Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Apa Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah? Ini Jawabannya

Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah

Meningkatnya kasus demam berdarah di musim hujan, sangat penting untuk mendeteksi gejala awal dan memberikan pertolongan sedini mungkin pada pasien. Sobat Granostic bisa mulai dengan mempelajari perbedaan antara demam biasa dan demam berdarah yang akan kita bahas dalam artikel ini. Penasaran?

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah Kesehatan yang banyak terjadi di negara tropis dan subtropis, seperti Indonesia. Hingga pada tahun 2024 lalu, angka kasus DBD sangatlah tinggi di Indonesia. Tak sedikit dari kasus DBD tersebut menyebabkan kasus kematian.

Oleh sebab itu, untuk meminimalisir tingkat keparahannya, penanganan DBD haruslah dilakukan dengan tepat dan sedini mungkin. Namun, terkadang kita kerap sulit membedakan mana demam biasa dan demam berdarah.
Karenanya, Granostic merangkumkan perbedaan demam biasa dan demam berdarah dari berbagai aspek. Mari kita mulai dari pengertiannya terlebih dahulu:

Pengertian Demam Biasa dan Demam Berdarah

1. Demam Biasa

Demam biasa merujuk pada peningkatan suhu tubuh dari batas normalnya, yakni lebih dari 38°C. Namun, demam sendiri bukanlah penyakit, namun merupakan gejala dari berbagai kondisi kesehatan.
Saat suhu tubuh Anda meningkat, hal ini dapat menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh Anda sedang aktif, yang sering kali terjadi karena adanya infeksi penyakit. Namun, kenaikan suhu tubuh juga bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk cuaca, makanan yang dikonsumsi, hingga kondisi hormone.
Melansir dari Cleveland Clinic, suhu tubuh dasar seseorang bisa bervariasi dan dapat berfluktuasi. Misalnya, suhu tubuh akan lebih rendah di pagi hari dan lebih tinggi di malam hari. Kemudian suhu tubuh juga bisa lebih tinggi pada suatu momen tertentu, seperti saat Anda berolahraga atau dalam siklus menstruasi.

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Sementara itu demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit atau kondisi medis yang ditularkan oleh nyamuk, dan kerap terjadi pada daerah tropis dan subtropis di berbagai wilayah dunia.
Salah satu gejala paling umum dari DBD adalah demam tinggi, yakni hingga 40°C. Karena itu, banyak orang yang terlambat mendeteksi DBD sebagai demam biasa atau penyakit lain, seperti flu.

Nah, dari penjelasan di atas, Anda sudah bisa menyimak perbedaan demam biasa dan demam berdarah. Demam biasa adalah gejala dari berbagai jenis penyakit, sementara demam berdarah adalah penyakit yang bisa menyebabkan gejala demam (kenaikan suhu).

Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah

Selain dari pengertiannya, Anda juga bisa menyimak perbedaan demam biasa dan demam berdarah melalui tabel berikut ini:



Seberapa Bahaya Demam Berdarah?

Sobat Granostic, demam berdarah bukanlah kondisi yang bisa diremehkan. Demam berdarah yang serius atau tidak mendapatkan perawatan yang tepat sedini mungkin, berpotensi menyebabkan berbagai masalah serius berikut:

1. Dengue Shock Syndrome (DSS)

Dengue shock syndrome (DSS) merupakan komplikasi yang sangat serius dari DBD, yang terjadi akibat gangguan sirkulasi darah sehingga menimbulkan turunnya aliran darah ke seluruh tubuh.
DSS menimbulkan beberapa gejala seperti denyut nadi yang terasa lebih lemah atau cepat, tekanan darah rendah, kulit dingin dan lembap, tampak pucat, napas kering, dan banyak lainnya.

2. Perdarahan Berat

DBD yang parah dapat menyebabkan pendarahan berat, yang terjadi saat pembuluh darah pasien mengalami kerusakan dan bocor.
Gejala perdarahan berat akibat DBD ini dapat dilihat dari munculnya bercak merah yang menyebar di kulit, pendarahan pada gusi, mimisan, hingga pendarahan saluran pencernaan.

