Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Apa Saja Pengobatan Demam Berdarah yang Tepat? Simak Yuk!

Pengobatan Demam Berdarah yang Tepat

Hingga kini kasus demam berdarah dengue (DBD) dan angka kematian yang disebabkannya di Indonesia masih sangat tinggi. Tingkat keparahan gejala DBD ini dapat diminimalisir dengan perawatan dan pengobatan yang tepat. Namun, tahukah Anda bagaimana dan apa saja pengobatan demam berdarah yang tepat tersebut?

DBD merupakan penyakit yang disebabkan virus dengue dan disebarkan melalui gigitan nyamuk, yang sebelumnya telah terinfeksi oleh virus dengue dari penderita DBD lainnya.

Gejala demam berdarah bisa berbeda pada setiap orang, dari ringan hingga berat. Pada pasien yang memiliki gejala ringan, dokter dapat menyarankan melakukan perawatan mandiri dengan rutin memeriksakan kondisi mereka kembali.

Namun, jika pasien mengalami gejala demam berdarah yang parah, dokter dapat menganjurkan perawatan yang intensif dan ketat di rumah sakit.

Nah, pada artikel kali ini Granostic akan merangkumkan informasi terkait prosedur pengobatan dan perawatan demam berdarah yang tepat secara lengkap. Baca sampai habis, ya, Sobat!

Jenis Pengobatan Demam Berdarah

Melansir dari Mayo Clinic, masih belum ada obat untuk mengatasi demam berdarah dengue. Namun, dokter dapat merekomendasikan perawatan dengan beberapa jenis pengobatan berikut ini:

1. Pengobatan Simptomatik

Pengobatan simptomatik merupakan pengobatan yang diresepkan sesuai dengan gejala dari penyakit atau kondisi tertentu, namun tidak mengatasi kondisi yang mendasarinya secara langsung. Dalam pengobatan demam berdarah, pengobatan simptomatik dilakukan untuk:

Menurunkan demam

Demam berdarah dapat membuat penderitanya mengalami kenaikan suhu drastis, bahkan hingga 40 derajat celcius. Gejala ini tentu dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, mengganggu istirahat pasien, hingga menimbulkan dehidrasi. Dokter dapat meresepkan obat pereda demam pada penderita DBD seperti paracetamol atau acetaminophen.

Mengurangi nyeri

Selain demam tinggi, penderita DBD juga sangat mungkin merasakan nyeri di seluruh tubuh, yakni pada otot, tulang, dan sendi-sendi mereka. Penggunaan paracetamol juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada tubuh dan sakit kepala pada penderita DBD.

2. Terapi Cairan

Selain pemberian obat-obatan untuk meredakan gejala demam berdarah, dokter juga dapat memberikan terapi cairan lewat infus atau pemberian larutan elektrolit pada pasien. Berikut detailnya:

Mencegah dehidrasi

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa penderita DBD sangat rentan mengalami dehidrasi, karenanya sangat penting bagi mereka mendapatkan cairan yang cukup selama proses pemulihan.
Dehidrasi pada pasien demam berdarah dapat memperparah gejala dan meningkatkan risiko komplikasi, misalnya menyebabkan Dengue Shock Syndrome (DSS) pada pasien.

Larutan elektrolit

Selain mencukupi kebutuhan tubuh dengan minum air putih yang banyak atau dari makanan yang dikonsumsi, pasien DBD juga bisa meminum larutan elektrolit. Larutan ini dapat membantu mengganti cairan tubuh dan kadar elektrolit yang hilang akibat dehidrasi.

Infus cairan

Jika pasien DBD mengalami dehidrasi parah, dokter dapat memberikan infus cairan untuk menyeimbangkan kembali kadar cairan dalam tubuh pasien.

3. Pemantauan Trombosit

Jenis pengobatan untuk demam berdarah selanjutnya adalah pemantauan trombosit, yang dilakukan sejak awal pasien memasuki fase demam (febrile phase). Sebab demam berdarah dapat membuat jumlah trombosit dalam darah menurun drastis, yakni hingga kurang dari 100.000/ μL.

Penurunan jumlah trombosit ini dapat menyebabkan pendarahan hebat dan komplikasi serius lainnya. Kondisi ini juga memicu berbagai gejala lain seperti mimisan, pendarahan di gusi, kulit mudah memar atau lebam, muncul bercak atau bintik-bintik merah di kulit, dan banyak lainnya.

