Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kenali Penyumbatan Pembuluh Darah (Atherosclerosis)

Kenali Penyumbatan Pembuluh Darah (Atherosclerosis)

Penyumbatan pembuluh darah, atau aterosklerosis, kerap menyebabkan berbagai gejala yang menyakitkan dan bahkan dapat mengancam jiwa. Namun tahukah Anda, apa sih penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis) ini?

Aterosklerosis merupakan penumpukan plak secara bertahap di dinding arteri, atau pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen ke organ dan jaringan di seluruh tubuh.

Plak (ateroma) merupakan zat lengket yang terbuat dari lemak, kolesterol, kalsium, dan zat-zat lainnya. Saat plak terbentuk, dinding arteri Anda akan menebal dan mengeras.
"Pengerasan arteri" ini biasanya terjadi tanpa adanya gejala apapun di awal. Anda bisa saja tidak menyadarinya dalam waktu yang lama.

Nah, agar Sobat dapat mengantisipasi aterosklerosis sejak dini, Anda perlu menyimak beberapa ciri-ciri dan gejalanya berikut ini:

Ciri-Ciri dan Gejala Atherosclerosis

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam tahap awal aterosklerosis biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun, saat arteri menyempit atau tersumbat hingga tidak dapat mengalirkan darah dengan cukup, Anda dapat mengalami beberapa gejala berikut:

1. Nyeri Dada (Angina)

Aterosklerosis dapat menyebabkan rasa nyeri atau tekanan di dada, kondisi ini disebut juga dengan angina. Gejala ini terjadi karena adanya penyempitan atau penyumbatan pada arteri jantung karena plak, sehingga pasokan oksigen ke otot jantung tidaklah cukup.

2. Sesak Napas

Selain nyeri dada, aterosklerosis juga dapat menyebabkan sesak napas saat Anda melakukan aktivitas yang ringan, atau kerap disebut sebagai dyspnea. Ini karena terjadi penumpukan plak, yang menyumbat dan menghambat aliran darah tinggi oksigen ke seluruh tubuh.

3. Nyeri pada Kaki atau Lengan

Gejala aterosklerosis juga dapat Anda rasakan pada tangan dan kaki. Anda dapat merasakan nyeri saat kaki berjalan, yang disebut dengan klaudikasio. Gejala ini kerap menjadi tanda penyakit arteri perifer.
Selain itu, Anda juga bisa mengalami tekanan darah rendah di bagian lengan atau kaki yang terkena aterosklerosis.

4. Kelelahan

Gejala ini timbul karena jantung tidak menerima darah beroksigen yang cukup, sehingga dapat membuat Anda merasa kelelahan bahkan saat hanya melakukan aktivitas yang ringan.

5. Stroke atau Serangan Jantung

Saat gumpalan darah benar-benar menyumbat aliran darah, gumpalan ini dapat pecah. Jika hal tersebut terjadi, maka dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Aterosklerosis dapat menyebabkan dua jenis stroke iskemik, yakni stroke aterotrombotik dan stroke embolik. Stroke aterotrombotik terjadi karena adanya pembekuan darah pada plak aterosklerotik dalam pembuluh darah di leher atau otak. Sementara stroke embolik terjadi ketika gumpalan darah atau partikel lain terlepas dari tempat pecahnya, kemudian tersangkut di arteri yang menuju atau di dalam otak Anda.

Penyebab Atherosclerosis

Aterosklerosis merupakan penyakit yang muncul perlahan dan memburuk seiring berjalannya Waktu. Penyakit ini dapat terjadi sejak masa kanak-anak, atau saat Anda dewasa.
Penyebabnya pun sangat beragam, melansir dari Cleveland Clinic, berikut ini beberapa faktor yang diyakini para ahli sebagai penyebab aterosklerosis:

1. Kolesterol Tinggi

Salah satu penyebab utama penumpukan plak di arteri adalah tingginya kolesterol dalam darah. Kolesterol pada dasarnya merupakan lemak yang dapat ditemukan dalam darah tiap orang.
Namun, kadar low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat yang tinggi, dapat merusak arteri yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh Anda.

Sementara kerusakan arteri ini dimulai, LDL terus melakukan penetrasi dan menumpuk pada dinding arteri. Singkatnya, penumpukan ini dapat menyebabkan terbentuknya plak-plak atau aterosklerosis.

2. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Melansir dari National Institute of Health (NIH), tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu faktor risiko terkuat seseorang mengalami aterosklerosis.

Nah, Sobat, sebenarnya telah banyak penelitian yang menyatakan kaitan antara tekanan darah dan aterosklerosis. Karena tekanan darah tinggi dapat merusak dinding arteri, sehingga dapat membuat lebih banyak kolesterol jahat dan sel darah putih masuk ke dalam lapisan arteri.

3. Kebiasaan Merokok

Tak hanya buruk untuk pernapasan, merokok juga menjadi penyebab yang sangat umum dari aterosklerosis. Kebiasaan buruk ini dapat memicu aterosklerosis dalam berbagai cara, seperti membuat darah menjadi lebih kental, meningkatkan kolesterol, meningkatkan inflamasi, hingga kerusakan pada jantung dan pembuluh darah.

