Medical Check Up Visa Siswa Luar Negeri di Surabaya

Mau bikin visa untuk sekolah luar negeri, tapi bingung mau dapat surat pemeriksaan kesehatan dari mana? Layanan medical check up visa siswa luar negeri di Klinik Granostic Surabaya jawabannya!
Selain mendaftar kampus tujuan, membuat perencanaan studi, dan mengurus paspor, Anda juga perlu mempersiapkan siswa pelajar ketika ingin bersekolah di luar negeri. Pengurusan visa ini pun memerlukan beberapa dokumen sebagai syarat, salah satunya adalah dokumen pemeriksaan kesehatan.
Umumnya tes kesehatan untuk pengajuan visa pelajar ini dilakukan di rumah sakit atau oleh dokter yang ditunjuk di lembaga imigrasi masing-masing negara.
Namun, tidak ada larangan juga untuk Anda melakukan medical check up untuk visa pelajar secara mandiri pada layanan kesehatan pilihan sendiri. Misalnya dengan menggunakan layanan medical check up untuk visa siswa dari Klinik Granostic.
Lantas bagaimana sih jenis tes yang dilakukan saat medical check up untuk visa siswa? Juga bagaimana prosedur medical check up visa siswa di Klinik Granostic?
Scroll terus artikel ini supaya Anda tak ketinggalan informasinya!
Pemeriksaan Medical Check Up untuk Visa Siswa
Medical check up untuk pembuatan visa siswa sebenarnya memiliki peranan yang sangat penting kalau Anda ingin sekolah di luar negeri. Apalagi ada beberapa negara yang juga mewajibkan adanya dokumen tes kesehatan sah yang secara spesifik menargetkan tes tertentu.
Tujuan adanya tes kesehatan ini untuk mencegah dan mengontrol penyebaran penyakit menular tertentu yang kemungkinan dibawa imigran. Selain itu, tes kesehatan ini juga bisa digunakan untuk menyimak bagaimana kondisi tubuh siswa sebelum bepergian jauh.
Nah, beberapa jenis tes kesehatan yang umumnya dilakukan dalam prosedur medical check up untuk visa siswa akan dijelaskan di bawah ini:
1. Pemeriksaan Fisik Umum
Prosedur medical check up untuk siswa pertama adalah pemeriksaan fisik umum. Meliputi pemeriksaan anamnesa (wawancara) untuk mengetahui riwayat kesehatan, juga melakukan pemeriksaan fisik umum mulai dari tinggi dan berat badan, pemeriksaan gigi dan mulut, kesehatan kulit, dan organ-organ fisik lainnya.
2. Tes Darah Lengkap (Complete Blood Count - CBC)
Prosedur medical check up selanjutnya adalah cek darah lengkap. Fungsinya untuk memantau kondisi kesehatan dan mendeteksi masalah tertentu.
Cek darah lengkap meliputi beberapa pemeriksaan sekaligus, seperti:
- Cek hemoglobin (Hb)
- Sel darah merah
- Sel darah putih
- Hematokrit
- Mean Corpuscular Volume (MCV), atau ukuran rata-rata sel darah merah seseorang.
- Trombosit.
Tes darah lengkap akan dapat membantu dokter untuk menemukan penyakit tertentu, seperti masalah pembekuan darah, peradangan, infeksi, anemia, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh.
3. Tes Urin
Selain tes darah, tes urine juga dapat membantu mendeteksi kondisi kesehatan Anda. Misalnya beberapa kondisi kesehatan yang bisa dideteksi dari tes urine adalah diabetes, penyakit ginjal, hati, dan infeksi saluran kemih.
Selain itu, pada beberapa negara penggunaan narkotika masih bersifat illegal. Tes urine ini dapat digunakan untuk mengetes kandungan narkoba pada urine seseorang, yang biasanya ditujukan bagi atlet, pegawai, pelajar dan mahasiswa yang dicurigai menyalahgunakan narkoba.
4. Rontgen Dada (Chest X-Ray)
Dikenal juga dengan rontgen toraks, pemeriksaan ini menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik untuk menampilkan gambaran bagian dalam dada.
Melalui prosedur ini, Anda juga akan dapat melihat bagaimana kerja jantung, paru,paru, saluran pernapasan, pembuluh darah di sekitarnya hingga nodus limfa dalam dada.
Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui dan mendeteksi kondisi kesehatan dari organ-organ yang ada di dada. Misalnya mendeteksi masalah pada paru-paru, gangguan pada jantung yang berhubungan dengan paru, pembuluh darah, dan banyak lainnya.
5. Tes HIV/AIDS
Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), merupakan jenis penyakit menular seksual yang hingga kini belum ditemukan obat untuk membunuh virus penyebabnya.
