Mau Nikah? Ketahui Fakta dan Mitos Seputar Tes Kesehatan Pra Nikah

Meskipun memiliki peranan yang penting untuk kesejahteraan dan kesehatan keluarga, tes kesehatan pra nikah belum menjadi perbincangan utama saat merencanakan pernikahan. Apalagi dengan banyaknya mitos seputar tes kesehatan pra nikah, yang dapat menyebabkan kesalahpahaman di kalangan calon pengantin baru.
Kendati saat ini kita sangat mudah mengakses berbagai pengetahuan melalui internet, termasuk medis, banyak masyarakat yang masih terjebak dengan mitos-mitos. Padahal belum diketahui bagaimana fakta kebenaran dari mitos tersebut.
Apalagi saat membicarakan tes kesehatan pra nikah, yang bisa sangat personal. Mitos ini dapat membuat seseorang merasa takut, khawatir, dan bahkan tidak percaya diri untuk melakukan tes kesehatan pra nikah tersebut.
Nah, menyimak betapa seriusnya dampak mitos seputar tes kesehatan pria ini, Granostic akan merangkumkan fakta-faktanya berikut ini!
Mitos dan Fakta Seputar Tes Kesehatan Pra Nikah
Berikut ini beberapa mitos seputar kesehatan pra nikah yang perlu Sobat ketahui fakta-faktanya!
Mitos 1: Tes kesehatan pra nikah hanya untuk wanita
Fakta
Tak bisa dipungkiri, hingga kini kebanyakan masyarakat Indonesia masih membebankan keharmonisan dan kesehatan keluarga hanya dari pihak wanita atau ibu saja. Karena itu, kita sering menemukan bahwa fenomena keguguran dan kesulitan mengandung hanya dikaitkan dengan kondisi ibu.
Begitu pula dengan tes kesehatan pra nikah, yang ‘dianggap’ hanya penting dilakukan untuk wanita. Karena nantinya merekalah yang mengandung, melahirkan, dan mengurus anak-anak tersebut hingga dewasa.
Namun, hal ini sangatlah tidak benar. Fakta menunjukkan bahwa kedua calon pengantin wajib melakukan tes kesehatan pra nikah. Sebab kondisi kesehatan pria juga berpengaruh pada kualitas sperma, yang kemudian memengaruhi peluang kehamilan dan Kesehatan bayi.
Selain itu, tidak semua orang menikah dalam kondisi kesehatan yang baik. Bahkan calon mempelai juga bisa memiliki kondisi medis tertentu yang belum terdeteksi dan tidak diketahui sebelumnya, yang mungkin bisa tularkan pada pasangan atau diturunkan pada calon anak mereka.
Mitos 2: Hanya pasangan dengan riwayat penyakit tertentu yang perlu tes kesehatan
Fakta
Mitos ini tidaklah tepat, ya, Sobat. Karena tes kesehatan pra nikah wajib dilakukan oleh kedua belah pihak, terlepas apakah sebelumnya hanya salah satu pihak yang memiliki tes kesehatan tertentu.
Karena tes kesehatan pra nikah sebenarnya sedikit lebih kompleks daripada hanya mendeteksi penyakit tertentu. Misalnya, tes genetik untuk mencegah kelainan genetik pada anak, tes darah untuk mencegah kehamilan tak aman yang berdampak pada keselamatan ibu dan janin, hingga kontrol penyebaran penyakit menular.
Lewat tes kesehatan pra nikah, calon pengantin dapat mengetahui kondisi dan riwayat kesehatan pasangan mereka. Sehingga dapat merencanakan rencana jangka panjang tentang kehidupan pernikahan jadi lebih matang.
Mitos 3: Tes kesehatan pra nikah hanya mencakup tes darah
Fakta
Asumsi ini kurang tepat, Sobat. Karena selain tes darah, calon pengantin juga wajib melakukan tes urin, tes kesuburan, serta direkomendasikan untuk melakukan tes genetik, tes menular seksual, dan pemeriksaan fungsi organ.
