Berikut Panduan MPASI Bayi 10 Bulan untuk Pertumbuhan Optimal Si Kecil

Makanan Pendamping ASI (MPASI) sangat penting untuk mendorong pertumbuhan optimal si Kecil. Apalagi saat memasuki usia 10 bulan, Moms perlu memperhatikan jenis tekstur dan pemilihan menu MPASI yang tepat untuk si kecil.
Seiring dengan bertambahnya usia si Kecil, maka semakin berkembang pula kemampuan yang mereka miliki. Termasuk keterampilan makan bayi yang sudah lebih mahir ketimbang di awal masa pengenalan MPASI, atau di usia 6 bulan.
Ini merupakan kabar baik untuk Moms, yang ingin memenuhi kebutuhan nutrisi anak dan mendukung pertumbuhan si Kecil agar optimal. Sebab, Anda bisa memperkenalkan lebih banyak jenis makanan, serta dapat memilih tekstur yang sedikit berbeda daripada fase MPASI sebelumnya.
Nah, supaya kebutuhan gizi bayi usia 10 bulan dapat tercukupi dengan tepat, Moms bisa mengikuti panduan mudahnya berikut ini!
Memahami Kebutuhan Nutrisi Bayi 10 Bulan
Langkah pertama untuk dapat mengatur jadwal dan menu MPASI yang tepat untuk si Kecil, Moms dan Dads perlu memahami dulu kebutuhan nutrisi bayi saat berusia 10 bulan. Baca terus untuk tahu detailnya ya, Parents!1. Memenuhi Kebutuhan Energi
Menurut press release pada laman Website Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), saat memasuki usia 9–12 bulan, bayi akan membutuhkan energi sebesar 300 kcal per harinya.Untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut, Moms dianjurkan untuk menjadwalkan MPASI dengan frekuensi 3–4 kali makan utama dan 1–2 kali makan selingan (cemilan).
2. Memberikan Nutrisi Lengkap
Selanjutnya, karena kebutuhan energi yang lebih besar ini, Moms perlu memperhatikan menu dan kebutuhan gizi si kecil. Masih dari himbauan IDAI, si kecil memerlukan makanan dengan gizi lengkap dan seimbang.Pastikan MPASI mengandung karbohidrat, protein (nabati maupun hewani), lemak sehat, sayuran, dan buah-buahan. Selain itu miro-nutrisi seperti zat besi, seng, dan vitamin A, juga sangat penting karena ketiganya sudah tidak dapat tercukupi lewat ASI saja.
3. Melatih Kemampuan Makan
Memasuki usia 10 bulan, perkembangan skill oromotor si Kecil pun mengalami peningkatan. Menurut IDAI, pada periode ini anak-anak menunjukkan tahap perkembangan berupa:Si kecil dapat merapatkan bibir Ketika disuapi saat membersihkan makanan yang ada di sendok.
Si kecil juga sudah dapat menggigit makanan dengan tekstur lebih keras, karena gigi sudah bertumbuh.
Ia juga dapat mengatakan sesuai lebih spesifik, sehingga kemungkinan dapat menyebutkan beberapa nama makanan yang diketahui dan jadi favoritnya.
Selain itu, bayi juga bisa mengenali rasa lapar mereka dan menggumamkannya untuk menunjukkan rasa lapar tersebut.
Berdasarkan perkembangan ini, Anda dapat mengatur waktu makan dan menu MPASI yang menyenangkan serta nyaman untuk si Kecil. Sehingga Anda juga bisa melatih mereka untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki untuk semakin mahir.
Komposisi dan Bahan MPASI yang Sesuai
Sebelumnya, kita sudah menyinggung pentingnya memenuhi nutrisi pada MPASI yang diberikan untuk bayi 10 bulan, agar pertumbuhannya optimal.Nah, kali ini kita akan membahas apa saja komposisi dan bahan MPASI yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Simak, ya!
1. Karbohidrat
Karbohidrat dapat menjadi sumber energi yang penting untuk si kecil. Jenis karbohidrat ini ada dua, yakni karbohidrat sederhana yang bisa Moms penuhi lewat buah-buahan. Juga karbohidrat kompleks yang dapat diperoleh dari sayuran bertepung, beras merah, gandum, hingga kentang.2. Protein
Protein juga tak kalah penting untuk perkembangan otak si Kecil, mencegah masalah pada sel dan organ tubuh, serta meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Protein ini juga bisa diperoleh dari sumber nabati dan hewani.Sumber nabati ini meliputi kacang-kacangan, buah-buahan seperti alpukat dan nangka, juga sayur-sayuran hijau. Sementara protein hewani dapat Moms peroleh dari daging ikan, daging ayam, telur, hingga daging merah (sapi).
