Pemeriksaan TORCH di Surabaya

Sebagai pasangan baru menikah dan ingin langsung program hamil, pemeriksaan TORCH tidak boleh Anda lewatkan. Sebab dengan pemeriksaan TORCH Anda dan pasangan dapat merencanakan kehamilan yang sehat, serta memastikan janin lahir dengan selamat.
Lantas tahukah Anda di mana tempat pemeriksaan TORCH di Surabaya?
TORCH adalah singkatan dari Toxoplasmosis, Other (infeksi lain seperti sifilis dan varicella), Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes simplex virus. Infeksi ini dapat berdampak serius pada kesehatan ibu hamil dan janin, sehingga pemeriksaan TORCH menjadi langkah preventif untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi sejak dini.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi serta mencegah risiko komplikasi kehamilan yang dapat terjadi akibat infeksi.
Lewat artikel ini, Granostic akan membahas secara mendalam mengenai tujuan pemeriksaan TORCH, waktu yang tepat untuk menjalani pemeriksaan, serta manfaatnya bagi ibu dan janin. Penasaran? Simak, yuk!
Tujuan Pemeriksaan TORCH
Sobat, mengetahui tujuan pemeriksaan TORCH sangat penting bagi calon ibu dan ibu hamil. Dengan memahami manfaat dari pemeriksaan ini, seseorang dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kesehatan diri dan bayi yang dikandung. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari pemeriksaan TORCH:
1. Mendeteksi Infeksi pada Ibu Hamil
Tujuan pertama dari pemeriksaan TORCH yakni dapat membantu mendeteksi keberadaan infeksi yang mungkin diderita oleh ibu hamil. Infeksi seperti toxoplasmosis dan rubella dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, termasuk keguguran, cacat lahir, atau gangguan pertumbuhan janin. Dengan melakukan pemeriksaan ini sejak dini, dokter dapat memberikan penanganan yang sesuai untuk mengurangi risiko kesehatan bagi ibu dan janin.
Selain itu, deteksi dini terhadap infeksi memungkinkan ibu hamil untuk menjalani perawatan medis yang diperlukan sehingga dapat mengurangi dampak negatif terhadap janin. Dengan begitu, pemeriksaan TORCH dapat menjadi langkah preventif yang sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi.
2. Mengetahui Tingkat Antibodi Dalam Tubuh
Melalui pemeriksaan TORCH, dokter juga dapat mengevaluasi tingkat antibodi dalam tubuh ibu hamil. Antibodi ini menunjukkan apakah seseorang telah terpapar infeksi sebelumnya dan apakah tubuh memiliki kekebalan terhadap infeksi tersebut.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ibu memiliki kekebalan terhadap rubella, misalnya, maka risiko penularan ke janin akan lebih kecil.
Sebaliknya, jika ibu tidak memiliki kekebalan, dokter dapat memberikan rekomendasi seperti vaksinasi atau tindakan pencegahan lainnya sebelum kehamilan. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko infeksi selama masa kehamilan dan menjaga kesehatan janin secara optimal.
3. Menentukan Risiko Penularan ke Janin
Infeksi TORCH dapat ditularkan dari ibu ke janin melalui plasenta, yang berpotensi menyebabkan gangguan perkembangan atau bahkan kematian janin. Oleh karena itu, pemeriksaan TORCH dilakukan untuk menentukan risiko penularan infeksi kepada bayi yang sedang dikandung.
Dengan mengetahui adanya infeksi sejak awal, dokter juga dapat melakukan pemantauan lebih ketat dan memberikan intervensi medis yang diperlukan untuk meminimalkan risiko terhadap janin. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa bayi dapat lahir dalam kondisi sehat tanpa komplikasi yang disebabkan oleh infeksi TORCH.
4. Mengurangi Kemungkinan Komplikasi Kehamilan
Tahukah Sobat, bahwa banyak kasus komplikasi kehamilan seperti keguguran, kelahiran prematur, atau cacat lahir sering kali disebabkan oleh infeksi TORCH yang tidak terdeteksi. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi faktor risiko yang dapat menyebabkan masalah kehamilan dan memungkinkan tindakan medis yang lebih cepat.
