Pre-Marital Check Up di Surabaya - Persiapan Penting Sebelum Menikah

Menjelang pernikahan, banyak pasangan sibuk mempersiapkan berbagai hal, mulai dari acara resepsi hingga hunian baru. Namun, ada satu langkah penting yang sering terlewatkan, yaitu pemeriksaan kesehatan pranikah atau pre-marital check up. Memang apa pentingnya?
Langkah ini tidak hanya memastikan kesehatan Anda dan pasangan, tetapi juga mempersiapkan masa depan keluarga yang sehat. Dengan melakukan pre-marital check up, Anda dapat mengetahui kondisi kesehatan masing-masing, mencegah penularan penyakit, dan merencanakan kehamilan yang optimal.
Untuk Anda yang berada di Surabaya, Granostic akan memberikan informasi lengkap mengenai pre-marital check up, termasuk rekomendasi tempat untuk melakukannya.
Apa Itu Pre-Marital Check Up?
Pre-marital check up adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh pasangan sebelum menikah. Tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya kondisi medis atau penyakit yang mungkin dimiliki oleh salah satu atau kedua calon mempelai.
Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, Sobat dan pasangan dapat mengambil langkah pencegahan atau pengobatan yang diperlukan, sehingga dapat mencegah komplikasi di masa depan dan memastikan kesehatan keturunan mereka.
Ada beberapa keuntungan melakukan pre-marital check up antara lain:
- Mendeteksi penyakit menular: Seperti HIV, hepatitis B, atau penyakit menular seksual lainnya yang dapat mempengaruhi kesehatan pasangan dan calon anak.
- Mengetahui status genetik: Untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit genetik yang dapat diturunkan kepada anak, seperti thalassemia.
- Merencanakan kehamilan yang sehat: Dengan mengetahui kondisi kesehatan masing-masing, pasangan dapat merencanakan kehamilan dengan lebih baik dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan risiko yang ada.
Prosedur Pre-Marital Check Up
Setelah menyimak penjelasan mengenai apa itu pre-marital check up dan manfaatnya bagi pasangan calon pengantin, Anda juga perlu mengenali berbagai prosedur pemeriksaan kesehatan yang perlu dijalankan.
Nah, umumnya prosedur premarital check up meliputi beberapa tahapan. Berikut penjelasan mengenai setiap tahapannya:
1. Registrasi
Langkah pertama adalah melakukan pendaftaran di fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan pre-marital check up. Registrasi dapat dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah sakit atau klinik terkait, atau melalui pendaftaran online jika tersedia.
Jika Sobat ingin melakukan cek kesehatan pre-marital di klinik Granostic, Anda dapat melakukan pendaftaran online dengan mudah lewat laman Registrasi Online. Ikuti panduan pengisian data diri, kemudian lengkapi syarat yang dibutuhkan, dan atur jadwal pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan Anda.
Anda bahkan dapat memanfaatkan layanan home service bila menginginkan layanan pemeriksaan kesehatan pranikah di rumah saja. Lewat layanan ini, Anda tidak perlu mengantre di klinik, karena tim medis kami yang akan mendatangi rumah Anda untuk melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel.
2. Konsultasi dengan Dokter
Setelah registrasi, pasangan akan menjalani sesi konsultasi dengan dokter. Pada tahap ini, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, gaya hidup, serta rencana kehamilan.
Informasi ini membantu dokter dalam menentukan jenis pemeriksaan yang diperlukan dan memberikan saran yang sesuai. Konsultasi ini penting untuk mengidentifikasi faktor risiko yang mungkin mempengaruhi kesehatan pasangan atau keturunan mereka.
3. Pengambilan Sampel
Setelah konsultasi, dokter akan merekomendasikan pengambilan sampel darah, urine, atau cairan tubuh lainnya sesuai dengan jenis pemeriksaan yang diperlukan. Misalnya, sampel darah digunakan untuk memeriksa kadar gula, fungsi hati, fungsi ginjal, dan adanya infeksi tertentu.
Sampel urine dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi saluran kemih atau kondisi medis lainnya. Proses pengambilan sampel biasanya cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti.
