Apa Itu Vaksin Hepatitis B? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Termasuk sebagai salah satu program imunisasi dasar wajib yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), apa sih sebenarnya vaksin hepatitis B itu? Serta bagaimana manfaat, jadwal, dan kemungkinan efek samping dari imunisasi ini?
Menurut rilisan dari Kemenkes RI pada tahun 2023, di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 20 juta orang menderita hepatitis dengan prevalensi tertinggi pada kasus hepatitis B.
Hepatitis B merupakan infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Infeksi ini dapat bersifat akut dan kronis.
Hepatitis B dapat menyebabkan infeksi kronis dan dapat memicu sirosis serta kanker hati, yang akan mengarah pada dampak yang fatal hingga kematian.
Virus hepatitis ini dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah, air liur, cairan vagina, hingga air mani. Bahkan, hepatitis B juga dapat ditularkan ibu ke bayinya.
Salah satu upaya pencegahan infeksi hepatitis B ini dapat dilakukan lewat pemberian vaksin. Untuk lebih jelasnya, mari bahas dulu apa itu vaksin hepatitis B berikut ini.
Mengenal Vaksin Hepatitis B
Vaksin hepatitis B merupakan jenis imunisasi yang diberikan untuk membentuk antibodi khusus untuk melawan virus hepatitis B dan mencegah infeksi. Menurut World Health Organization (WHO), penyebaran hepatitis ini dapat dicegah dengan vaksinasi, yang memberikan perlindungan hampir 100% dari virus tersebut.
Melansir dari laman IDAI, vaksin hepatitis B termasuk dalam rangkaian imunisasi wajib yang diberikan untuk bayi baru lahir, yang berumur sebelum 24 jam. Vaksinasi ini juga dapat diberikan berdampingan dengan imunisasi lain, seperti vaksin polio dan BCG, secara berurutan.
Syarat Pemberian Vaksin Hepatitis B
Selain bayi baru lahir, seseorang yang memiliki memenuhi beberapa syarat di bawah ini juga perlu mendapatkan vaksin hepatitis B. Siapa saja?
1. Bayi Baru Lahir
Telah disebutkan sebelumnya, bahwa bayi baru lahir diwajibkan untuk mendapatkan imunisasi hepatitis B. Vaksinasi ini akan melindungi bayi dari infeksi hepatitis B yang menyebabkan berbagai gangguan organ hati, yang bersifat akut maupun kronis.
Biasanya vaksin hepatitis B pada bayi akan diberikan pada rangkaian empat suntikan, salah satunya booster. Suntikan pertama diberikan pada bayi dalam waktu 24 jam setelah lahir. Kemudian akan dilengkapi dalam rentang usia 2, 4, 6 dan 18 bulan.
2. Anak-anak dan Remaja
Selain pada bayi, anak-anak dan remaja yang belum mendapatkan vaksinasi hepatitis B juga harus segera mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi pada anak-anak dan remaja ini juga sangat disarankan, terutama jika memiliki kondisi tertentu yang meningkatkan risiko terserang hepatitis B, seperti:
- Tinggal dengan anggota keluarga yang menderita hepatitis B.
- Menderita penyakit tertentu yang mengganggu kekebalan tubuh.
- Memiliki resiko kontak dengan darah, urin atau kotoran penderita hepatitis B.
- Memiliki gaya hidup yang buruk dan kebiasaan seksual yang tidak aman.
- Berlibur ke area berstatus endemik hepatitis B.
3. Orang Dewasa yang Berisiko Tinggi
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang-orang dewasa yang berusia kurang dari 59 tahun hingga lebih dari 60 tahun juga sangat disarankan untuk melakukan vaksinasi hepatitis B. Sebab, setelah memasuki usia 60 tahun dan belum mendapatkan vaksinasi hepatitis B, risiko untuk terinfeksi sangat tinggi.
Bahkan, bagi lansia yang kemungkinan tidak terpapar atau hidup di daerah yang berisiko tinggi terinfeksi hepatitis B, juga sangat memerlukan vaksinasi ini.
4. Orang dengan Penyakit Hati Kronis
Jika seseorang sudah terkena hepatitis B, maka tidak diperlukan lagi vaksinasi hepatitis B. Namun, untuk seseorang yang memiliki penyakit hati kronis karena hepatitis C atau lainnya, maka vaksin hepatitis B sangat penting untuk diberikan.
Vaksinasi ini penting diberikan karena peningkatan infeksi hepatitis B dan penyakit hati kronis lainnya akan lebih besar.
5. Orang yang Belum Pernah Divaksin Hepatitis B
Seseorang yang belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis B sama sekali seumur hidupnya juga sangat perlu mendapatkan vaksinasi. Karena virus hepatitis B dapat menyerang siapa saja, efeknya pun bisa akut dan kronis, serta memberikan banyak masalah pada kesehatan yang serius.
Manfaat Vaksin Hepatitis B
Vaksin hepatitis B tidak hanya memiliki manfaat untuk penerimanya, namun juga berdampak untuk lingkungan sekitar dan kesehatan masyarakat. Berikut ini adalah beberapa manfaat vaksin hepatitis B.
1. Perlindungan dari Infeksi Hepatitis B
Manfaat dan tujuan utama dari vaksinasi hepatitis B adalah untuk melindungi individu dan masyarakat dari infeksi hepatitis B. Virus yang sangat mudah ditularkan dari lendir dan cairan tubuh ini bisa menimbulkan masalah kesehatan yang kronis dengan menyerang organ hati.
Menurut Medical News Today, bayi yang menerima dosis pertama vaksin hepatitis B dalam Waktu 24 jam setelah lahir, akan mencegah penularan virus dari orang tua ke bayi hingga 75-95%.
