Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Skrining Tes untuk Mendeteksi Kanker Paru di Surabaya

Skrining Tes untuk Mendeteksi Kanker Paru di Surabaya

Sobat, kendati selalu dikaitkan dengan bahaya mengancam jiwa, pada dasarnya kanker paru dapat disembuhkan. Apalagi, kalau penyakit ini dideteksi sejak awal perkembangannya, yang membuat efektivitas pengobatan makin optimal. Karenanya, skrining atau tes kanker paru sangatlah penting kita lakukan.


Skrining kanker paru merupakan prosedur yang digunakan deteksi kanker paru sejak dini, yang secara khusus direkomendasikan untuk orang dengan faktor risiko kanker paru tinggi. Misalnya bagi orang yang memasuki usia lanjut (lansia), perokok berat, atau orang-orang yang terpapar asap dan polusi udara dalam jangka waktu yang lama.


Sekarang ini, skrining kanker paru dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, baik di puskesmas, klinik, hingga rumah sakit. Anda bisa memilih fasilitas yang paling dekat atau mudah dijangkau dari tempat tinggal Anda.


Nah, buat Sobat yang tinggal di Surabaya atau wilayah sekitarnya, Anda dapat melakukan skrining atau tes kesehatan untuk mendeteksi tes paru bersama klinik Granostic. Penasaran bagaimana prosedur dan jenis skrining yang perlu Anda lakukan? Langsung simak penjelasan lengkapnya berikut ini!


Mengapa Skrining Kanker Paru Penting?


Tahukah Sobat Granostic, angka kasus kanker paru di Indonesia sangatlah tinggi, bahkan termasuk sebagai tiga karsinoma tertinggi dari setelah kanker payudara dan serviks. Data dari Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) menunjukkan bahwa insiden kanker paru tahun 2020 di Indonesia mencapai 34.783 kasus, yang setara dengan 8,8% dari total keseluruhan kasus kanker di Indonesia.


Selain itu, penelitian lain juga menyebutkan bahwa kanker ini sangat banyak ditemukan pada pria, yang termasuk dalam kelompok orang yang aktif merokok. Namun bahaya rokok ini tidak hanya dialami sang perokok saja, melainkan orang-orang di sekelilingnya juga.


Berbagai studi telah membuktikan bahwa perokok pasif, orang yang terpapar asap rokok orang lain, memiliki risiko kesehatan yang sama besarnya dengan perokok aktif. Asap rokok ini dapat berdampak fatal utamanya pada lansia, ibu hamil dan janin, serta bayi dan anak-anak. Dengan kata lain, siapapun dapat berisiko terkena kanker paru-paru, meskipun mereka tidak merokok.


Hal inilah yang kemudian menjadikan skrining kanker paru penting, yakni sebagai cara untuk menyimak kondisi paru dan mendeteksi sedini mungkin adanya risiko kanker. Sehingga ketika terdapat indikasi yang merujuk pada kanker paru, Anda dan keluarga dapat memeroleh penanganan sedini mungkin, yang dapat memperbesar peluang kesembuhan kanker.


Siapa Saja yang Perlu Melakukan Skrining Kanker Paru?


Meski dapat terjadi siapa saja, risiko seseorang mengembangkan kanker paru berbeda-beda, bergantung kebiasaan, usia, lingkungan hidup, dan riwayat kesehatannya. Berikut ini adalah kelompok orang yang berisiko besar mengalami kanker paru dan disarankan untuk melakukan skrining secara teratur.


1. Perokok aktif berusia 40 tahun ke atas.


Skrining kanker paru sangat disarankan dilakukan oleh orang dewasa, khususnya berusia 40 tahun atau lebih, yang dulunya atau masih aktif merokok.


2. Mantan perokok yang berhenti dalam 15 tahun terakhir.


Seseorang yang sempat menjadi perokok berat dalam jangka waktu yang panjang juga perlu melakukan skrining kanker paru, bahkan jika mereka sudah berhenti sejak 15 tahun yang lalu.


3. Perokok pasif yang sering terpapar asap rokok.


Karena tak hanya berdampak pada perokok aktif, seseorang yang terpapar asap rokok dalam jangka waktu yang panjang (perokok pasif) juga dianjurkan untuk rutin melakukan skrining kanker paru atau tes kesehatan paru. Tujuannya untuk mendeteksi dini adanya potensi kanker atau masalah kesehatan lain yang berhubungan dengan paparan asap rokok tersebut.


4. Riwayat keluarga penderita kanker paru.


Bila memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker paru, maka seseorang tersebut perlu melakukan skrining. Ini karena kebiasaan dalam rumah, faktor genetik, hingga kondisi lingkungan hidup yang sama dengan penderita kanker bisa meningkatkan risiko Anda untuk mengembangkan penyakit yang sama juga.


