin? Berikut penjelasannya, Sobat!
Screening paru sangat disarankan untuk?


1. Perokok aktif atau pasif

Screening paru sangat direkomendasikan bagi perokok aktif maupun pasif. Perokok aktif adalah orang yang secara rutin menghisap rokok atau produk tembakau lainnya, baik itu berupa rokok elektrik maupun tradisional. Sementara perokok pasif adalah orang yang tidak merokok secara langsung, namun turut menghisap asap rokok dari orang lain (meskipun tidak sengaja).

Kedua tipe perokok ini sama-sama berisiko mengalami gangguan saluran pernapasan dan masalah kesehatan pada paru-paru mereka, salah satunya adalah PPOK. Di mana PPOK ini terjadi karena paparan polusi atau asap, yang dapat mengiritasi paru-paru Anda dalam jangka panjang dan menyebabkan kerusakan.

Karena itu, untuk mencegah dan mendeteksi dini terjadi PPOK ini, seorang perokok aktif dan pasif sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan paru secara berkala.

2. Pasien dengan riwayat batuk kronis

Pasien yang memiliki riwayat batuk kronis juga sangat disarankan untuk melakukan screening paru. Dalam hal ini, screening dapat membantu pasien untuk mengontrol kesehatan paru secara teratur, serta mendeteksi dini adanya masalah medis yang melatari batuk kronis tersebut dan mencegah komplikasi lebih jauh.

3. Penderita sesak napas yang tidak jelas sebabnya

Seseorang dengan keluhan sesak napas yang tidak diketahui penyebabnya juga sangat direkomendasikan melakukan screening. Prosedur pemeriksaan ini dapat membantu mencari tahu kondisi medis yang melatarbelakangi sesak napas tersebut, mengetahui kondisi paru-paru lebih menyeluruh, serta membantu dokter dalam memberikan diagnosa dan rekomendasi pengobatan yang tepat.

4. Orang dengan riwayat penyakit paru sebelumnya

Screening paru ini juga sangat penting dilakukan oleh orang dengan riwayat penyakit paru sebelumnya, untuk mencegah adanya infeksi berulang dan kekambuhan di masa mendatang. Sebab, dengan screening paru pasien dapat memantau kondisi kesehatan paru dan melakukan konseling langsung bersama dokter spesialis.

5. Pasien yang tinggal di lingkungan dengan polusi udara tinggi

Tak hanya perokok aktif maupun pasif, screening paru juga sangat direkomendasikan untuk pasien atau seseorang yang tinggal di lingkungan dengan polusi udara tinggi. Debu, asap kendaraan, maupun asap pabrik dapat mengiritasi saluran pernapasan dan paru-paru Anda.

Dalam jangka panjang, iritasi ini dapat memberikan dampak yang sangat buruk pada kondisi paru-paru, yang kemudian bisa berkembang menjadi masalah yang serius.

6. Lansia dan pasien dengan sistem imun lemah

Berbagai ahli kesehatan juga merekomendasikan screening paru dilakukan oleh orang-orang yang berusia lanjut (lansia), khususnya ketika mereka berusia di atas 55 hingga 74 tahun, apalagi bagi yang pernah merokok di masa mudanya.

Tes kesehatan paru secara rutin ini sangat diperlukan bagi para lansia karena mereka memiliki sistem imun yang lebih lemah dan penurunan fungsi organ tubuh, sehingga rentan mengalami berbagai masalah paru-paru serta komplikasi yang serius.

Pemuda yang juga memiliki sistem imun lemah akibat kondisi medis tertentu, seperti HIV atau penyakit menular seksual lainnya, juga sangat disarankan melakukan screening paru rutin. Daya tahan tubuh yang lemah bisa mempermudah infeksi penyakit seperti TB ataupun pneumonia.