Selain pemeriksaan trombosit, dokter juga akan melakukan pemeriksaan trombositopenia. Apabila terdapat penurunan pada jumlah keduanya, maka dapat diindikasikan pasien DBD memasuki fase kritis sehingga membutuhkan perawatan ketat di rumah sakit.

4. Rawat Inap Jika Diperlukan

Kebanyakan pasien demam berdarah dapat membaik dalam 1 hingga 2 minggu, jika gejala yang tampak tergolong ringan. Namun, saat pasien menyentuh batas kritis trombosit DBD, maka perawatan medis dan rawat inap perlu dilakukan.
Rawat inap di rumah sakit memungkinkan pasien mendapatkan pemantauan ketat dari dokter dan staf medis ahli lain. Sehingga dapat mencegah terjadinya syok akibat kebocoran plasma, yang dapat menyebabkan dampak fatal pada pasien.
Selain itu, untuk pasien yang mengalami dehidrasi parah selama demam berdarah, juga memerlukan cairan intravena melalui infus. Yang pemberiannya perlu dilakukan oleh tenaga medis.

Langkah-Langkah Pengobatan Demam Berdarah

Sobat Granostic, meskipun tidak ada pengobatan khusus yang dapat diresepkan untuk mengatasi demam berdarah. Namun, Anda bisa mengikuti beberapa langkah pengobatan demam berdarah berikut ini agar tubuh dapat pulih lebih cepat dan mencegah adanya komplikasi yang serius.

1. Istirahat Total

Istirahat total sangatlah penting bagi para penderita demam berdarah. Melansir dari HealthXchange.sg, beristirahat total dapat mengurangi risiko penderita DBD terjatuh dan mengalami cedera, sehingga dapat menghindari risiko pendarahan yang tidak diperlukan.
Selain itu, beristirahat juga dapat membantu tubuh mendapatkan lebih banyak energi untuk melawan infeksi virus dengue dan membantu memulihkan jaringan tubuh yang rusak.

2. Asupan Makanan Bergizi

Agar dapat pulih lebih cepat, Anda juga perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Misalnya makanan yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang dapat membantu memperkuat sistem imun tubuh Anda.
Misalnya, pilih makanan yang tinggi vitamin C dan E yang dapat membantu mendukung sistem imun dan kaya akan antioksidan. Kedua vitamin ini dapat diperoleh melalui berbagai macam buah-buahan seperti pisang, jambu, jeruk, apel, alpukat, dan banyak lainnya.
Selain itu, Anda juga bisa menerapkan panduan pemberian makan untuk pasien DB berikut ini:

3. Konsumsi Banyak Cairan

Pasien demam berdarah sangat rawan mengalami dehidrasi, jadi pastikan penderita DBD memeroleh cukup cairan. Tak hanya dengan minum air putih, Anda juga bisa mencoba mencukupi kebutuhan cairan tubuh pasien dengan menyediakan sup, jus buah yang segar, hingga minuman elektrolit.

4. Pemantauan Gejala

Selain menerapkan langkah perawatan DBD di atas, Anda juga perlu memantau gejala yang ditunjukkan oleh penderita. Apalagi saat memasuki masa kritis, di mana suhu tubuh pasien tiba-tiba turun dan seolah membaik.
Pada fase kritis ini, Anda justru harus lebih waspada karena potensi adanya komplikasi yang serius atau syok sangatlah mungkin terjadi. Bila Anda menemukan gejala-gejala tak biasa seperti:

Segera bawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sedini mungkin.

Rekomendasi Vaksin untuk Pencegahan DBD

Sobat Granostic, meskipun Indonesia menjadi salah satu negara endemik DBD, bukan berarti Anda tidak bisa mencegah infeksi virus dengue sama sekali, loh. Melalui berbagai edaran resmi, pemerintah telah memberikan himbauan pada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi diri sebagai upaya pencegahan DBD.
Selain itu, Anda juga melakukan vaksinasi untuk pencegahan DBD, loh. Berikut ini ada dua jenis vaksin yang direkomendasikan untuk Anda gunakan sebagai pencegahan DBD. Apa saja?

