Pemeriksaan Kista Payudara di Surabaya

Meskipun tak ganas, kista payudara bukanlah kondisi medis yang bisa begitu saja kita remehkan. Kita perlu melakukan pemeriksaan kista payudara bersama tenaga medis ahli, guna mencegah kondisi yang tidak diinginkan. Lantas tahukah Anda dimana tempat pemeriksaan kista payudara yang profesional dan akurat di Surabaya?
Kista merupakan kantung berisi cairan yang tidak bersifat kanker (jinak) di payudara. Biasanya kista muncul saat cairan mengisi saluran susu yang kosong.
Beberapa kista terlalu kecil untuk dapat Anda rasakan, namun ada juga yang tumbuh lebih besar hingga menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman.
Banyak orang yang menyalahkenali kista dengan benjolan tumor atau kanker, padahal ketiganya sangatlah berbeda. Agar Anda juga tidak salah mengenali kista payudara dengan kondisi lain, Anda perlu melakukan pemeriksaan kista payudara bersama tenaga medis ahli.
Tapi apa sih pentingnya melakukan pemeriksaan rutin ini? Langsung simak penjelasannya di bawah ini, Sobat!
Mengapa Deteksi Dini Kista Payudara Penting?
Kista payudara memang tidak meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara. Namun, melansir dari Mayo Clinic, kista dapat mempersulit kita untuk menemukan benjolan yang baru atau perubahan lain pada payudara.
Padahal benjolan ini bisa menandakan kondisi medis lain, di luar kista, yang bisa jadi lebih gawat dan memerlukan penanganan sesegera mungkin. Karena hal inilah pemeriksaan payudara bersama tenaga medis sangat diperlukan, untuk dapat membantu Anda mengenali karakteristik benjolan yang ada pada payudara Anda.
Dengan kata lain, pemeriksaan payudara ini dapat membantu mendeteksi keberadaan kista atau benjolan lain sedini mungkin. Deteksi dini dapat menjadi kunci untuk memastikan Anda mendapatkan perawatan yang tepat dan efektif.
Anda dapat melakukan pemeriksaan mandiri dan mammogram rutin dapat membantu mendeteksi kelainan pada payudara Anda, sehingga memungkinkan tindakan medis tepat waktu jika diperlukan.
Tujuan Pemeriksaan Kista Payudara
Selain sebagai proses deteksi dini, pemeriksaan kista payudara juga memiliki berbagai tujuan lain, seperti:
1. Menentukan jenis benjolan
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, benjolan yang muncul di payudara bisa disebabkan oleh berbagai kondisi medis. Tak hanya kista, melainkan karena infeksi, fibroadenoma, tumor, bahkan kanker.
Sementara Anda dapat mendeteksi keberadaan benjolan tersebut, Anda masih membutuhkan tenaga medis ahli untuk menganalisis dengan pasti penyebab kemunculan benjolan tersebut.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, laboratorium, dan berbagai prosedur medis yang diperlukan untuk membantu memperkuat analisisnya.
2. Mengevaluasi gejala
Pemeriksaan rutin juga dapat membantu Anda untuk mengevaluasi gejala yang menyertai kemunculan benjolan kista payudara bersama dokter. Sehingga dokter dapat memberikan edukasi mengenai penanganan dan meresepkan obat jika diperlukan.
Menentukan tindakan medis
Melalui pemeriksaan kista bersama tenaga medis profesional, Anda juga bisa mengakses prosedur dan tindakan medis yang tepat untuk mengatasi kondisi tersebut.
3. Memonitor perkembangan kista
Selain itu, pemeriksaan secara teratur juga dapat membantu memonitor perkembangan kista. Apalagi kista dapat bertambah besar atau tambah banyak, terkena infeksi, atau pecah, yang dapat menyebabkan komplikasi baru (meski tidak selalu parah).
Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Pemeriksaan?
Secara umum kista payudara bersifat jinak dan harusnya tidak menimbulkan komplikasi yang serius. Namun, Anda sangat direkomendasikan untuk menemui dokter sesegera mungkin setelah menemukan benjolan kista tersebut
Dokter dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengonfirmasi apakah benjolan tersebut benar-benar kista, atau merupakan benjolan lain yang perlu mendapatkan penanganan khusus.
Setelahnya, Anda bisa terus memantau perkembangan kista dengan teliti setiap hari. Jika muncul gejala baru yang tidak biasa dan menyebabkan Anda merasa khawatir atau tidak nyaman, segera konsultasikan kondisi tersebut bersama dengan dokter kembali.
Prosedur Pemeriksaan Kista Payudara
Pemeriksaan kista payudara biasanya melibatkan prosedur medis yang sistematis, termasuk pemeriksaan fisik, tes pencitraan, biopsi, hingga menggunakan tes ultrasound (USG). Agar lebih jelas, Anda dapat menyimak penjelasannya berikut ini:
1. Pemeriksaan Fisik oleh Dokter
Sebelum pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan melakukan wawancara untuk mengetahui gejala dan riwayat kesehatan Anda secara rinci. Kemudian dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk menyimak konsistensi benjolan dan menandai lokasi kemunculan kista.
2. USG Payudara (Ultrasonografi)
Agar diagnosis dokter menjadi kian akurat, Anda dapat diarahkan untuk melakukan tes USG. Prosedur pemeriksaan ini dapat membantu dokter menentukan apakah benjolan tersebut berisi cairan atau padat.
Area yang berisi cairan biasanya merujuk pada kista payudara. Namun massa yang tampak padat kemungkinan merupakan benjolan non-kanker atau kanker.