Penularan penyakit ini pun tergolong sangat mudah, melalui kontak cairan tubuh penderitanya. Karenanya, Sebagian besar negara di dunia pun mempersyaratkan imigran untuk melakukan tes penyakit menular, utamanya HIV ketika mengurus visa tinggal.
Tes HIV ini pun melalui beberapa prosedur, yakni tes antibodi, tes antibodi-antigen, dan tes PCR.
6. Tes Hepatitis B dan C
Hepatitis juga merupakan jenis penyakit menular, yang sempat menjadi isu kesehatan global. Bahkan hingga kini di beberapa daerah di Indonesia masih harus bergelut dengan kasus hepatitis, khususnya hepatitis tipe B dan C.
Untuk mengurus visa siswa, beberapa negara pun mewajibkan untuk melampirkan hasil tes hepatitis B dan C tersebut. Karena meski sudah ditemukan obatnya, akan tetapi virus hepatitis B dan C ini tergolong mudah menular.
Pemeriksaan hepatitis umumnya melalui serangkaian tes, misalnya tes antibodi virus dan rangkaian tes fungsi hati.
7. Tes Fungsi Hati (SGOT, SGPT)
Sebelumnya kita telah menyinggung bagaimana tes fungsi hati ini juga termasuk dalam rangkaian tes hepatitis B dan C. Ini karena tes fungsi hati dilakukan dengan mengevaluasi kadar enzim hati dalam darah.
Jika ditemukan kadar enzim ini lebih besar dari ambang normal, maka terdapat indikasi adanya gangguan fungsi hati atau kerusakan. Hepatitis B dan C bisa jadi salah satu pemicu gangguan atau kerusakan tersebut.
Selain untuk mendeteksi hepatitis, tes fungsi hati SGOT-SGPT juga bisa memeriksa adanya potensi penyakit pada liver lainnya seperti sirosis hati. Tes ini juga bertujuan untuk mengukur efektivitas dan potensi efek samping dari prosedur pengobatan tertentu.
8. Tes Fungsi Ginjal (Kreatinin, BUN)
Selain fungsi hati, tes fungsi ginjal juga dilakukan dalam prosedur medical check up untuk visa pelajar. Pada prosedur ini akan dilakukan beberapa jenis pemeriksaan, termasuk tes blood urea nitrogen (BUN) dan kreatinin darah.
Prosedur pemeriksaan BUN dilakukan untuk menentukan kadar urea nitrogen dalam darah, yakni sisa zat metabolisme protein. Sementara tes kreatinin darah diterapkan untuk mendeteksi kadar kreatinin dalam darah, yang merupakan zat sisa hasil pemecahan otot yang akan dibuang oleh tubuh kita melalui ginjal.
9. Vaksinasi
Vaksinasi yang diwajibkan untuk pengurusan visa pelajar sendiri bisa sangat berbeda dari satu negara dengan yang lainnya. Misalnya pada permohonan visa pelajar untuk sekolah di Australia, Anda harus telah mendapatkan vaksinasi polio.
Selain itu, Anda juga bisa mencari data lebih banyak mengenai negara tujuan dan syarat vaksinasi yang diperlukan. Kemudian ambil vaksinasi sesuai dengan syarat yang diajukan tersebut.
10. Tes Mantoux atau Tes Tuberkulin (Untuk TB)
Selanjutnya adalah tes mantoux atau tes tuberkulin, yang dilakukan untuk mendiagnosis TBC. Tes ini sangat diperlukan mengingat TB merupakan jenis penyakit yang mudah menular, utamanya melalui droplet saliva penderita.
Tes ini bekerja dengan mendeteksi dini adanya kuman penyebab infeksi TB. Sehingga penderita dapat segera mendapatkan penanganan dan edukasi perawatan untuk mencegah penularan lebih lanjut.
11. Tes Penglihatan
Medical check up mata dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan indera penglihatan Anda secara menyeluruh. Sehingga, Anda dapat menyimak adanya gangguan penglihatan sejak dini, juga evaluasi kondisi kesehatan mata Anda.
Nah, dalam medical check up mata ini, Anda biasanya akan melalui beberapa tahap, seperti:
- Pemeriksaan ketajaman penglihatan.
- Mengukur tekanan bola mata.
- Tes buta warna.
- Slit lamp, untuk memeriksa anatomi dan saraf mata.
12. Pemeriksaan Khusus (Berdasarkan Negara Tujuan)
Seperti yang telah banyak kita singgung sebelumnya, bahwa setiap negara tujuan pastinya memiliki persyaratan dan kebijakan yang berbeda-beda terkait pengajuan visa siswa atau pelajar.