5. Pekerja di industri yang terpapar bahan kimia seperti asbes atau radon.


Kelompok orang dengan risiko tinggi mengembangkan kanker paru juga datang dari kalangan pekerja industri, yang kerap terpapar bahan kimia seperti asbes atau radon. Karena itu, mereka juga sangat direkomendasikan untuk melakukan skrining kanker paru secara teratur, untuk mengontrol kesehatan paru-paru, saluran napas, dan mendeteksi dini adanya masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.


Kapan Waktu Terbaik untuk Skrining Kanker Paru?


Sobat Granostic, skrining kanker paru dapat dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan Anda. Namun ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai dan jika mengalaminya, Anda dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter, seperti:


1. Batuk kronis yang tidak membaik


Batuk pada dasarnya merupakan reaksi normal tubuh kita ketika mendeteksi adanya substansi asing yang masuk ke saluran udara, seperti makanan, debu, atau cairan. Dengan demikian, substansi asing tersebut dapat dikeluarkan lewat mulut agar pernapasan lebih lancar.


Namun, jika batuk yang Anda alami ini berjalan dalam waktu yang lama dan tidak kunjung membaik dalam beberapa minggu, baiknya segera periksakan diri ke dokter. Batuk kronis dapat menjadi tanda berbagai macam masalah kesehatan saluran pernapasan dan paru-paru, seperti PPOK, TB paru, pneumonia, hingga kanker.


2. Nyeri dada saat bernapas


Selanjutnya, Anda juga direkomendasikan untuk segera melakukan tes kesehatan dan skrining paru bila merasa nyeri saat bernapas. Sebab rasa nyeri ini dapat menjadi salah satu gejala utama kanker paru, yang terjadi akibat tumor yang menekan saraf-saraf di sekitarnya.


3. Sesak napas


Selain rasa nyeri, sesak napas juga dapat menjadi gejala utama dari kanker paru. Hal ini terjadi karena kanker dapat tumbuh hingga menyumbat saluran udara utama Anda. Selain itu, kanker paru juga dapat menyebabkan penumpukan cairan di sekitar paru-paru dan jantung, yang membuat paru-paru lebih sulit mengembang dan tidak dapat menampung udara dengan maksimal.


4. Batuk berdarah


Batuk berdarah juga menjadi gejala yang harus Anda waspadai. Tak hanya kanker paru, batuk berdarah juga dapat terjadi karena berbagai penyakit lain seperti TB paru.


Karenanya, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan paru dan skrining kanker, Anda dapat mengetahui penyebab pasti batuk berdarah tersebut, serta mendapatkan perawatan yang sesuai.


5. Penurunan berat badan drastis


Sobat Granostic, kanker paru juga dapat menyebabkan penurunan badan secara drastis. Penurunan berat badan ini bisa terjadi tanpa alasan yang jelas, hingga disertai dengan nafsu makan yang berkurang.


Jenis Skrining Tes untuk Mendeteksi Kanker Paru


Adapun jenis skrining atau tes yang dilakukan untuk mendeteksi kanker paru antara lain:


1. Low-Dose CT Scan (LDCT) Paru


Untuk mendeteksi kanker paru-paru sejak dini, terutama pada orang dengan risiko tinggi, diperlukan metode pemeriksaan yang efektif dan minim risiko. Salah satu metode skrining yang terbukti bermanfaat adalah CT scan dosis rendah, atau yang dikenal juga sebagai low-dose computed tomography (LDCT).


Tes ini menggunakan teknologi sinar-X khusus yang mampu menangkap serangkaian gambar paru-paru Anda secara rinci, sambil Anda berbaring di atas meja yang perlahan masuk dan keluar dari alat pemindai.


Dengan hanya sedikit paparan radiasi, komputer akan mengolah gambar-gambar tersebut menjadi tampilan lengkap bagian dalam paru-paru Anda. Prosedurnya singkat, tidak menimbulkan rasa sakit, dan bisa menjadi langkah penting untuk menemukan tanda-tanda kanker sebelum gejala muncul.


2. Rontgen Thorax (RO Thorax)


Prosedur screening paru selanjutnya adalah rontgen thorax atau X-ray dada, yang memungkinkan pemindaian bagian dalam dada menggunakan sinar-X.


Melansir dari National Health Service UK, Sebagian besar tumor paru-paru tampak pada sinar X sebagai massa berwarna putih keabu-abuan. Namun, sayangnya sinar-X tidak bisa memberikan diagnosis pasti karena sering kali sulit membedakan antara kanker dan kondisi medis lainnya.