Tujuan Utama Screening Paru

Selain enam kelompok orang yang direkomendasikan di atas, screening paru pada dasarnya sangat penting kita lakukan secara berkala. Karena selain menjadi bagian dari pengobatan, screening paru dilakukan untuk beberapa tujuan utama berikut ini:

1. Deteksi Dini Penyakit Paru

Salah satu tujuan utama screening paru adalah untuk mendeteksi dini adanya masalah kesehatan di paru-paru maupun saluran pernapasan kita. Beberapa masalah kesehatan yang dapat dideteksi dini melalui screening paru misalnya:

Lewat deteksi dini, kita akan mengetahui bagaimana kondisi paru-paru serta mendapatkan penanganan sesegera mungkin, begitu indikasi ditemukan. Pengobatan sedini mungkin juga akan membantu meningkatkan efektivitas obat dan memperbesar peluang kesembuhan penyakit.

2. Mengetahui Fungsi Paru

Selain deteksi dini, screening secara rutin juga dapat membantu mengetahui bagaimana paru-paru kita bekerja, apakah normal atau terjadi kendala tertentu. Dengan demikian, kita dapat mengontrol kondisi paru agar selalu sehat dan menghindari risiko-risiko perkembangan penyakit paru.

3. Monitoring Pasien Penyakit Kronis

Screening paru juga dilakukan sebagai langkah monitoring (pemantauan) pasien dengan penyakit kronis. Misalnya seseorang dengan penyakit TB paru atau PPOK, memerlukan pemeriksaan berkala untuk menyimak keberhasilan pengobatan, hingga mendeteksi adanya indikasi pengembangan penyakit atau komplikasi.
Dengan demikian, dokter dapat meng-update atau melanjutkan pengobatan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan pasien.

4. Panduan Gaya Hidup

Seperti yang telah banyak kita singgung sebelumnya, bahwa screening paru ini sangatlah penting dalam upaya pencegahan dan perawatan kesehatan paru-paru, serta saluran atau organ pernapasan lainnya.

Ini karena, saat kita melakukan screening, kita juga berkesempatan untuk melakukan konsultasi bersama dokter spesialis. Pada sesi ini, Anda dapat melakukan tanya jawab dan meminta edukasi terkait panduan gaya hidup yang sehat, untuk menjaga paru-paru berfungsi dengan baik dan meminimalisir adanya gangguan kesehatan tertentu.

Kapan Waktu Ideal untuk Melakukan Screening Paru?

Banyak dari kita yang menunggu sakit dulu baru memeriksakan diri ke dokter. Namun, hal ini tidaklah cukup, Sobat. Karena untuk menjaga kesehatan tubuh dan paru-paru kita, screening kesehatan paru perlu dilakukan secara berkala.

Lantas seberapa sering sih kita harus melakukan screening paru ini? Berikut penjelasannya, Sobat!

1. Setahun sekali

Tes kesehatan paru-paru direkomendasikan untuk Anda lakukan setidaknya sekali dalam setahun, utamanya untuk orang yang berusia di atas 50 tahun atau memiliki riwayat penyakit pernapasan sebelumnya. Akan tetapi frekuensi pemeriksaan ini juga perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda dan faktor risiko yang Anda miliki.

2. Segera lakukan jika mengalami:

Namun, Anda juga direkomendasikan untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan paru jika mengalami beberapa gejala berikut:

Batuk lebih dari 2 minggu

Batuk dapat menjadi tanda tubuh kita bekerja dengan normal, khususnya untuk membersihkan paru-paru kita secara rutin. Karena dengan batuk, kita dapat mengeluarkan lender atau cairan dari saluran pernapasan, juga membuang partikel asing dalam saluran napas kita.

Batuk juga umumnya timbul beriringan dengan flu, yang seringnya akan membaik dan menghilang dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu.

Akan tetapi, bila Sobat Granostic mengalami batuk yang bertahan lama dan tidak menunjukkan perubahan selama 2 minggu atau lebih. Anda harus waspada dan perlu memeriksakan diri ke dokter segera. Karena hal ini bisa menjadi tanda ada masalah kesehatan tertentu pada paru-paru atau mungkin saluran pernapasan Anda.