1. Vaksin Dengvaxia

Vaksin dengvaxia merupakan salah satu jenis vaksin untuk mencegah DBD, yang mengandung virus dengue yang dilemahkan. Vaksin ini dapat melindungi tubuh Anda dari virus dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4.
Melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin ini direkomendasikan untuk anak-anak berusia 9-16 tahun yang tanggal di lingkungan endemis DBD.

2. Vaksin Qdenga

Rekomendasi vaksin demam berdarah selanjutnya adalah vaksin Qdenga. Melansir dari European Medicine Agency (EMA), Qdenga dapat diberikan pada orang dewasa, remaja, dan anak-anak mulai dari usia 4 tahun. Vaksin ini juga dapat membantu melawan virus dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4.

3. Manfaat Vaksin DBD

Kendati kasus DBD di Indonesia cukup tinggi, tak banyak masyarakat yang sadar betapa pentingnya untuk melakukan vaksinasi DBD. Padahal, vaksin DBD memiliki banyak manfaat seperti:

Mengurangi risiko terkena DBD berat.

Vaksin DBD tak hanya dapat melindungi tubuh dari infeksi virus dengue, namun juga bisa mengurangi risiko terkena DBD berat.

Mengurangi kemungkinan komplikasi serius akibat infeksi dengue.

Dengan vaksinasi DBD, Anda juga bisa mengurangi risiko kemungkinan adanya komplikasi serius akibat infeksi virus dengue. Apalagi demam berdarah dapat menyebabkan berbagai komplikasi parah, yang bisa berujung pada kematian.
Mulai dari kebocoran plasma darah yang dapat menimbulkan syok, kerusakan organ, hingga kehilangan nyawa.

Melindungi individu dari empat jenis virus dengue yang berbeda.

Vaksinasi DBD juga dapat melindungi Anda dari empat jenis virus dengue yang berbeda, yakni serotipe 1, 2, 3, dan 4. Seperti yang Anda tahu, bahwa sekali Anda terjangkit DBD, tidak menutup kemungkinan Anda akan kembali mengalaminya. Justru infeksi kedua dengue dapat memberikan gejala yang lebih parah, daripada infeksi pertamanya.

Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan lengkap mengenai pengobatan demam berdarah dengue (DBD) yang perlu Anda ketahui. Perlu diingat, jika Anda atau keluarga mengalami gejala-gejala demam berdarah segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan arahan perawatan dan pengobatan yang tepat.

Misalnya, dengan memeriksakan diri ke klinik Granostic Surabaya, Anda dapat mendapatkan pemeriksaan menyeluruh. Dokter dapat memeriksa, tekanan darah, denyut nadi, kadar trombosit dan kadar hematokrit, untuk memantau perkembangan kondisi pasien serta mendeteksi dini adanya komplikasi.

Dokter Granostic kemudian akan memberikan resep obat dan anjuran perawatan sesuai dengan kondisi pasien. Sehingga dapat membantu proses pemulihan pasien jadi lebih cepat dan pengobatan berjalan lebih efektif.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan vaksinasi demam berdarah ini di klinik Granostic, loh. Bersama tenaga medis ahli kami, prosedur vaksin akan dilakukan dengan efisien, nyaman, dan aman.

Untuk menghubungi dokter klinik Granostic dan menjadwalkan konsultasi dan vaksinasi, Anda dapat mendaftar lewat Registrasi Online. Atau, Anda juga bisa mengatur jadwal temu dengan menghubungi layanan customer care kami dengan klik tombol WhatsApp di bawah ini.

Yuk, jaga diri dan keluarga Anda dari demam berdarah dengan cek kesehatan rutin dan vaksinasi DBD bersama klinik Granostic!

Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo


Sumber Referensi:

  1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lama Perawatan Pasien Demam Berdarah Dengue. STIKes Bina Cipta Husada Purwokerto. Artathi Eka Suryandari, Tri Anasari. Diakses 2025
  2. KAJIAN PENATALAKSANAAN TERAPI PENGOBATAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA PENDERITA ANAK YANG MENJALANI PERAWATAN DI RSUP PROF. DR. R.D KANDOU TAHUN 2013. Program Studi FarmasiFMIPA UNSRAT Manado. Ni
  3. Wayan Elan Andriani, Heedy Tjitrosantoso dan Paulina V.Y Yamlean. Diakses 2025
  4. Dengue fever. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025
  5. Clinical Care of Dengue. CDC. Diakses 2025
  6. Qdenga. European Medicines Agency. Diakses 2025
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message