Seberapa Penting Cek Kesehatan Pra Nikah? Berikut Penjelasan

Setelah menemukan soulmate Anda, tentu ada keinginan besar untuk memulai hidup baru bersama pasangan Anda sebagai suami istri. Tapi, sebelum benar-benar melangsungkan pernikahan, Anda perlu melakukan cek kesehatan pra nikah dulu, loh. Memang apa pentingnya, sih?
Langsung simak penjelasan lengkap dari Granostic soal seberapa penting cek kesehatan pra nikah ini untuk dilakukan calon pengantin baru, yuk!
Mengapa Cek Kesehatan Pra Nikah Penting?
Saat merencanakan pernikahan dengan pasangan, kita cenderung fokus pada hal-hal seremonial. Misalnya memilih busana pengantin yang indah, dekorasi yang memorial, dan banyak lainnya. Lalu kita cenderung melupakan satu hal yang benar-benar penting, yakni cek kesehatan pra nikah.
Tes kesehatan pranikah berisikan rangkaian pemeriksaan kesehatan yang digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan masalah kesehatan pada kedua calon mempelai, yang diperkirakan dapat memengaruhi kehidupan dan kesejahteraan pasangan setelah menikah.
Rangkaian tes pra nikah ini dapat membantu mendeteksi keberadaan masalah kesuburan, penyakit genetis yang kemungkinan akan diturunkan pada anak, hingga mendeteksi adanya masalah pada organ reproduksi dan penyakit menular pada pasangan.
Melansir dari data World Health Organization (WHO) pada tahun 2021, diperkirakan 40.618 anak dengan thalasemia lahir tiap tahun di seluruh dunia. Di mana 62,8% dari jumlah tersebut membutuhkan donor darah sepanjang hidup mereka.
Sementara itu di Indonesia, pada tahun yang sama, diperkirakan sebanyak 258.347 orang dengan thalasemia membutuhkan donor darah sepanjang hidup mereka. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyebutkan bahwa faktor utama dari thalasemia adalah karena keturunan, yang dapat dicegah dengan melakukan cek kesehatan pra nikah oleh calon pasangan pengantin.
Nah, Sobat, bukan hanya untuk kebaikan diri kita dan pasangan, cek kesehatan pra nikah juga penting untuk memastikan anak-anak kita tumbuh dengan sehat di masa mendatang.
Jenis Tes Kesehatan Pra Nikah
Salah satu alasan mengapa tes kesehatan pra nikah kerap dinomorsekiankan saat merencanakan pernikahan adalah jenis pemeriksaannya yang tidak sedikit. Idealnya, calon pengantin dianjurkan untuk melakukan beberapa jenis tes kesehatan pra nikah berikut ini:
1. Pemeriksaan Darah
Jenis pemeriksaan pra nikah yang pertama meliputi pemeriksaan darah, terutama untuk mengetahui tipe dan rhesus golongan darah calon mempelai. Pemeriksaan darah juga dilakukan untuk mengetahui berbagai hal lain termasuk status hematokrit, trombosit, hemoglobin, eritrosit, laju endap darah, hingga leukosit.
Berikut penjelasan lengkapnya, Sobat!
Golongan darah dan rhesus
Pemeriksaan darah sebelum nikah utamanya dilakukan untuk mengetahui golongan darah dan rhesus dari pasangan calon pengantin. Tes ini penting dilakukan demi mengetahui tingkat kecocokan antara rhesus dan efeknya terhadap ibu beserta calon anak.
Misalnya, saat mempelai perempuan memiliki Rh-negatif dan pihak laki-laki memiliki Rh-positif maka berisiko menimbulkan ketidaksesuaian, yang dapat berdampak fatal pada anak mereka di masa mendatang.
Hemoglobin (HB) dan hematokrit (HCT)
Selanjutnya, tes hemoglobin dan hematokrit juga sangat penting dilakukan oleh pasangan calon pengantin. Tes ini dapat membantu mengetahui risiko penyakit bawaan dan kelainan genetis, yang dapat berdampak pada kesehatan calon anak pasangan di masa mendatang.
Tes gula darah
Selanjutnya, pemeriksaan kadar gula darah juga penting untuk dilakukan oleh pasangan calon pengantin. Tes ini dapat membantu mencegah timbulnya komplikasi diabetes selama kehamilan, yang dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, hingga stillbirth atau bayi lahir mati.
2. Tes Penyakit Menular Seksual (PMS)
Selain pemeriksaan darah lengkap, Anda dan pasangan juga disarankan untuk melakukan tes penyakit menular seksual (PMS). Apalagi jika Anda dan/atau pasangan sebelumnya memiliki riwayat aktif secara seksual pra-nikah.