Sesak napas saat aktivitas ringan

Kelelahan dan terengah-engah setelah berolahraga sangat normal terjadi. Namun bagaimana kalau Anda sudah merasa sesak napas hanya karena aktivitas yang ringan?

Situasi ini tidak bisa Anda abaikan begitu saja, karena dapat dilatari oleh kondisi medis yang serius, misalnya PPOK. Penyakit paru ini dapat membuat penderitanya mudah merasa lelah dan sulit bernapas, meski hanya melakukan aktivitas ringan yang sebelumnya dilakukan secara normal setiap hari.

Nyeri dada tanpa sebab

Tanda yang tidak boleh Anda abaikan lainnya adalah nyeri dada yang datang tiba-tiba dan tanpa sebab jelas. Hal ini dapat menjadi gejala dari berbagai masalah kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan.
Karenanya, untuk memperoleh perawatan dan pengobatan yang tepat, Anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan langsung bersama dokter.

Penurunan berat badan drastis

Penurunan berat badan secara drastis pun dapat dihubungkan dengan berbagai kondisi medis. Beberapa masalah kesehatan pernapasan seperti TB paru dan PPOK, juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami penurunan berat badan dengan alasan yang kurang jelas.

Riwayat TBC atau kontak erat dengan pasien TBC

Selanjutnya, screening paru juga sangat direkomendasikan untuk dilakukan oleh seseorang dengan riwayat penyakit TBC atau berkontak erat dengan penderita.

Dalam hal ini, screening dapat membantu mendeteksi adanya indikasi komplikasi, infeksi berulang, hingga penularan TBC.

3. Pra-vaksin atau pra-operasi

Pemeriksaan paru-paru juga umumnya dilakukan sebelum Anda melakukan vaksinasi atau sebelum prosedur operasi.

Prosedur Screening Paru - Apa yang Dilakukan?

Sobat Granostic, berikut ini adalah penjelasan mengenai prosedur screening paru yang perlu Anda ketahui, yakni:

1. Tes Spirometri

Spirometri merupakan prosedur tes yang umumnya digunakan untuk menyimak seberapa baik paru-paru bekerja. Pemeriksaan ini mengukur seberapa banyak udara yang mampu Anda hirup dan hembuskan, dan seberapa cepat Anda kehabisan napas.
Beberapa prosedur yang akan Sobat lalui jika melakukan tes spirometri antara lain:

Prosedur

Prosedur spirometri dilakukan dengan menggunakan tube yang disambungkan pada sebuah mesin pengukur, bernama spirometer. Sebelum tes dilangsungkan, biasanya dokter akan memberikan arahan secara spesifik, yang harus Anda simak dan ikuti dengan baik.

Selama tes berlangsung, Anda umumnya akan diarahkan untuk duduk di tempat yang telah disediakan. Kemudian sebuah klip akan dipasangkan di hidung untuk membuatnya tetap tertutup. Sementara bagian mulut akan dipasangkan dengan tube, sebagai tempat Anda untuk bernapas.

Anda kemudian akan diminta untuk mengambil napas dalam dan mengeluarkan lewat mulut. Spirometer akan mengukur seberapa banyak udara yang dapat Anda hembuskan dan seberapa cepat Anda menghembuskannya.
Tes ini biasanya dilangsungkan sebanyak tiga kali, sehingga dapat memberikan hasil yang lebih akurat.

Indikasi

Tes spirometri dilakukan untuk mendiagnosis asma, PPOK, dan berbagai kondisi medis lainnya yang berdampak pada kemampuan bernapas Anda. Selain itu, dokter juga dapat menggunakan spirometer untuk mengontrol kondisi pasien secara berkala, sehingga dapat diketahui bagaimana efektivitas pengobatan yang dijalankan untuk kesehatan paru jangka panjang.

2. Rontgen Thorax (X-Ray Dada)

Selain spirometri, dokter juga dapat melangsungkan prosedur rontgen thorax atau X-ray dada. Prosedur ini dapat membantu dokter dan Anda menyimak struktur dan kondisi organ serta tulang dalam rongga dada kita, termasuk paru-paru, dengan lebih detail dari gambar atau ilustrasi yang dihasilkan.