4. Diabetes

Diabetes juga dapat memicu aterosklerosis, karena pada perkembangannya kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi perubahan metabolisme lipid.
Melansir dari NIH, kadar glukosa yang meningkat, dyslipidemia, dan perubahan metabolic lainnya yang menyertai perkembangan diabetes sangat berkaitan erat dengan perkembangan aterosklerosis.

5. Gaya Hidup Tidak Sehat

Selain kondisi medis tertentu, aterosklerosis pun dapat muncul karena gaya hidup yang tidak sehat. Seperti memiliki pola makan yang buruk dan kerap memakan menu berminyak, tinggi garam, dan berbagai bahan pangan yang meningkatkan kadar LDL.
Merokok, mabuk-mabukan, hingga kebiasaan hidup yang tidak aktif juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena aterosklerosis, Sobat.

Cara Mengatasi Atherosclerosis

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi aterosklerosis, mulai dari perubahan gaya hidup hingga melakukan pengobatan atau prosedur medis. Berikut ini penjelasan lengkapnya!

1. Perubahan Gaya Hidup

Pada beberapa orang, perubahan gaya hidup dapat menjadi perawatan yang paling dibutuhkan untuk mengatasi aterosklerosis. Nah, perubahan gaya hidup yang dimaksud meliputi:

Diet Sehat

Menjaga tubuh agar tetap sehat selalu dimulai dari diet sehat, termasuk untuk mengatasi dan mencegah aterosklerosis bertambah buruk. Anda dapat mengurangi makan-makanan tinggi lemak dan garam, meminimalisir mengonsumsi manis-manis, serta makanan yang dapat memperburuk kondisi aterosklerosis Anda.
Sebaliknya, beralihlah pada makanan dengan nutrisi dan gizi seimbang, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, juga ikan atau sumber protein tanpa lemak lainnya.

Olahraga Teratur

Kurangnya olahraga juga bisa menjadi penyebab penumpukan plak lemak pada dinding arteri. Karena itu, Anda bisa membiasakan diri untuk berolahraga secara teratur, paling tidak selama 15 hingga 30 menit setiap harinya.

Berhenti Merokok

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, merokok dapat meningkatkan faktor risiko aterosklerosis. Karena itu, untuk mengatasi dan mencegahnya jadi lebih parah, Anda perlu berhenti merokok.
Tak hanya untuk mengatasi aterosklerosis, berhenti merokok juga dapat memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup Anda, loh.

2. Pengobatan

Ada banyak jenis obat-obatan yang dapat memperlambat efek aterosklerosis. Menurut Mayo Clinic, beberapa obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi aterosklerosis meliputi:

Statin dan jenis obat kolesterol: yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), mengurangi penumpukan plak, atau bahkan dapat membalikkan penumpukan timbunan lemak di arteri.

Aspirin: dapat membantu mengencerkan darah, namun untuk menggunakannya Anda perlu mendapatkan resep dan arahan dari dokter secara langsung.
Obat tekanan darah: yang dapat membantu menurunkan tekanan darah untuk mencegah dan mengobati komplikasi yang terkait dengan aterosklerosis.

3. Prosedur Medis

Selain dengan obat-obatan, dokter juga dapat menyarankan Anda untuk melakukan prosedur medis sebagai upaya mengatasi aterosklerosis. Prosedur medis yang dimaksud dapat berupa:

Angioplasti

Disebut juga sebagai intervensi koroner perkutan, perawatan ini dapat membantu membuka arteri yang tersumbat.
Pada prosedur ini, dokter akan mengarahkan tabung tipis dan fleksibel (kateter) ke bagian dalam arteri yang menyempit. Kemudian balon kecil digelembungkan untuk memperlebar arteri yang tersumbat, serta meningkatkan aliran darah.

Stent

Stent atau ring jantung dapat dipasang di arteri untuk mencegah terjadinya penyumbatan setelah plak dibersihkan. Umumnya, stent dipasang setelah prosedur angioplasty untuk mengeluarkan plak dari arteri.

Bypass Jantung

Untuk mengatasi aterosklerosis, dokter juga dapat melakukan tindakan bypass jantung. Tindakan ini dilakukan dengan mengambil pembuluh darah sehat dari bagian tubuh lain untuk membuat jalur baru bagi darah di jantung Anda.
Tindakan medis ini umumnya hanya dilakukan pada orang yang mengalami aterosklerosis di banyak bagian arteri jantung.


Baca Juga: Perbedaan Arteriosklerosis dan Aterosklerosis

Langkah Pencegahan Atherosclerosis

Karena dapat menyebabkan dampak yang fatal bagi kesehatan Anda, sangat penting untuk mengupayakan pencegahan aterosklerosis sejak dini. Anda dapat mengikuti beberapa langkah mencegah aterosklerosis berikut ini:

1. Pola Makan Seimbang

Langkah pencegahan pertama adalah melakukan perubahan pada pola makan Anda, dengan memilih menu yang sehat dan bergizi seimbang.