4. Analisis Laboratorium
Sampel yang telah diambil akan dianalisis di laboratorium untuk memeriksa berbagai indikator kesehatan. Analisis ini mencakup pemeriksaan hematologi, fungsi organ, status imunisasi, dan deteksi penyakit menular. Hasil dari analisis laboratorium ini akan memberikan gambaran lengkap mengenai kondisi kesehatan Anda dan pasangan.
5. Hasil dan Konsultasi
Setelah hasil laboratorium keluar, Anda dan pasangan akan kembali berkonsultasi dengan dokter untuk membahas temuan tersebut. Dokter akan menjelaskan arti dari setiap hasil pemeriksaan, memberikan saran atau pengobatan jika diperlukan, dan membantu pasangan dalam merencanakan langkah selanjutnya.
Konsultasi ini penting untuk memastikan bahwa Anda dan pasangan memahami kondisi kesehatan mereka dan dapat membuat keputusan yang tepat terkait pernikahan dan perencanaan keluarga.
Jenis Pemeriksaan dalam Pre-Marital Check Up
Beberapa jenis pemeriksaan yang umumnya disarankan dalam pre-marital check up meliputi:
1. Tes Golongan Darah dan Rhesus
Banyak dari kita yang masih meremehkan pemeriksaan golongan darah dan rhesus. Padahal dampaknya pada kesehatan ibu dan janin selama kehamilan, serta pengaruhnya pada kesejahteraan anak di masa mendatang cukuplah besar.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui golongan darah (A, B, AB, atau O) dan faktor rhesus (positif atau negatif) dari masing-masing pasangan. Mengetahui faktor rhesus penting untuk mencegah inkompatibilitas rhesus antara ibu dan janin, yang dapat menyebabkan komplikasi serius pada kehamilan berikutnya.
2. Tes Hematologi (Darah Lengkap)
Tes ini mencakup pemeriksaan sel darah merah, sel darah putih, hemoglobin, dan trombosit. Tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya anemia, infeksi, atau kelainan darah lainnya yang dapat mempengaruhi kesehatan pasangan dan calon anak.
Dengan demikian, calon pasangan suami istri dapat merencanakan kehamilan sehat yang minim risiko, baik untuk kepentingan janin maupun sang ibu.
3. Tes Penyakit Menular Seksual (PMS)
Pemeriksaan ini meliputi tes untuk mendeteksi penyakit menular seksual pada diri sendiri dan pasangan Anda. Deteksi dini PMS penting untuk mencegah penularan antar pasangan dan kepada anak yang akan dilahirkan.
Beberapa jenis pemeriksaan PMS yang perlu Anda dan pasangan lakukan antara lain:
- Tes HIV/AIDS
- Tes Hepatitis B dan C
- Tes HPV
- Tes Sifilis
- Tes Klamidia dan Gonore
Melakukan deteksi dini penyakit menular seksual juga menjadi langkah penting untuk memaksimalkan pengobatan yang dilakukan. Sehingga angka harapan sembuh penderita juga akan semakin tinggi.
4. Tes Fungsi Hati dan Ginjal
Tes fungsi hati dan ginjal merupakan pemeriksaan medis yang bertujuan untuk menilai kesehatan organ hati dan ginjal seseorang. Tes ini melibatkan pengukuran enzim hati seperti SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) serta kadar ureum dan kreatinin dalam darah, untuk mengevaluasi fungsi ginjal.
Pemeriksaan ini sangat penting dilakukan sebelum menikah untuk memastikan bahwa kedua pasangan memiliki organ hati dan ginjal yang berfungsi dengan baik. Serta dapat membantu mendeteksi penyakit hati seperti hepatitis atau sirosis, serta gangguan ginjal seperti gagal ginjal atau nefritis.
Penyakit-penyakit ini dapat berdampak pada kualitas hidup pasangan dan keturunan mereka di masa depan. Jika terdapat masalah pada organ hati atau ginjal, pasangan dapat mengambil langkah pencegahan atau menjalani pengobatan sebelum memulai kehidupan rumah tangga.
Selain itu, fungsi hati dan ginjal yang baik sangat penting bagi wanita yang berencana hamil. Hati berperan dalam metabolisme hormon kehamilan, sementara ginjal berfungsi untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Gangguan pada salah satu organ ini dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti preeklampsia atau gagal ginjal akut selama kehamilan.
