Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Medical Check-Up Terdekat Surabaya

Medical Check-Up Terdekat Surabaya

Memeriksakan kesehatan secara rutin, paling tidak 6 bulan sekali, adalah hal yang sangat penting untuk mengenali kondisi tubuh. Prosedur yang juga dikenal sebagai medical check up ini dapat Anda lakukan di Klinik Granostic, loh.

Layanan medical check up yang ada di Klinik Granostic dikemas dalam tiga paket yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan, salah satunya adalah tes MCU basic.
Lantas apa saja layanan tes yang termasuk dalam medical check-up basic di Klinik Granostic tersebut? Serta bagaimana cara Anda mengaksesnya?
Sebelum menjawab beberapa pertanyaan tersebut, mari mulai dulu dengan definisi medical check up berikut ini:

Definisi Medical Check Up

Medical check up atau cek kesehatan merupakan prosedur pemeriksaan tubuh secara menyeluruh. Tujuannya untuk memastikan tubuh dalam kondisi yang sehat dan mengantisipasi adanya penyakit.
Prosedur medical check up ini dapat menilai kondisi organ-organ penting dalam tubuh. Misalnya mengecek fungsi jantung, pemeriksaan gula darah, tekanan darah, ginjal, kadar kolesterol, hingga tes urin.
Sehingga didapatkan hasil pengecekkan yang akurat, sehingga dapat mendeteksi adanya masalah kesehatan sejak ini dan menentukan perawatan selanjutnya.

Jenis Pemeriksaan Kesehatan yang Harus Rutin Dilakukan Setiap 6 Bulan

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa medical check-up ini baiknya dilakukan secara rutin tiap 6 bulan sekali. Anda pun bisa melakukan pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi tes darah, fungsi hati dan ginjal, gula darah, hingga komponen lemak.
Lebih jelasnya, langsung simak beberapa jenisnya di bawah ini:

1. Pemeriksaan Fisik oleh Dokter

Jenis medical check-up yang pertama adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik, yang biasanya dimulai dari pengukuran berat badan dan tinggi pasien, kemudian memeriksa bagian-bagian tubuh lainnya.
Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk melihat adanya kelainan pada fisik pasien. Karenanya, jika pasien mengalami keluhan fisik pada bagian tubuh tertentu, sangat dianjurkan juga untuk mengonsultasikannya di saat pemeriksaan.
Selanjutnya dokter pun akan memeriksa area mata, hidung, telinga, dan organ lain menggunakan alat bantu seperti otoskop dan stetoskop.
Kondisi kelamin juga akan dokter periksa bila diperlukan. Pada pasien pria, dokter akan memeriksa bagian penis dan testis untuk mendeteksi adanya peradangan, infeksi, dan perubahan ukuran.

2. Glukosa Darah Puasa

Di Klinik Granostic, Anda juga dapat melakukan prosedur pengecekkan kadar gula darah. Medical Check-Up gula darah ini sangat penting sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit diabetes.
Namun sebelum melakukan pemeriksaan ini, Anda diimbau untuk berpuasa minimal 8 jam.
Hasil pemeriksaan gula darah juga harus diperhatikan, yang biasanya kan dibagi ke dalam tiga kategori berikut:

3. Glukosa Darah 2 Jam Pasca Prandial (2JPP)

Selanjutnya, yang termasuk dalam jenis pemeriksaan kesehatan tiap 6 bulan adalah cek glukosa darah 2 jam pasca prandial (2JPP). Pemeriksaan gula darah ini termasuk dalam rangkaian pemeriksaan kadar diabetes dalam tubuh, setelah Anda melakukan tes gula darah puasa.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur bagaimana kemampuan tubuh kita dalam memproses glukosa. Tujuannya, untuk mendiagnosis diabetes.
Saat melakukan tes gula darah puasa Anda akan diminta untuk berpuasa minimal 8 jam dan 12 jam maksimal. Setelah tes gula darah puasa dilakukan, Anda akan diberikan minuman berkandungan glukosa sirup, yang memiliki gula sebanyak 75 gram.
Tes gula darah 2JPP ini akan dilakukan 2 jam setelah Anda mengonsumsi minuman tersebut. Nah, tes ini akan mendeteksi apakan setelah 2 jam, gula darah akan normal kembali seperti sebelum makan atau minum.
Jika gula darah tidak kembali normal, maka terdapat kemungkinan Anda terkena diabetes.
Sama halnya dengan tes gula darah puasa, tes gula darah 2JPP ini juga memiliki nilai tingkatannya sendiri, yakni:

4. Kolesterol Total

Jenis pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan setiap 6 bulan secara rutin lainnya adalah cek kolesterol total. Prosedur ini dilakukan untuk mengetahui ukuran jumlah total kolesterol di dalam darah, termasuk kolesterol baik dan kolesterol jahat.
Kolesterol total pun menjadi indikator untuk mengevaluasi kemungkinan adanya risiko penyakit jantung atau masalah kardiovaskular.

5. Kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein)

Selanjutnya pemeriksaan kolesterol HDL, yakni prosedur pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar kolesterol High Density Lipoprotein (HDL).
Kolesterol HDL ini merupakan jenis kolesterol baik yang dapat membantu menghilangkan kadar LDL dalam darah. Sehingga dapat mencegah terjadinya plak lemak dalam pembuluh darah arteri, serta meminimalisir timbulnya penyakit jantung dan masalah kardiovaskular lainnya.
Idealnya, Kadar kolesterol normal untuk wanita (HDL) minimal 50 mg/dL, sedangkan kadar HDL normal untuk pria adalah minimal 40 mg/dL. Jika kurang dari itu, seseorang bisa berisiko tinggi terkena penyakit jantung.

6. Kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein)

Pemeriksaan kolesterol LDL adalah prosedur skrining kesehatan yang dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien, yang tujuannya untuk mengetahui kadar kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL).
Kolesterol LDL dikenal juga dengan kolesterol jahat, yang dapat menimbulkan penumpukan plak lemak pada pembuluh darah arteri. Akibatnya bisa memicu berbagai masalah pada sistem kardiovaskular, termasuk serangan jantung.
Hasil pemeriksaan kolesterol LDL ini pun dibagi menjadi dua, yakni:

7. Trigliserida

Pemeriksaan kadar trigliserida dalam darah juga tak kalah penting. Sebab, trigliserida sendiri merupakan salah satu jenis lemak dalam darah yang bertugas untuk menyimpan kalori, serta memberikan energi untuk tubuh.
Namun, jika kadar trigliserida ini terlalu banyak dalam tubuh, justru akan berisiko menyebabkan penyakit jantung. Karenanya, pengecekan secara rutin terhadap kadar trigliserida ini penting sebagai upaya kontrol dan pencegahan.
Nilai normal dari pemeriksaan kadar trigliserida ini bila hasilnya menunjukkan angka 150 mg/dL. Sementara jika lebih dari itu, kemungkinan Anda untuk terserang penyakit jantung pun semakin tinggi.

8. SGOT/AST (Aspartate Aminotransferase)

Jenis pemeriksaan yang perlu Anda lakukan tiap 6 bulan selanjutnya adalah pemeriksaan SGOT/AST. Tujuannya untuk mengukur kadar Aspartate Aminotransferase dan membantu memeriksa fungsi hati.
Nah, Aspartate Aminotransferase atau AST ini, merupakan jenis enzim yang berada dalam hati dan terdapat di bagian tubuh lain seperti jantung, ginjal, dan otot. Enzim ini pun dikenal dengan nama lain, yakni Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT).
Pemeriksaan ini pada umumunya akan dilakukan Ketika dokter menyimak keluhan-keluhan yang Anda alami yang mengarah ke gangguan hati atau liver.


9. SGPT/ALT (Alanine Aminotransferase)

Selanjutnya, ada pula tes fungsi hati SGPT atau Alanine Aminotransferase (ALT). Pemeriksaan ini untuk mendeteksi Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) yang ada di dalam darah.
Normalnya, enzim SGPT ini sangat sedikit yang masuk ke dalam darah dan banyak ditemukan pada hati. Namun, jika terdapat kerusakan atau peradangan pada hati, maka kadar enzim SGPT akan melebih batas normalnya, yakni di atas 7-55 U/L.

10. Asam Urat

Jenis pemeriksaan Kesehatan yang perlu dilakukan secara rutin tiap 6 bulan sekali adalah tes asam urat. Tujuannya untuk mendeteksi kadar asam urat dalam tubuh.
Pemeriksaan asam urat ini berguna untuk membantu diagnosis serta mengontrol berbagai penyakit yang berkaitan dengan asam urat, seperti batu ginjal maupun radang sendi.

11. BUN/Ureum (Blood Urea Nitrogen)

Tes Ureum, yang juga dikenal dengan tes Blood Urea Nitrogen (BUN), merupakan prosedur pengukuran kadar urea dalam tubuh. Tes BUN Ureum ini umumnya digunakan untuk mengetahui bagaimana fungsi ginjal dan memastikan organ ini dalam kondisi baik.

12. Kreatinin

Dikenal juga dengan nama tes serum kreatinin, pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kadar kreatinin dalam darah. Kreatin sendiri merupakan zat sisa hasil pemecahan otot, yang dalam kondisi normal akan dapat difiltrasi dengan maksimal oleh ginjal.
Nah, kalau dari hasil tes menunjukkan bahwa kadar kreatinin ini masih banyak dalam darah, maka terdapat indikasi gangguan pada ginjal. Normalnya, pada perempuan terdapat 1,2 mg/dL kreatinin pada darah, sementara 1,4 mg/dL pada laki-laki.