Melansir dari website Medical Center University of Rochester, pola makan yang tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda. Sehingga akan ada lebih banyak plak yang melapisi dinding arteri dan menyebabkan penyempitan.

Selain itu, American Heart Association juga menyarankan agar Anda mengurangi jumlah daging, telur, susu, dan produk olahan susu lainnya dalam pola makan Anda. Juga hindari untuk memakan makanan cepat saji atau olahan, seperti frozen food.
Anda dapat beralih pada menu yang lebih sehat seperti buah dan sayuran, daging dan ikan tanpa lemak, hingga biji-bijian utuh. Pilih juga sayuran tak jenuh seperti minyak kanola, daripada lemak jenuh seperti mentega.

2. Olahraga Rutin

Bersamaan dengan menerapkan pola makan yang sehat, Anda juga perlu berolahraga secara teratur. Secara khusus, olahraga aerobic dapat membantu melawan aterosklerosis dengan mengurangi jumlah lemak dalam darah, menurunkan kadar tekanan darah dan kolesterol, serta mengendalikan berat badan Anda.
Anda dapat memulainya secara perlahan, dengan menambah setidaknya 2,5 jam olahraga per minggu. Misalnya Anda dapat berolahraga 30 hingga 40 menit perhari, dalam 4 hingga 5 hari dalam seminggu.

3. Pantau Tekanan Darah dan Kolesterol

Selanjutnya, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan Kesehatan rutin dan lakukan pengecekan terhadap tekanan darah serta kolesterol Anda.
Tekanan darah tinggi dapat memperparah aterosklerosis dengan menyebabkan dinding arteri mengeras dan menebal. Bersama dokter, Anda bisa berkonsultasi mengenai Kesehatan Anda dan faktor risiko aterosklerosis secara lengkap.

4. Hindari Kebiasaan Buruk

Untuk memastikan langkah pencegahan aterosklerosis ini maksimal, Anda perlu menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, minum-minuman keras, hingga terjaga sampai larut malam.

5. Kurangi Stres

Stres secara tidak langsung juga dapat meningkatkan risiko penumpukan plak di arteri. Bahkan stress jangka Panjang pun dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh, yang dapat memengaruhi kadar kolesterol, trigliserida, gula darah, dan tekanan darah Anda, Sobat.

Anda dapat mengurangi stres dengan melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan aktif, seperti berolahraga setiap hari, berjalan-jalan dan menikmati wisata alam, dan bertemu dengan orang-orang terkasih.

Pemeriksaan di Granostic Surabaya

Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi salah satu kunci Anda untuk mencegah dan mengatasi aterosklerosis. Kabar baiknya, Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin ini di Granostic Medical Center, di Surabaya.

Apa saja sih pemeriksaan di Granostic yang bisa Anda lakukan untuk mencegah aterosklerosis? Berikut daftar dan penjelasannya, Sobat!

1. Tes Kolesterol

Di klinik Granostic Anda dapat melakukan tes darah untuk memeriksa kadar gula darah dan kolesterol dalam darah. Kadar gula darah yang tinggi dan kenaikan kolesterol dapat menjadi faktor risiko timbulnya aterosklerosis.

2. Tes Tekanan Darah

Selain tes kolesterol, Anda juga dianjurkan untuk melakukan tes tekanan darah. Karena tekanan darah tinggi juga bisa menjadi salah satu penyebab dari timbulnya penyumbatan arteri akibat penumpukan plak. Klinik Granostic juga menyediakan layanan tes tekanan darah ini untuk Anda.

3. Tes Fungsi Jantung

Pemeriksaan untuk mencegah dan mengobati aterosklerosis selanjutnya adalah tes fungsi jantung. Tes ini bisa melalui berbagai prosedur termasuk elektrokardiogram, stress test, echocardiogram, USG jantung, dan banyak lainnya.
Prosedur-prosedur ini penting dilakukan untuk mendeteksi gangguan jantung, serta mengukur risiko penyakit jantung. Sementara aterosklerosis sangat berkaitan erat dengan penyakit jantung koroner dan stroke.


Di klinik Granostic, tiap prosedur pemeriksaan kesehatan jantung dan tubuh Anda secara keseluruhan, dilakukan oleh tenaga medis ahli serta diawasi oleh dokter spesialis. Sehingga proses pemeriksaan akan berjalan efisien, aman, dan menghasilkan diagnosa yang akurat.
Bagaimana? Tertarik untuk periksa tes kesehatan jantung di klinik Granostic?
Yuk, langsung daftar dengan klik Registrasi Online atau Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dengan menghubungi layanan customer care kami lewat klik tombol WhatsApp di bawah ini.


Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo


Sumber Referensi:

  1. Arteriosclerosis / atherosclerosis. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025
  2. Atherosclerosis. Cleveland Clinic. Diakses 2025
  3. Hypertension as a risk factor for atherosclerosis: Cardiovascular risk assessment. National Library of Medicine. Diakses 2025
  4. What You Can Do to Prevent Atherosclerosis. University of Rochester Medical Center Rochester. Diakses 2025


Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message