Dengan menjalani tes fungsi hati dan ginjal sebelum menikah, pasangan dapat memahami kondisi kesehatan masing-masing dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kesehatannya. Pemeriksaan ini juga dapat membantu dalam perencanaan kehamilan yang lebih sehat dan terhindar dari risiko komplikasi yang tidak diinginkan.
5. Tes Kesuburan
Tes kesuburan merupakan serangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai kemampuan pasangan dalam memiliki keturunan. Tes ini melibatkan analisis sperma pada pria serta pemeriksaan hormon dan kondisi reproduksi pada wanita. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan kesuburan yang mungkin tidak disadari sebelumnya.
Pada pria, analisis sperma dilakukan untuk mengevaluasi jumlah, bentuk, serta pergerakan sperma. Kualitas sperma yang baik sangat berpengaruh dalam proses pembuahan. Sementara itu, pada wanita, pemeriksaan hormon seperti FSH (Follicle-Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) dapat membantu mengidentifikasi gangguan ovulasi, sementara USG rahim dan ovarium dapat mendeteksi kondisi seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau endometriosis.
Tes kesuburan memiliki peran penting dalam perencanaan kehamilan yang sehat. Dengan mengetahui kondisi kesuburan sejak dini, pasangan dapat melakukan tindakan medis yang diperlukan jika ditemukan adanya gangguan. Misalnya, jika ditemukan masalah pada produksi sperma atau gangguan ovulasi, dokter dapat merekomendasikan terapi hormon atau prosedur medis lainnya.
Melalui tes kesuburan, pasangan dapat lebih siap secara fisik dan mental dalam merencanakan kehamilan. Hal ini juga dapat mengurangi stres dan ketidakpastian terkait kemampuan untuk memiliki anak di masa depan, sehingga memberikan ketenangan dalam pernikahan.
6. Tes Genetik
Tes genetik adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan atau penyakit genetik yang dapat diturunkan kepada anak. Tes ini melibatkan analisis DNA guna mengidentifikasi kelainan kromosom atau mutasi genetik yang dapat menyebabkan penyakit tertentu, seperti thalassemia, cystic fibrosis, atau kelainan metabolisme bawaan.
Pemeriksaan genetik menjadi penting bagi pasangan yang memiliki riwayat penyakit genetik dalam keluarga. Dengan mengetahui risiko tersebut lebih awal, pasangan dapat mempertimbangkan berbagai opsi medis, termasuk konsultasi dengan spesialis genetika untuk memahami konsekuensi dan kemungkinan pencegahan terhadap penyakit yang mungkin diwariskan kepada anak.
Tes ini juga memiliki peran krusial dalam perencanaan kehamilan yang sehat. Jika ditemukan adanya risiko penyakit genetik yang tinggi, pasangan dapat mempertimbangkan berbagai langkah pencegahan, seperti diagnosis prenatal atau prosedur bayi tabung dengan pemilihan embrio yang sehat.
Dengan menjalani tes genetik sebelum menikah, pasangan dapat membuat keputusan yang lebih tepat terkait kesehatan keluarga mereka di masa depan. Kesadaran terhadap potensi risiko genetik memungkinkan mereka untuk mengambil tindakan yang lebih proaktif demi memastikan kesejahteraan anak-anak mereka.
7. Tes Diabetes dan Kolesterol
Tes diabetes dan kolesterol merupakan pemeriksaan penting dalam menilai risiko penyakit metabolik yang dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang pasangan suami istri. Kedua tes ini pun memiliki hubungan dengan kesehatan reproduksi dan kehamilan.
Diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional, hipertensi, dan bayi lahir dengan berat badan berlebih. Begitu pula dengan kadar kolesterol tinggi yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan gangguan sirkulasi darah, yang berdampak pada kesehatan janin dan ibu hamil.
Dengan mengetahui kondisi kadar gula darah dan kolesterol sebelum menikah, pasangan dapat melakukan langkah-langkah pencegahan seperti mengadopsi pola makan sehat, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan ideal.
Jika salah satu pasangan telah memiliki diabetes atau kadar kolesterol tinggi, konsultasi dengan dokter dapat membantu dalam merancang strategi pengelolaan kondisi tersebut sebelum merencanakan kehamilan.