Prosedur

Rontgen dada menggunakan sinar-X dalam prosedurnya. Sehingga, Anda akan diminta untuk menanggalkan pakaian dan berganti dengan pakaian khusus yang diberikan oleh tim medis.

Selain itu, Anda juga akan diarahkan untuk tidak menggunakan perhiasan apapun, kacamata, atau benda logam lain yang dapat mengganggu jalannya prosedur rontgen.

Indikasi

Rontgen dada dilakukan untuk mendeteksi adanya masalah pada kesehatan paru-paru, penyakit jantung yang berhubungan dengan paru-paru, menyimak adanya masalah pada tulang dada, pembuluh darah, hingga ukuran dan bentuk jantung kita.

Apa yang Bisa Dilihat dari Hasil Tes?

Hasil Tes Spirometri

FEV1 (Forced Expiratory Volume in 1 Second)

FEV1 menggambarkan seberapa banyak udara yang bisa Anda keluarkan dari paru-paru dalam satu detik pertama setelah menarik napas penuh dan menghembuskannya sekuat tenaga. Nilai ini menjadi kunci penting untuk mendeteksi adanya hambatan aliran udara, serta digunakan untuk mendiagnosis dan memantau penyakit seperti PPOK dan asma.

FVC (Forced Vital Capacity)

FVC mengacu pada seberapa banyak udara yang dapat Anda keluarkan setelah menghirup napas dalam dan menghembuskannya dengan tenaga penuh. Jika hasilnya lebih rendah dari seharusnya, ini mengindikasikan adanya masalah dalam kapasitas pernapasan.

FEV1/FVC Ratio

Rasio FEV1 terhadap FVC, yang dikenal juga sebagai indeks Tiffeneau-Pinelli, adalah salah satu ukuran utama dalam tes fungsi paru. Rasio ini menunjukkan berapa persen dari total kapasitas vital paksa (FVC) yang bisa dikeluarkan dalam detik pertama hembusan kuat (FEV1).

Jika nilainya rendah, biasanya di bawah 0,70, ini mengarah pada dugaan adanya hambatan aliran udara, seperti pada PPOK. Sebaliknya, rasio yang normal bisa menandakan pola restriktif atau fungsi paru yang masih tergolong sehat.

Interpretasi:

Hasil Rontgen Thorax

Adakah Efek Samping dari Pemeriksaan Ini?

1. Tes Spirometri

Spirometri termasuk prosedur yang aman untuk sebagian besar orang. Setelah tes, Anda mungkin akan merasa sedikit sesak napas atau pusing untuk sementara waktu, namun biasanya keluhan ini cepat mereda.

Karena spirometri membutuhkan usaha fisik untuk menghembuskan napas kuat, tes ini biasanya tidak disarankan bila Anda baru saja mengalami serangan jantung atau memiliki gangguan jantung tertentu. Walaupun sangat jarang, tes ini bisa memicu gangguan pernapasan serius pada kondisi tertentu.

2. Rontgen Thorax

Salah satu risiko efek samping dari rontgen thorax adalah radiasi. Tapi kabar baiknya, dosis radiasi dari prosedur ini sebenarnya sangat kecil, bahkan lebih rendah dibandingkan radiasi yang kita temui sehari-hari di alam.

Meskipun begitu, demi keamanan ekstra, kadang teknisi akan memberikan celemek pelindung, apalagi kalau Anda butuh ambil lebih dari satu gambar. Kalau Anda sedang program hamil atau mungkin hamil, jangan lupa kasih tahu teknisinya ya, supaya mereka bisa memberikan perlindungan tambahan untuk perut Anda.

Berapa Biaya Screening Paru di Surabaya?

Setelah menyimak apa saja pentingnya dan siapa yang direkomendasikan untuk melakukan screening paru, Anda juga pasti bertanya-tanya: seberapa besar biaya yang diperlukan untuk screening paru di Surabaya?

