Apakah TBC Gampang Menular? Berikut Jawabannya

Tuberkulosis, lebih dikenal dengan TBC, merupakan masalah kesehatan yang masih kerap dijumpai di Indonesia. TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, yang dapat bersifat fatal bila tidak ditangani sedini mungkin. Lantas, apakah TBC gampang menular?
Ya, TBC termasuk salah satu penyakit yang mudah menular. Bahkan Indonesia menjadi negara peringkat ketiga dengan jumlah penderita TBC terbanyak di dunia, setelah India dan China.
Namun sebenarnya bagaimana sih cara penyakit TBC ditularkan? Sobat Granostic bisa simak ulasannya di bawah ini!
Bagaimana TBC Menular?
TBC merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang umumnya menyerang paru-paru. Penyakit ini disebarkan melalui Udara, ketika seorang penderita TBC batuk, bersin, atau meludah. Droplet saliva ini jika terhirup akan masuk ke dalam saluran pernapasan, kemudian dapat menginfeksi paru-paru.
Namun perlu Sobat ketahui, bahwa tidak semua penderita TBC dapat menularkan bakteri tersebut pada orang lain. Melansir dari Medical News Today, seorang penderita TBC hanya dapat menularkan infeksi jika mereka mengalami gejala. Sehingga seseorang dengan TBC laten tidak akan menularkan infeksi pada orang lain.
Selain itu, TB juga tidak menular melalui:
Kontak fisik biasa seperti berjabat tangan.
TBC merupakan penyakit yang seirus, sehingga masyarakat cenderung lebih waspada terhadap bagaimana penyakit ini ditularkan. Sehingga, kekhawatiran ini menimbulkan berbagai asumsi yang tidak tepat, termasuk anggapan bahwa TBC dapat menular melalui kontak fisik biasa.
Ini tidaklah benar. TBC tidak dapat ditularkan melalui berjabat tangan, bahkan tidak dengan berciuman.
Berbagi makanan atau minuman.
TBC juga tidak ditularkan dengan berbagi makanan atau minuman. Karena TBC menular melalui udara, yaitu droplet yang keluar saat penderita TBC batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi.
Menggunakan peralatan makan yang sama.
Tak hanya berbagi makanan, TBC juga tidak ditularkan saat Anda menggunakan peralatan makanan yang sama dengan penderitanya.
Memeluk atau mencium penderita TB.
Kontak fisik, seperti memeluk atau mencium penderit TBC juga tidak dapat membuat seseorang tertular penyakit ini.
Kapan TBC Bisa Menular?
Telah kita singgung sebelumnya, bahwa tidak semua penderita TBC dapat menularkan infeksi pada orang lain. TBC dapat ditularkan dalam beberapa periode berikut ini:
1. Sebelum Pengobatan Dimulai
Pengidap TBC aktif yang belum melakukan pengobatan bisa menularkan infeksi pada orang lain. Ini karena kuman TBC masih berkembang biak dan dapat memicu gejala penyakit. Pengobatan akan membantu tubuh melawan bakteri penyebab TBC dengan lebih optimal, sehingga dapat sembuh dan kuman TBC tidak aktif lagi.
2. Dalam Beberapa Minggu Pertama Pengobatan
Meskipun sudah mendapatkan pengobatan, namun jika baru dalam beberapa minggu pertama, kuman TBC masih aktif dan dapat ditularkan pada orang lain.
3. TB Laten Tidak Menular
Perlu Sobat ingat, bahwa hanya kuman TB aktif yang bersifat menular. TB laten atau yang tidak menimbulkan gejala tidak akan menular pada orang lain.
Namun, melansir dari Cleveland Clinic, TB laten ini dapat berubah menjadi aktif bila sistem kekebalan tubuh Anda melemah. Sebab sistem imun yang lemah akan kesulitan menghentikan bakteri berkembang biak. Sehingga ketika menjadi aktif, TB akan dapat ditularkan pada orang lain.
4. Pasien dengan TB yang Resisten Obat
Sobat Granostic, bakteri penyebab TBC dapat menjadi kebal atau resisten terhadap obat TBC, loh. Hal ini terjadi karena penderita tidak menjalani pengobatan secara disiplin atau bahkan menghentikan pengobatan yang belum tuntas.
Fenomena ini kerap terjadi ketika pasien merasa kondisi mereka mulai membaik setelah menjalani pengobatan di beberapa minggu pertama. Sehingga mereka banyak memutuskan untuk menghentikan pengobatan.
Sehingga pengobatan menjadi gagal, yang kemudian justru bakteri masih aktif dan justru resisten terhadap obat. Akibatnya, bakteri TBC bersifat menular.
Cara Mencegah Penularan TBC
Setelah menyimak bagaimana dan kapan TBC menular, Anda bisa menerapkan beberapa cara mencegahnya berikut ini:
1. Gunakan Masker
Melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), bakteri TB dapat bertahan di udara selama beberapa jam, tergantung pada lingkungannya. Karena itu, penyakit ini sangat mudah ditularkan melalui udara, ketika penderita TB aktif bersin-bersin, batuk, meludah, atau bernyanyi.
