Apa Itu Penyakit HPV? Berikut Penjelasan

Lebih dari 30 jenis HPV dapat berdampak pada kesehatan Anda, yang di antaranya tidak berbahaya hingga menyebabkan infeksi penyakit yang berisiko tinggi. Memang apa itu penyakit HPV?
HPV atau Human Papilloma Virus merupakan virus yang sangat umum menginfeksi berbagai bagian tubuh kita. Ada lebih dari 100 jenis HPV, termasuk yang menyebabkan tumbuhnya kutil di kulit tangan, kaki, dan lainnya.
Namun 30 di antaranya dapat menyebabkan penyakit kulit kelamin, termasuk bagian vulva, vagina, cervix, penis, dan skrotum, begitu juga pada anus dan rektum.
Meski sebagian besar tidak berbahaya, akan tetapi Anda juga perlu berhati-hati agar tidak terinfeksi HPV. Lantas bagaimana ciri-ciri dan gejala HPV? Mari simak penjelasannya di bawah ini, Sobat Granostic!
Ciri-ciri dan Gejala HPV
Melansir dari Mayo Clinics, pada banyak kasus, sistem kekebalan tubuh akan mengalahkan infeksi HPV sebelum kutil muncul. Ketika sudah terinfeksi dan muncul kutil, tampilannya pun akan bervariasi tergantung pada jenis HPV yang menginfeksi.
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Infeksi HPV pada kulit
Pada bagian kulit yang dimaksud merupakan jenis kutil yang umum Anda temukan di wajah atau kulit tubuh. Kondisi ini menimbulkan munculnya tonjolan-tonjolan kecil pada kulit, yang bila sering terkena tekanan atau trauma akan menimbulkan nyeri bahkan berdarah.
Ada beberapa tipe kutil kulit yang bisa menjadi gejala atau ciri-ciri HPV, yakni:
- Kutil biasa (common warts), yang tampak seperti benjolan kasar dan menonjol, yang umumnya berada di tangan dan jari. Selain masalah estetika, keberadaan kutil ini juga bisa menimbulkan rasa nyeri atau rentan terhadap cedera atau pendarahan.
- Kutil plantar (plantar warts), yang biasanya muncul di tumit atau telapak kaki, bentuknya keras dan kasar. Keberadaannya akan menimbulkan rasa tidak nyaman.
- Kutil datar (flat warts), yang merupakan lesi datar dan sedikit menonjol. Umumnya kutil ini dapat muncul di mana saja, namun pada anak-anak umumnya mengalami di wajah, pria di area janggut, dan perempuan cenderung mengalaminya di kaki.
2. Infeksi HPV pada alat kelamin
Tak jauh berbeda, infeksi HPV pada alat kelamin pun tak banyak menunjukkan ciri atau gejala khusus kecuali dengan munculnya kutil pada area tersebut. Kondisi tersebut dikenal sebagai kutil kelamin atau kondiloma akuminata.
Jenis kutil ini bisa muncul dalam bentuk lesi datar, benjolan kecil seperti kembang kol atau tonjolan kecil. Pada perempuan, kutil kelamin sebagian besar muncul di vulva tapi juga dapat muncul di dekat anus, serviks, atau vagina.
Sementara pada pria, kutil kelamin ini dapat muncul di penis dan skrotum, atau di sekitaran anus. Kutil kelamin jarang menyebabkan rasa tidak nyaman, namun bisa saja menyebabkan rasa gatal atau nyeri.
3. Infeksi HPV yang berisiko tinggi
Meski kadang kutil kelamin tampak begitu mengerikan, infeksi jenis HPV ini tergolong ringan. Pada infeksi berisiko tinggi, HPV bisa memicu kanker serviks. Sebagian besar kasus kanker serviks menunjukkan gejala keputihan berbau, pendarahan setelah menopause, dan pendarahan setelah berhubungan intim.
Namun, jika sudah masuk dalam stadium lanjut gejala yang dialami pun akan lebih parah. Seperti mengalami lemas, nyeri tulang, penurunan berat badan, hingga gangguan saat buang air kecil, hingga penyebaran sel kanker.
Penyebab HPV
Sebagai upaya pencegahan, Sobat Granostic pun perlu mengetahui apa saja penyebab infeksi HPV berikut ini:
1. Kontak kulit ke kulit
Infeksi virus HPV terjadi saat virus memasuki tubuh Anda, misalnya lewat luka, abrasi, atau robekan kecil di kulit.
Infeksi HPV genital ditularkan melalui hubungan seksual, seks anal, dan kontak kulit ke kulit lainnya di daerah genital. Beberapa infeksi HPV yang mengakibatkan lesi oral atau saluran pernapasan juga karena adanya transmisi virus melalui seks oral.
2. Kontak dengan benda yang terkontaminasi
Selain itu, virus HPV juga dapat ditularkan dengan benda yang terkontaminasi. Hal ini cukup jarang terjadi, namun dapat meningkatkan risiko penularannya.
3. Sistem kekebalan tubuh lemah
Orang dengan daya tahan tubuh lemah memiliki risiko lebih besar terhadap infeksi HPV. Sistem kekebalan tubuh dapat melemah ketika Anda terinfeksi HIV/AIDS atau mengonsumsi obat penekan sistem kekebalan tubuh dalam waktu yang cukup lama.