Tes ini dilakukan untuk mengendalikan dan mencegah penularan mikroorgnaisme antar-pasangan, juga dari ibu kepada anaknya selama dalam kandungan. Karena penyakit menular seksual, seperti hepatitis dan HIV/AIDS, dapat ditularkan melalui ibu ke janin.
Jenis tes PMS yang dianjurkan untuk dilakukan oleh pasangan calon pengantin antara lain:
HIV/AIDS
HIV/AIDS merupakan jenis penyakit menular seksual yang banyak menjangkiti ibu rumah tangga dan anak-anak, yang bahkan tidak mempraktikkan hubungan seksual tak sehat atau pergaulan bebas.
Hal ini dikarenakan ibu rumah tangga tertular dari pasangan mereka, sementara anak-anak tertular dari ibu mereka sejak dalam kandungan. Karena fenomena inilah sangat penting bagi Anda dan pasangan untuk melakukan tes HIV/AIDS sebelum melangsungkan pernikahan.
Melalui tes HIV/AIDS ini, Anda dan pasangan dapat terbuka dengan riwayat kesehatan maupun seksual di masa lalu. Kemudian dapat merencanakan langkah pengobatan dan penanganan yang tepat, serta mengatur upaya pencegahan penyebaran virus HIV kepada anak-anak di masa mendatang.
Hepatitis B dan C
Selain tes HIV/AIDS, Anda dan pasangan juga direkomendasikan untuk melakukan tes hepatitis B dan C. Sebab kedua virus ini dapat memberikan dampak yang sangat fatal bagi kesehatan janin dan bayi, yang juga dapat ditularkan dari ibu ke janin selama dalam kandungan.
Sifilis (Tes VDRL/RPR)
Pemeriksaan sifilis dapat dilakukan dengan melakukan uji VDRL atau RPR. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah dari Anda dan pasangan, yang kemudian akan diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi antibodi yang bereaksi terhadap bakteri penyakit sifilis.
Namun, hasil VDRL dapat memberikan sinyal positif yang salah apabila seseorang juga menderita beberapa infeksi menular lain seperti HIV, malaria, dan pneumonia.
Gonore dan klamidia
Tes infeksi menular seksual (IMS) lainnya yang perlu dilakukan oleh pasangan calon pengantin adalah pemeriksaan gonore dan klamidia. Keduanya dilakukan untuk mencegah penularan ke pasangan maupun calon anak.
3. Tes Genetik
Jenis tes pra nikah selanjutnya adalah tes genetik, yang sangat penting dilakukan untuk mendeteksi apakah Anda dan pasangan memiliki ketidakcocokan genetic, serta berpotensi menurunkan kelainan genetic pada anak di masa mendatang.
Jenis tes genetik yang dapat Anda dan pasangan lakukan sebelum merencanakan pernikahan, atau melakukan program kehamilan antara lain:
Thalassemia
Thalasemia merupakan salah satu penyakit genetic yang dapat memberikan dampak fatal pada calon anak Anda. Penyakit ini dapat dicegah melalui tes pra nikah, karena pasangan dapat mengambil keputusan yang lebih baik mengenai rencana untuk memiliki keturunan bersama saat berumah tangga.
Thalasemia dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah, tepatnya saat melakukan tes hemoglobin dan hematokrit pasangan calon pengantin.
Cystic fibrosis
Selanjutnya, pasangan juga bisa melakukan pemeriksaan cystic fibrosis melalui tes keringat, tes genetic, dan berbagai prosedur medis lainnya. Cystic fibrosis adalah penyakit keturunan yang dapat menyebabkan lendir dalam tubuh menjadi kental dan lengket.
Seseorang yang menderita Cystic fibrosis tidak dapat menularkan kondisi ini pada orang lain. Namun, penderita justru rentan terhadap infeksi ketika berdekatan atau bersentuhan dengan orang yang telah terinfeksi suatu penyakit.
Kelainan genetik lainnya
Selain thalasemia dan cystic fibrosis, dengan melakukan pemeriksaan genetik pra nikah, Anda dan pasangan juga dapat mencegah anak mengidap kelainan genetik lainnya seperti anemia sel sabit, hemophilia, dan banyak lainnya.
4. Tes Kesuburan
Hampir semua pasangan suami istri pasti mendambakan keturunan dan membina keluarga bahagia bersama. Karena itu, dalam prosedur tes pra nikah, Anda dan pasangan juga dapat melewati tes kesuburan.