Inilah mengapa cara paling sederhana untuk mencegah penularan TB adalah dengan menggunakan masker. Keberadaan masker dapat melindungi hidung dan mulut Anda dari bakteri TB yang bertahan di udara.
2. Tutup Mulut Saat Batuk atau Bersin
Langkah selanjutnya untuk mencegah penularan TBC adalah dengan menutup mulut saat batuk atau bersin. Karena Anda bisa saja secara tidak sengaja menghirup bakteri penyebab TBC yang masih bertahan di udara.
3. Jaga Ventilasi Udara
Menjaga ventilasi udara juga dapat membantu mencegah penularan TB. Ini karena ventilasi udara yang lancar dapat membantu mengurangi konsentrasi bakteri dalam ruangan. Bakteri penyebab TBC mampu bertahan di udara selama berjam-jam, apalagi jika ruangan terasa lebih lembap dan kurang ventilasi.
4. Hindari Kontak Dekat
Cara mencegah penularan TBC selanjutnya juga bisa dilakukan dengan menghindari kontak terlalu dekat dengan penderitanya. Karena meskipun tidak bisa menular lewat kontak fisik, berbicara dalam jarak yang terlalu dekat juga meningkatkan kemungkinan Anda menghirup bakteri TBC yang ada di udara.
5. Lakukan Vaksinasi BCG
Vaksin Bacille Calmette-Guerin, atau BCG, merupakan vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit TBC. Vaksinasi dilakukan dengan metode injeksi, serta aman diberikan pada bayi, anak-anak, maupun orang dewasa.
Efektivitas vaksin BCG pun cukup tinggi jika diberikan pada bayi. Namun diketahui tidak dapat bekerja dengan optimal jika diberikan pada orang dewasa, khususnya bagi mereka yang telah memasuki usia di atas 35 tahun.
Pemberian vaksin BCG juga harus dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan dan kondisi tubuh penerima terlebih dahulu. Juga diberikan oleh staf medis ahli yang telah berpengalaman di bidangnya.
6. Konsumsi Makanan Bergizi
Mengonsumsi makanan bergizi juga bisa menjadi langkah yang efektif untuk melindungi tubuh Anda dari infeksi penyakit, termasuk TB. Daya tahan tubuh yang kuat dapat melawan bakteri penyebab TB dengan optimal, sehingga membuatnya berada dalam tahapan laten.
Selain itu, dengan sistem imun yang kuat, proses pengobatan TB pun bisa jadi lebih efektif sehingga pasien jadi lebih cepat sembuh.
Sebaliknya, Anda juga perlu menghindari makanan yang tidak sehat dan berpotensi mengiritasi organ pernapasan Anda. Seperti minum-minuman beralkohol, makan atau minum produk-produk kemasan, merokok, dan banyak lainnya.
7. Rutin Periksa Kesehatan
Langkah pencegahan TBC selanjutnya adalah dengan rutin memeriksakan kesehatan tubuh ke dokter. Hal ini akan membantu Anda mengontrol kondisi tubuh, mendeteksi dini adanya masalah kesehatan termasuk TBC, serta dapat melakukan pengobatan sedini mungkin untuk mengatasinya.
Baca Juga: Bagaimana TBC Bisa Sembuh? Begini Jawabannya
Periksa dan Konsultasi di Granostic Surabaya
Nah, Sobat Granostic, memeriksakan kesehatan secara rutin dapat menjaga Anda dari berbagai kondisi kesehatan. Bahkan, dapat membantu mendeteksi dini dan mencegah terjadinya komplikasi yang serius.
Begitu pula dengan pencegahan dan perawatan TBC. Ketika Anda rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, TBC dapat dideteksi sedini mungkin sehingga Anda dapat memeroleh pengobatan segera. Tak hanya membantu Anda untuk sembuh, perawatan yang tepat sejak awal akan membantu mencegah penularan TBC pada orang terdekat Anda.
Jika Sobat Granostic mengalami gejala-gejala TBC, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kami. Atur jadwal konsultasi dan pemeriksaan kesehatan secara online lewat laman Registrasi Online.
Proses pemeriksaan kesehatan ini dilakukan dengan komprehensif, sehingga dapat memberikan diagnosa yang akurat dan membantu dokter untuk dapat meresepkan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.
Yuk, jaga kesehatan diri dan keluarga Anda dari penularan TBC dengan rutin cek kesehatan di klinik Granostic Surabaya!
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- Tuberculosis. WHO. Diakses 2025
- Tuberculosis. Cleveland Clinic. Diakses 2025
- Kemenkes Waspadai Kasus TB Di Indonesia Yang Meningkat. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi - Republik Indonesia. . Diakses 2025
- Medical Myths: All about tuberculosis. Medical Myths. Fact checked by Alexandra Sanfins, Ph.D. Diakses 2025
- Tuberculosis: Causes and How It Spreads. CDC. Diakses 2025

