Home Care Irigasi Mata Surabaya - Indikasi dan SOP

Mata terkena zat asing atau bahan kimia, hingga menyebabkan rasa tak nyaman bahkan iritasi? Anda harus coba home care irigasi mata surabaya untuk membersihkannya dan cegah infeksi lanjutan. Namun, bagaimana prosedurnya?
Saat mengendarai motor, bersepeda, berjalan atau jogging, atau bahkan hanya sekadar beristirahat di depan rumah, ada saja skenario saat mata kemasukan benda asing. Entah itu debu, serangga, bahkan abu dari puntung rokok.
Meskipun terlihat sepele, keberadaan benda asing yang tak sengaja masuk mata ini akan jadi masalah kalau dibiarkan saja. Selain mengganggu penglihatan, kondisi ini juga dapat menimbulkan iritasi hingga kerusakan pada mata.
Nah, untuk mencegah kondisi ini, Anda bisa melakukan prosedur irigasi mata dengan layanan home care dan penanganan dari ahli medis profesional di Klinik Granostic Surabaya.
Namun apakah kamu sudah tahu apa sih yang dimaksud dengan irigasi mata? Bagaimana juga prosedur dan adakah efek sampingnya? Sobat Granostic bisa langsung simak ulasannya di bawah ini!
Apa Itu Irigasi Mata?
Meski prosedur ini cukup umum dilakukan, nyatanya tak sedikit dari kita yang masih belum mengenal apa itu irigasi mata. Prosedur ini merupakan tindakan medis yang dilakukan untuk membersihkan mata dengan cairan medis, dari beragam benda asing yang masuk ke dalam mata.
Benda asing yang dimaksud seperti debu, partikel asap, hingga percikan bahan kimia.
Irigasi mata ini sangat penting, karena masuknya benda asing ke mata bisa menjadi situasi yang darurat. Apalagi jika yang masuk ke dalam mata adalah zat kimia dan abu rokok yang panas.
Menurut Community Eye Health Journal, dikatakan bahwa bahan kimia seperti larutan alkali atau asam jika mengenai mata dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada area kornea dan konjungtiva. Bahkan, kerusakan ini bisa memicu kehilangan fungsi penglihatan jangka Panjang.
Karena itu, dengan penanganan yang cepat dan dilakukannya prosedur pembersihan yang tepat, maka risiko kerusakan mata pun dapat diminimalisir.
Indikasi Irigasi Mata
Adapun indikasi untuk prosedur irigasi mata dapat dilihat dari beberapa kondisi di bawah ini:
1. Masuknya Benda Asing di Mata
Masuknya benda asing di mata dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan, karenanya perlu adanya upaya irigasi untuk membersihkannya.
2. Paparan Bahan Kimia
Selain kotoran, paparan bahan kimia juga bisa memberikan dampak yang serius pada kesehatan mata Anda. Bahkan pada kasus terburuk, hal ini dapat menyebabkan kerusakan dan hilangnya fungsi penglihatan secara permanen.
Melansir dari Jurnal Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (2015), prosedur irigasi mata sangatlah penting dilakukan untuk mengatasi trauma kimia. Tujuannya untuk meminimalisir iritasi dan menekan tingkat keparahannya.
3. Kondisi Mata Kering atau Teriritasi
Mata kering merupakan suatu kondisi Ketika mata tidak mendapatkan pelumasan yang cukup dari air mata. Hasilnya, akan menimbulkan rasa tak nyaman, bahkan dapat merusak lapisan bening yang ada di bola mata. Kondisi ini pun bisa memicu gangguan penglihatan, loh.
Irigasi mata yang memungkinkan pemberian cairan khusus untuk mata pun bisa menjadi ideal untuk mengatasi masalah tersebut. Sebab cairan pembersih ini pun dapat memberikan hidrasi yang cukup pada bola mata.
4. Infeksi Mata (Konjungtivitis)
Kondisi yang menjadi indikasi irigasi mata selanjutnya adalah konjungtivitis atau infeksi mata. Saat terjadi konjungtivitis, mata akan berubah menjadi merah akibat peradangan pada selaput yang melapisi bola mata dan kelopak mata dalam. Umumnya, konjungtivitis juga disertai dengan gatal dan mata yang berair.
Kondisi ini sering kali terjadi karena infeksi virus, bakteri, dan reaksi alergi. Misalnya karena masuknya debu, tungau, atau senyawa kimia ke dalam mata.
Karenanya, selain menggunakan obat-obat antibiotik, tak jarang dokter pun menyarankan untuk melakukan irigasi mata demi membersihkan benda asing penyebab infeksi tersebut.
5. Setelah Operasi Mata
Indikasi irigasi mata selanjutnya dapat dilakukan setelah operasi mata. Setelah proses operasi mata, seseorang bisa mengalami keluhan mata kering dan merah dan gatal. Keluhan ini bisa hilang dalam beberapa hari, namun harus tetap mendapatkan perawatan yang tepat untuk memaksimalkan pemulihannya.
Dokter dapat menganjurkan pemberian obat tetes dengan dosis tertentu, hingga melakukan prosedur irigasi yang didampingi langsung oleh tenaga medis ahli.
Prosedur (SOP) Irigasi Mata di Home Care Klinik Granostic
Klinik Granostic memiliki layanan home care irigasi mata yang dilakukan oleh tenaga Kesehatan ahli. Pelayanan ini dilakukan dengan cermat dan melalui SOP yang tepat sebagai berikut:
1. Persiapan Pasien
Tahapan pertama dalam prosedur irigasi adalah persiapan pasien. Dalam prosesnya, dokter akan mewawancarai pasien terkait dengan masalah Kesehatan mata yang dialami, Riwayat medis, hingga alergi obat yang mungkin dimiliki oleh pasien.