Rangkaian tes kesuburan yang dimaksud bisa berupa:
Analisis sperma pada pria
Analisis sperma adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai kualitas dan kuantitas sperma seorang pria. Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel sperma yang kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengevaluasi jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma. Hasil dari analisis sperma ini akan membantu dokter menentukan apakah terdapat gangguan kesuburan pada pria.
Pemeriksaan ini penting bagi pasangan yang merencanakan kehamilan karena kualitas sperma yang baik sangat berpengaruh pada keberhasilan pembuahan. Jika ditemukan kelainan, dokter dapat merekomendasikan pengobatan atau terapi yang sesuai untuk meningkatkan peluang kehamilan.
Pemeriksaan hormon reproduksi pada wanita
Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai kadar hormon yang berperan dalam kesuburan wanita, seperti hormon FSH (follicle-stimulating hormone), LH (luteinizing hormone), estradiol, progesteron, dan prolaktin. Pemeriksaan ini dilakukan melalui tes darah yang diambil pada waktu tertentu dalam siklus menstruasi.
Hasil dari pemeriksaan hormon ini akan membantu dokter dalam menilai apakah seorang wanita mengalami gangguan ovulasi atau masalah lain yang dapat mempengaruhi kesuburannya. Dengan mengetahui kondisi hormonal sejak dini, pasangan dapat melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan peluang kehamilan.
USG rahim dan ovarium untuk mendeteksi gangguan reproduksi
USG transvaginal atau transabdominal digunakan untuk memeriksa kondisi rahim dan ovarium wanita. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya kista, fibroid, atau kelainan struktural yang dapat mempengaruhi kesuburan.
Dengan mengetahui kondisi rahim dan ovarium sebelum menikah, pasangan dapat mempersiapkan diri untuk kemungkinan gangguan kesuburan yang mungkin terjadi. Jika ditemukan masalah, dokter dapat merekomendasikan perawatan yang tepat sebelum pasangan mulai merencanakan kehamilan.
5. Tes Fungsi Organ
Tes fungsi organ penting dilakukan oleh pasangan calon pengantin untuk memastikan kesehatan mereka secara menyeluruh sebelum menikah. Beberapa tes yang dianjurkan meliputi:
Tes fungsi hati (SGOT, SGPT)
Tes ini mengukur kadar enzim hati untuk mendeteksi adanya gangguan hati, seperti hepatitis atau penyakit hati kronis. Fungsi hati yang baik sangat penting untuk metabolisme tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.
Tes fungsi ginjal (Ureum, Kreatinin)
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsi ginjal dalam menyaring limbah dari darah. Gangguan pada ginjal dapat berdampak serius pada kesehatan pasangan dan keturunan di masa depan.
Profil lipid untuk menilai risiko penyakit jantung
Tes ini mengukur kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah untuk menilai risiko penyakit jantung dan stroke. Mengetahui profil lipid sejak dini membantu pasangan dalam menjaga pola hidup sehat untuk mencegah penyakit kardiovaskular.
6. Pemeriksaan Pap Smear (Untuk Wanita)
Pap smear adalah tes yang dilakukan untuk mendeteksi adanya perubahan sel pada leher rahim yang bisa berkembang menjadi kanker serviks. Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel sel dari leher rahim yang kemudian diperiksa di laboratorium.
Pemeriksaan ini sangat penting bagi calon mempelai wanita karena dapat mendeteksi dini kanker serviks serta infeksi HPV yang dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi. Dengan melakukan pap smear sebelum menikah, wanita dapat memastikan kesehatannya sebelum merencanakan kehamilan.
Manfaat Cek Kesehatan Pra Nikah
Melakukan cek kesehatan pra nikah memberikan banyak manfaat bagi pasangan calon pengantin. Berikut beberapa manfaat utamanya:
1. Mencegah Penyebaran Penyakit Menular
Tes kesehatan pra nikah dapat mendeteksi penyakit menular seksual seperti HIV, sifilis, dan hepatitis B yang dapat berdampak pada pasangan dan anak di masa depan.
2. Menjaga Kesehatan Calon Anak
Dengan mengetahui kondisi kesehatan sebelum menikah, pasangan dapat mencegah penyakit genetik atau infeksi yang dapat ditularkan ke janin.
3. Mempersiapkan Kehamilan yang Sehat
Mengetahui kondisi tubuh sebelum hamil membantu dalam merencanakan kehamilan yang sehat dan mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan. Hal ini juga dapat memberikan dampak yang besar pada peningkatan keselamatan ibu dan janin selama masa kehamilan, persalinan, hingga memaksimalkan tumbuh kembang anak di masa depan.
