Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Medical Check Up Lansia (Geriatri) di Surabaya

Medical Check Up Lansia (Geriatri) di Surabaya

Saat memasuki usia lanjut, tubuh manusia akan mengalami perubahan yang akan berpengaruh pada kondisi kesehatan fisik dan mentalnya. Karenanya itu, melakukan medical check up khusus lansia atau geriatri adalah hal yang sangat penting. Nah, tahukah Anda rekomendasi layanan medical check up lansia terpercaya di Surabaya?
Melakukan medical check up pemeriksaan kesehatan memang sudah sebaiknya dilakukan secara rutin dan teratur. Paling tidak prosedur pemeriksaan ini dilakukan tiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali.
Nah, bagi orang lanjut usia (lansia), kebutuhan medical check up ini bahkan lebih penting lagi. Sebab, seiring dengan bertambahnya usia mereka, lansia juga sangat rentan mengalami banyak masalah atau gangguan kesehatan.
Di Klinik Granostic, Anda pun bisa mengakses layanan medical check up untuk lansia ini dengan mudah. Jenis pemeriksaan kesehatannya pun sangat lengkap, sehingga dapat memberikan hasil diagnosis yang akurat dan reliable.
Penasaran? Sobat Granostic bisa langsung simak penjelasan soal layanan medical check up lansia dari Klinik Granostic di Surabaya berikut ini!

Item Pemeriksaan Medical Check Up untuk Usia Lebih dari 50 Tahun

Adapun beberapa item pemeriksaan medical check up untuk seseorang yang berusia lebih dari 50 tahun idealnya adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan Fisik Menyeluruh

Item pertama adalah pemeriksaan fisik, yang dilakukan dengan memeriksa kondisi tubuh lansia secara menyeluruh. Ruang lingkup pemeriksaan fisik ini mulai dari skrining kerja sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), sistem pernapasan, pencernaan, dan lainnya.
Tak hanya itu, akan dilakukan juga pemeriksaan fisik yang sistematik dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.
Dokter juga biasanya akan melengkapi prosedur ini dengan melakukan pemeriksaan kulit. Tujuannya untuk mendeteksi dini gejala kanker kulit, terutama jika ditemukan banyak tahi lalat atau tampak perubahan kondisi kulit yang dialami oleh pasien lansia.

2. Pemeriksaan Darah Lengkap (Complete Blood Count - CBC)

Selain pemeriksaan fisik, melakukan cek darah lengkap atau complet blood count (CBC) juga sangat penting dilakukan secara rutin pada lansia. Pemeriksaan darah lengkap ini akan membantu mengidentifikasi berbagai masalah atau gangguan kesehatan dalam tubuh. Misalnya masalah pendarahan, gangguan tiroid, gangguan pada ginjal maupun jantung, hingga masalah diabetes dan kandungan elektrolit dalam darah.
Rangkaian prosedur dalam tes darah lengkap ini juga meliputi beberapa jenis pemeriksaan, seperti:

3. Pemeriksaan Glukosa Darah

Selain pemeriksaan darah lengkap, sangat penting bagi lansia juga untuk mendapatkan prosedur skrining kadar glukosa (gula) darah mereka secara rutin. Ini karena, semakin bertambahnya usia seseorang, maka semakin meningkat juga prevalensi terkena diabetes.
Apalagi jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, diabetes pada lansia berkemungkinan besar memicu komplikasi serius. Mulai dari terjadinya gangguan sistem saraf, stroke, masalah pada penglihatan, gangguan fungsi ginjal, serangan jantung, hingga penyakit alzheimer.
Hal inilah yang kemudian membuat skrining diabetes penting dilakukan lansia secara rutin. Selain itu, dampak buruk diabetes saat lansia pun dapat dicegah dengan melakukan skrining diabetes sejak dini tiap 3 tahun sekali.
Dengan begitu, Anda bisa mengontrol kadar gula darah dalam tubuh, menerapkan gaya hidup yang lebih ideal, serta mencegah risiko diabetes pada lansia.