Setelahnya, dokter pun akan mengecek bagaimana kondisi mata pasien. Langkah ini untuk mengecek sejauh mana tingkat keparahan gangguan Kesehatan mata yang dialami pasien.
Selain itu, dokter pun akan memberikan arahan posisi sebelum melakukan irigasi. Biasanya, pasien akan diminta untuk berbaring terlentang untuk memudahkan proses pemberian cairan irigasi.
2. Penggunaan Cairan Irigasi
Setelah persiapan pasien, selanjutnya dokter dapat memilih cairan yang tepat untuk melakukan irigasi mata. Macam cairan yang digunakan biasanya berupa larutan garam fisiologis (NaCl 0,9 persen) dan larutan Ringer Lactat (RL). Cairan ini pun umumnya dipergunakan karena merupakan larutan isotonic, sehingga tidak akan mengubah komposisi elektrolit yang diperlukan oleh mata.
Selain itu, bila cairan yang dibutuhkan hanya sedikit, dokter pun dapat menggunakan kapas steril untuk media meneteskan cairan dalam mata.
3. Pelaksanaan Irigasi
Selanjutnya petugas kesehatan pun akan mendekatkan alat yang akan digunakan ke tempat yang mudah dijangkau. Sebelum meneteskan cairan irigasi, petugas juga akan mengenakan sarung tangan.
Pelaksanaan irigasi ini akan disesuaikan dengan standar yang ditetapkan, yakni:
Cairan pantocain diteteskan pada bagian mata yang akan di irigasi.
Petugas kesehatan memasang bengkok untuk menampung cairan di sisi mata yang diirigasi.
Selanjutnya, petugas akan membuka kelopak mata yang akan dibersihkan. Kemudian menyemprotkan cairan menggunakan spuit 10cc atau 30 cc, yang ujungnya dipasang jarum plastic vevlon secara perlahan.
4. Pengulangan Proses Jika Diperlukan
Proses irigasi bisa saja dilakukan secara berulang, jika kotoran, zat kimia, atau benda asing yang ada di mata tak bisa hilang dalam sekali proses.
5. Pembersihan dan Pemeriksaan Ulang
Setelah pembersihan dianggap cukup, petugas kesehatan Klinik Granostic akan mengevaluasi tindakan dan melakukan pembersihan. Pada saat evaluasi, dokter akan memeriksa kembali bagaimana kondisi mata Anda setelah proses irigasi.
6. Edukasi Pasien
Setelah proses irigasi dilakukan, Anda pun dapat berkonsultasi dengan dokter soal perawatan pasca irigasi, kemudian dokter dapat memberikan arahan dan edukasi perawatan kesehatan mata yang ideal untuk Anda.
Keamanan dan Kapan Irigasi Mata Tidak Disarankan
Meskipun irigasi mata secara umum aman dilakukan, namun prosedur medis ini tidak direkomendasikan bila Anda mengalami beberapa kondisi di bawah ini:
1. Luka pada Kornea
Jika Anda memiliki luka pada kornea, prosedur irigasi mata tidak disarankan. Sebab, prosedur ini dapat memberikan efek samping berupa goresan pada kornea. Kemungkinan efek samping ini pun bisa memperburuk kondisi luka pada kornea mata Anda.
2. Operasi Mata Baru-baru Ini
Jika Anda baru saja melakukan tindakan operasi mata, prosedur irigasi tidak direkomendasikan bagi Anda. Ini karena semprotan cairan pada saat proses irigasi dilakukan dapat mengiritasi mata, sehingga membuat rasa tak nyaman setelah operasi bisa bertambah buruk.
3. Infeksi Berat
Seseorang dengan infeksi berat pun tidak direkomendasikan untuk melakukan tindakan irigasi. Pada umumnya, infeksi mata ditandai dengan gejala mata merah, terasa sakit, berair, sensitif terhadap cahaya, atau belekan. Infeksi ini pun bisa terjadi karena masuknya zat atau benda asing ke dalam mata.
Sehingga pada infeksi yang timbul karena masuknya zat-zat tersebut, dapat dilakukan tindakan irigasi.
Berbeda dengan infeksi yang lebih serius, seperti endoftalmitis misalnya. Penyakit ini terjadi karena adanya peradangan parah pada jaringan bagian dalam mata. Penyebabnya oleh infeksi bakteri Staphylococcus species, Streptococcus species, Gram-negative bacteria atau infeksi jamur.
Karenanya, pengobatan akan cenderung difokuskan pada pemberian antibiotik, steroid, maupun anthropoid.
Layanan Home Care Irigasi Mata Granostic dengan Tim Medis Profesional
Irigasi mata tidak bisa dilakukan sembarangan di rumah, perlu bantuan dari petugas medis profesional agar prosedur berjalan dengan tepat dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.
Di sinilah peran Klinik Granostic, yang menyediakan layanan home care irigasi mata dengan tim medis profesional. Setiap bagian dari prosedur irigasi mata akan dilakukan dengan cermat dan penuh kehati-hatian. Sehingga pasien merasa aman dan nyaman selama proses irigasi mata berlangsung.
Tak hanya itu, dengan pengawasan langsung dari dokter, Anda pun akan dapat memperoleh edukasi yang lengkap dan personal tentang irigasi mata serta kondisi kesehatan indera penglihatan Anda.
Layanan home care irigasi mata klinik Granostic ini dapat Anda akses dengan mudah lewat klik tombol Home Service di bawah ini!