Tes kesehatan pra nikah ini penting dilakukan untuk mengetahui kesehatan pribadi, mencegah penularan atau penyebaran penyakit, juga mengurangi risiko penyakit bawaan yang diturunkan pada calon anak.
Berikut penjelasan lengkap mengenai rangkaian tes kesehatan pra nikah yang direkomendasikan untuk Anda dan pasangan lakukan:
- Tes darah
Tes darah lengkap merupakan jenis pemeriksaan yang wajib dilakukan oleh pasangan calon pengantin. Pemeriksaan ini meliputi tes golongan darah, leukosit, hematokrit, trombosit, hemoglobin, eritrosit, hingga laju endap darah.
Tes penyakit menular seksual
Selain tes darah lengkap, Anda juga akan diarahkan untuk melakukan tes penyakit menular seksual, seperti hepatitis B dan C, sifilis, HIV/AIDS, dan HPV. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk membantu mengontrol penularan penyakit pada pasangan maupun calon anak nantinya.
- Tes kesuburan
Jenis pemeriksaan kesehatan ini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesuburan oleh kedua calon pengantin, mendeteksi dini adanya masalah pada kesuburan pada salah satu atau kedua pihak sekaligus, sehingga dapat merencanakan kehamilan yang sehat.
- Tes genetik
Pemeriksaan genetic sebelum menikah juga tak kalah penting, khususnya untuk mengetahui risiko kelainan bawaan pada keturunan. Melalui tes ini Anda dan pasangan dapat mencegah penyebaran penyakit genetis dalam keluarga.
- Tes fungsi organ
Kesehatan organ tubuh juga berhubungan erat dengan kualitas hidup di masa pernikahan Anda mendatang. Sehingga melalui tes fungsi organ ini, Anda dan pasangan dapat mengetahui riwayat serta kondisi kesehatan masing-masing, risiko masalah kesehatan yang akan dihadapi di masa mendatang, kemudian merencanakan strategi hidup sehat bersama.
Selain itu, tes fungsi organ juga dapat membantu Anda dan pasangan untuk merencanakan kehamilan yang sehat, baik untuk ibu dan janin.
Mitos 4: Jika hasil tes tidak baik, pernikahan harus dibatalkan
Fakta
Hal ini tidak dapat dibenarkan begitu saja, ya, Sobat. Keputusan untuk membatalkan pernikahan tersebut bukan bersifat “harus”, Anda dan pasangan dapat terus melanjutkan rencana pernikahan tersebut.
Namun pihak Kantor Urusan Agama (KUA) akan memberikan pendampingan dan edukasi terkait, juga memberikan “anjuran” untuk melakukan pengobatan hingga sembuh dan menunda waktu pernikahan.
Mitos 5: Tes kesehatan pra nikah bisa dilakukan kapan saja sebelum menikah
Fakta
Hal ini tidak sepenuhnya salah, Sobat Granostic. Tes kesehatan pra nikah dapat dilakukan kapan saja, namun idealnya Anda direkomendasikan melakukan pemeriksaan ini pada 3–6 bulan sebelum waktu pernikahan.
Lewat jangka waktu tersebut, pasangan dapat memastikan kondisi kesehatan masing-masing, memberi waktu untuk melakukan pengobatan atau perawatan bila ditemukan masalah, hingga memberi waktu untuk mengetahui gambaran kondisi fisik dan mental sehingga lebih siap dalam menjalani rumah tangga.
Mitos 6: Tes kesehatan pra nikah mahal dan tidak terjangkau
Fakta
Banyak dari kita yang berprasangka bahwa tes kesehatan pra nikah ini mahal dan tidak terjangkau. Padahal anggapan ini tidaklah tepat, Sobat Granostic.
Melansir dari laman Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, disebutkan bahwa pemeriksaan kesehatan calon pengantin ini tanpa biaya. Kecuali calon penganti tersebut terindikasi memiliki kondisi kesehatan tertentu, sehingga membuatnya perlu dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
Selain itu, kini juga ada banyak fasilitas kesehatan yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan pra nikah dengan rentang biaya yang bervariasi. Anda dapat menyesuaikannya dengan anggaran pribadi dan memilih paket yang cocok untuk Anda.