13. eGFR (Estimated Glomerular Filtration Rate)

Masih seputar Kesehatan dan fungsi ginjal tes eGFR (Estimated Glomerular Filtration Rate), juga penting untuk dilakukan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kemampuan ginjal dalam memfiltrasi atau menyaring zat sisa metabolisme tubuh. Sehingga dapat diketahui seberapa optimal dan baik fungsi ginjal terkait proses filtrasi.
Nilai normal dari hasil pemeriksaan eGFR berada pada angka 60 mg/dL atau lebih. Namun jika di bawahnya, maka terdapat indikasi adanya gangguan pada fungsi dan Kesehatan ginjal.

Itu adalah 13 jenis pemeriksaan kesehatan yang perlu Anda lakukan secara rutin, setiap 6 bulan sekali. Kabar baiknya berbagai pemeriksaan kesehatan di atas dapat Anda akses di Klinik Granostic, loh. Untuk penjelasan lebih lanjut, Sobat Granostic harus baca artikel ini sampai habis, ya!

Mengapa Medical Check Up Rutin Penting?

Banyak orang malas melakukan medical check up secara rutin, karena alasan tidak adanya waktu luang dan sebagainya. Padahal melakukan medical check up rutin ini memiliki fungsi penting untuk kesehatan kita, seperti:

1. Deteksi Dini Penyakit

Melakukan medical check up secara rutin dapat membantu Anda lebih sadar tentang kondisi Kesehatan diri sendiri, utamanya dalam mendeteksi dini penyakit. Sebab, lewat prosedur pemeriksaan tersebut, dokter dapat mendeteksi gejala penyakit lebih awal dan merujuk Anda ke dokter spesialis yang sesuai.
Apalagi pada beberapa kasus, penyakit bisa saja tidak menunjukkan gejala awal yang jelas. Karenanya, pemeriksaan yang menyeluruh dan berkala, akan membantu mendeteksi tanda-tanda awal dari penyakit tersebut.
Sehingga, prosedur medical check up secara rutin ini memberikan ruang bagi dokter untuk melakukan deteksi dini, serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah perkembangan penyakit jadi lebih serius.

2. Pencegahan

Karena Anda tahu dan mengenali kondisi tubuh dengan lebih baik dari medical check up rutin, maka semakin mudah untuk menilai apa yang perlu ditingkatkan dari kesehatan Anda.
Bersama dokter, Anda bisa mendiskusikan tanda-tanda adanya gangguan kesehatan yang dialami, kemudian mendiskusikan upaya pencegahan yang efisien.
Apalagi kalau Anda memiliki riwayat keluarga yang bisa meningkatkan risiko mewarisi masalah kesehatan seperti kanker, diabetes, dan berbagai kondisi lainnya. Mengecek kesehatan secara rutin akan membantu Anda untuk menjaga tubuh dalam kondisi optimal, serta mencegah timbulnya penyakit yang dibawa oleh riwayat keluarga tersebut.

3. Memantau Kondisi Kesehatan

Melakukan medical check up rutin juga sangat penting untuk memantau dan mendapat informasi terkini tentang Kesehatan tubuh Anda. Sebab, seiring dengan bertambahnya usia, pergantian pola hidup, kualitas lingkungan tanggal, juga dapat berpengaruh pada kesehatan Anda. Karenanya, selalu up-to-date dengan keadaan tubuh sendiri juga sangatlah penting.
Tak hanya informasi soal Kesehatan Anda, medical check up rutin juga akan memberikan kesempatan untuk Anda berdiskusi dengan dokter. Utamanya, dalam membicarakan mengenai rekomendasi dan alternatif untuk mengoptimalkan kualitas hidup Anda.

4. Mengurangi Risiko Komplikasi

Pentingnya melakukan medical check up rutin juga bisa membantu mengurangi risiko komplikasi. Misalnya, Anda yang sudah memiliki penyakit bawaan seperti asam lambung, maag, asma, atau kondisi lainnya. Lewat cek kesehatan rutin, Anda dapat melihat bagaimana perkembangan masalah kesehatan tersebut dan mencegahnya agar tidak semakin buruk.
Selain itu, dokter pun akan dapat memberikan rekomendasi dan arahan yang dipersonalisasikan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup Anda.

Layanan Medical Check-Up di Klinik Granostic

Melihat betapa pentingnya melakukan medical check up tersebut, Klinik Granostic memberikan layanan MCU basic yang sangat mudah diakses oleh warga Surabaya.




Ada banyak keunggulan yang bisa Sobat dapatkan dengan mengakses medical check up basic di Klinik Granostic, seperti:

Nah, Sobat Granostic, ketiga belas pemeriksaan kesehatan basic tersebut akan dilakukan oleh dokter dan tim tenaga kesehatan profesional. Sehingga Anda dapat memperoleh diagnosa yang akurat, serta dokter dapat memberikan arahan dan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.
Bagaimana? Tertarik untuk melakukan medical check up basic di Klinik Granostic Surabaya? Langsung hubungi tim kami lewat tombol di bawah ini, ya!

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message