Dengan deteksi dini, ibu hamil juga dapat menjalani pengobatan atau perawatan yang tepat untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Ini juga dapat membantu mengurangi kecemasan bagi calon orang tua dan meningkatkan peluang melahirkan bayi yang sehat.
5. Memberikan Penanganan Dini
Salah satu manfaat utama pemeriksaan TORCH adalah memberikan penanganan dini jika terdeteksi adanya infeksi. Dengan diagnosis yang akurat, dokter dapat merancang rencana perawatan yang sesuai untuk mengurangi dampak infeksi terhadap ibu dan janin.
Penanganan dini dapat mencakup pemberian obat antivirus, terapi antibiotik, atau tindakan medis lainnya sesuai dengan jenis infeksi yang terdeteksi. Dengan demikian, ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan lebih aman dan nyaman.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Pemeriksaan TORCH?
Meskipun dapat dilakukan kapan saja, namun menentukan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan TORCH sangat penting untuk mendapatkan hasil yang optimal. Sehingga Sobat dan pasangan dapat memeroleh manfaat maksimal dari pemeriksaan ini.
Berikut beberapa kondisi yang disarankan untuk menjalani pemeriksaan ini:
Sebelum Kehamilan
Pemeriksaan TORCH sebaiknya dilakukan sebelum kehamilan sebagai bagian dari persiapan kesehatan reproduksi. Dengan mengetahui status infeksi dan kekebalan tubuh sebelum hamil, pasangan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif.
Jika ditemukan infeksi yang berpotensi berbahaya, dokter dapat memberikan pengobatan terlebih dahulu sebelum ibu hamil, sehingga mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan.
Karenanya pemeriksaan TORCH kerap direkomendasikan dilakukan untuk pasangan pengantin baru atau pasangan yang ingin melakukan program kehamilan.
Pada Trimester Pertama Kehamilan
Bagi wanita yang tidak sempat menjalani pemeriksaan sebelum kehamilan, trimester pertama adalah waktu yang sangat penting untuk melakukan tes TORCH. Pada tahap ini, janin masih dalam fase awal perkembangan, sehingga risiko dampak dari infeksi bisa lebih diminimalkan dengan penanganan yang tepat.
Melakukan pemeriksaan pada trimester pertama memungkinkan dokter untuk segera mengambil tindakan medis jika ditemukan adanya infeksi yang dapat membahayakan janin.
Jika Ada Riwayat Keguguran Berulang atau Kelainan Janin
Wanita yang pernah mengalami keguguran berulang atau memiliki riwayat kelainan janin disarankan untuk melakukan pemeriksaan TORCH. Infeksi yang tidak terdeteksi sebelumnya dapat menjadi penyebab dari masalah kehamilan yang berulang.
Dengan mengetahui penyebab potensial melalui pemeriksaan TORCH, dokter dapat memberikan rekomendasi medis yang lebih spesifik untuk meningkatkan peluang kehamilan yang sehat di masa depan.
Saat Bayi Baru Lahir Mengalami Gejala yang Mencurigakan
Jika bayi baru lahir menunjukkan gejala seperti gangguan pertumbuhan, kelainan pada mata, gangguan pendengaran, atau keterlambatan perkembangan, pemeriksaan TORCH dapat membantu mengidentifikasi apakah infeksi dalam kandungan menjadi penyebabnya.
Diagnosis yang tepat akan membantu dokter dalam memberikan perawatan dan terapi yang dibutuhkan bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Prosedur Pemeriksaan TORCH
Setelah menyimak kapan waktu yang tepat untuk melakukannya, Anda juga perlu mengetahui alur prosedur pemeriksaan TORCH berikut ini:
1. Pengambilan Sampel Darah
Proses pemeriksaan TORCH diawali dengan pengambilan sampel darah. Sampel ini diambil oleh tenaga medis profesional, seperti perawat atau petugas laboratorium. Biasanya, pengambilan darah dilakukan di bagian lipatan siku menggunakan jarum steril dan tabung vakum untuk memastikan kualitas sampel yang optimal.