3. Sayuran
Sayuran mengandung banyak nutrisi penting dan direkomendasikan untuk ada dalam komposisi MPASI si Kecil. Bahan pangan ini kaya akan mineral, vitamin, serat, hingga air yang sangat baik untuk tumbuh kembang dan kesehatan bayi.4. Buah-buahan
Memiliki rasa yang segar, manis, dan ringan, buah-buahan sangat cocok digunakan sebagai makanan camilan atau selingan dalam periode MPASI. Selain cita rasanya, buah-buahan juga mengandung vitamin, mineral, serat, dan kadar air yang cukup tinggi.5. Lemak Sehat
Tak kalah penting dari keempat bahan lainnya, lemak sehat juga perlu ada dalam komposisi MPASI si kecil. Anda dapat memperolehnya dari sumber nabati, seperti alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan banyak lainnya. Juga dari sumber hewani seperti daging, ayam, telur, hingga ikan-ikan laut.Jadwal dan Menu MPASI
Setelah mengetahui bagaimana pola perkembangan anak di usia 10 bulan, juga kandungan gizi yang baiknya ada dalam komposisi MPASI. Anda dapat mengatur jadwal dan menu MPASI untuk si kecil dengan inspirasi berikut ini:Pagi (08:00)
Untuk memulai hari, Anda bisa membiasakan si Kecil untuk sarapan bersama. Berikan MPASI dengan kandungan yang lengkap namun tetap mudah dicerna oleh si Kecil, seperti kombinasi bubur oatmeal dengan potongan buah kecil-kecil dan yogurt yang menyegarkan.Cara penyajiannya:
- Siapkan oatmeal secukupnya, kemudian masak hingga matang dan lembut.
- Siapkan buah pisang dan apel, potong kecil-kecil kemudian tuang ke dalam mangkuk oatmeal.
- Campurkan yogurt ke dalam mangkuk yang sama, kemudian aduk hingga tercampur dengan baik.
- Suguhkan pada si Kecil selagi fresh ya, Mom. Namun pastikan oatmealnya sudah dalam keadaan dingin.
Camilan Pagi (10:00)
Selang dua jam setelah sarapan, Moms bisa memberikan camilan kepada si Kecil. Biar lebih gampang dan sehat, Moms dapat memberikan potongan keju yang asing dan gurih, serta buah yang manis dan lembut sebagai camilan.
Cara penyajian:
- Siapkan keju full-fat, dan perhatikan kandungan natrium di komposisinya. Kemudian potong seukuran genggaman si Kecil.
- Siapkan buah pepaya secukupnya, potong-potong.
Siang (12:00)
Untuk makan siang, Moms bisa menyajikan menu utama dengan bahan dan gizi yang lebih kompleks. Misalnya sajikan nasi tim dengan daging sapi cincang, lengkap dengan sayuran sebagai sumber serat dan vitamin.
Cara penyajian:
- Siapkan beras yang akan dijadikan sebagai nasi tim, secukupnya saja.
- Cincang daging sapi, wortel dan bayam. Kemudian cuci bersih sebelum dimasak.
- Haluskan bumbu-bumbu yang dibutuhkan, kemudian tumis cincangan daging sapi dan sayuran menggunakan bumbu tersebut.
- Masukkan beras dan tumisan ke dalam wadah kecil, kemudian kukus nasi tim.
- Tunggu hingga nasi tim dingin, baru Anda bisa menyajikannya untuk si Kecil.
Camilan Sore (15:00)
Setelah makan siang, tepat 2–3 jam kemudian, Anda bisa memberikan makanan ringan sebagai cemilan untuk si Kecil. Anda dapat menyajikan biskuit bayi dengan tambahan selai kacang yang lezat. Ingat, selalu perhatikan kandungan garam dan gula pada cemilan yang Anda berikan, ya, Moms.Sore (18:00)
Sementara itu, untuk makan malam Anda dapat memberikan menu dengan gizi lengkap tapi cukup sederhana untuk pencernaan si Kecil. Misalnya dengan membuat kombinasi kentang tumbuk, ikan dan brokoli.
Cara penyajiannya:
- Siapkan kentang secukupnya, kupas kulitnya dan potong-potong, cuci dan rebus bersama brokoli hingga matang. Lalu haluskan kedua bahan tersebut.
- Selanjutnya, Anda dapat membuat sup ikan sederhana untuk menambah cita rasa.
- Tambahkan sup ikan dengan kuah secukupnya pada kentang dan brokoli tumbuk, kemudian hidangkan MPASI untuk si Kecil.
Camilan Malam (20:00)
Sementara untuk cemilan malam, Anda bisa membuat puree buah atau bubur susu. Kedua menu ini bisa memberikan cita rasa yang menyegarkan namun tetap nyaman di perut si Kecil.