Karena itu, Anda perlu melakukan riset yang mendalam untuk mengetahui dokumen kesehatan apa saja yang perlu dilengkapi, serta mengambil cek kesehatan sesuai ketentuan negara tujuan belajar.
Prosedur Medical Check Up Visa di Klinik Granostic
Setelah menyimak berbagai tes yang umumnya dilakukan dalam medical check up untuk visa siswa ke luar negeri di atas, apakah Anda siap untuk melakukan rangkaian tes tersebut?
Ingat, sebelum membuat janji dengan dokter atau menjadwalkan pemeriksaan kesehatan, pastikan untuk riset dokumen kesehatan yang dipersyaratkan oleh negara tujuan Anda. Dengan begitu, proses medical check up untuk visa ini juga bisa berjalan dengan efisien.
Kabar baiknya lagi, Klinik Granostic pun hadir dengan layanan medical check up untuk pengurusan visa. Dengan standar pelayanan medis yang profesional, Anda dapat melalui prosedur cek kesehatan yang efisien dan cepat.
Seperti apa? Langsung simak empat prosedurnya di bawah ini!
1. Konsultasi Awal
Saat melakukan medical check up visa di Klinik Granostic, pada mulanya Anda akan melakukan konsultasi awal dengan dokter. Pada prosedur ini, dokter umum Klinik Granostic akan mengajukan beberapa pertanyaan pada Anda, seperti:
- Kondisi kesehatan Anda saat ini.
- Riwayat kesehatan Anda dan keluarga, termasuk jenis penyakit yang pernah diderita dan diturunkan dari keluarga Anda.
- Juga Riwayat pernah terjadi kecelakaan atau trauma fisik lainnya.
- Riwayat operasi dan terapi pengobatan yang pernah dilakukan.
- Jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi, juga adakah alergi obat.
- Kemudian gaya hidup dan kebiasaan pasien setiap hari.
2. Pemeriksaan Kesehatan
Setelah proses wawancara, dokter pun akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Pemeriksaan kesehatan untuk visa siswa yang akan dilakukan biasanya meliputi:
- Memeriksa bagian kepala dan leher, untuk menyimak bagaimana kondisi fisik dari tulang, hidung, mata, telinga, kelenjar getah bening, pembuluh darah leher, dan lainnya.
- Pemeriksaan fungsi jantung dengan menyimak adakah kondisi tak normal dari denyut jantung Anda.
- Memeriksa paru-paru, untuk mendeteksi adanya tanda-tanda tak normal dari suara napas Anda.
- Memeriksa bagian perut dengan cara menekan-nekan bagian tersebut. Tujuannya untuk mendeteksi adanya gangguan atau kondisi tak normal secara fisik pada organ di dalamnya.
- Pemeriksaan sistem saraf tubuh.
3. Pemeriksaan Khusus
Setelah pemeriksaan kesehatan secara umum dilakukan, maka prosedur kesehatan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan khusus. Hal yang dimaksud dengan pemeriksaan khusus ini berkaitan dengan syarat dokumen medis yang ditentukan oleh negara tujuan Anda.
Beberapa jenis pemeriksaan khusus yang dimaksud contohnya:
- Tes TBC
- Tes penyakit menular seksual
- Tes bebas narkoba
- Tes malaria
- Tes polio
- dan banyak lainnya.
4. Hasil dan Sertifikasi
Setelah proses pemeriksaan selesai, dokter akan memberikan diagnosa berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut. Pada saat ini, Anda juga bisa melakukan tanya jawab dengan dokter terkait dengan kondisi kesehatan Anda.
Dokter juga dapat memberikan saran dan edukasi bagaimana menyesuaikan kondisi fisik Anda ketika belajar di daerah yang sangat berbeda dengan lingkungan tempat tinggal Anda.
Setelah berkonsultasi, Anda pun akan diarahkan untuk menunggu dokumen atau sertifikasi hasil pemeriksaan oleh petugas kesehatan.
Layanan Medical Check Up di Klinik Granostic
Hadir dengan komitmen memberikan pelayanan yang terbaik dan profesional, Klinik Granostic memberikan layanan medical check up lengkap yang didampingi oleh tenaga medis andal.

Kami pun memberikan paket-paket medical check up, yang dapat dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, layanan tes kesehatan ini juga dapat diakses dengan mudah, bahkan bisa lewat layanan home care, loh!
Klinik Granostic memiliki tim medis yang kompeten dan berpengalaman dalam bidangnya. Sehingga prosedur pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, baik di klinik maupun di rumah, akan dilakukan dengan standar operasional yang baku dan efisien.
Segera buat janji temu atau jadwalkan tes kesehatan yang ingin dilakukan melalui nomor call center yang tertera pada halaman home page. Anda juga bisa langsung meng-klik tombol Home Service untuk menggunakan layanan medical service di rumah.