Seperti di Granostic Medical Center, yang juga menawarkan paket cek kesehatan pra nikah dengan harga kompetitif, layanan yang lengkap, dan banyak benefit menarik bagi para pasien.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai paket cek kesehatan klinik Granostic, Anda dapat menghubungi nomor customer care kami berikut: 082230900900.
Mitos 7: Tes kesehatan pra nikah hanya untuk pasangan yang ingin segera memiliki anak
Fakta
Anggapan ini tidaklah tepat, ya, Sobat. Karena tes kesehatan pra nikah wajib dilakukan oleh pasangan calon pengantin, terlepas apakah mereka ingin segera memiliki anak atau tidak.
Karena bukan hanya masalah kesuburan dan kesejahteraan anak di masa mendatang, tes kesehatan bersama pasangan dapat membantu Anda menyimak riwayat kesehatan masing-masing.
Dengan begitu, Anda dan pasangan dapat mengetahui apa saja risiko masalah kesehatan yang mungkin akan dihadapi di masa mendatang, merencanakan gaya hidup sehat bersama, hingga mencegah penularan penyakit ke pasangan.
Mitos 8: Jika sudah merasa sehat, tes kesehatan pra nikah tidak diperlukan
Fakta
Anggapan ini juga tidak tepat, ya. Karena secara administratif, KUA juga telah memasukkan tes kesehatan pra nikah sebagai salah satu syarat wajib Anda dan pasangan untuk mendaftarkan pernikahan.
Selain itu, ada banyak jenis penyakit yang tidak menunjukkan gejala di awal perkembangannya, sehingga baru terdeteksi ketika memasuki stadium lanjut. Sebagai contoh pada kasus kanker serviks, yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menunjukkan gejala dan sulit disembuhkan ketika terlambat dideteksi.
Mitos 9: Tes kesehatan pra nikah bisa dilakukan sendiri di rumah
Fakta
Tidak benar. Tes kesehatan pra nikah tidak dianjurkan untuk Anda lakukan sendiri di rumah tanpa bantuan tenaga medis. Sebagian besar tes kesehatan pra nikah membutuhkan proses analisis di laboratorium kesehatan, yang secara prosedural harus dilakukan dengan tepat dan steril sehingga tidak akan mengganggu hasil pemeriksaan.
Namun, Anda dapat menggunakan layanan home service klinik Granostic untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pra nikah di rumah saja. Tenaga kesehatan Granostic akan mengunjungi rumah Anda untuk melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel, sehingga
Anda tidak perlu mengantri atau repot pergi ke klinik untuk melakukan cek kesehatan. Baca selengkapnya, Pre-Marital Check Up di Surabaya.
Anda dapat menjadwalkan pemeriksaan kesehatan di klinik Granostic dengan mendaftar secara online di Registrasi Online.
Yuk, rencanakan keluarga sehat dengan cek kesehatan pra nikah di klinik Granostic!
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menikah. KEMENTRIAN AGAMA PROVINSI DKI JAKARTA. Diakses 2025
- 7 Jenis Tes dalam Cek Pra-Nikah yang akan Dijalani Calon Pengantin. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses 2025
- 9 Myths About Genetic Disease Carrier Screening. The National Gaucher Foundation (NGF). Diakses 2025
- KONSEP PEMERIKSAAN KESEHATAN PRA NIKAH BAGI CALON PENGANTIN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS
- DI KUA KECAMATAN LAWANG DAN PUSKESMAS LAWANG). Universitas Islam Malang. Nabilah Ramadhani1, Dzulfikar Rodafi2 , Humaidi3. Diakses 2025
- TES KESEHATAN PRANIKAH (PREMARITAL CHECK UP) PERSPEKTIF MAQÂSHID AL-SYARÎ’AH. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. KHUSNI TAMRIN. Diakses 2025