4. Profil Lipid (Kolesterol Total, LDL, HDL, dan Trigliserida)

Item pemeriksaan medical check up untuk lansia selanjutnya adalah profil lipid. Tes ini dilakukan untuk mengukur kadar kolesterol total, kolesterol LDL, HDL, serta trigliserida pada lansia.
Pemeriksaan ini sangat penting untuk dilakukan demi mendeteksi potensi penyakit diabetes, hipertensi, gangguan pada sistem kardiovaskular, hingga stroke yang sering dialami oleh para lansia.

5. Pemeriksaan Fungsi Hati (SGOT/AST dan SGPT/ALT)

Hati juga termasuk dalam organ yang sangat penting dalam tubuh manusia. Sayangnya seiring dengan bertambahnya usia, fungsi hati juga dapat mengalami penurunan karena penuaan.
Karenanya, dalam prosedur medical check up untuk lansia, Anda juga akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan fungsi hati, yakni lewat prosedur SGOT/AST dan SGPT/ALT.
Pemeriksaan fungsi hati melalui prosedur SGOT-SGPT ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan infeksi hepatitis atau sirosis hati. Juga dapat digunakan untuk menilai efektivitas pengobatan yang dilakukan, serta menyimak bagaimana kesehatan organ hati Anda secara umum.

6. Pemeriksaan Fungsi Ginjal (Kreatinin, BUN, dan eGFR)

Item pemeriksaan kesehatan untuk lansia selanjutnya adalah tes fungsi ginjal, yang meliputi tes kreatinin, BUN, dan eGFR. Tujuan prosedur pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui seberapa baik organ ginjal bekerja, juga sebagai deteksi dini gangguan atau masalah kesehatan pada organ tersebut.
Blood Urea Nitrogen (BUN), yang digunakan untuk mengukur kadar ureum dalam darah.
Kreatinin, dilakukan untuk mengukur kadar kreatinin pada darah, yang jika melebihi batas normal dapat menjadi tanda adanya gangguan pada ginjal.
Glomerular Filtration Rate (GFR), merupakan tes darah yang digunakan untuk mengetahui kemampuan ginjal dalam filtrasi sisa metabolism. Tes ini juga dapat digunakan untuk menentukan stadium dari suatu penyakit ginjal.

7. Pemeriksaan Asam Urat

Asam urat merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat umum menyerang para lansia. Kondisi ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi, sebab adanya batu asam urat dapat meningkatkan tekanan dalam ginjal dan pembuluh darah.
Hasilnya, terjadi penebalan dinding pembuluh darah dan berkurangnya aliran darah ke ginjal, yang berujung pada kerusakan ginjal.
Inilah yang kemudian menjadikan pengendalian kadar asam urat dalam tubuh penting dilakukan, misalnya dengan melakukan tes kesehatan secara rutin.
Cek asam urat ini dilakukan dengan pengambilan sampel darah, yang kemudian diperiksa di laboratorium atau menggunakan alat cek khusus.

8. Pemeriksaan Elektrolit

Item selanjutnya yang umumnya masuk dalam prosedur medical check up untuk lansia adalah cek kadar elektrolit. Lantas, apa itu elektrolit?
Elektrolit merupakan bahan kimia yang terbentuk secara alami dalam cairan tubuh, yang sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh berjalan normal. Saat tingkat elektrolit dalam tubuh tidak seimbang, akan terjadi berbagai gangguan pada fungsi organ dalam tubuh.
Gangguan elektrolit ini dapat didiagnosis melalui beberapa prosedur pemeriksaan berikut ini:
Tes darah, yang dilakukan untuk mengukur kadar elektrolit dan memeriksa fungsi ginjal.
Tes urine, yang bertujuan untuk mengetahui kadar pada beberapa jenis elektrolit, seperti kalsium, sodium, potassium, dan klorida.
Elektrokardiogram (EKG), yang digunakan untuk mengukur irama detak jantung pada kasus gangguan elektrolit berat.