Karena itu, biasanya ketika menemukan tanda-tanda yang mengarah ke kanker, dokter akan memastikan diagnosa dengan melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan CT-scan atau MRI.


3. Tes Fungsi Paru (Spirometri)


Selain melalui pemindaian, skrining kesehatan paru-paru juga bisa dilakukan dengan tes spirometri. Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa baik fungsi paru-paru Anda, termasuk mengukur kapasitas paru dan seberapa lancar udara keluar masuk.
Spirometri merupakan prosedur sederhana yang sering digunakan untuk membantu mendiagnosis dan memantau berbagai masalah pernapasan, seperti asma dan PPOK. Caranya, Anda akan diminta meniupkan napas ke dalam alat khusus bernama spirometer, yang kemudian merekam volume serta kecepatan aliran udara dari paru-paru Anda.


4. Tes Penanda Tumor (Tumor Marker)


Tes penanda tumor dilakukan untuk mendeteksi zat-zat tertentu dalam darah, urine, atau jaringan tubuh yang bisa menjadi tanda adanya kanker atau kondisi jinak tertentu. Biasanya, zat ini berupa protein yang diproduksi oleh sel kanker, atau oleh sel normal yang bereaksi terhadap keberadaan kanker. Pada orang yang mengidap kanker, kadar penanda ini seringkali lebih tinggi dibandingkan dengan orang sehat.


Screening Paparan Rokok - Tes Nikotin & Cotinine


Merokok adalah faktor risiko utama kanker paru. Menariknya, Anda bisa mengetahui tingkat paparan tubuh terhadap rokok melalui dua jenis tes:


1. Tes Nikotin


Pertama, tes nikotin. Tes ini adalah pemeriksaan laboratorium yang bertujuan mendeteksi keberadaan nikotin atau zat turunannya, yaitu kotinina, di dalam tubuh.


Pemeriksaan ini sering digunakan untuk mengetahui apakah seseorang baru-baru ini terpapar produk tembakau atau nikotin, baik dari rokok konvensional, vape, maupun produk seperti permen karet nikotin. Pemeriksaannya bisa dilakukan melalui sampel darah, urine, air liur, atau bahkan rambut.


2. Tes Cotinine (Decotine)


Kedua tes kotinin (cotinine), yang merupakan pemeriksaan yang dilakukan melalui darah, urine, atau air liur untuk mengetahui apakah seseorang baru-baru ini menggunakan atau terpapar nikotin.


Tes ini mengukur kadar kotinin, yaitu zat hasil pemecahan nikotin di dalam tubuh. Karena kotinin lebih tahan lama dibandingkan nikotin, ia menjadi penanda yang lebih andal untuk mendeteksi paparan tembakau dalam beberapa waktu terakhir.


Prosedur Pemeriksaan Skrining Kanker Paru


Setelah menyimak rangkaian tes skrining untuk mendeteksi kanker paru di atas, Anda juga harus tahu bagaimana prosedur pemeriksaan ini dijalankan. Berikut penjelasan lengkapnya, Sobat.


1. Registrasi & Konsultasi Awal


2. Pengambilan Sampel


Setelah konsultasi, Anda bisa diarahkan untuk melakukan pengambilan sampel untuk dilakukannya tes laboratorium. Sampel yang dimaksud bisa berupa sputum, liur, darah, atau urin, sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan.


3. Analisis Hasil


Setelahnya, sampel akan dibawa ke laboratorium dan akan diperiksa oleh tim medis profesional kami dengan teliti. Hasil pemeriksaan ini pun dapat Anda akses dalam kurun waktu paling lama 1x24 jam, yang bisa Anda simak lewat akun pendaftaran Anda di website Granostic.


4. Tindak Lanjut


Dokter juga dapat merekomendasikan jadwal kunjungan lanjutan untuk membahas hasil pemeriksaan laboratorium. Jika didapati Anda memiliki risiko tinggi kanker paru, dokter dapat merujuk Anda untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dan rangkaian langkah penanganan yang tepat, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda.


5. Hasil Tes dan Interpretasinya


Setelah Anda menjalani berbagai prosedur skrining untuk mendeteksi kanker paru, penting untuk memahami bagaimana hasilnya diinterpretasikan. Berikut beberapa kemungkinan hasil yang bisa Anda temui:


Normal


Jika dari pemindaian tidak ditemukan adanya kelainan pada paru-paru, ini adalah kabar baik. Dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan ulang setahun kemudian, terutama jika Anda masih berada dalam kelompok risiko tinggi.
Pemeriksaan rutin tahunan ini bisa terus dilakukan sampai Anda dan dokter sepakat bahwa manfaatnya sudah tidak lagi signifikan—misalnya karena adanya kondisi kesehatan serius lainnya.