4. Meningkatkan Kualitas Hidup
Dengan memahami kondisi kesehatan masing-masing, pasangan dapat menjalani kehidupan pernikahan dengan lebih tenang dan sehat.
5. Memberikan Rasa Tenang dan Kepercayaan
Cek kesehatan pra nikah membantu pasangan membangun kepercayaan dan kesiapan dalam menghadapi kehidupan rumah tangga.
Tujuan Utama Cek Kesehatan Pra Nikah
Tes kesehatan pra nikah dilakukan dengan beberapa tujuan utama, antara lain:
1. Mendeteksi dini penyakit yang mungkin tidak memiliki gejala awal
Banyak penyakit seperti diabetes atau hipertensi tidak menunjukkan gejala awal, sehingga pemeriksaan kesehatan dapat membantu dalam deteksi dini. Sebagai contoh, kanker serviks pada awal perkembangannya tidak menunjukkan gejala yang signifikan, sehingga banyak penderitanya yang baru memeriksakan diri ketika memasuki stadium lanjut.
Padahal ketika memasuki stadium lanjut, pengobatan yang dilakukan tidak begitu efektif dan mengurangi tingkat kesembuhan pasien.
2. Meminimalkan risiko komplikasi kesehatan di masa depan
Dengan mengetahui kondisi kesehatan sebelum menikah, pasangan dapat mengantisipasi dan mengelola potensi komplikasi medis.
Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan reproduksi
Pemeriksaan kesehatan membantu meningkatkan pemahaman tentang sistem reproduksi dan bagaimana menjaga kesehatannya.
3. Membantu pasangan membuat keputusan terbaik mengenai kesehatan mereka
Dengan informasi yang jelas mengenai kondisi kesehatan masing-masing, pasangan dapat mengambil keputusan yang lebih baik terkait perencanaan keluarga dan gaya hidup.
Baca Juga: Fakta dan Mitos Seputar Tes Kesehatan Pra Nikah
Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Cek Kesehatan Pra Nikah?
Menurut Kementerian Kesehatan dan para ahli, tes kesehatan pra nikah sebaiknya dilakukan sekitar 6 bulan hingga 1 tahun sebelum pernikahan. Hal ini memberikan waktu yang cukup bagi pasangan untuk mengambil tindakan medis jika ditemukan kondisi kesehatan tertentu yang perlu ditangani sebelum menikah.
Menjalani cek kesehatan pra nikah adalah langkah penting dalam membangun kehidupan pernikahan yang sehat dan harmonis. Dengan memahami kondisi kesehatan masing-masing, pasangan dapat bersama-sama menjaga kesehatan keluarga dan merencanakan masa depan yang lebih baik.
Dimana Bisa Melakukan Cek Kesehatan Pra Nikah di Surabaya?
Nah, Sobat Granostic, melakukan cek kesehatan pra nikah sangatlah penting untuk memastikan Anda dan pasangan dapat memeroleh kesejahteraan kehidupan rumah tangga yang lebih baik. Anda dan pasangan pun dapat mempersiapkan kehamilan yang sehat, dan mencegah adanya masalah kesehatan pada calon anak di masa mendatang.
Kabar baiknya lagi, saat ini cek kesehatan pra nikah dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan terpercaya. Bagi warga Surabaya dan sekitarnya, Anda dapat melakukan cek kesehatan pra nikah ini di klinik Granostic Surabaya.
Kami dapat memberikan layanan pemeriksaan kesehatan pra nikah terlengkap, dengan layanan administrasi yang mudah dan efisien, serta didampingi dengan tim tenaga medis ahli dan profesional.
Tak hanya itu, melalui layanan home care, Anda juga dapat melakukan rangkaian cek kesehatan pra nikah ini di rumah saja. Karena tim medis kami yang akan mengunjungi rumah Anda untuk melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel yang diperlukan.
Menarik, bukan? Yuk, jadwalkan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan pra nikah Anda bersama pasangan di klinik Granostic Surabaya!
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- Premarital Screening: A Catalyst for Achieving Good Healthand Well-Being. Department of Health Education and Behavioral Sciences, Faculty of Public Health,Universitas Indonesia, Depok, West Java, Indonesia. Nadya Hanna Talitha SidabutarandElla Nurlaella Hadi. Diakses 2025
- A Review of Importance of Premarital Checkup and Counselling among Young Adults. Neville Wadia Institute of Management Studies and Research, Pune. Pratik Morei. Diakses 2025
- 7 Jenis Tes dalam Cek Pra-Nikah yang akan Dijalani Calon Pengantin. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses 2025
Prenatal Genetic Screening Tests. American College of Obstetricians and Gynecologists. Diakses 2025