9. Tes Fungsi Tiroid (TSH, T3, T4)

Jenis pemeriksaan rutin ini sangat dianjurkan dilakukan oleh pasien-pasien dengan indikasi mengalami gangguan pada fungsi kelenjar tiroid. Khususnya pada lansia, hipertiroidisme termasuk yang paling sering terjadi.
Kondisi hipertiroidisme pada lansia ini terjadi karena peningkatan insiden dan prevalensi tiroiditis autoimun, yang sering terjadi seiring penuaan.
Sementara itu T3, T4, dan TSH adalah hormon-hormon yang berkaitan dengan kelenjar gondok. Agar kelenjar tiroid bekerja dengan baik, produksi hormon T3 dan T4 haruslah seimbang.
Sedangkan pemeriksaan TSH bertujuan untuk menyimak jumlah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar otak, yang fungsinya untuk merangsang kelenjar tiroid agar bekerja.

10. Pemeriksaan Kesehatan Tulang (Densitometri Tulang)

Saat memasuki usia lanjut, seseorang akan sangat rawan mengalami osteoporosis. Dikenal juga dengan penyakit pengeroposan tulang, osteoporosis juga dianggap sebagai silent disease karena dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa menunjukkan gejala yang signifikan.
Karenanya, sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini, lansia perlu secara rutin melakukan tes kesehatan tulang.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur kepadatan tulang, sehingga dapat mendeteksi kemungkinan terjadinya osteoporosis pada pasien.
Densitometri tulang juga dilakukan dengan memanfaatkan teknologi sinar-X, untuk mengetahui jumlah kalsium dan mineral lainnya pada tulang.

11. Pemeriksaan Mata (Tes Penglihatan)

Seiring dengan pertambahan usia, kemampuan penglihatan juga akan mengalami penurunan. Karenanya, dalam prosedur medical check up untuk lansia juga akan dilakukan serangkaian pemeriksaan mata
Sehingga dokter dapat membantu meminimalisir risiko memburuknya fungsi penglihatan pada lansia.
Tak hanya itu, dengan pemeriksaan secara rutin ini, juga dapat berfungsi untuk mendeteksi dini gangguan penglihatan yang dialami oleh lansia, seperti glaukoma dan katarak.

12. Pemeriksaan Jantung (Elektrokardiogram - EKG)

Bagi orang-orang yang sudah memasuki usia 50 tahun, pemeriksaan EKG dasar sangatlah direkomendasikan. Tujuannya untuk mengetahui aktivitas elektromagnetik jantung, lewat pemantauan kecepatan dan ritme detak jantung pasien.
Pada lansia, pemeriksaan ini direkomendasikan untuk dilakukan tiap dua hingga tiga tahun sekali. Sehingga dapat diperoleh pemantauan kesehatan jantung secara menyeluruh.

13. Pemeriksaan Paru-paru (Spirometri atau X-Ray)

Salah satu jenis penyakit yang perlu diwaspadai untuk lansia adalah masalah sistem pernapasan. Risiko penyakit ini pun akan semakin besar bila semasa mudanya, si lansia memiliki kebiasaan merokok, kurang berolahraga, atau memiliki gaya hidup yang tak sehat.
Cek kesehatan paru-paru pada lansia ini bisa melalui dua prosedur, yakni X-Ray dan Spirometri.
Pada prosedur X-ray (rontgen), dilakukan untuk memantau secara visual kondisi paru-paru pasien menggunakan radiasi sinar X.
Sementara prosedur spirometry merupakan tes standar yang dilakukan untuk mengevaluasi fungsi paru-paru, serta menggunakan spirometer.