Sebelum prosedur dilakukan, pasien disarankan untuk tetap tenang dan rileks. Setelah darah diambil, area bekas suntikan akan ditutup dengan kapas atau plester untuk mencegah perdarahan lebih lanjut. Proses ini umumnya berlangsung cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit yang berlebihan.
2. Pengujian di Laboratorium
Setelah sampel darah diambil, tahap selanjutnya adalah pengujian di laboratorium. Sampel akan dianalisis menggunakan teknik serologi, yaitu metode yang mendeteksi keberadaan antibodi dalam darah terhadap infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Other infections, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex).
Proses pengujian ini memerlukan waktu beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung pada metode yang digunakan dan tingkat kompleksitas analisis. Hasil tes akan menunjukkan apakah pasien memiliki infeksi aktif atau sudah memiliki kekebalan terhadap infeksi tertentu.
3. Interpretasi Hasil
Hasil pemeriksaan TORCH dapat memberikan gambaran tentang kondisi sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi tertentu. Interpretasi hasil dilakukan berdasarkan kombinasi IgM dan IgG, dua jenis antibodi yang menunjukkan status infeksi (negatif atau positif).
Jika ditemukan indikasi infeksi aktif, dokter akan merekomendasikan langkah selanjutnya, seperti pemeriksaan lanjutan atau terapi medis.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis
Setelah hasil pemeriksaan TORCH keluar, pasien dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis, seperti dokter kandungan atau spesialis penyakit dalam. Konsultasi ini bertujuan untuk memahami hasil tes lebih lanjut dan menentukan tindakan medis yang sesuai.
Jika ditemukan infeksi yang berisiko bagi kehamilan, dokter dapat memberikan saran mengenai pengobatan, vaksinasi, atau tindakan pencegahan lainnya. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin disarankan untuk menunda kehamilan hingga kondisi kesehatan lebih stabil.
Anda bisa mendapatkan layanan konsultasi kehamilan yang komprehensif dan personal bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpengalaman.
Hasil Tes TORCH
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hasil pemeriksaan TORCH ini hadir dalam kombinasi IgM dan IgG. Di mana IgG mengindikasikan adanya infeksi atau vaksinasi di masa lalu, sementara IgM mengindikasikan aktif atau infeksi yang baru saja terjadi.
Agar lebih jelas berikut kombinasi dua jenis antibodi dari hasil tes TORCH dan maknanya.
- IgM negatif, IgG negatif → Menunjukkan bahwa pasien belum pernah terinfeksi dan tidak memiliki kekebalan terhadap infeksi tersebut.
- IgM negatif, IgG positif → Menandakan bahwa pasien pernah terinfeksi sebelumnya dan sudah memiliki kekebalan, sehingga tidak ada infeksi aktif.
- IgM positif, IgG negatif atau positif → Mengindikasikan adanya infeksi aktif yang berpotensi membahayakan, terutama bagi ibu hamil.
Saat ditemukan indikasi adanya infeksi aktif, ibu atau calon ibu hamil akan diarahkan untuk melakukan konsultasi serta pemeriksaan lanjutan. Dari hasil pemeriksaan lanjutan tersebut, dokter dapat merekomendasikan penanganan dan meresepkan pengobatan yang dibutuhkan.
Efek Samping Pemeriksaan TORCH
Meskipun pemeriksaan TORCH merupakan prosedur yang relatif aman, beberapa efek samping ringan dapat terjadi. Namun, efek ini umumnya bersifat sementara dan tidak berbahaya.
1. Rasa Nyeri atau Lebam di Area Suntikan.
Setelah pengambilan darah, beberapa orang mungkin mengalami nyeri ringan atau lebam di area suntikan. Hal ini terjadi karena adanya tekanan pada pembuluh darah saat jarum dimasukkan. Biasanya, rasa tidak nyaman ini akan mereda dalam beberapa hari dan dapat dikurangi dengan mengompres area tersebut menggunakan kain hangat.