Jawabannya sangat bervariasi, Sobat. Besarnya biaya screening ini sangat berkaitan dengan rangkaian prosedur yang Anda jalani dan dimana Anda melakukannya.

Kalau di klinik Granostic, biaya screening paru ini cukup kompetitif, karena hadir dalam bentuk paket hemat dan lengkap. Selain pemeriksaan yang cepat dan komprehensif, kami bahkan menawarkan layanan homecare untuk pemeriksaan di rumah saja, loh!

Mengapa Harus Screening Paru di Granostic Surabaya?

Kabar baik bagi Anda yang tinggal di Surabaya dan kota sekitarnya: Anda dapat melakukan screening paru di Granostic Surabaya. Ada banyak keunggulan melakukan screening paru di klinik kami, seperti:

1. Spirometri dan Rontgen Thorax

Layanan pemeriksaan menggunakan spriometri dan rontgen thorax, yang dilakukan oleh tenaga medis ahli dan di bawah pengawasan dokter spesialis paru.

2. Pemeriksaan laboratorium penunjang (CRP, D-dimer, DLCO, dan lainnya)

Selain tes spirometri dan thorax, kami juga menyediakan layanan laboratorium penunjang untuk memeriksa kesehatan dan kondisi paru-paru Anda. Termasuk tes CRP, D-dimer, DLCO, dan masih banyak lainnya.

3. Konsultasi dokter umum dan spesialis paru

Melakukan pemeriksaan kesehatan paru di Granostic juga memungkinkan Anda terhubung dengan dokter umum maupun spesialis, untuk melakukan konsultasi dan mendapatkan edukasi terkait kesehatan paru-paru.

4. Hasil cepat dan akurat

Pemeriksaan kesehatan paru di klinik Granostic juga dapat memberikan hasil yang cepat dan akurat, yang dapat Anda akses dengan mudah lewat website maupun aplikasi resmi Granostic.

5. Fasilitas nyaman dan layanan ramah

Kami juga menyediakan fasilitas yang nyaman dan layanan ramah, sehingga memberikan kesan positif dan optimis saat Anda menjalani perawatan maupun pemeriksaan kesehatan.

6. Bisa buat janji via WhatsApp atau telepon

Menariknya lagi, di Granostic Anda dapat membuat janji temu lewat pesan WhatsApp atau telepon seluler, loh. Dengan demikian proses administrasi juga akan terasa lebih mudah dan praktis. Jadi jangan ragu, booking screening paru sekarang juga!


Yuk, Sobat! Rutin periksakan kesehatan paru-paru Anda dan keluarga Anda di klinik Granostic Surabaya!


Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo



Sumber Referensi:

  1. American Lung Association. (n.d.). Saved by the Scan. Diakses 2025
  2. NHS (National Health Service). (n.d.). Lung Cancer Screening. Diakses 2025
  3. MedlinePlus. (n.d.). Lung Function Tests. Dikelola oleh U.S. National Library of Medicine, ditinjau oleh tim medis. Diakses 2025
  4. Canadian Cancer Society. (n.d.). Who Should Be Screened for Lung Cancer. Diakses 2025
  5. National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). (n.d.). Lung Tests. Bagian dari NIH; konten ditinjau oleh pakar kesehatan paru. Diakses 2025
  6. Lung Foundation Australia. (n.d.). Lung Health. informasi berasal dari ahli paru. Diakses 2025
  7. Murray, J.F. & Nadel, J.A. (2005). Murray and Nadel's Textbook of Respiratory Medicine. In: StatPearls [Internet]. Buku ilmiah kedokteran yang terindeks di NCBI Bookshelf. Diakses 2025
  8. Mayo Clinic. (n.d.). Spirometry: What You Can Expect. Disusun oleh tim medis Mayo Clinic. Diakses 2025
  9. Mayo Clinic. (n.d.). Chest X-rays: Why It’s Done. Diakses 2025
  10. Mayo Clinic. (n.d.). Hyperinflated Lungs – Expert Answer. Tinjauan oleh dokter spesialis paru Mayo Clinic. Diakses 2025





Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message