14. Pemeriksaan Kognitif

Jenis masalah Kesehatan yang sering terjadi pada lansia juga berkaitan dengan fungsi kognitif. Gangguan fungsi kognitif pada lansia juga menimbulkan gejala khusus, seperti gangguan memori, perubahan persepsi, penurunan fokus, dan penurunan kemampuan dalam melakukan aktivitas harian.
Pemeriksaan fungsi kognitif pada lansia ini pun dilakukan dengan modalitas sederhana, seperti menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) serta Geriatric Depression Scale (DPS).

15. Pemeriksaan Fungsi Prostat (untuk pria)

Pada lansia pria, gangguan prostat adalah masalah yang sangat umum terjadi. Masalah ini pun timbul karena berbagai faktor termasuk usia, genetic, pola hidup, dan kebiasaan makan.
Prosedur medical check up yang digunakan untuk pemeriksaan prostat adalah PSA Prostat (prostate specific antigen).
Cek laboratorium ini dapat mendeteksi dini masalah Kesehatan pada prostat, seperti pembesaran prostat, infeksi saluran kemih, hingga kanker.

16. Pemeriksaan Hormon Seksual (untuk wanita)

Pemeriksaan hormon seksual pada lansia perempuan juga sangat penting. Sebab, kondisi menopause pada lansia dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit menular. Ini karena menopause dapat menyebabkan perubahan hormonal alami, yang dapat menimbulkan penipisan dinding vagina.
Akhirnya, vagina akan jadi lebih kering dan meningkatkan risiko terjadinya luka saat berhubungan intim. Hal ini akhirnya menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap infeksi.

Mengapa Medical Check Up Lansia Penting?

Itu adalah enam belas item medical check up untuk lansia atau seseorang yang telah memasuki usia 50 tahun. Sudahkah anggota keluarga lansia Anda mendapatkan cek kesehatan di atas secara rutin?
Kadang kala, lansia merasa enggan untuk melakukan cek kesehatan karena banyaknya prosedur yang dilakukan. Namun, medical check up rutinan ini sangat penting untuk lansia, karena dapat memberikan beberapa fungsi di bawah ini:

1. Deteksi Dini Penyakit

Pemeriksaan kesehatan untuk lansia sangat penting untuk mendeteksi dini penyakit dalam tubuh. Apalagi, seiring dengan pertambahan usia, tubuh akan mengalami banyak perubahan. Termasuk penurunan fungsi organ-organ tubuh, sehingga sangat rentan terinfeksi penyakit.

2. Mengurangi Risiko Komplikasi

Selain deteksi dini, ketika menjalani medical check up secara rutin, keluarga pun akan lebih mengenali kondisi kesehatan lansia. Sehingga ketika terdeteksi adanya penyakit tertentu yang diidap oleh lansia, maka dapat segera dilakukan tindakan medis untuk meminimalisir dampaknya dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

3. Peningkatan Kualitas Hidup

Melalui medical check up, lansia juga akan mengetahui bagaimana kondisi tubuh mereka dengan baik. Juga memungkinkan mereka untuk berkonsultasi dengan dokter demi meningkatkan kualitas hidup mereka.

Layanan Medical Check Up Geriatri di Klinik Granostic

Pada dasarnya, merawat dan menjaga kesehatan orang-orang tersayang adalah hal yang sangat penting. Terutama ketika orang-orang tersayang ini memasuki usia lanjut, yang rentan mengalami berbagai penyakit.
Klinik Granostic hadir dengan layanan medical check up geriatri terlengkap dan didampingi oleh tenaga medis ahli. Sehingga pelayanan dan prosedur pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan efisien serta menyeluruh.
Tak hanya melakukannya di klinik, Anda pun dapat melakukan medical check up basic lewat layanan home care Klinik Granostic, loh.
Segera atur jadwal tes kesehatan dan konsultasi dengan dokter kami lewat nomor call center yang tersedia. Atau tinggal klik tombol Home Service di bawah ini, ya!

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message