Cara penyajian:
- Untuk membuat puree buah, Anda bisa melumatkan buah dengan tekstur lembut seperti mangga, alpukat atau pisang.
- Kemudian tambahkan susu formula kesukaan si Kecil ke dalam lumatan buah, hingga membentuk tekstur bubur yang lembut.
Tambahkan Juga Camilan Sehat
Selain makanan utama, MPASI juga meliputi pemberian cemilan atau makanan selingan yang sehat. Di fase usia bayi 10 bulan, Anda dapat memberikan cemilan ini sebanyak 2–3 kali. Beberapa jenis camilan sehat yang dimaksud antara lain:1. Buah Potong
Buah mengandung berbagai nutrisi penting dan memiliki rasa yang menyegarkan serta manis. Sehingga akan membuat anak-anak suka dan tertarik untuk memakannya. Sebagai cemilan, Anda baiknya memilih buah yang lunak dan mudah untuk anak gigit. Misalnya buah mangga, pisang, alpukat, semangka, dan sejenisnya.2. Biskuit Bayi
Biskuit bayi juga bisa jadi alternatif cemilan sehat untuk si Kecil, sebab biskuit ini dibuat dengan memperhatikan diet yang tepat untuk anak Anda. Misalnya dengan tidak mengandung banyak gula, natrium, atau bahan-bahan sejenisnya.3. Keju
Tak hanya lezat, keju rupanya juga mengandung lemak dan protein yang sangat baik untuk si Kecil. Karenanya, Anda juga bisa menggunakan bahan pangan ini sebagai salah satu cemilan sehat MPASI anak.Konsultasi Juga Ke Dokter
Setelah menyimak panduan MPASI untuk bayi 10 bulan di atas, Anda pasti setuju kalau kegiatan ini tak pernah sepele dan mudah. Karenanya, sangat wajar juga bagi orang tua untuk kewalahan ketika menghadapi situasi-situasi atau kendala pola perilaku makan si Kecil.Karenanya, konsultasi dengan dokter melalui layanan Baby Packages di Granostic juga penting untuk memastikan efektivitas MPASI yang diberikan. Lantas bagaimana sih prosedur konsultasi dengan dokter ini?
1. Konsultasi Berkala
Pertama Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan anak dan konsultasi secara berkala. Hal ini sangat penting untuk menyimak bagaimana perkembangan tubuh anak, menyimak kesiapan anak untuk mendapatkan MPASI, hingga mendeteksi dini masalah kesehatan anak.2. Pengenalan Tekstur
Bersama dokter anak, Anda pun bisa mengenali berbagai tekstur MPASI dan tahapan pemberiannya yang tepat. Bahkan, dapat disesuaikan secara personal dengan kebutuhan dan pertumbuhan si Kecil, loh.3. Porsi dan Nutrisi
Lewat pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh dokter, Anda pun bisa mendapatkan informasi seputar porsi dan nutrisi dalam MPASI yang sebaiknya dipenuhi. Sehingga menu-menu MPASI yang Anda berikan akan lebih tepat sasaran dengan keadaan dan kebutuhan tubuh anak.4. Hindari Makanan Berisiko
Saat melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara berkala, Anda juga akan mendapatkan pengetahuan rinci mengenai tubuh si Kecil. Termasuk bagaimana reaksi tubuh anak terhadap zat yang dibawa oleh makanan atau minuman tertentu. Sehingga Anda dapat menyimak dan menghindari jenis makanan yang dapat memberikan risiko buruk pada kesehatan anak.5. Pantau Alergi
Selalu ada kemungkinan anak mengalami alergi makanan atau minuman, yang kadang tidak dapat dideteksi dengan mudah. Karenanya, lewat konsultasi bersama dokter anak ini, Anda dapat memantau kondisi kesehatan dan reaksi tubuh si Kecil terhadap makanan yang mereka konsumsi.Moms, setelah membaca panduan MPASI untuk bayi 10 bulan di atas, bisa jadi sangat tricky dan membutuhkan perhatian lebih. Sebab, kualitas MPASI yang kita berikan, bisa sangat berpengaruh pada perkembangan si Kecil.
Karenanya, jika Anda mengalami kendala maupun memiliki pertanyaan yang mengganjal seputar MPASI ini, baiknya lakukan konsultasi dan memeriksakan kesehatan si kecil secara berkala di klinik terpercaya, seperti Granostic.
Anda dapat memulai konsultasi dan mengatur jadwal temu melalui layanan Home Service. Atau langsung datang ke Klinik Granostic yang ada di Surabaya.
Yuk, Moms & Dads, pastikan si Kecil tumbuh dengan optimal bersama dokter dan paket Medical Check Up (MCU) khusus anak di Klinik Granostic.