2. Pusing Ringan Setelah Pengambilan Darah.
Beberapa pasien dapat mengalami pusing atau lemas setelah pengambilan darah, terutama jika mereka memiliki tekanan darah rendah atau belum makan sebelumnya. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi makanan ringan dan cukup air sebelum pemeriksaan guna mengurangi kemungkinan efek ini.
3. Reaksi Alergi Sangat Jarang Terjadi.
Meskipun jarang terjadi, beberapa individu mungkin mengalami reaksi alergi ringan terhadap alat yang digunakan dalam prosedur pemeriksaan. Jika terjadi reaksi seperti ruam atau gatal, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga medis.
Secara keseluruhan, pemeriksaan TORCH adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan ibu dan calon bayi. Dengan memahami prosedurnya secara menyeluruh, pasien dapat lebih siap menjalani tes ini tanpa kekhawatiran berlebihan.
Estimasi Biaya Pemeriksaan TORCH di Surabaya
Setelah menyimak manfaat, prosedur, dan waktu yang tepat untuk melakukan tes TORCH, informasi terkait estimasi biaya pemeriksaan TORCH juga tidak boleh Anda lewatkan.
Pada dasarnya biaya pemeriksaan TORCH ini dapat bervariasi tergantung fasilitas kesehatan dan layanan tambahan yang Anda pilih. Namun, berdasarkan hasil riset sederhana Granostic, estimasi biaya pemeriksaan TORCH di Surabaya berada di kisaran Rp 1.8 juta hingga Rp 3 jutaan.
Rekomendasi Tempat Pemeriksaan TORCH di Surabaya
Mengingat manfaatnya yang sangat krusial dalam merencanakan kehamilan yang sehat dan memastikan keselamatan janin, Anda tentu setuju bahwa pemeriksaan TORCH ini perlu dilakukan.
Akan tetapi dimana sih tempat pemeriksaan TORCH di Surabaya, yang punya harga kompetitif, fasilitas lengkap, dan didukung oleh tenaga medis profesional?
Granostic Medical Center, jawabannya!
Menawarkan layanan pemeriksaan TORCH dengan harga kompetitif, Granostic juga tetap mempertahankan kualitas pelayanan yang akan Anda dapatkan. Kami memiliki teknologi pemeriksaan medis yang canggih dan tim laboratorium yang kompeten. Sehingga dapat memberikan layanan pemeriksaan yang efisien, cepat, dan menyeluruh.
Sementara itu, kami pun memiliki dokter yang berpengalaman untuk mengedukasi sebelum prosedur dan mendampingi Anda selama pemeriksaan TORCH. Sistem layanan kesehatan Granostic pun bersifat terpadu, sehingga ketika terdeteksi adanya kejanggalan pada hasil tes Anda, dokter dapat memberikan arahan perawatan dan penanganan dengan cepat.
Kabar baiknya lagi, layanan pemeriksaan Granostic juga dapat Anda akses di rumah saja melalui program Home Service. Ketika menggunakan layanan Home Service Granostic, Anda tidak perlu datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Karena tim medis kami yang akan mengunjungi rumah Anda untuk memeriksa dan mengambil sampel yang akan diuji di laboratorium.
Bagaimana? Mudah, bukan?
Yuk, Sobat, rencanakan kehamilan yang sehat dan keluarga harmonis dengan melakukan pemeriksaan TORCH di klinik Granostic!
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- TORCH screen. MedlinePlus. Diakses 2025
- TORCH Screen. Healthline. Medically reviewed by Holly Ernst, PA-C. Diakses 2025
- TORCH IgG & IgM Antibodies Evaluation Test (10 Parameters). Surjen. Diakses 2025
- TORCH Test. CARE Hospitals. Diakses 2025
- The use of TORCH titers. National Library of Medicine. D Leland, M L French, M B Kleiman, R L Schreiner. Diakses 2025