Selain itu, vaksinasi yang diberikan pada orang dewasa secara lengkap, juga akan melindungi penerima hingga 30 tahun mendatang.
2. Mencegah Penyebaran Virus
Hepatitis merupakan jenis penyakit yang juga menyandang status endemis di Indonesia. Karena itu, dengan mendapatkan vaksinasi, Anda juga dapat membantu meningkatkan Kesehatan lingkungan dengan tidak menjadi pembawa virus dan menghentikan rantai penularan penyakit.
3. Mencegah Komplikasi
Vaksinasi hepatitis B juga dapat membantu mencegah komplikasi masalah kesehatan organ hati, yang umumnya berkembang pada kanker dan sirosis. Menurut Healthline.com, Lebih dari 40% orang yang terinfeksi virus hepatitis B dan tidak ditangani dengan tepat, infeksi berkembang menjadi kanker hati. Ribuan orang meninggal terkait dengan infeksi virus hepatitis B ini tiap tahunnya.
4. Jangka Panjang
Vaksinasi hepatitis B juga memberikan manfaat jangka panjang, dengan melindungi penerimanya dari infeksi virus yang berdampak besar pada kesehatan organ hati dan memutuskan rantai penularan. Hal ini akan membantu meningkatkan kualitas hidup individu dan masyarakat, sehingga membentuk komunitas yang lebih sehat dan produktif.
Efek Samping Vaksin Hepatitis B
Berbagai riset menunjukkan bahwa vaksinasi hepatitis B sangat aman dilakukan, serta dapat melindungi pasien dari infeksi virus hepatitis B.
Namun, ada kalanya beberapa efek samping ringan juga dapat terjadi. Beberapa efek samping tersebut misalnya:
1. Nyeri atau Kemerahan di Tempat Suntikan
Karena diberikan dengan prosedur injeksi, maka sangat mungkin bila Anda atau anak merasakan nyeri atau kemerahan setelah vaksinasi. Kondisi ini dapat membaik dalam 1–2 hari.
2. Demam Ringan
Demam ringan juga dapat muncul setelah vaksinasi, namun efek samping ini wajar terjadi yang merupakan respon tubuh terhadap imunisasi yang diberikan, sebagai proses dari pembentukan antibodi pada si kecil.
Kondisi ini umumnya muncul 24 jam setelah imunisasi, serta bertahan dalam 1–2 hari kemudian akan membaik dengan sendirinya.
3. Kelelahan atau Sakit Kepala
Efek samping lain yang mungkin terjadi pasca-vaksinasi hepatitis adalah kelelahan atau sakit kepala. Menurut American Migraine Foundation, sakit kepala setelah vaksin dapat menjadi indikasi bahwa sistem imun Anda bekerja dengan sangat baik. Karena vaksin dapat merangsang respon sistem imun, yang salah satunya adalah inflamasi berupa sakit kepala.
4. Reaksi Alergi (Sangat Jarang)
Reaksi alergi pasca-vaksinasi juga bisa saja terjadi, namun kondisi ini sangat jarang jika dibandingkan dengan tiga efek samping sebelumnya. Alergi dapat terjadi bila sebelumnya ada komponen dalam vaksin hepatitis B yang menimbulkan reaksi tertentu pada tubuh Anda.
Jika Anda mengalami reaksi alergi, segera hubungi dokter untuk mendapatkan arahan perawatan yang tepat.
Dosis Vaksin Hepatitis B
Vaksinasi hepatitis B harus diberikan dengan memperhatikan anjuran dosis berikut ini:
Bayi yang Baru Lahir
Vaksinasi hepatitis B pada bayi diberikan dalam 3 dosis bulanan, yang diberikan secara bertahap dalam tiga jadwal berikut:
- Dosis Pertama, sebaiknya diberikan segera setelah Si Kecil lahir dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
- Dosis Kedua, dosis ini diberikan pada saat bayi memasuki usia 1–2 bulan.
- Dosis Ketiga, dosis ini diberikan saat bayi memasuki rentang usia 6–18 bulan. Pada bulan ke-18, biasanya akan diberikan booster untuk meningkatkan efektivitas vaksin hepatitis pada Si Kecil.
Anak-anak dan Remaja yang Belum Divaksin
Pada anak-anak dan remaja yang belum divaksin, diberikan tiga kali suntikan dengan jadwal pemberian sebagai berikut:
- Dosis Pertama, dapat diberikan kapan saja namun sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.
- Dosis Kedua, dapat diberikan 1–2 bulan setelah dosis pertama vaksinasi hepatitis B.
- Dosis Ketiga, diberikan 4–6 bulan setelah dosis pertama vaksin.
Orang Dewasa
Sama dengan anak-anak, vaksinasi hepatitis B ini juga diberikan sebanyak tiga kali dengan jadwal pemberian sebagai berikut:
- Dosis Pertama, dapat diberikan kapan saja, namun lebih baik sedini mungkin.
- Dosis Kedua, dapat diberikan 1 bulan setelah dosis pertama.
- Dosis Ketiga, dapat diberikan 4–6 bulan setelah dosis pertama.
Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai vaksinasi hepatitis B yang perlu Anda tahu. Mulai dari syarat, manfaat, hingga efek sampingnya.
Anda dapat melakukan vaksin hepatitis B ini di klinik Granostic. Bersama tenaga kesehatan ahli kami, vaksinasi hepatitis B ini dapat dilakukan dengan aman dan efisien.
Selain itu, Anda juga bisa melakukan vaksinasi hepatitis B ini di rumah lewat layanan home care Granostic. Sehingga Anda bisa mengatur jadwal vaksinasi lebih fleksibel dan mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman.
Yuk, Sobat! Lindungi keluarga dan diri Anda dari hepatitis B dengan vaksinasi lengkap bersama klinik Granostic!