Cara Mengatasi HPV
Setiap infeksi HPV memiliki cara penanganan yang berbeda, berikut ini adalah panduannya:
1. Kutil kelamin
Pada kasus kutil kelamin, keberadaan HPV dalam tubuh tidak bisa dihilangkan. Perawatan dan pengobatan yang dilakukan berfokus untuk menghilangkan kutil di area genital, serta mencegahnya untuk menyebar.
Cara penanganan kutil kelamin ini juga bisa melalui beberapa prosedur, seperti:
- Pengobatan: memberikan obat-obat topikal langsung pada bagian kutil seperti asam salisilat, imiquimod atau krim resep untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh melawan HPV, podofilox, dan asam trikloroasetat.
- Prosedur bedah dan pengangkatan kutil
- Pembekuan dengan nitrogen cair (krioterapi)
- Pembakaran dengan arus listrik (elektrokauter)
- Pembedahan laser.
2. Pemantauan dan Pap smear (Pemeriksaan leher rahim)
Ketika dokter menemukan hasil tes HPV atau Pap Smear yang abnormal, maka dokter kandungan Anda akan mengarahkan untuk melakukan prosedur yang disebut kolposkopi.
Instrumen ini dapat memberikan tampilan serviks yang diperbesar, dokter akan memeriksa serviks secara seksama dan mengambil sampel di area manapun yang tampak abnormal.
Bila ditemukan adanya lesi pra-kanker, maka harus dilakukan pengangkatan. Prosedur pengangkatannya pun ada beberapa, yakni:
- pembekuan,
- laser,
- pengangkatan lewat pembedahan atau operasi,
- eksisi elektrosurgikal loop (LEEP),
- dan konisasi pisau dingin.
3. Penanganan kanker terkait HPV
Kanker serviks awalnya tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Namun, pasien kemudian dapat mengalami nyeri panggul atau pendarahan dari vagina.
Umumnya diperlukan Waktu beberapa tahun bagi sel normal di serviks untuk berubah menjadi sel kanker. Penyedia layanan Kesehatan dapat menemukan sel abnormal dengan melakukan tes pap untuk memeriksa sel dari serviks.
Penanganan yang dilakukan untuk mengatasi kanker serviks ini dapat melalui prosedur pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi, atau kombinasi keduanya. Pilihan pengobatan bergantung pada ukuran tumor, apakah kanker telah menyebar dan apakah Anda ingin hamil di masa mendatang.
Pencegahan HPV
HPV merupakan jenis virus yang cukup mudah menular lewat kontak fisik, namun Anda bisa melakukan pencegahan dengan beberapa upaya berikut ini:
1. Vaksinasi HPV
Mendapatkan vaksinasi HPV sangatlah penting sebagai upaya pencegahan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan vaksinasi rutin untuk anak perempuan dan laki-laki berusia 11 dan 12 tahun, meskipun vaksinasi dapat diberikan sejak usia 9 tahun.
Meskipun sudah pernah terinfeksi HPV, seseorang tetap dapat menerima vaksin HPV. Mungkin vaksin ini tidak bisa mencegah Anda untuk tidak terinfeksi (karena Anda sudah terinfeksi), namun dapat mencegah sebagian besar kasus kanker serviks.
Ada dua jenis vaksin HPV, yakni Gardasil 4 dan Gardasil 9. Keduanya dapat Anda akses di klinik Granostic.
- Vaksin HPV Gardasil 4: jenis imunisasi HPV yang melindungi Anda dari serangan 4 strain HPV, yakni tipe 6, 11, 16, dan 18.
- Vaksin HPV Gardasil 9: vaksin HPV yang diberikan untuk melindungi Anda dari 9 strain HPV. Mulai dari HPV tipe 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58.
Layanan vaksinasi HPV di klinik Granostic pun akan ditangani oleh tenaga medis ahli yang berpengalaman di bidangnya. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengakses vaksinasi tersebut dengan layanan home care, serta melakukan prosedur langsung di rumah Anda, loh.
Ingin tanya-tanya soal vaksinasi HPV di klinik Granostic? Langsung hubungi tim call center kami sekarang juga!
2. Kondom
Penularan HPV pun dapat diminimalisir dengan selalu menggunakan pengaman ketika berhubungan intim dengan pasangan. Selain itu, jika pasangan seksual Anda semakin banyak dan sering bergonta-ganti, maka akan semakin tinggi risiko untuk terpapar HPV.
3. Pemeriksaan Rutin
Langkah selanjutnya untuk pencegahan adalah selalu melakukan pemeriksaan rutin, baik itu pemeriksaan fisik maupun lewat pap smear. Pemeriksaan ini juga sangat penting dilakukan bila Anda telah mengalami kutil kelamin atau terinfeksi HPV sebelumnya, untuk mencegah dan mengontrol indikasi adanya komplikasi yang serius.
Pemeriksaan rutin ini juga dapat Anda lakukan di klinik Granostic. Bersama tim medis ahli kami, Anda dapat menjalani proses tes kesehatan yang lengkap sehingga dapat memperoleh hasil pemeriksaan yang akurat.
Bersama dokter, Anda juga dapat mendiskusikan dengan nyaman dan aman mengenai faktor risiko, jenis perawatan dan pencegahan yang dapat dilakukan, serta kekhawatiran Anda lainnya terkait HPV. Mengenai HPV bisa sembuh atau tidak, simak penjelasan mengenai Apakah HPV Bisa Sembuh Apa Tidak?.
Yuk, Sobat! Jaga kesehatan keluarga dan diri Anda dengan melakukan vaksinasi HPV di klinik Granostic.