Tak hanya itu Sobat, kedua pemeriksaan ini juga memberikan perlindungan bagi calon anak dari risiko penyakit metabolik yang dapat diturunkan secara genetik. Dengan menjaga kesehatan sejak dini, pasangan dapat menjalani kehidupan pernikahan yang lebih sehat dan harmonis.
Rekomendasi Tempat Pre-Marital Check Up di Surabaya: Granostic Surabaya
Nah, Sobat setelah membaca apa saja jenis tes pre-marital di atas dan manfaatnya bagi calon pengantin, apakah Anda dan pasangan siap melakukan medical check up?
Anda dapat melakukan pre-marital check up ini di berbagai fasilitas medis terpercaya, yang mudah Anda jangkau bersama pasangan. Sehingga pemeriksaan tersebut dapat anda lakukan di klinik, rumah sakit dan juga puskesma lo sobat!
Kabar baiknya bagi warga Surabaya dan sekitarnya, terdapat tempat pre-marital check up yang jadi rekomendasi terbaik untuk Anda, yakni Granostic Medical Center. Mengapa begitu?
1. Paket Pemeriksaan Lengkap
Granostic menyediakan paket layanan pre-marital check up lengkap yang dapat memenuhi kebutuhan Anda dan pasangan. Jenis pemeriksaan yang dimaksud meliputi:
- Konsultasi medis dan pemeriksaan fisik dengan dokter umum.
- Pemeriksaan laboratorium lengkap, meliputi tes darah lengkap, golongan darah, rhesus darah, urine lengkap, glukosa puasa dan
- 2JPP, Hbs Ag (ICT), Anti Hbs, Anti HCV (ICT) , VDRL, Anti, Rubella IgM, Anti Toxoplasma IgM, hingga Anti CMV IgM.
- Pemeriksaan pencitraan, seperti tes Thorax PA
- Pemeriksaan kesuburan kedua calon mempelai.
2. Teknologi Laboratorium Canggih
Keunggulan lainnya dengan melakukan pre-marital check up di Granostic adalah penggunaan teknologi laboratorium yang canggih dan modern. Sehingga hasil pemeriksaan pun akan dapat keluar dengan lebih cepat dan bersifat akurat.
3. Konsultasi dengan Dokter Berpengalaman
Melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah di Granostic juga memungkinkan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter berpengalaman, baik sebelum maupun setelah proses pemeriksaan dilakukan.
Dokter dapat memberikan edukasi mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum pemeriksaan, serta membantu membacakan dan menjelaskan analisisnya berdasarkan hasil premarital check up Anda dan pasangan.
4. Proses Cepat dan Nyaman
Berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk Anda, klinik Granostic menerapkan sistem pelayanan yang efisien dan ramah. Sehingga Anda dan pasangan akan merasa lebih nyaman ketika melakukan konsultasi dan pemeriksaan, juga dapat memeroleh hasil pemeriksaan lebih cepat dan efisien.
5. Harga Kompetitif
More than anything else, klinik Granostic menawarkan paket pemeriksaan kesehatan pranikah ini dengan harga yang kompetitif. Bahkan, Anda dan pasangan bisa mendapatkan harga promo di momen-momen penting, loh.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai harga paket premarital check up di klinik Granostic, Anda dapat mengunjungi laman Promo, atau langsung menghubungi nomor customer care kami di 082230900900.
Selain itu, Anda juga dapat memeroleh keuntungan lain dengan melakukan premarital check up di Granostic, yakni dapat menggunakan layanan home service gratis. Dapatkan pengalaman cek kesehatan pranikah di rumah saja bersama para profesional.
Tunggu apa lagi? Yuk, rencanakan kehidupan pernikahan yang sehat dan harmonis dengan melakukan premarital chek up di klinik Granostic Surabaya!
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- More, P., Parmar, M., & Pawar, S. (2021). A Review of Importance of Premarital Checkup and Counselling among Young Adults. Diakses pada 7 April 2025.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). 7 Jenis Tes dalam Cek Pra-Nikah yang Akan Dijalani Calon Pengantin. Diakses pada 7 April 2025.
- The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (n.d.). Prenatal Genetic Screening Tests. Diakses pada 7 April 2025.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (n.d.). Screening Recommendations. Diakses pada 7 April 2025.
- Cleveland Clinic. (n.d.). Fertility Test. Diakses pada 7 April 2025.