Prosedur pemeriksaan kista payudara menggunakan USG dapat melewati langkah berikut:
- Gel khusus dioleskan ke payudara.
- Dokter atau tenaga medis dapat membantu mengaplikasikan gel khusus di permukaan payudara.
- Probe USG digerakkan untuk menangkap gambaran jaringan payudara.
- Selanjutnya probe USG akan digerakkan di permukaan payudara untuk menangkap dengan jelas gambaran jaringan di dalamnya.
- Gambar yang muncul dianalisis untuk memastikan jenis benjolan.
- Dokter akan menganalisis karakteristik benjolan dari gambar yang ditampilkan pada monitor USG.
3. Mamografi
Selain USG, tes pencitraan lain yang mungkin direkomendasikan oleh dokter adalah mamografi. Tes ini memungkinkan dokter untuk menyimak keberadaan kista besar dan kumpulan kista besar. Namun untuk kista yang lebih kecil tidak dapat dilihat dengan baik oleh mammogram.
4. Aspirasi Cairan dengan Jarum Halus (Fine Needle Aspiration – FNA)
Aspirasi jarum halus (FNA) merupakan prosedur invasif minimal yang melibatkan penggunaan jarum tipis untuk mengambil sampel sel, jaringan, atau cairan dari benjolan tak biasa. Prosedur pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk mendiagnosa kista payudara.
Selama prosedur FNA, dokter akan memasukkan jarum tipis ke dalam benjolan payudara dan mencoba menyedot cairan. Metode ini kerap kali dilakukan menggunakan USG untuk memandu menempatkan jarum yang akurat. Jika cairan keluar dan benjolan payudara hilang, dokter dapat segera mendiagnosis kista payudara.
5. Biopsi Payudara
Sementara itu, prosedur biopsi payudara merupakan metode pemeriksaan yang melibatkan pengambilan sampel jaringan payudara untuk diperiksa. Sampel jaringan ini akan dianalisis di laboratorium, yang seringnya digunakan untuk mendeteksi benjolan tak biasa di payudara atau adanya gejala-gejala kanker.
Hasil Tes Pemeriksaan Kista Payudara
Lewat prosedur pemeriksaan bersama tenaga medis ahli di atas, akan diperoleh berbagai hasil pemeriksaan kista payudara yang menyatakan beberapa hal berikut:
1. Kista jinak
Hasil pemeriksaan kista payudara dapat menyatakan kista bersifat jinak jika berisi cairan, yang jika dihilangkan dapat membuat ukuran benjolan jadi kecil atau bahkan menghilang.
Kista jinak juga umumnya memiliki ukuran yang cenderung kecil, tekstur yang halus dan dapat berpindah jika disentuh, serta jarang menimbulkan rasa nyeri (di luar siklus menstruasi).
2. Kista kompleks
Selanjutnya, pemeriksaan juga bisa menunjukkan apakah kista termasuk dalam kategori yang kompleks. Di mana isi kista dapat berupa bahan padat atau darah, bukan hanya cairan. Kista ini juga dapat tumbuh dan menyebabkan rasa nyeri atau tidak nyaman pada payudara.
3. Kista dengan indikasi tumor/kanker
Hasil pemeriksaan juga dapat menunjukkan jika benjolan kista dapat disertai dengan indikasi tumor atau kanker, misalnya lewat kemunculan gejala-gejala tak biasa, isi benjolan yang berbeda dari kista jinak maupun kompleks. Dalam hal ini, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan untuk mengonfirmasi analisis dan diagnosanya.
Estimasi Biaya Pemeriksaan Kista Payudara di Surabaya
Biaya pemeriksaan kista payudara dapat berbeda dari satu fasilitas Kesehatan dengan yang lainnya. Selain itu, total biaya yang dikeluarkan pun dapat disesuaikan dengan layanan atau prosedur pemeriksaan yang Anda lakukan.
Misalnya, untuk pemeriksaan menggunakan prosedur USG atau mamografi, Anda bisa mengeluarkan biaya dari Rp 300 ribu hingga Rp 1.5 jutaan.
Rekomendasi Tempat Pemeriksaan Kista Payudara di Surabaya
Kabar baiknya, pemeriksaan kista di Surabaya dapat Anda lakukan di klinik Granostic dengan harga yang kompetitif. Tak hanya itu, Granostic juga menawarkan layanan pemeriksaan kista payudara yang lengkap, seperti:
- Konsultasi dengan dokter umum dan spesialis
- Pemeriksaan fisik yang komprehensif
- Pemeriksaan laboratorium
- Pemeriksaan pencitraan
Selain itu, Granostic pun menghadirkan layanan kesehatan yang sangat mudah untuk Anda akses. Hanya dengan mendaftar lewat ponsel pintar Anda, tepatnya dengan klik Registrasi Online dan mengisi panduan pendaftaran yang ada, Anda dapat menjadwalkan konsultasi bersama tenaga medis ahli kami dengan mudah.
Yuk, Sobat, rutin periksakan kesehatan payudara untuk cegah kista dan kanker bersama klinik Granostic!
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- Breast cysts. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025
- Breast Cysts. Cleveland Clinic. Diakses 2025
- Breast cysts. Healthdirect Australia. Diakses 2025
- Complex Ovarian Cysts: What You Should Know. Healthline. Medically reviewed by Michael Weber, M.D. Diakses 2025
- Common Benign Lumps. The Johns Hopkins University. Diakses 2025