3. Kegagalan Organ

Tak hanya menimbulkan pendarahan, kasus DBD yang parah juga dapat menyebabkan kegagalan organ. Kondisi ini terjadi karena virus dengue dapat merusak pembuluh darah dan mengurangi jumlah trombosit dalam darah. Sehingga dapat menyebabkan pendarahan internal, syok, dan kegagalan organ.

4. Penurunan Trombosit Drastis

DBD juga dapat menyebabkan penurunan trombosit dalam darah secara drastis. Hal ini terjadi karena infeksi virus berdampak pada sumsum tulang dan sistem kekebalan tubuh pasien.

5. Dehidrasi Parah

Akibat dari demam tinggi dengue, yang bisa mencapai 40°C, seseorang yang mengalami DBD juga rentan mengalami dehidrasi. Selain itu, kondisi ini juga dapat dipicu dan diperparah dengan adanya gejala lain seperti muntah, diare, serta penurunan nafsu makan pasien.

Baca Juga Selengkapnya: Apa Itu Demam Berdarah? Kenali Secara Lengkap Disini Yuk!

Pentingnya Pemeriksaan Dini di Granostic Surabaya

Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai perbedaan demam biasa dan demam berdarah. Apakah Anda sudah bisa membedakannya dengan baik?

Mengingat dampaknya yang cukup besar, hingga dapat menyebabkan kematian. Deteksi dini DBD sangatlah penting, utamanya pada anak-anak dan bayi yang belum memiliki sistem imun sempurna serta tidak dapat mengomunikasikan kondisi tubuhnya dengan baik.

Mengenali gejala demam berdarah bisa cukup membingungkan, apalagi jika pasien tidak menunjukkan gejala-gejala signifikan. Namun, Sobat nggak perlu bingung, karena Anda dapat melakukan pemeriksaan dini di Granostic Surabaya.

Lantas, apa saja layanan pemeriksaan dini yang bisa Anda akses? Berikut penjelasannya:

Tes Darah Lengkap

Layanan pemeriksaan dini klinik Granostic Surabaya dapat dilakukan dengan prosedur tes darah lengkap. Tes ini Tes darah ini bisa membantu memeriksa kadar sel darah merah, sel darah putih, trombosit, hemoglobin dan hematokrit, yang sangat penting untuk memeriksa kondisi pasien dengan gejala DBD.

Tes NS1 Antigen

Selain tes darah lengkap, proses pemeriksaan dan diagnosa DBD di Granostic juga menggunakan tes NS1 Antigen. Tes ini merupakan metode pemeriksaan darah yang khusus dilakukan untuk mendeteksi protein NS1 dari virus dengue, yang menjadi penyebab Utama dalam penyakit DBD.

Tes Serologi IgM dan IgG

Tes serologi IgM dan IgG juga dapat dilakukan untuk mendeteksi dini DBD, yang dilakukan melalui sampel darah untuk mendeteksi antibodi IgM dan IgG virus dengue.

Lewat penggunaan metode tes yang lengkap ini, dokter Granostic dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan diagnosa yang lebih akurat. Sehingga dokter dapat memberikan perawatan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Selain itu, semua prosedur pemeriksaan kesehatan di Granostic hanya akan dilakukan oleh tenaga medis ahli dan profesional, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman.

Jika Sobat Granostic atau keluarga tampaknya mengalami gejala DBD, segera jadwalkan pemeriksaan lewat Registrasi Online. Atau, Anda juga bisa mengakses layanan home care untuk pemeriksaan kesehatan di rumah saja dengan menghubungi customer care kami.

Yuk, Sobat lindungi diri dan keluarga Anda dari infeksi demam berdarah!

Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo


Sumber Referensi:

  1. Fever. Cleveland Clinic. Diakses 2025
  2. Dengue and severe dengue. WHO. Diakses 2025
  3. Dengue fever. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025
  4. Dengue Fever. Cleveland Clinic. Diakses 2025
  5. Clinical Features of Dengue. CDC. Diakses 2025
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message