Nodul Jinak


Kanker paru sering kali muncul dalam bentuk bintik kecil atau nodul. Namun, tidak semua nodul berarti kanker. Bisa jadi itu adalah bekas infeksi lama atau pertumbuhan jinak yang tidak berbahaya. Bahkan, menurut studi, setengah dari orang yang menjalani skrining LDCT ditemukan memiliki satu atau lebih nodul.


Biasanya, nodul yang kecil tidak langsung diambil tindakan dan hanya dipantau saat skrining berikutnya. Tapi jika nodul terlihat tumbuh, pemeriksaan lanjutan diperlukan karena pertumbuhan bisa menjadi tanda keganasan. Nodul yang lebih besar juga lebih mencurigakan, dan dokter mungkin akan merujuk Anda ke spesialis paru untuk pemeriksaan lebih mendalam, seperti biopsi atau pemindaian PET scan.


Lesi Mencurigakan


Kadang, skrining mendeteksi adanya massa atau pertumbuhan abnormal di paru-paru yang belum diketahui pasti penyebabnya. Ini bisa berupa nodul, infiltrat, atau lesi kavitas. Kondisi seperti ini bisa muncul karena infeksi, peradangan, atau potensi kanker, sehingga perlu ditelusuri lebih lanjut lewat pemeriksaan lanjutan.


Paparan Rokok Tinggi


Jika hasil tes menunjukkan kadar kotinin dan karbon monoksida yang tinggi dalam darah atau urine, itu menandakan bahwa tubuh Anda baru-baru ini terpapar asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif.


Kotinin, sebagai turunan nikotin yang stabil, jadi indikator andal untuk mendeteksi paparan tersebut. Sementara itu, kadar karbon monoksida yang tinggi juga memberi sinyal bahwa Anda terpapar zat beracun dari asap rokok atau polutan lain.


Apakah Skrining Kanker Paru Memiliki Efek Samping?


Nah, Sobat Granostic, Anda telah menyimak bagaimana risiko dan pentingnya melakukan skrining kanker paru. Apakah Anda masih ragu untuk melakukannya, karena takut akan adanya efek samping dari skrining kanker tersebut?


Kekhawatiran ini sangat wajar terjadi. Melansir dari dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), pemeriksaan kanker paru bisa saja membawa efek samping tersendiri, misalnya:


Karena adanya beberapa efek samping ini, Anda direkomendasikan untuk melakukan skrining kanker paru di tempat terpercaya dan bersama dokter spesialis, seperti klinik Granostic Surabaya.


Biaya Skrining Kanker Paru di Granostic Surabaya


Biaya skrining kanker paru di Granostic Surabaya terbilang cukup kompetitif, karena kami memberikan layanan paket pemeriksaan lengkap untuk Anda. Untuk informasi lengkap seputar biaya skrining kanker paru di Granostic, Anda dapat langsung menghubungi layanan customer care kami dengan klik tombol WhatsApp di bawah, ya!


Deteksi Dini Adalah Kunci


Sobat Granostic, dalam penanganan kanker paru, deteksi dini memegang peranan penting dalam peluang kesembuhan Anda. Karena semakin dini Anda mendapatkan perawatan, maka semakin besar juga peluang kesembuhannya.
Apalagi kanker paru, pada awal perkembangannya, tidak menunjukkan gejala spesifik. Sehingga kerap terdeteksi ketika memasuki stadium yang lebih tinggi.
Karena itu, jangan lupa untuk melakukan tes kesehatan paru dan skrining kanker secara rutin bersama klinik Granostic Surabaya, ya!



Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo




Sumber Referensi:

  1. Mayo Clinic. (n.d.). Lung cancer screening. Artikel ditinjau oleh staf medis Mayo Clinic. Diakses pada 2025.
    Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). What Are the Symptoms of Lung Cancer?. Diakses pada 2025.
  2. Rasyid, H. R. (2022). Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru di Indonesia. Jurnal Respirologi Indonesia, 42(4), 245–250. Diakses pada 2025.
  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). Lung Cancer Screening. Diakses pada 2025.
  4. Cleveland Clinic. (n.d.). Lung Cancer: Diagnosis and Tests. Ditinjau oleh tim medis Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.
  5. Cleveland Clinic. (n.d.). Spirometry. Diakses pada 2025.
  6. Testing.com. (n.d.). Nicotine and Cotinine Tests. Artikel telah ditinjau secara medis oleh tim editor kesehatan. Diakses pada 2025.






Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message